NovelToon NovelToon
True Love

True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:49.4k
Nilai: 5
Nama Author: Momo30

Sabrina Anastsya Nugroho seorang gadis muda yang diumurnya yang muda, ia harus melewati banyak ujian di masa SMAnya ia harus kehilangan kedua orang tuanya yang meninggal akbiat kecelakan tak berselah lama kepergian orang tuanya sabrinapun harus menghadapi adiknya kecelakaan dan koma bertahun-tanun.

Dari kejadian itu semua ia bertemu dengan sahabat lama kedua orang tuanya. Dan dijodohkan dengan anak laki-laki sahabat kedua orang tuanya.

Menghantarkannya untuk jatuh cinta pertama kalinya, diselama pernikahan mereka banyak badai yang menerpa mereka.

Seberapa besar kah? Cinta keduanya. Apakah mereka akan bertahan, dengan banyaknya badai yang akan memisahkan mereka?

Selamat Membaca💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momo30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Rizky masih penasaran apa yang sedang dilamukan saat diperjalan pulang mereka dirumah, sehingga saat mereka tiba dirumahpun sabrina tidak menyadarinya.

Saat sudah didalam kamarpun sabrina masih melamun, rizky yang baru saja keluar dari kamar mandi pun memperhatikan sabrina. Apa yang sedang wanita ini pikirkan dan apa yang sedang dia sembunyikan.

Rizky berjalan kearah sabrina mencoba menyadarkan sabrina dari lamunannya.

"Sabrina."

"Hmm iya ka ?."

"Apa yang sedang kamu pikirkan ?."

"Hehehe tidak ada ka, sabrina mandi dulu ka." Ucap sabrina sambil tertawa kecil dan tersenyum, lalu berjalan kearah kamar mandi.

"Pintar sekali dia menyembunyikan sesuatu, tapi sayang sekali aku tidak mudah tertipu dengan senyuman kamu sabrina." Ucap rizky pelan setelah sabrina didalam kamar mandi.

Didalam kamar mandi sudah menumpah lagi air matanya menangis dalam diam, ia hari ini benar-benar sangat merindukan kedua orang tuannya dan adiknya syran. Ada kalanya waktu ini datang rindu yang begitu menyakitkan ini datang ingin membuatnya menangis.

Tapi sekarang ia harus pintar lagi menyembunyikan karena ia sekarang dikamar bukan sendirian lagi seperti dulu melainkan dia sudah menikah dengan seorang rizky argadinata.

Disela-sela suara air yang ia nyalakan terdengar suara isakan tangis dan ia menyebutkan betapa rindunya dengan kedua orang tuanya dan adiknya, tanpa dia sadari ada orang yang diluar mendengarkan itu semua.

"Oohh ternyata kamu rindu dengan kedua orang tuamu dan adikmu sabrina, kenapa kamu harus menutupi itu dari aku ?. Apa jangan-jangan selama ini kamu menyembunyikan semua apa yang kamu rasa dari semua orang ?." Ucap rizky pelan dan berjalan ketempat tidurnya dan bersandar dikepala ranjangnya sambil membaca file perusahan yang ada ditabnya.

Sabrinapun keluar dari kamar mandi lengkap menggunakan piyamanya, selama dia dikamar mandi tadi sepain meluapkan semua kerinduannya dia juga berpikir apa yang semua ia lakukan sekarang harus ia bicarakan bersama rizky dan menitak izin kepada rizky.

"Ka rizky ?." Panggil sabrina.

"Hmm.." Jawab rizky dengan gumaman dan masih menatap tabnya.

"Ka rizky sabrina mau ngomong." Ucap sabrina ragu.

Rizkypun berhenti membaca filenya dan menatap sabrina yang duduk ditepi ranjang yang masih diam tanpa bersuara, membuar rizky bingung.

"Katanya mau ngomong ko malah diam ?."

"Ha ? boleh ?."

"Iya bolehlah aku tunggui dari tadi."

