NovelToon NovelToon
Reuni Berdarah

Reuni Berdarah

Status: tamat
Genre:Dendam Kesumat / Desas-desus Villa / Thriller / Misteri / Tamat
Popularitas:987.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: DF_14

Acara reuni yang seharusnya berjalan dengan menyenangkan, seketika berubah menjadi mencekam dan menegangkan, saat seorang pembunuh berantai muncul membunuh satu persatu para alumni yang mengikuti acara reunian tersebut.

Membuat mereka yang mengikuti acara reunian saling curiga dan saling tak percaya. Pembunuh berantai berada diantara mereka.

Akankah ada yang selamat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Tapi menurutmu diantara Adam, Roni, Dicky, Beni, dan Arya, siapa yang paling mencurigakan?" tanya Helena kepada Nicholas.

Nicholas mencoba berpikir sejenak, dia tidak akrab dengan mereka berlima, sehingga dia pun tidak tahu kepribadian mereka masing-masing secara pasti.

Nicholas hanya mengetahui bahwa Adam adalah seorang anak yang pendiam seperti dirinya. Adam orangnya tak banyak bicara, dan lebih sering menyendiri. Ciri khas yang paling Nicholas ingat tentang Adam adalah dia sering memakai headset di telinganya untuk mendengarkan sebuah musik, dia tidak punya teman sama sekali. Dan sering mendapatkan perlakukan kasar dari para anggota Black-Hole.

Roni adalah salah satu alumni SMA yang miskin, dia sering berjualan ke sekolah untuk membantu orang tuanya, tapi para anggota Black-Hole sering kali menghancurkan dagangan Roni, bahkan mereka mencuri uang hasil jualannya secara paksa. Padahal kelima anggota Black-Hole berasal dari kalangan orang berada.

Dicky adalah sang ketua kelas, dia memang tidak dihargai sebagai ketua kelas di kelasnya, apalagi oleh para anggota Black-Hole yang sering memperlakukannya dengan semena-mena. Tapi dia masih berusaha untuk konsisten melakukan tugasnya sebagai seorang ketua kelas. Seperti sekarang, dia berusaha untuk bertanggungjawab sebagai mantan ketua kelas, berusaha untuk memimpin acara reunian dengan baik.

Arya dan Beni, mereka sama-sama berasal dari orang berada, sehingga mereka walaupun takut kepada genk Black-Hole, tapi mereka tidak pernah mendapatkan perundungan dari para anggota Black-Hole. Mereka bersikap acuh dan masa bodoh walaupun mereka tahu anggota genk Black-Hole itu sering melakukan perundungan, yang penting mereka merasa aman.

Nicholas merasa frustasi karena dia belum bisa menebak siapa orang yang paling dicurigai diantara kelima orang tersebut. Dia pun menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu, aku belum bisa menebaknya. Hanya saja kamu harus berhati-hati kepada mereka. Entah apa tujuan orang itu, tapi aku yakin dia pasti memiliki niat jahat kepada kita semua."

Helena menjadi merinding mendengarnya, "Bagaimana kalau ternyata Kevin menghilang itu karena dibunuh?"

Walaupun Helena berharap apa yang dia pikirkan itu sama sekali tidaklah benar. Jangan sampai hal mengerikan itu terjadi.

Nicholas memiliki pemikiran yang sama dengan Helena, "Aku juga sependapat denganmu. Awalnya aku pikir Kevin adalah pelakunya, dia yang memasukkan obat ke dalam makanan kita dan mencuri semua ponsel kita. Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, itu semua tidak logis, untuk apa dia melakukannya di pulau yang mungkin tak berpenghuni ini."

Helena tidak ingin ketahuan oleh Bayu bahwa dia sedang menemui Nicholas sekarang ini, setelah Nicholas menghabiskan roti dan minuman yang Helena bawa, Helena pun memutuskan untuk segera pergi dari gudang.

Helena berpikir Nicholas memang harus tetap berada di gudang, agar terhindar dari fitnah yang mungkin saja ada kejadian yang tidak dapat dibayangkan selama kelima tim itu menjelajah untuk mencari keberadaan Kevin, walaupun dia sangat berharap mereka baik-baik saja. Apalagi dia sangat mengkhawatirkan Hilda dan Sisil, kedua sahabatnya.

Helena harus mengikat kembali kaki dan tangan Nicholas walaupun sebenarnya dia tidak tega melakukannya. "Maafkan aku, aku harus mengikat kaki dan tanganmu lagi. Kamu tenang saja aku akan mengikatnya secara longgar, jadi seandainya ada kejadian yang membahayakan, kamu bisa melepaskan talinya sendiri. Aku harap kamu dapat memahami situasi ini, demi kebaikan kamu."

Nicholas hanya diam, dia dapat merasakan ketulusan dari Helena. Walaupun dia tidak paham mengapa Helena begitu peduli padanya. Dia memandangi Helena yang sedang mengikat kakinya.

Helena cukup cerdik, dia membuat ikatan tali yang mengikat kakinya seakan begitu kuat, padahal jika Nicholas merenggangkan kedua kakinya dengan kuat dan cepat, ikatan tali itu bisa terlepas begitu saja.

"Emm... makasih Helena." jawab Nicholas dengan gugup.

Helena mendongakkan kepalanya, menatap ke arah Nicholas. "Makasih untuk apa?"

"Disaat hampir semua orang menuduh aku sebagai pelaku, hanya kamu satu-satunya orang yang mempercayaiku." Nicholas mengatakannya dengan bersungguh-sungguh.

"Tentu saja aku mempercayaimu, karena Nicholas yang aku kenal tidak mungkin tega melakukan hal semengerikan itu." Helena berkata sambil memandangi wajah tampannya Nicholas.

