NovelToon NovelToon
Aku Hanya Ingin Ibuku

Aku Hanya Ingin Ibuku

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Anak Yatim Piatu / Cerai / Keluarga & Kasih Sayang / Anak Lelaki/Pria Miskin / Ibu Tiri
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eriza Yuu

Setelah perceraian kedua orang tuanya, Dion diharuskan tinggal bersama sang ayah. Kehidupan Dion pun berubah drastis manakala sang ayah menikah lagi. Dion yang kala itu hanya seorang anak kecil, selalu merindukan sosok ibu kandungnya namun tidak bisa melakukan apa-apa.

Setelah bertahun-tahun kehilangan kontak dengan sang ibu, Dion yang beranjak dewasa mulai mencari tahu tentang keberadaan ibunya. Dengan sedikit petunjuk yang didapat Dion akhirnya pergi mencari keberadaan sosok wanita yang selama ini dirindukannya. Berhasilkah Dion bertemu kembali dengan sosok sang Ibu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eriza Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Naik Kelas

Hari penerimaan raport. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Hari ini murid-murid menerima laporan hasil belajar mereka selama satu tahun. Murid-murid di kelas Dion bersorak gembira. Semuanya berhasil naik ke kelas 12. Tahun ini juara pertama masih dipegang oleh Dion. Dion tersenyum kecil dan mengucapkan terima kasih saat beberapa teman sekelasnya memberikan ucapan selamat kepadanya.

Benny: "Memang langganan juara kelas teman ku yang satu ini."

Stella: "Selamat ya, Dion. Semoga di kelas 12 nanti kita tetap jadi teman sekelas."

Dion tersenyum kecil.

Benny: "Ngarap nih ye..."

Stella: "Biarin."

Benny: "Sama aku kok gak harap tetap sekelas juga sih?"

Stella: "Buat apa? Mending kamu berharap bisa sekelas sama Tamara."

Benny: "Eh iya. Benar juga katamu."

Tamara: "Halo..."

Tamara: "Dion, selamat ya! Dan terima kasih untuk bimbinganmu selama PAS kemarin."

Dion: "Sama-sama."

Tamara: "Sorry, aku duluan ya! Mau nyapa teman di kelas sebelah."

Stella: "Iya."

Benny: "Bye, Tamara."

Benny: "Cepat banget pergi."

Stella: "Kejar sana!"

Benny: "Enggak ah. Dia lagi cari temannya masa aku gangguin. Ntar dia ilfeel terus bilang aku penguntit. Gak jadi pedekate nanti."

Dion: "Kalau pedekate mu terlalu lama nanti diambil orang loh."

Stella: "Nah betul."

Benny: "Yah... Dion, bukannya kasih semangat malah bikin down."

Dion: "Hehehe..."

Benny: "Kantin dulu, yuk!"

Stella: "Ngapain?"

Benny: "Ya jajan lah, makan, atau minum apa kek. Udah liburan ini gak bisa sering ketemu kalian lagi. Jangan cepat-cepat pulang dulu lah. Kita nongkrong dulu di kantin. Hari ini aku yang traktir."

Stella: "Kalau gitu ayuk deh."

Dion: "Ya."

Di kantin sekolah.

Ketiga remaja itu kini berdiri di depan satu-satunya stan di kantin yang masih buka. Karena hari ini murid-murid hanya menerima raport jadi stan lain tidak ada yang buka.

Benny: "Pesan saja apa yang kalian mau makan."

Stella: "Sip. Dengan senang hati."

Benny: "Dion, gak perlu sungkan."

Dion: "Hm? Iya."

Stella: "Ibu, aku mau mie goreng sama es teh tawar ya!"

Benny: "Nasi goreng ada, Bu?"

Ibu kantin: "Nasi goreng gak ada, Dek. Ibu gak belanja. Adanya mie instan saja."

Benny: "Boleh deh. Mie rebus pakai telur ya, Bu. Minumnya es teh manis."

Ibu kantin: "Iya. Terus Adek yang ini mie goreng pakai telur gak?"

Stella: "Gak usah, Bu."

Ibu kantin: "Iya. Kalau Adek yang ini mau makan apa?"

Dion: "Mie goreng saja pakai telur, sama ini air mineral botol."

Ibu kantin: "Oke."