Sabrina menarik nafas pelan sedikit takut, takut rizky marah.

Kenapa dia lucu sih. Batin rizky.

"Ka sabrina izin boleh ? masih tetap urusin toko bunga mamah ? dan masih ngelakuin semua kegiatan yang sabrina lakuin dulu ? Sabrina janji ko sabrina engga lupain tugas sabrina sebagai istri kaka."

Ternyata dia dewasa juga. Batin rizky.

"Iya boleh kalo itu yang kamu suka aku engga bakal ngelarang kamu." Ucap rizky tersenyum.

Mendengar apa yang diucapkan rizky sabrina tersenyum manis didepan rizky. "Terimakasih ka."

Rizky yang melihat itu terpesona dia sadar kalo wanita yang didepannya ini adalah wanita yang sangat teramat cantik secara natural dan mempunyai sifat yang baik pula.

"Sabrina mau tidur, sabrina matikan lampunya yaa, jangan macam-macam ka awas !." Peringatan sabrina.

"Macam-macam apa ? Negatif terus kamu ! kamu yang meluk aku duluan ya kemarin malam." Ucap rizky santai, sabrina mendengar malu dan membelakangi rizky dan menarik selimutnya sampai dadanya. Rizky yang melihat itu hanya tersenyum melihat tingkah sabrina.

...----------------...

Pagi hari sabrina bangun lebih dulu dari rizky dan mengutuk kelakuannya setiap kali tidur yang selalu tidak pernah diam, dia bangun ketika memeluk rizky dan rizky tidak membalas pelukan sabrina.

Rizky masih tidur dengan tenang saat sabrina melihatnya cepat-cepat sabrina melepas pelukkannya dan berlari kekamar mandi, rizky yang tersadar mengintip membuka sedikit matanya ingin tertawa tanpa ia tahan.

Sebenarnya ia semalam penuh memeluk sabrina namun ia merasa ketika sabrina mengeliat buru-buru ia melepasnya ia ingin melihat reaksi sabrina ternyata benar seperti dugaannya.

Sabrina turun kebawah untuk menbantu orang rumah untuk menyiapkan sarapan pada pagi hari, walaupum sudah dilarang oleh pembatu yang ada disana dia tetap memaksa ingin ikut memasak sarapan pagi yang akan mereka hidangkan.

"Sabrina." Sapa rita.

"Iya mah ?."

"Ngapain disini ?."

"Sabrina bantu bi ira sama bi inah mah."

"Maaf nyoya tadi saya sudah kasi tau nona sabrina tidak usah ikut memasak."

"Iya gakpapa bi."

"Sayang lain kali engga usah bantu-bantu juga gakpapa ko."

"Iya mah sabrina suka didapur sabrina suka masak mah. Oya mah sabrina keatas dulu ya mau mandi sekalian mau bangunin ka rizky."

"Iya sayang, oiya kamu hari ini ke toko ?."

"Iya mah."

"Yahh padahal mamah mau temanin kamu."

"Kemana mah ?."

"Kearisan nanti siang pas waktu makan siang."

"Sabrina bisa temani mamah tapi paginya sabrina ketoko dulu ya mah.

"Iya sayang." Jawab rita berbinar-binar.

Sabrina naik keatas masuk kekamar dia masih melihat rizky masih tidur, iapun bergegas mandi dan menyiapkan semua pakaian yang akan dipakai rizky kekantor hari ini.

Ternyata saat sabrina keluar walk-in closet rizky baru bangun dan melihat sabrina yang sudah rapi dengan kemeja berwarna putih dengan celana jeansnya.

"Eh padahal sabrina baru mau bangunin kaka." Ucapnya, rizky yang mendengar hanya tersenyum dan berjalan kearah kamar mandi.

"Ka bajunya sudah aku siapkan."

"Iya terima kasih." Ucapnya sambil tersenyum.

Setelah sarapan mereka berangkat, rizky pun mengantarkan sabrina ke toko bunga dan rizky melanjutkan perjalanan kekantor.

