NovelToon NovelToon
Ketiga Istri Cantik Ku

Ketiga Istri Cantik Ku

Status: tamat
Genre:Poligami / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:58.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Mas, malam ini kamu tidur di rumah ku kan?" tanya Kania istri pertama Agam wicaksana.

"Maaf sayang, malam ini Mas harus tidur di rumah Naura," jawab Agam.

Telepon genggam Agam tiba-tiba berdering, ada panggilan dari Louisiana istri ketiga. Ia meminta Agam pulang ke rumahnya karena perutnya sakit.

Baru saja hendak melangkahkan kaki, telepon genggam Agam berdering lagi. Naura sudah tidak sabar menunggu kedatangan Agam, dan meminta untuk cepat-cepat pulang ke rumah.


***

Agam wicaksana seorang pengusaha muda, yang mempunyai tiga istri. Mereka sudah dibelikan rumah sendiri-sendiri agar adil. Namun, kenyataannya justru merepotkan dirinya harus bolak-balik ke rumah ketiga istrinya. Sebagai suami yang bertanggung jawab Agam berusaha berlaku adil, hingga suatu ketika ia memutuskan membeli rumah besar untuk ditempati bersama ketiga istrinya.

Akankah ketiga istri Agam akur? Bagaimana kelanjutan kisah mereka?

Mari kita simak🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

First Kiss

Naura teringat dengan Tante Diah, kebetulan beliau juga dirawat di rumah sakit yang sama. Terpaksa ia berbohong kepada Agam, untuk menjenguk Tante Diah.

Melihat Kevin yang tertidur di sofa, membuat Naura merasa kasihan lalu mengambilkan selimut dan menutupi tubuh Kevin. Ia menatap wajah lelah Kevin yang terlelap. Seulas senyum tipis menghiasi bibirnya. "Mas, maafkan aku," ucapnya dalam hati.

Tante Diah ternyata belum tidur, beliau meneteskan air mata menyaksikan kepedulian Naura terhadap Kevin. Beliau teringat akan masa lalu Kevin dan Naura, betapa beruntungnya mempunyai menantu secantik dan sebaik Naura. Sejak Kevin ditinggalkan Naura menikah, beliau sering sakit-sakitan.

Naura menoleh ke arah Tante Diah, yang pura-pura tidur saat ini. Ia tersenyum dan merapikan selimut beliau, dengan penuh perhatian. Dengan lembut penuh kasih sayang, Naura mengusap air mata yang mengalir di kedua pipi wanita paruh baya itu. Tak lupa sebuah ciuman lembut, mendarat di kening Tante Diah sebagai ungkapan kasih sayang.

Satu jam rasanya tidak cukup untuk bertemu dengan orang yang ia sayang, Naura kemudian keluar dari ruangan itu. Dengan pelan ia menutup pintu, agar tidak mengganggu Kevin dan Mamah Diah.

Isak tangis Mamah Diah pecah, setelah Naura meninggalkan ruangan dan membuat Kevin terbangun.

"Mamah, kenapa menangis? Apa ada yang sakit?" tanya Kevin, memeluk Mamah Diah.

"Naura, Vin," jawab Mamah Diah, mengusap air matanya dengan kedua tangan.

"Kenapa Naura?" tanya Kevin lagi. Raut wajahnya tampak bingung.

Mamah Diah menceritakan kedatangan Naura, hal itu justru membuat Kevin menahan amarahnya. Kenapa Naura datang ke sini? Apa dia tidak berfikir kalau selama ini, Mamah Diah sangat menyayanginya? Dalam hati Kevin bertanya-tanya. Kevin berdiri dari duduknya, setelah memenangkan Mamah Diah. Ia lalu keluar dari ruangan itu, dan mencari keberadaan Naura.

Kevin berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang nampak sepi, ia hanya menjumpai beberapa orang. Saat melewati toilet, terlihat sosok Naura sedang mencuci muka di wastafel depan toilet.

"Naura," panggil Kevin dengan lembut, walaupun marah ketika berhadapan dengan sosok wanita di depannya hatinya cepat melunak.

"Mas," sahut Naura, menoleh ke arah Kevin yang terlihat kesal.