Benny: "Ada lagi yang mau dipesan?"

Stella: "Enggak."

Benny: "Dion?"

Dion: "Sudah itu saja."

Benny: "Jadi total semua berapa, Bu?"

Ibu kantin: "Bentar hitung dulu, ya!"

Benny: "Kalian berdua cari tempat duduk dulu sana!"

Stella: "Kami tinggal ya! Yuk, Dion."

Stella dan Dion pergi mencari tempat duduk. Sedangkan Benny menunggu Ibu kantin selesai menghitung total pesanan. Setelah membayar total semua makanan, Benny menyusul kedua temannya.

Dion: "Terima kasih sudah dibayarin."

Stella: "Makasih juga ya, Ben."

Benny: "Makanan doang gak usah diperhitungkan. Jadi liburan ini sudah ada rencana mau ke mana?"

Stella: "Belum ada sih. Kalau jalan juga paling yang dekat-dekat sini saja."

Benny: "Kamu Dion?"

Dion: "Aku di rumah saja gak kemana-mana."

Stella: "Emang kamu punya rencana, Ben?"

Benny: "Gak ada sih. Kalau ada juga paling aku pulang nginap di rumah nenekku. Soalnya bosan rumah sepi. Apalagi liburan jadinya di rumah terus."

Stella: "Rumah nenekmu jauh?"

Benny: "Dibilang jauh gak juga. Masih satu kota sini cuma beda daerah."

Stella: "Oh."

Ibu kantin: "Pesanannya, Adek-adek!"

Ibu kantin menyodorkan pesanan kepada tiga remaja tersebut. Ketiganya bersamaan mengucapkan terima kasih.

...⚜️⚜️⚜️...

Ryan yang baru pulang dari sekolah berlari masuk kedalam rumah.

Ryan: "Mama... Mama..."

Ryan menemukan ibunya di teras belakang rumah.

Maya: "Ada apa, Ryan? Kenapa teriak-teriak?"

Ryan: "Mama, lihat raportku! Aku naik kelas."

Maya mengambil raport Ryan untuk memastikan.

Maya: "Wah, pintar anak Mama. Dapat juara kelas lagi!"

Ryan: "Iya dong!"

Maya: "Em... Mau Mama masakin apa nanti malam?"

Ryan: "Rendang daging, boleh?"

Maya: "Boleh."

Ryan: "Makasih, Mama."

Maya: "Sudah sana ganti baju dulu."

Ryan: "Iya."

Ryan berlari ke kamar namun di tengah jalan ia dicegat oleh Mirna.

Mirna: "Ryan, sebentar!"

Ryan: "Ada apa, Nek?"

Mirna: "Kamu masih ada sisa uang jajan?"

Mirna berbicara dengan suara kecil sambil sesekali melihat ke belakang berjaga-jaga kalau Maya muncul. Ryan merogoh saku baju dan celananya kemudian menemukan uang koin seribu perak.

Ryan: "Cuma sisa seribu."

Mirna: "Gak apa-apa. Seribu juga boleh."

Mirna langsung menyambar uang koin itu dari tangan Ryan.

Ryan: "Buat apa uang seribu itu, Nek?"

Mirna: "Buat kerok. Punggung Nenek agak sakit. Sudah sana kamu ganti baju."

Ryan: "Mau aku bantu kerokin gak, Nek?"

Mirna: "Gak usah Nenek bisa sendiri."

Mirna langsung melangkah pergi meninggalkan Ryan. Ryan pun kembali berjalan ke kamar sambil berpikir dan ngomong sendiri.

Ryan: "Bagaimana caranya Nenek kerok punggungnya sendiri? Memangnya bisa ya?"

Waktunya makan malam. Semuanya telah berkumpul di meja makan. Baron melihat ada hidangan yang cukup istimewa di meja makan. Maklum saja hidangan masakan seperti rendang hanya dinikmati di waktu-waktu tertentu atau ada hari besar saja.

Baron: "Wah, ada hari apa ini? Tumben kamu masak rendang?"

Maya: "Gak ada hari apa-apa. Cuma merayakan naik kelasnya Ryan. Oya, Ryan dapat juara tiga loh!"

Baron: "Wah, pintar kamu!" (memuji Ryan)

Ryan: "Makasih, Pa. Ini juga berkat Abang yang ajarin aku makanya aku jadi pintar."