Suasana menjadi hening.

Helena menjadi salah tingkah sendiri, mengapa dia bisa berkata semanis itu kepada Nicholas. Dia pun segera berpindah posisi. Kini dia sedang berjongkok di belakang Nicholas untuk mengikat kedua tangannya. Dia pun melakukan hal yang sama, dia mengikat tangan Nicholas secara longgar.

Helena tidak tahu apa yang terjadi kedepannya setelah ini, tapi setidaknya Nicholas bisa membebaskan dirinya sendiri. Walaupun untuk saat ini semua orang yang ikut reunian harus tahu bahwa dari pagi sampai mereka semua pulang ke vila, bahwa Nicholas tidak pergi kemana-mana, dia masih berada di gudang. Helena takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan disaat kelima tim itu sedang menjelajah.

Setelah itu, Helena pun mengobati luka yang ada di wajah Nickolas dengan salep luka yang sengaja dia bawa, hal tersebut membuat Nicholas merasa sangat gugup sekali, karena wajah Helena begitu dekat dengannya. Nicholas mencoba mengalihkan pandangannya ke arah lain agar tidak ketahuan sedang memperhatikan Helena.

Nicholas pikir setelah sekian lama tidak bertemu dengan Helena jantungnya akan baik-baik saja, rupanya perasaannya kepada Helena masih sama seperti dulu, padahal mereka sudah lama sekali tidak pernah bertemu setelah Nicholas pindah sekolah dan mereka tidak pernah saling berkomunikasi.

Namun, sayangnya mereka harus bertemu kembali saat Helena sudah menjadi milik orang lain. Nicholas mendengar kabar dari Heru kalau Helena akan menikah tiga bulan lagi dengan David. Nicholas memandangi jari manis Helena yang dilingkari cincin pertunangannya bersama David.

Sampai terlintas dipikirannya, jika Nicholas adalah seorang tokoh novel, pasti Nicholas akan protes kepada authornya. Seharusnya dia dan Helena dipertemukan di dalam novel bergenre romantis saja, bukan genre thriller.

Nicholas tiba-tiba saja teringat dengan sesuatu. Dia pun segera bertanya kepada Helena. "Oh iya, Helena. Bukankah kelima orang itu yang mengantarkan makanan dari dapur ke ruang makan?"

Helena yang habis mengikat kedua tangan Nicholas, dia pun duduk di kursi yang satu lagi, sehingga dia berhadapan dengan Nickolas. Wanita itu pun menganggukkan kepalanya. "Iya."

"Rasanya tidak mungkin dia memasukkan obat tidur ke dalam makanan di dapur, karena di dapur ada kamu dan keenam wanita lainnya. Bagaimana kalau mungkin saja orang itu memasukan obat tidur di ruang makan ketika menyimpan makanan tersebut diatas meja?"

Helena pun mengerjapkan kedua bola matanya, dia baru mengingat saat itu ada Arkan yang mengikuti kelimanya ke ruang makan. Arkan orangnya memang hobby makan sehingga tidak sabaran ingin segera mengisi perutnya. Tidak heran jika dia memiliki badan paling gemuk diantara semuanya. Mungkin karena dia anggota Black-Hole, sehingga tidak menjadi korban pembullyan.

"Aku rasa mungkin Arkan bisa saja tahu siapa orang yang mencurigakan itu." seru Helena.

1
Nicaaaaa♥
luarrr biasaaaa semangatt terus buat karya nyaa kakk
Rita Juwita
luar biasa seruuu thor. ..
retno❤️
Waaow bener2 mantap karya Kak Othor ini... pengennya ngelewatin cerita satu ini, tp penasaran jg... akhirnya kubaca... baru pertama baca novel horor sadis... awalnya ngeri bgt ada adegan sadis2nya... tapi gak dilanjut bikin penasaran... akhirnya mencoba beraniin utk trs baca... bener2 sadis... ngeri bgt... untung diakhir cerita beberapa tokohnya bs selamat. The best ceritamu Kak Othor... Semangat trs berkarya... sukses selalu 🙏🏻👍🏻🥰
Rewin
roni
Sarah
Udah kena kanker paru-paru masih mau diam-diam ngerokok aja yah dammm? Dasar suami bandel! 😒
Sarah
🤩🤩🤩
Sarah
Cerita keren bangettt! 💖
Sarah
so sweet 💖
Sarah
Yeyyyy! mantap Adam!
Sarah
Nooo pingkannn adam ayo cepat selamatkan istrimuuuu
Sarah
Tahan nafas bacanya aku 👍🙂
Sarah
Seneng deh bisa ngelihat Nicholas sama Adam jadi deket. Soalnya mereka keliatan klop aja gitu 👍.
Sarah
Curiga sama Dicky 🙂
Sarah
padahal harusnya enam, satu lagi Heru dia yang bunuh 😡.
Sarah
pemandangan yang buruk di pagi hari yang cerah 🙂.
Sarah
Jangan-jangan plot twist di akhir pelakunya Dicky atau Roni.
Sarah
Adam senyum-senyum aja lihat orang pdkt karena dia sudah merasakannya duluan dan sudah kawin malah 🤭
Sarah
Benar-benar berasa dunia cuma milik berdua nihh~🤭
Sarah
Diantara banyak orang yang ceria, pasti ada orang yang pendiam dan kalem seperti Nicholas, dan diantara orang-orang seperti Nicholas, pasti ada sebagian kecil lainnya yaitu orang yang sudah bukan pendiam lagi... tapi dingin seperti Adam 😂
Sarah
Asik, semoga kamu bukan psikopatnya. Karena kamu ini sudah suami idaman banget, sayang banget sama istrimu 😭👍/Awkward/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!