Soraya harus merasakan sakit yang luar biasa ketika mengetahui Mario yang tak lain calon suaminya menghamili wanita lain, padahal dia juga sedang mengandung anak Mario.
Soraya tidak punya alasan untuk mempertahankan hubungannya dengan Mario, dia memilih untuk melepaskan Mario dan menyuruh Mario untuk bertanggung jawab pada wanita itu.
Mario tentu tidak terima, karena dia tidur dengan wanita itu tanpa sengaja, dan dia kekeh ingin menikahi Soraya, tapi Soraya juga kekeh menolak.
karena tidak ingin Mario mengejar-ngejarnya lagi Soraya, nekad menikahi pria bayaran yang sudah memiliki kekasih, tentu saja Soraya melakukan ini demi status dari anak yang di kandung karena Mario belum tau bahwa dia mengandung dan selama bertahun-tahun pula, Soraya berhasil menyembunyikan fakta, bahwa anak yang dulu dia kandung adalah anak Mario.
Dan karena masih dendam dengan keputusan Soraya, Mario terus mengganggu Soraya dan menyakiti anak Soraya, yang juga tanpa dia sadari adalah anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Mario menyeringai ketika Soraya menutup panggilannya, "Lihat saja Soraya, kau akan menjadi milikku lagi," gumam Mario dengan percaya diri. Setelah itu, lelaki itu pun berjalan ke arah meja lalu menyambar kunci mobil dan dia berencana untuk pegi ke vila Kelvin, ia memutuskan untuk berbicara dengan lelaki itu.
Dan sekarang di sinilah Mario berada, dia berada di depan vila Kelvin, yang juga tidak jauh dari villa miliknya. Mario tahu Kelvin sedang berada di villa, karena lelaki itu jarang sekali pergi ke mana-mana, dan benar saja dugaannya, Kelvin memang sedang berada di sini, karena mobil Kelvin terparkir di depan Villa tersebut.
Mario pun maju kemudian dia berjalan ke arah pintu, baru saja dia akan mengetuk pintu, pintu terbuka dari dalam. Rupanya, Kelvin juga baru saja akan keluar, berniat untuk mengambil sesuatu di halaman, dan ketika dia membuka pintu, dia cukup terkejut ketika melihat Mario di depannya.
“Untuk apa kemari?" Tanya Kelvin, lelaki itu langsung bertanya karena dia malas berbasa-basi dengan Mario.
”Aku ingin bicara denganmu." Setelah menjawab, Mario pun langsung berbalik, kemudian dia mendudukkan diri di kursi yang berada di halaman Villa, membuat Kelvin menggeleng, lelaki itu pun langsung mengikuti langkah Mario hingga kini kedua lelaki itu sudah duduk berhadap-hadapan.
“Kenapa kau ingin menemuiku?" Tanya Kelvin. “Apa Soraya masih memiliki hutang. Berapa hutangnya biar aku bayar semua?" Tanya Kelvin, dan tentu saja itu mematik rasa emosi di diri Mario.
“Kenapa kau membantu wanita itu, bahkan kau menggelontorkan uang 3 juta dolar hanya untuk membayar hutangnya padaku, jangan bilang kau mempunyai perasaan padanya.” Tanya Mario yang langsung berbicara pada intinya.
“Memangnya apa hakmu bertanya seperti itu padaku? Kau tidak berhak mengatur semua perasaan orang lain. Tentang aku yang membayar hutangnya, aku rasa itu bukan masalah besar untukku. Selama ini aku hidup sendiri, Aku tidak tahu bekerja untuk siapa jadi aku rasa mengeluarkan uang 3 juta dolar untuk membayar hutangnya tidak akan membuatku jatuh miskin.”
Mario Mengatupkan bibirnya mendengar Kelvin mengatakan hal seperti itu, secara tidak langsung Kelvin pun juga sedang menyindirnya.
“Jadi untuk apa aku kemari?" Tanya Kelvin lagi ketika Mario terlihat kesal padanya.