Ryan melihat ke arah Dion yang tidak menunjukkan ekspresi apa-apa. Sementara Maya nampak kurang senang mendengarnya.

Baron: "Oya, bagaimana denganmu, Dion? Naik kelas kan?"

Dion: "Naik kok, Ayah."

Ryan: "Abang juara pertama di kelasnya loh, Pa!"

Baron: "Benarkah?"

Ryan: "Iya. Aku lihat sendiri raport Abang tadi siang. Abang juga dapat hadiah kayak aku."

Dion: "Ryan. Sstt..."

Ryan: "Hehehe..."

Mendengar hal itu Maya bertambah tidak senang lagi. Kejadian tadi siang saat Dion baru sampai di rumah. Ia langsung disambut oleh Ryan dengan penuh semangat.

Ryan: "Abang, Abang, lihat raportku! Aku naik kelas dan dapat juara tiga."

Dion: "Hebat! Good job! Pertahankan terus ya!"

Ryan: "Berkat Abang yang selalu bantu aku belajar. Makasih, Abang."

Dion: "Iya."

Ryan: "Raport Abang mana? Aku boleh lihat?"

Dion: "Ini!"

Dion menyodorkan raportnya dan langsung diambil Ryan. Ryan fokus melihat catatan yang tertulis di raport.

Ryan: "Wow, Abang dapat juara satu!"

Dion: "Sstt... Jangan bilang-bilang ya! Rahasia!"

Ryan: "Dapat hadiah juga dong!"

Dion: "Ini."

Dion menunjukkan hadiah yang masih terbungkus rapi kepada Ryan.

Ryan: "Abang memang hebat!"

Kembali ke meja makan.

Baron: "Anak Papa memang pintar-pintar semua! Ayo, kita segera makan untuk merayakannya!"

Makan malam pun dimulai.

^^^Bersambung...^^^

1
Sri Astuti
semoga author berbaik hati pdmu Dion.. dan nanti ksmu bs bertemu ibumu
Sri Astuti
romansa remaja.. SMA adl masa terindah buat mrk
Sri Astuti
syukurlah masalah sdh clear bagi Dion.
Mirna tipe ibu yg ga bener.. dia suka Rita krn bs dimanfaatin ternyata.. toh tetep aja dibuang suaminya dia oke" saja
Risa Virgo Always Beau
Maya sama ibunya Maya kejam banget jadi orang deh
Risa Virgo Always Beau
Maya sama ibunya Maya kejam banget jadi orang deh
Risa Virgo Always Beau
Saking rindunya Dion sama ibunya sampai Dion bermimpi ibunya
Risa Virgo Always Beau
Dion itu fokus banget makannya ngga sambil bicara saat sedang makan
Risa Virgo Always Beau
Stella dan teman temannya yang banyak makannya nanti lanjut belajar bersama
Risa Virgo Always Beau
Ryan tidur sama mama dan papanya gara gara neneknya Ryan tidur di rumah Ryan
Risa Virgo Always Beau
Sepertinya Stella pengen dekat sama Dion sampai mengajak belajar bersama
Risa Virgo Always Beau
Maya masih saja membohongi Baron beruntung Baron sudah menyadari kelakuan Maya
Risa Virgo Always Beau
Baron baru menyadari kalau Maya ternyata membohongi Baron
Risa Virgo Always Beau
Maya gunakan uangnya untuk foya foya sampai iuran sekolah Dion menunggak
Risa Virgo Always Beau
Maya tega banget sampai menyembunyikan foto miliknya Dion
Sri Astuti
yakin sih klo si nendk yg ambil.. scr dia pinjam ga dikasih
Sri Astuti
Dion sadar kondisi keluarganya membuat dirinya minder
Sri Astuti
masa remaja masa yg paling indah kata lagu 😂😂😂
Sri Astuti
semoga aman" pas pulang ga diapa apain
Sri Astuti
Dion aslinya baik, tp dia ga mau pusing dgb urusan orang. akhirnya Ryan dekat jg sm abangnya..
bu Mirna sdh tua ga bs jd teladan buat yg muda
Sri Astuti
selamat buat Dion.. hrsnya Maya seneng anaknya diajarin sama Dion bukannya mlh sebel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!