NovelToon NovelToon
Talak Tiga Dari Suamiku

Talak Tiga Dari Suamiku

Status: tamat
Genre:Obsesi / Poligami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Tamat
Popularitas:331.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hujan Reda

Binar harus menikah dengan Gian, anak dari sahabat almarhum Ayahnya. Setengah tahun dari pernikahan Binar dan Gian, Ayah Gian meninggal.

Saat menjelang empat puluh hari kematian Ayahnya, Gian menikah secara sirih dengan Sarah, pacarnya semasa kuliah tanpa sepengetahuan Binar.

Binar yang mengetahui itu sangat terpukul, pasalnya dia sangat menghormati Gian sebagai suaminya, namun kali ini Gian menghianatinya.

Akankah Binar mempertahankan rumah tangga wasiat dari Ayahnya atau menyerah atas rasa sakit yang di berikan oleh Gian yang ternyata tidak pernah mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hujan Reda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

"Akhirnya lo sadar juga Bin."

Ruangan dengan cat warna putih memenuhi seluruh pandanganku. Ku telusuri setiap sisi ruangan ini menggunakan indera penglihatan ku. Vio berada di sebelah kanan ku. Kak Fatur ada di sebelah kiri ku. Aku kenapa?

"Akhirnya Bin. Gua panggil dokter dulu ya?" Kak Fatur berjalan keluar ruangan. Aku tidak menjawab apa-apa. Mencerna apa saja yang baru terjadi. Rasanya hari ini banyak kejadian buruk menimpaku.

"Bin?"

Vio memegang tanganku. Aku tidak ingin berbicara atau menanyakan apapun padanya. Tentang Mas Gian, tentang Sarah, bahkan tentang anakku. Aku tidak tahu dia baik-buruk saja atau tidak.

"Calon anak lo baik-baik aja Bin."

Itu katanya. Ya, syukurlah. Setidaknya aku tidak kehilangan anakku, seperti aku kehilangan suamiku. Ku elus perut yang masih rata ini dengan lembut. Sedikit berdoa agar dia baik-baik saja. Kelak akan menjadi anak yang baik untukku.

"Lo belum mau ngomong apa-apa?"

Aku menoleh ke arah Sarah. Senyumku mengembang. "Makasih ya, lo udah nolongin gua sejauh ini. Maaf gara-gara gua, lo harus dapet masalah."

"Engga Bin. Lo temen gua, ini gak ada apa-apanya."

Aku mengangguk. Ya mau gimana lagi? Vio sudah sangat baik padaku. Mungkin setelah keluar dari sini aku akan balas kebaikkannya.

Kak Fatur datang dengan seorang dokter yang di temani satu perawat. Dia memeriksaku. Aku hanya diam tidak berkata apa-apa. Entah, rasanya aku hanya ingin diam saja.

"Apa masih sakit perutnya?" tanya dokter itu padaku. Aku menggeleng. Tidak terasa sakit sama sekali. Lagi pula, untuk apa aku di bawa ke sini?

"Kepalanya terasa pusing?" tanyanya lagi. Aku masih menggeleng sebagai jawaban.

"Baik. Anak di dalam kandungan Ibu baik-baik saja. Istirahat yang banyak dan jangan banyak pikiran ya Bu. Kalau keadaan membaik, lusa Ibu boleh pulang."

Mengangguk lagi. Hanya itu yang aku lakukan untuk menjawabnya. Terlihat dari sudut ekor mataku dokter itu menengok ke arah Vio. Vio mengangguk tanpa berkata apa-apa dan mengikuti dokter itu keluar.

Hanya ada kak Fatur dan aku yang berada di sini. "Lo mau makan Bin?"

"Enggak Kak, makasih."

"Ya udah. Lo tidur aja. Gua di sini ya, nemenin lo."

Aku menoleh ke arahnya. "Kenapa?"

"Kenapa apanya?"

"Kenapa mau nemenin gua Kak?"

Kak fatur duduk di kursi yang semula di gunakan oleh Vio. Kursi itu letaknya di samping kananku dengan menghadap ke arahku juga. 

"Emang harus ada alesannya?"

Aku tidak menjawabnya. Tidak ingin berdebat. Sebenarnya aku tidak terlalu butuh di temani. Kak Fatur ataupun Vio, mereka sudah sangat baik padaku. Aku tidak ingin merepotkan mereka lebih dari ini.

"Makasih kak. Maaf udah banyak ngerepotin."

"Jangan terlalu di pikirin Bin. Tadi kata dokter kan di suruh buat gak banyak pikiran. Istirahat aja."

Aku mengangguk. Menoleh ke arah lain. "Mas Gian dimana Kak?"

Entah kenapa aku tiba-tiba ingin tahu dia di mana. Air mataku luruh begitu saja, segera ku hapus. Lagi pula, untuk apa aku menangis?

"Tadi dia ke sini, ikut nganterin kamu. Tapi, dia izin pulang lebih dulu."

Lagi-lagi aku hanya mengangguk. Kembali diam, dengan pikiranku sendiri. Anakku akan lahir beberapa bulan ke depan, entah bagaimana nantinya tapi aku akan menjaganya.

"Lo tenang aja Bin. Lo gak sendirian, gua nemenin lo."

"Gak perlu kak. Kakak juga harus kerja kan? Vio juga harus nyusun skripsinya. Aku bisa sendiri, toh gak kenapa-napa juga kok."

Kak Fatur berdehem. Aku menoleh ke arahnya. "Kenapa?" tanyaku. Ia tersenyum.

"Gua gak tahu ternyata hubungan lo sama suami lo seburuk ini. Lo kuat banget masih tahan sama dia. Tapi, sekarang lo harus berhenti bertahan di sesuatu yang bahkan gak pengen ada lo di sana Bin. Ikhlasin ya?" 