Kevin mengungkung tubuh Naura di tembok, sambil memegang kedua tangannya. Ia menatap tajam wanita yang dicintainya dengan tajam, seakan-akan hendak membunuh.

"Mas, lepaskan! Nanti dilihat orang," ujar Naura, merasakan ketakutan jantungnya berdegup dengan kencang.

"Memangnya kenapa? Kamu takut!" seru Kevin.

Naura hanya bisa memejamkan matanya, ketika wajah Kevin mendekat ke mukanya. Perasaannya bercampur aduk antara rasa sakit, dan ketakutan yang begitu hebat.

Terdengar suara langkah kaki orang, menuju ke arah mereka. Kevin langsung menarik tangan Naura ke dalam toilet, agar orang itu tidak melihat mereka berdua.

"Mas, aku takut," bisik Naura di telinga Kevin.

Kevin membungkam mulut Naura dengan bibirnya, seketika mata Naura membulat. Tak terasa air mata Naura menetes, membuat Kevin melepaskan tautan bibirnya.

"Maaf ... " lirih Kevin. Menatap Naura, penuh dengan penyesalan. Dengan lembut ia menghapus air mata Naura, yang nampak membasahi pipi.

Setelah dirasa aman mereka keluar dari toilet, lalu kembali ke ruang masing-masing. Naura memegang dadanya yang masih berdegup dengan kencang, ia tidak menyangka Kevin melakukan hal itu padanya.

Moment ini mungkin tidak akan terlupakan untuk keduanya, baru kali ini Kevin kehilangan akal. Dulu saat masih bersama Kevin tidak pernah berani, melakukan hal diluar nalar. Tanpa sadar Naura memegang bibirnya, masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

Kevin mengacak rambutnya gusar, entah kenapa ia tidak bisa mengendalikan diri. Saking gemasnya menatap bibir Naura, yang begitu menggoda. Rasa bersalah kian menyelimuti hati Kevin, membuatnya merasa tidak tenang dan semakin memikirkan Naura.

"Lama sekali ke toiletnya, Sayang," ucap Agam, merasa tidak tenang.

"Perutku sakit, Mas," bohong Naura. Dalam hati Naura meminta maaf kepada Agam, karena sudah berani menemui mantan kekasihnya. Seandainya Naura tidak pergi ke kamar Tante Diah, mungkin semuanya tidak akan terjadi. Seperti kata pepatah nasi sudah menjadi bubur, sesuatu yang sudah terlanjur terjadi tidak bisa diulang kembali.

Louisiana tidak bisa tidur malam ini, ia mengajak Naura untuk pulang ke rumah. Namun, Naura menolak karena sudah tengah malam. Kebetulan Naura masih terjaga, karena teringat dengan kejadian di toilet tadi seperti membayanginya.

"Lou, pejamkan matamu perlahan. Aku yakin kamu bisa tidur," ujar Naura, yang masih terjaga sedangkan Kania dan Agam sudah terlelap ke alam mimpi.

"Gue gak bisa tidur, Naura! Lagian orang gak sakit di bawa ke rumah sakit!" ungkap Louisiana dengan kesal, apalagi saat melihat wajah Agam.

Naura berpamitan untuk tidur lebih dudu, karena sudah menguap beberapa kali setelah mendengarkan Louisiana bercerita.

Pagi hari sinar matahari masuk ke dalam kamar, melalui cela-cela ventilasi udara di kamar rumah sakit itu. Tepat mengenai muka Agam, sehingga membuat laki-laki berhidung mancung itu terbangun. Ia baru sadar kalau berada di rumah sakit, melihat ketiga istrinya masih terlelap membuatnya berinisiatif membelikan sarapan untuk mereka bertiga.

"Dalam kamar ini kan ada toilet, kenapa tadi malam Naura keluar?" dalam hatinya bertanya-tanya.

Agam berusaha menepis semua keraguannya itu, ia begitu yakin kalau Naura tidak membohongi dirinya. Ia kemudian menuju ke kantin, untuk memesankan sarapan pagi.

