Kisah dari imajinasi Author sendiri tidak ada sangkut paut nya dengan kisah hidup author kecuali nama2 pemeran dari tiap individu.
Karya ini asli buatan Ayu Apriyani, dan bukan plagiat atau pun hasil ciplak.
Jika ada kesamaan tempat dan nama murni hanya kebetulan saja.
Jika bersedia baca silahkan
terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYU APRIYANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 22
Ishak sudah memperhitungkan berapa jumlah bodyguard yang di miliki Maxi.
"Apa kalian siap!! seperti nya ada 30 orang, dan mungkin saja di dalam masih banyak jadi gunakan senjata itu dengan baik!" jelas Ishak.
Sebelum nya Ishak menyerah kan 2 senjata jenis Revolver kepada Ayub dan Tursin.
Singgle Action Revolver di pegang oleh Ayub dan Double Action Revolver di berikan kepada Tursin, Ishak sendiri menggunakan senjata api jenis Raging Bull.
***REVOLVER*
Ada 2 jenis senjata Api Pistol Revolver--
-Pertama Single-Action Revolver atau Senjata Api dengan Palu. Untuk single-action revolver, Palu yang memukul peluru sehingga meledak dan mendorong protektif peluru keluar Palu di pistol berada di atas pelatuk.
-Kedua Double-Action Revolver, Senjata api ini menggunakan Palu bergerak secara otomatis bersamaan dengan di tekan nya pelatuk ( dan silinder nya bergerak ke arah peluru selanjutnya secara otomatis sesudah peluru keluar).
Revolver berkaliber 44 berisi 5-7 peluru sedangkan Revolver berkaliber 22 berisi 8-10 peluru.
***RAGING BULL*
Pistol asli buatan Perusahaan Taurus yang berkolaborasi di Brasil ini mampu melakukan tembakan sampai kecepatan 580 meter per detik, energi yang di lontarkan pistol ini juga tak main-main, hingga 2700 Joule.
___----____------- Next
Tursin dan Ayub melakukan misi mereka sesuai arahan Ishak, Ayub terbiasa melakukan misi dari kakak nya maka tidak akan sulit baginya untuk menghadapi 10-20 orang.
Tetapi Ishak sangat khawatir dengan Tursin yang di pikir nya seorang Pelukis yang hanya pernah melihat senjata di vidio game.
"Bisakah dia menggunakan nya?" pikir Ishak.
*******
Ayub melangkah dengan perlahan, dan mengamati beberapa bodyguard Maxi yang siap siaga di berbagai pintu masuk bahkan di tiap lorong bangunan markas Maxi.
Buk....' Hanya dengan satu hantaman dari Ayub, salah satu bodyguard itu tumbang, Ayub menyerang di bagian titik lemah nya, dengan sekali serangan mengenai tepi leher nya, lalu menarik nya ke tempat tersembunyi mengikat nya terlebih dulu dan membungkam mulut si bodyguard (APES).
Ayub kembali memasuki setiap gedung mencari keberadaan Ayu.
****
Tursin juga melakukan hal yang sama melihat para bodyguard itu lengah dengan lihai dia melakukan serangan.
Tursin menghantam bagian-bagian titik lemah pada kedua Bodyguard itu.
Bak..buk..bak.. (anggap sajalah hantaman mematikan Tursin🤣) dengan menyerang titik lemah di bagian tubuh mereka Tursin menumbangkan 2 orang, tak lupa dia membawa kedua tubuh itu untuk di ikat dan di bungkam seperti yang di lakukan Ayub.
"Hedeh baru sampe sini baru 3 yang tumbang masih banyak huhu!!" author yang ngomong.
******
Ishak mendapat kan posisi yang sulit di hadapan nya ada 4 bodyguard dan 4 lain nya sedang asik mengobrol.
Bagaimana pun caranya dia harus berhasil menumbangkan 8 orang ini tanpa menggunakan pistol nya!.
Ishak menggunakan trik untuk menarik perhatian 2 bodyguard.
Dengan melemparkan beberapa lembar uang ratusan ribu 2 bodyguard itu tertarik dan mengikuti arah uang itu, Ishak pun mengambil kesempatan menyerang di saat bodyguard lain nya lengah.
"2 lagi tumbang' huft masih ada banyak huhuಥ_ಥ," author yang curhat.
Perlahan tapi pasti, Ishak bisa menumbangkan ke 8 bodyguard itu tampa menggunakan senjata api nya.
********
Ruangan Tempat Ayu di sekap.
Maxi duduk di hadapan Ayu yang sedang di bekab, menatap nya dengan penuh pertanyaan.
