NovelToon NovelToon
SECERCAH CINTA UNTUK ALENA

SECERCAH CINTA UNTUK ALENA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Ibnu Muhammad

Alena adalah wanita yang terlahir dari keluarga yang kaya raya. Parasnya yang cantik, kulitnya yang putih membuat laki-laki jatuh hati padanya. Tetapi karena kesombongannya, membuat Alena dijauhi laki-laki. Saat dia menemukan laki-laki pilihannya, ternyata laki-laki itu berselingkuh. Alena memergoki laki-laki tersebut akhirnya dia kecewa dan saat dia keluar menaiki mobilnya dengan melaju yang kencang, dia mengalami kecelakaan yang membuatnya harus diamputasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibnu Muhammad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 - TUKANG CILOK

Alena, Nuria dan Fatimah terlihat sedang merenungi nasibnya masing-masing di depan rumah Alena.

Terlihat Fatimah sedang bengong di depan rumahnya Alena sedangkan Nuria sedang sibuk mainin handphonenya. Terlihat dia sedang asik ngechat pacarnya.

“Hemmm….kalian pada kenapa sih bengong semua seperti nggak ada gairah untuk hidup gitu!” Ucap Nuria yang sambil asik memainkan handphone nya

“Apa.” Ucap Fatimah yang masih bengong dan belum sadar seratus persen

“Ini nih, orang tuh kalau lagi ngomong di dengerin jangan melamun seperti itu terus nanti kesambet setan baru tau rasa lu!” Jawab Nuria dengan muka sewotnya

“Oh, sorry tadi gue lagi membayangkan dapat uang jatuh dari langit.” Ucap Fatimah yang masih berandai-andai

“Hahahaha ngada-ngada lu, mana ada uang jatuh dari langit!” Jawab Nuria ngakak mendengar ucapan Fatimah seperti itu

“Lah, siapa tau ada kan lumayan! Namanya juga lagi angan-angan.” Ucap Fatimah

“Halah, kebanyakan nonton drama sih lu! Makanya hidup lu banyak drama.” Jawab Nuria sambil memegangi jidat Fatimah

“Ngapain lu pegang-pegang jidat gue!” Ucap Fatimah

“Haha gue pingin mastiin saja ke lu, lu masih sehat nggak hari ini, masak uang jatuh dari langit! Takut lu gila.” Ucap Nuria sambil mengejek Fatima

“Au ah. Ow iya lu ngapain senyum-senyum sendirian disitu sudah kayak orang bego saja!” Ucap Fatimah sambil melihat wajah Nuria yang senyum-senyum sendirian

“Enak saja ngomongin gue bego, lu itu yang bego!” Balas Nuria sewot

“Elu lah yang bego, duduk mainan handphone udah kayak orang bego hahaha.” Ejek Fatimah kembali

“Apaan sih kalian ini kalau ketemu pasti ribut terus sudah kayak kucing dan anjing saja! Berisik tau.” Sahut Alena

“Guk…guk…guk…! Gitu ya Alena.” Ucap Nuria

“Iya, iya mirip banget!” Ucap Alena

“Hemmm…punya teman nggak ada yang waras ya disini!” Sahut Fatimah

“Hemm… iya habis mak lampir satu ini ikut-ikutan nimbrung saja!” Ucap Nuria

“Iya nih, gangguin saja.” Sahut Fatimah

“Bangke kalian ya! Teman lucknat.” Ucap Alena.

Saat mereka ngobrol nggak jelas tiba-tiba di luar rumah ada orang jualan cilok. 

Disaat perut mereka sudah lapar dan cacing di dalam perutnya minta jatah, akhirnya mereka memanggil tukang cilok tersebut agar berhenti.

Cilok….cilok….pedas manis mantap uhuy..!

“Mang beli mang!” Teriak Fatimah yang langsung lari keluar ke gerbang depan rumah Alena

“Fatimah, pesenin gue sekalian ya.” Teriak Alena

“Oke deh, siap Alena!” Ucap Fatimah

“Gue juga ya Fatimah, pesenin!” Sahut Nuria masih fokus ke handphonenya

“Idih, malas beli sendiri saja nih!” teriak Fatimah

“Dasar pelit amat sih lu, giliran Alena lu mau beliin! Giliran gue nggak mau dasar teman kok pilih-pilih sih.” Balas Nuria

“Bodo amat! Lu mau nggak, kalau mau sini!” Teriak Fatimah.

Tukang ciloknya pun segera meluncur mendekati Fatimah. Nuria juga nggak mau kalah akhirnya nyerobot duluan untuk membeli ciloknya.

“Mang, gue beli ciloknya satu porsi ya!” Ucap Nuria

“Heh, dimana-mana tuh antri dulu! Lu kira ini jalan tol bisa main seenaknya srobat srobot kayak gitu

“Bodo amat! Yang penting gue beli juga.” Jawab Nuria yang jengkelin itu

“Oh… sudah berani ya ternyata! Mau ribut nih ceritanya, ayo gue nggak takut!” Teriak Fatimah

“Ayo..emang gue takut apa.” Balas Nuria.

“Apaan sih kalian ini! Ini jadi beli nggak kalau nggak jadi gue tinggal nih.” Ucap mamang cilok

“Idih, gitu aja ngambek. Santai mang!” Ucap Nuria

“Iya makanya kalau mau beli iya sudah langsung beli nggak usah adu bacot disini!” Teriak mamang cilok

“Iya sudah kita beli tiga porsi mang!” Ucap Fatimah

“Oke deh, yiga porsi ya!” Ucap mamang cilok

“Iya mang.” Balas Fatimah.

Mamang ciloknya kemudian menyiapkan cilok yang dipesannya Fatimah dan Nuria.

“Ini uangnya mang, terima kasih ya?” Ucap Fatimah

“Oke terima kasih juga.” Jawab mamang cilok.

Akhirnya Fatimah dan Nuria sudah mendapatkan cilok yang mereka pesan. Mereka kemudian membawanya ke meja untuk dimakan bersama Alena.

“Alena, nih cilok pesanan lu!” Ucap Fatimah sambil meletakan cilok di hadapan Alena

“Oke deh terima kasih ya?” Sahut Alena

“Iya sama-sama.” Jawab Fatimah.

                                 *****

1
Ibnu Muhammad
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!