Kak Fatur benar. Dari awal memang Mas Gian tidak menginginkan kehadiranku. Aku juga tidak tahu kenapa Mas Gian sempat bersikap baik padaku. "Iya kak."

"Lo mau makan apa? Kata dokter tadi pas lo belum sadar, lo boleh makan apa aja asal gak pedes. Terus minyak-minyak kurangin. Mau bubur?" tanyanya. Aku menggeleng.

Tidak ingin makan apapun rasanya. Entahlah. Hatiku masih belum nemu tempat nyamannya, masih gelisah.

"Mau makan buah Bin? Temen gua ada yang jual salad buah. Gua pernah beli rasanya enak banget itu. Mau nyoba?"

"Enggak kak."

"Atau mau makan yang berat-berat?"

"Enggak."

"Gak boleh gak makan Bin. Mau nyemil?" Dia masih berusaha. Apa yang kak Fatur lakukan padaku sekarang mungkin karena dia kasihan padaku. Ya, itu wajar saja.

"Enggak juga kak," jawabku. Aku memang tidak ingin apa-apa untuk sekarang.

"Mau coklat? Dokter bolehin ko lo makan gituan."

Ah, dia tidak berhenti usaha ya? "Kenapa kak?" tanyaku.

Dia mengerutkan dahinya seperti bingung dengan pertanyaan ku. "Kenapa apanya Bin?"

"Kenapa kakak di sini? Kenapa juga kakak usaha supaya aku makan?"

Kak Fatur menghela nafasnya. Ia tersenyum. "Bukannya gua udah janji di depan calon mantan suami lo itu?"

"Janji?"

"Gua bakal jagain lo Binar."

"Bin, gimana kondisi lo sekarang?" tanya Vio yang tiba-tiba masuk. Belum selesai aku berbicara dengan kak Fatur. Ah tapi biarlah.

"Baik ko Vi. Tadi ngobrol sama dokter? Ngomong apa aja?" 

"Em ... banyak. Ya tentang lo yang harus mulai rutin cek tiap bulan, kandungan lo juga kuat kata dokter. Terus dia ngasih vitamin, ni vitaminnya," sahut Vio sambil memberikan Vitamin padaku.

Apalah aku jika mereka berdua tidak ada. Aku mengangguk sambil mengambil vitamin dari tangan Vio. "Lo mau di sini aja kak?" tanya Vio pada kak Fatur.

Ia mengangguk. "Iya, lo pulang aja. Harus nyicil skripsi lo kan? Minggu depan juga harus penelitian, kan yang kemaren engga jadi tuh."

"Gua khawatir sama Binar."

"Gak papa Vi. Lo pulang aja, skripsi lo itu loh. Masa iya harus di tunda gara-gara gua?" sahutku.

Vio terlihat berfikir sejenak. "Besok gua ke sini lagi deh kalo gitu. Lo di sini kan kak? Gua nitip Binar ya. Besok balik bimbingan gua ke sini."

"Iya lo tenang aja. Gih sana balik, hati-hati di jalannya. Kalo udah sampe kabarin gua." Vio mengangguk.

"Eh Vi, besok bawa baju ganti buat gua ya?"

"Iya. Gua balik dulu ya. Bin lo sama kakak gua dulu ya, besok gua balik lagi deh ke sini. Mudah-mudahan lo besok udah bisa pulang."

Aku mengangguk. "Iya. Kalo kak Fatur mau balik bareng lo juga gak papa."

"His ... dah gua balik dulu ya Bin."

"Gua bakal terus di sini Bin," sahut kak Fatur kala Vio sudah keluar dari ruanganku.

"Iya kenapa kak? Aku ngerasa gak enak."

"Gua siap jadi Ayah dari anak lo Bin."

1
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
mungkin dia sok baik di depan orangtuamu dlu, sampai sifat aslinya ajaa orangtuamu gak tahu.. padahal kasar banget sama istri.. baik darimananya😤
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
perkara belanja sayur doang bambanggg😤
Haerul Anwar
tolol author nyabjuga tolol
devi aryana
Luar biasa
Mak Nab
biar mampus dgn bodoh
Mak Nab
padan muka sbb bodoh
Adinda
jadi cewek jangan bodoh apalagi udah di KDRT dihina dicaci maki
MOMMY
emang nya Binar ini mudah sangkut
dn mudh lengket..mestinya Binar inijaga jarak dari mna2 lelaki kok mudh ya dpegang tangn nya Adeeeh...terlalu senang dhmpiri
MOMMY
sama
Sofhia Aina
Salam.....hai thor kok lom hujan lagi nie 😃😃😃😃😃😃😃
Sofhia Aina
Hahaha......hujannya mana.......tak kunjung juga nie hujan.......
Sofhia Aina
LANJUT.......LANJUT......LANJUT........

💪💪💪💪💪💪💪
Sofhia Aina
Salam........kok Bintar yg mengalah trs baru je merasa bahagia and kasih sayang da terluka lagi.....jadohnya msdih samar² nie
Sulfia Nuriawati
lanjut g nih dah lama kali g up
Sukliang
fstur yg nikah dg tia
Amalia Gati Subagio
poor hormon kehamilan, utk perempuan dgn kegilaan 😇otw waras dong, cape baca mentak mentok dikibulin, aku yg bca... lo yg sengaja rekayasa ngibul hidup lo
Nurainun Harahap
binar GK tegas.plinplan.
carmellallsya
bagus banget ceritanya kak, sampai nangis aku bacanya😭.
lanjut kak semangat terus up nya... penasaran Banget😁
Hanisah Nisa
semangat...
Arie
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!