"Ya cantik, tapi apa kelebihan mu hingga 2 saudara itu mempertaruhkan segalanya untuk mu, seorang gadis kecil, apa kemampuan mu,hmm' pasti ada yang spesial setahu ku Ishak memiliki banyak wanita namun tak pernah ada yang di perlakukan khusus?" Kata Maxi berbicara sendiri di hadapan Ayu sambil menangkup wajah nya.
Ayu menatap nya dengan tajam.
"Hemm...hemm..hmmm," suara Ayu yang berusaha memberontak.
"Hahaha! ternyata kau memang unik, kau bahkan tidak takut dengan ku, di saat si tua bangka itu sedang memohon untuk di ampuni hahaha!" sahut Maxi dengan tawa nya.
Maxi melepas kan bekapan mulut Ayu.
"Cuih' Ayu meludahi wajah Maxi dengan berani nya.
"Plak' Pengawal yang nama nya telah kalian ketahui 'D' menampar wajah Ayu, hingga gadis itu tersungkur ke lantai.
"DONI!! SIAPA YANG MEMBERIMU HAK MENAMPAR NYA HAH?" bentak Maxi.
"Tapi tuan dia sudah lancang bersikap kurang ajar di hadapan mu," sahut D.
"Hahaha,' kalian Bos dan anak buah sama-sama bodoh!" sahut Ayu.
"Waw kau memang sangat berani, tidak heran jika Ishak akan mempertaruhkan apa pun untuk mu, kau memang unik aku juga mau gadis seperti mu!" sahut Maxi dengan merabah pipi Ayu yang memerah dan juga sudut bibir nya yang pecah akibat kuat nya tamparan D.
"Oh D kau merusak wajah cantik ini!" kata Maxi.
"Lepaskan tangan kotor mu itu!" kata Ayu kerena tangan dan kakinya masih terikat sehingga sulit bagi nya mengelak.
"Hahaha, aku jadi ingin mencicipi mu!" sahut Maxi.
"Cuih' sekali lagi Ayu meludahi wajah Maxi.
Plak' kali ini Maxi sendiri yang menampar nya dan menarik rambut Ayu.
"Akhh," Rintih Ayu kesakitan.
"Aku membiarkan mu barusan, dan kau mengulangi nya lagi, apa kau pikir aku tidak berani berbuat kasar pada mu HAH!!" kata Maxi.
Maxi menarik rambut Ayu dan menyeret nya ke hadapan monitor cctv.
"Lihat itu! kedua pria itu (Ishak dan Ayub) mati-mati an menyelamatkan mu, mereka tak tau aku memang menunggu mereka berdua, hahaha!" sahut Maxi.
"Akhh' kau memang seorang pengecut! hanya menghadapi mereka berdua kau perlu bantuan ku hah' hahaha!" sahut Ayu meledek.
Maxi sangat marah mendengar ucapan itu, ingin sekali rasanya di menembak mati gadis di hadapan nya itu, namun dia tau gadis itu adalah titik lemah Ishak.
"Ayu aku mohon berhentilah mengoceh dan membantah nya," batin Four.
Four sungguh tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan Maxi, sedangkan 4 teman sekomplotan nya hanya tersenyum melihat apa yang di lakukan Maxi kepada Ayu.
Hendri juga berada di dalam ruangan itu dengan tangan dan kaki nya yang terikat, dia pun memperhatikan semua nya.
"Oh ya ampun Maxi kau sungguh mencari ajal mu dengan melukai gadis itu, dan semoga saja aku masih hidup untuk menyaksikan itu," batin Hendri.
Ada 10 orang yang berada di dalam ruangan itu.
Four dan 4 penculik lain nya, Hendri, Maxi, D dan rekan nya K, juga Ayu sandera mereka.
Saat Ishak, Ayub dan Tursin telah menumbangkan semua bodyguard Maxi, mereka pun diam-diam masuk.
Maxi tersenyum licik saat melihat kedua kakak beradik itu telah masuk ke dalam jebakan nya.
Ya dia mengetahui perbuatan Four dan sudah memerintah kan D secara diam-diam untuk membereskan Four dan Hendri secara bersamaan.
"Masuk lah aku sudah menantikan kalian di sini?" Sahut Maxi.
Bersambung...
Nantikan eps berikut nya ya😘😘
Salam Manis dari Author.
Jangan lupa like komen and rate bintang 5 vote jika berkenan tidak memaksa hehe.
Ga kirim surat ijin
salam PPM ☺
jaga kesehatan ya thor
mari saling dukung dari CEO EDAN TAPI TAMPAN☺️
saling dukung y
Oh iya jangan lupa mampir juga dikaryaku yaa, udh up nihh wkwkwk 🤗🌻
Sukses selalu buat thornyaa! Semangat! 💖💖💖
like blk karyaku
cinta rasa covid-19
the Thunder's love