“Aku hanya ingin mengembalikan uangmu, setelah dipikir aku tidak mau menerima uang itu,” ucap Mario. “Aku juga akan mengingatkan Jangan pernah menggunakan kejadian kemarin , sebagai alat untuk mendekati Soraya.” Mario rasa, dia harus memberikan ultimatum pada Kelvin, apalagi dia takut Soraya terpincut oleh Kelvin karena membantunya kemarin.
“Tidak perlu, aku juga tidak ada niat untuk mendekati Soraya," jawab Kevin, ada desiran aneh ketika dia mengatakan itu pada Mario. Setelah menolong Soraya, hati Kelvin seperti terombang-ambing, di pikirannya hanya tentang Soraya.
Ketika mengingat Soraya, rasanya jantung Kelvin terus berdebar tak karuan. Terkadang dia ingin maju dan mendekati Soraya, terlebih lagi dia tau hubungan pernikahan macam apa yang Soraya jalani bersama Cio.
Tapi, ketika niat untuk mendekati Soraya datang, Kelvin selalu teringat masa lalu dia yakin, sekuat apa pun dia berjuang untuk mendapatkan Soraya, pasti Soraya tidak akan menerimanya karena Soraya tau bahwa masa lalunya sangat buruk dan mustahil Soraya mau menerimanya.
Mendengar ucapan Kelvin Mario mengembangkan senyumnya, “Baguslah jika kau tidak ingin mendekati Soraya. Jika nantinya kau ada niat mendekati Soraya, kau harus ingat bagaimana dulu kelakuanmu pada adikku. Ya sudah kalau begitu aku pergi.”
Setelah mengatakan itu, Mario pun langsung bangkit dari duduknya, kemudian dia meninggalkan Villa Kelvin, membuat Kelvin menggeleng.
Dan ketika Mario sudah pergi, Kelvin mengutak-atik ponselnya kemudian dia menelepon seseorang. “Bagaimana Apa dia sudah selesai tes?” tanya Kelvin. “Oh baiklah, terima kasih. Tolong luluskan saja dia,” jawabnya lagi. Setelah itu Kelvin langsung memutuskan panggilannya
Seminggu lalu, dengan nomor baru Kelvin mengirim pesan pada Soraya, dia mengirimkan link lowongan di perusahaan kontraktor milik temannya agar Soraya bisa melamar pekerjaan di sana.
Kelvin sengaja memakai nomor baru agar Soraya tidak tahu bahwa dia yang menyarankannya. Seperti niatnya, dia tidak ingin terlalu mencolok di depan Soraya. Dan barusan dia meminta tolong pada staf di perusahaan temannya, untuk meloloskan Soraya agar Soraya bekerja di sana.
Rasanya Kelvin juga ingin memberikan Soraya mobil karena tau Soraya sudah menjual mobilnya. Tapi tentu saja dia tidak bisa memberikannya secara terang-terangan. Hingga dia mengakalinya dengan tambah gajih yang akan dia titipkan pada perusahaan yang nanti akan menjadi tempat Soraya bekerja, hingga Soraya hanya tahu bahwa gaji itu dari kantor saja. Padahal gaji yang akan diterima Soraya nanti sebagian berasal darinya.
****
Mario memarkirkan mobilnya di minimarket, tempat di mana sekarang Soraya berada. Setelah tadi interview pekerjaan, Soraya memutuskan untuk membeli cemilan untuk Kirea, dan tentu saja Mario tahu keberadaan Soraya dari anak buahnya. Hingga Setelah dari villa Kelvin, dia langsung menyusul Soraya untuk supermarket ini.
Saat Mario akan masuk kedalam super market, Mario menghentikan langkahnya, ternyata Soraya sudah mendahului keluar dari supermarket tersebut, hingga Mario kembali berjalan untuk menghampiri wanita itu.
Soraya menghentikan langkahnya, ketika Mario menghadang jalannya. Tubuhnya sudah terlalu lemas untuk berjalan dan sekarang dia harus berhadapan lagi dengan Mario yang pasti akan sangat menyita energinya.
