"Kalian tidak membiarkanku mati tapi juga tidak memberikanku ruang untuk hidup. Maka dari itu aku akan menunjukan kepada kalian apa artinya menjadi sombong _!" Li Xuan menarik pedang dari sarungnya dan membuat langit berubah warna bak lautan darah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saran
Zhou Yu tertegun sejenak setelah mendengar pertanyaan Li Xuan
Setelah beberapa saat, ia kemudian tersadar dan berkata dengan heran
"Tentu saja, aku tidak punya alasan untuk menghentikan pilihanmu"
"Lalu dimana lokasi reruntuhan itu Tuan Zhou ?"
Li Xuan bertanya dengan cepat dan menyebutkan alasannya "Aku akan segera pergi ke tempat itu dan mendapatkan tanaman ajaib yang dibutuhkan untuk menyembuhkan ibuku supaya ia bisa segera terbebas dari rasa sakitnya dan kembali hidup sehat"
Saat mengatakan itu, Li Xuan terlihat sangat tegas dan bersemangat
Namun mendengar hal itu, Zhou Yu justru menggelengkan kepalanya dan membalas
"Tidak perlu terburu-buru"
"Meski kau pergi sekarang pun, pada akhirnya kau tidak bisa masuk untuk menjelajahi reruntuhan itu, apa kau lupa soal dinding tak kasat mata yang aku sebutkan sebelumnya ?"
"Itu..."
Li Xuan dibuat terdiam sejenak sebelum bertanya dengan nada cemas "Lalu kapan aku bisa pergi ke tempat itu Tuan Zhou ?"
"Satu bulan dari sekarang..." Zhou Yu menjawab dengan nada pasti dan menjelaskan alasannya
Menurut pria bertopeng tersebut, dinding tak kasat mata yang mengelilingi reruntuhan bekas sekte besar itu akan menghilang secara alami pada waktu tersebut
Dengan lokasi reruntuhan bekas sekte besar tersebut yang sangat dekat dengan Kota Xianyang
Pria bertopeng tersebut menjelaskan bahwa Li Xuan hanya membutuhkan waktu beberapa jam dengan menunggangi kuda untuk tiba di tempat itu
Zhou Yu kemudian menyarankan supaya Li Xuan menunda waktu keberangkatan dan menggunakan jeda satu bulan tersebut untuk meningkatkan kekuatannya
"Meskipun aku tidak bisa mengajarkan jurus atau teknik silat apapun kepadamu"
"Tapi aku mungkin bisa menjadi lawan tanding mu selama satu bulan ini untuk membantu meningkatkan ilmu silat dan pengalaman tempur yang kau miliki, bagaimana menurutmu ?"
Pria bertopeng tersebut bertanya dengan tulus, terlepas pada awalnya ia seolah menahan Li Xuan secara sepihak
Sementara itu, Li Xuan kembali terdiam
Jika pernyataan tentang dinding tak kasat mata yang mengelilingi reruntuhan bekas sekte besar itu benar adanya
Maka tidak ada alasan bagi dirinya untuk pergi ke tempat itu sekarang
Dari pada menunggu dengan bodoh, akan lebih bijak jika ia tinggal di Aula Obat Yu dan menggunakan waktu tersebut untuk meningkatkan kekuatan seperti yang dikatakan pria bertopeng tersebut
Selain agar keamanannya lebih terjamin, ia juga bisa menggunakan jeda waktu tersebut untuk menemani ibunya
Namun meskipun berpikir begitu, Li Xuan tidak segera menjawab dan tidak bisa menahan perasaan ragu
Karena bagaimanapun, berita bahwa dinding tak kasat mata itu akan menghilang satu bulan dari sekarang hanya muncul dari mulut Zhou Yu secara sepihak
Oleh karena itu, Li Xuan tidak bisa langsung mempercayainya dan merenung cukup lama
Melihat ekspresi berpikir di wajah Li Xuan, pria bertopeng itu juga tidak menganggu dan menunggunya dengan tenang
Setelah beberapa saat, Li Xuan akhirnya mengangkat kepalanya dan berkata dengan sungguh-sungguh
"Kalo begitu mohon bantuannya Tuan Zhou"
Meskipun masih memiliki secercah keraguan tentang bagaimana pria bertopeng didepannya bisa mengetahui soal waktu menghilangnya dinding tak kasat mata yang mengelilingi reruntuhan bekas sekte besar itu
Namun bagaimana pun berita soal reruntuhan bekas sekte besar itu datang dari mulut pria bertopeng tersebut
Jika pria bertopeng tersebut benar-benar berniat menghentikannya pergi ke tempat itu
Pria bertopeng itu seharusnya tidak menyebutkan soal reruntuhan bekas sekte besar itu sejak awal dari pada menahannya dengan alasan meningkatkan kekuatan
Oleh karena itu, setelah menimbang pro dan kontra selama beberapa saat
Li Xuan pada akhirnya menyetujui saran pria bertopeng di depannya
Disisi lain, mendengar hal itu, Zhou Yu tersenyum lega dan menjawab dengan tenang
"Ada sebab akibat, jadi tidak perlu sungkan"
***