Tak sengaja Agam melihat Kevin, sedang menikmati secangkir kopi di sudut kantin tersebut. Agam segera mendekat ke arah Agam, lalu duduk di depannya.

"Vin, sendiri aja kamu," ujar Agam, membuat Kevin kaget.

"Ngagetin aja, kamu!" kata Kevin, menyesap rokoknya yang terselip di sela-sela jarinya.

Agam menanyakan kondisi Mamah Diah, ia hendak menjenguk lagi belum ada waktu. Masih sibuk dengan ketiga istrinya.

Kevin juga belum bisa masuk kerja, ia harus mengurus Mamah Diah. Kemungkinan hari ini baru diperbolehkan pulang, karena sudah membaik keadaannya.

Berhubung pesanan Agam sudah jadi, ia meninggalkan Kevin sendiri yang saat ini masih menikmati secangkir kopi.

Sampai di dalam kamar, ternyata ketiga istrinya sudah bagun dan bersiap untuk pulang. Agam lalu mengurus administrasi rumah sakit itu, sekalian ia juga membayar tagihan Mamah Diah.

"Banyak sekali, Mas? Diah itu siapa?" tanya Kania, kebetulan ia menemani Agam.

"Orang tua teman, Sayang. Jangan mudah cemburu dong," balas Agam, tersenyumlah ke arah Kania.

Perawat meminta agar mereka menunggu dokter datang lebih dulu, Louisiana harus diperiksa lagi. Lima menit berlalu dokter tak kunjung datang, membuat mereka lelah menunggu.

"Mas, kita pulang aja," ajak Louisiana, mulai mencairkan hatinya agar tidak terlalu membenci Agam.

"Kamu sabar dulu, ya," ujar Agam, membuat Louisiana mendengus kesal.

1
Rahma Putri
gimana sih thorr tamat kok akhirnya gak ada kejelasan sama sekali
pєkαᴰᴼᴺᴳ: maaf kak🥲
sebenarnya saya juga sedih menamatkan begitu saja. Tapi ada sesuatu yang mengharuskan tamat 😣
cerita lanjutannya ada di novel "Janda Kembang Milik Ceo Posesif"
total 1 replies
Rahma Putri
cerita yg menarik
pipi gemoy
tamat ya Thor 😲🙄🌹
pєkαᴰᴼᴺᴳ: miliknya ketinggalan 🤭
Janda Kembang Milik Ceo Posesif
total 2 replies
pipi gemoy
😂😂😂😂😂
lou 👍🌹
pipi gemoy
mampir Thor
it's me oca -off
seru...
Sivia
pengennya Kania pisa sama agam.

dan mempunyai suami yang lebih sayang sama Kania
pєkαᴰᴼᴺᴳ: Agam sayang sama Naura kak😂
total 1 replies
Hanipah Fitri
rumit rumit rumit 😆😆itu si Agam ketiga istrinya cuma omong omon doang, tapi dianggurin
pєkαᴰᴼᴺᴳ: omon-omon dibawa kesini kak🤭😂
total 1 replies
Andariya 💖
akhirnya mp juga, semoga kania junior segera louncing
Hanipah Fitri
istri tiga makin menantang ribet nya 😆
Hanipah Fitri
apa sih mau nya Agam, punya istri 3 tapi ketiga tiga nya dianggurin
Hanipah Fitri
kasihan Kania terbakar api cemburu
Hanipah Fitri
makin seru
Hanipah Fitri
Agam,... kasihan tu kedua istrimu yg lain
Hanipah Fitri
Agam kasih aja si cucu untuk mamah nya, nanti nyesal loh kalau ketiga istrinya pada mogok semua
Hanipah Fitri
rasain agam ke tiga istri nya main petak umpet 😆
Hanipah Fitri
Agam laki laki bingung
Hanipah Fitri
tdk ada konplik ya Thor
pєkαᴰᴼᴺᴳ: ada kak 😂keenakan Agam klo mulus jalan hidupnya
total 1 replies
Hanipah Fitri
curiga nih dgn Agam masa istri cantik cantik tdk ada satu org pun yg belum bobok dgn adam
Hanipah Fitri
punya istri 3 tapi belum ada yg bisa ngasih cucu.
semangat Agam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!