Mereka sibuk dengam kegiatan masing-masing, dan tanpa disadari hari sudah mulai sore teringat bahwa tadi malam sabrina menangis didalam kamar mandi sedang rindu dengan kedua orang tuanya dan rizky berniat untuk mengajak sabrina untuk kemakam kedua orang tuanya.

- Sabrina dimana ? masih bersama mamah ?.

Tak beselang lama sabrina membalas pesan rizky.

* Iya masih ka.

"Singkat sekali balasannya." Ucap rizky.

- Share location sekarang, aku jemput kamu sekarang.

* Tapi acara sama mamah belum selesai ka.

- Kirim sekarang sabrina nanti aku yang izin sama mamah.

Sabrinapun mengirimkan locationnya dan rizky langsung menjemput sabrina, didalam perjalanan sabrina hanya diam dan heran kenapa jalannya tidak sesuai jalan pulang kerumah. Dia heran kemana rizky akan membawanya tiba-tiba mereka memasuki area parkir kepemakaman, rizkypun keluar dan memegang erat tangan sabrina.

Dan akhirnya mereka setop di hadapan dua makam, sabrina yang melihat makam itu tangisnya pecah dia tidak bisa menahan lagi apa yang ia rasakan dan terduduk.

"Mah.. pah.. hiks.. hiks.. sab rindu.. hiks.. sab engga sanggup lagi rasanya.. mah.. pah.." Ucap sabrina lirih.

Melihat sabrina menangis dengan pilu rizky memeluk sabrina, saat dipeluk oleh rizky sabrina hanya diam dan terus menangis ia tidak peduli lagi harus bersikap menutupinya lagi biarlah rizky melihat sisi rapuhnya sabrina dia tidak peduli lagi dia betul-betul sangat rindu dengan kedua orang tuanya dan adik laki-lakinya.

"Menangislah jangan ditahan keluarkan semua yang kamu rasakan." Ucap rizky, membuat sabrina menatap mata rizky.

"Jangan menyembunyikannya lagi didepan ku sabrina, jangan memedamnya lagi sendiri sabrina sekarang aku suamimu berceritalah padaku jangan diam dan merasakannya sendiri, ada aku sekarang."

Sabrina yang mendengar ucapan rizky hanya diam dan menganggukan kepalanya dan masih menangis, dan sesekali rizky menghapus air mata sabrina yang mengalir deras.

1
DeputiG_Rahma
maaf baru hadir lagi😭😭
Momo: thank you kak udah mampir dan baca :)
total 1 replies
wardah
lamjut
wardah
lanjut
DeputiG_Rahma
DOsb hadir...🤗
DeputiG_Rahma
DEBU ORBIT disini🤩🤩🤩😁
DeputiG_Rahma: hahaha santai aja kk😁
total 2 replies
seming
Sudah aku boom like. Mampir kecerita baruku ya kak.
DeputiG_Rahma
DEBU ORBIT hadir😆😆
DeputiG_Rahma
aku hadir aku hadir lagi😆😆😁
DeputiG_Rahma
malam ini ku datang lagi❤❤😁
DeputiG_Rahma
like datang, kembali, hadir ,lagi.....😁🖐🖐🖐🖐🖐
HIATUS
bagus thoor ceritanya 😍😍
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤
wardah
lanjuuut
Wynstelle
Semangat balik untuk kaka author
wardah
lanjut
wardah
ditunggu thor...smoga diberi kemudahan dalam snuanurusan dan sehat2 slalu
Momo: terimakasih semangatnya mba 😊❤
total 1 replies
DeputiG_Rahma
dapat jejak nih dari DEBU ORBIT semangat selalu kak😂😆😆😆😆❤
DeputiG_Rahma
jejak DEBU ORBIT hadir kembali, semangat kak, aku dukung karya kaka❤❤
wardah
lanjuuut..panasaran
Bintang imoe
lanjut..... semangat...semangat....cerita mu bikin penasaran thor....
Syarifah Ainun
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!