“Ada apa lagi?” tanya Soraya. Dia bahkan menjawab tanpa tenaga.
“Teruskan pembangunan itu, Karena kau yang memulai, kau yang harus mengakhirinya," jawab Mario.
“Mario ....” Sejenak Soraya menghentikan ucapannya, dia terlalu speechless dengan sikap Mario. Kemarin Mario menjebloskannya ke penjara, tidak memberikannya waktu untuk mencari solusi dan ketika urusan mereka sudah selesai, Mario kembali lagi datang meminta yang sangat tidak masuk akal.
“Bukankah sudah jelas tertera di kontrak yang sudah kita sepakati?” Mario kembali berbicara dan kembali menekan Soraya agar Soraya tidak menolak lagi.
“Baiklah, akan aku tuntaskan gambarnya, dan kau harus menggunakan tim lain karena aku sudah tidak mempunyai tim, aku akan menyerahkan gambarnya secepatnya ada beberapa yang harus aku edit. Jadi Tolong jangan hubungi aku lagi.”
“Aku ingin gambar itu sekarang ayo selesaikan di mobilku. Kau membawa laptop bukan jadi seharusnya tidak masalah untuk menyelesaikannya sekarang.”
Mario terpaksa mengatakan itu, dia benar-benar bingung Bagaimana cara menahan Soraya. Tidak mungkin dia blak-blakan, menahan Soraya agar tidak pergi.
Sungguh Soraya benar-benar bingung Bagaimana cara menghadapi lelaki ini. “Soraya, ayo pulang!” tiba-tiba terdengar suara Cio yang memanggil dari arah belakang, hingga Soraya dan Mario menoleh dan untuk kali ini Soraya merasa bersyukur dengan kehadiran Cio.
Rupanya, Cio Juga barusan berniat masuk ke dalam super market tersebut, dia berniat membelikan cemilan untuk Kirea. Cio sudah banyak berpikir, bahwa dia tidak mau bercerai dari Soraya dan dia akan memperbaiki hubungannya dengan Soraya dan juga Kirea, sehingga dia memutuskan untuk datang ke apartemen Soraya.
Dan ketika dia akan masuk ke dalam supermarket, ternyata dia melihat Mario dan juga Soraya hingga dia memutuskan untuk menghampiri keduanya.
“Cih, Soraya kau masih dengan lelaki tidak berguna ini?” ucap Mario membuat, Cio membelalakkan matanya dia terlalu terkejut dengan ucapan Mario yang tiba-tiba.
“Maksudmu?" Cio Masih berusaha sabar, karena dia tidak ingin membuat keributan.
Soraya menghela nafas. Dia pikir kedatangan Cio bisa menyelamatkannya, tapi ternyata sama saja, dan ketika keduanya sibuk berdebat Soraya memutuskan untuk berbalik lalu pergi, dan memutuskan untuk naik taksi. Sekarang, tidak masalah jika Mario mengetahui hubungannya dengan Cio, dia juga sudah lelah dengan sandiwara seperti ini.
***
Sementara di sisi lain
Marry turun dari taksi, akhirnya dia sampai di kediaman keluarga Soraya. Hari ini Marry berencana untuk membuka semuanya. Sudah berminggu-minggu, Cio mendiamkannya bahkan semalam Cio mengatakan akan tinggal di apartemen Soraya.
Hingga Marry tidak mau menunda apapun lagi, dia tidak mau cio tergoda oleh Soraya dan meninggalkannya hingga dia mengambil keputusan ini, memberitahukan semuanya, Walaupun mungkin resikonya cio akan marah padanya.
Saat akan masuk, tiba-tiba Marry menoleh ke arah belakang, muncul mobil yang datang dan dia tahu itu adalah mobil Kakak Soraya, hingga pada akhirnya Marry pun langsung menghadang mobil tersebut.
Kalian tim Cio, Tim Mario, atau tim Kelvin?
Ingat dah kena strok