NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Anak Tiri

Terjerat Cinta Anak Tiri

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Cinta Terlarang / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:112.7k
Nilai: 5
Nama Author: ajenga

DILARANG BOM LIKE. Tidak suka skip aja.

Kisah cinta yang awalnya manis, namun siapa sangka berakhir penghianatan, tidak! Namun lebih dari itu. Nofal Alexa sampai pura-pura tidak mengenali kekasihnya yang bernama Zelea Anggraini hanya karena sudah mendapat kekasih barunya yang bernama Maharani jelita sang primadona di kampus.

"Hei gadis kampung aku tidak kenal sama kamu ya! Jangan ngarang kamu jadi pacar aku, salah orang kamu ya!" ucap kasar Nofal yang membuat Zelea tidak percaya.

Maharani datang kemudian berdiri di sebelah Nofal, dan seketika pria itu mencium bibir Maharani yang merah terasa manis itu.

Hati Zelea terkoyak sakit dan setelah hari itu Zelea bersumpah untuk balas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ajenga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21. Di peluk.

Bugh! Zeon memukul wajah pria itu sampai mengeluarkan darah di bibirnya, Zeon menarik kerah baju pria itu dan kembali memukul wajahnya. Bugh!

Zelea beringsut sedikit menjauh dari mereka, matanya terus melihat Zeon yang memukuli pria asing itu.

Tubuh Zelea bergetar merasakan ketakutan, wajahnya sampai berpaling saat Zeon mukul perut pria itu sampai pria itu jatuh ke lantai.

Adegan itu membuat Zelea benar-benar merasa ketakutan.

Suara pukulan terus Zelea dengar dengan mata terpejam seraya menutup telinganya, seolah memiliki trauma di masa lalu hingga membuatnya takut seperti ini.

Saat Zeon menginjak keras perut pria itu yang sudah lemah tak berdaya, terdengar rintihan pria itu yang menahan rasa sakit.

"AW! Ampun ... Ampun" ucap pria itu.

Zeon menginjak lebih keras lagi perut pria itu.

AW! Pria itu makin meringis kesakitan.

"Pergi dari sini!" bentak Zeon disertai tatapan membunuh.

Dengan susah payah pria itu menyeret tubuhnya untuk pergi dari sana.

Zeon kemudian menoleh mencari Zelea, ternyata wanita itu saat ini sedang berjongkok seraya tangannya menutup telinga.

Zeon mendekati Zelea, ikutan berjongkok di depan Zelea. "Penjahat itu sudah pergi."

Hafal dengan suara itu, Zelea melihat ke depan, matanya bertemu dengan mata Zeon. Zelea berdiri namun karena saat ini tubuhnya lemah membuat Zelea terhuyung, dan untungnya Zeon sigap menangkap tubuh Zelea.

Zeon memeluk Zelea yang saat ini masih saja menangis, Zeon merasakan tubuh Zelea bergetar saat ini, Zelea masih merasakan ketakutan meski penjahat itu sudah pergi.

Kenapa aku peduli sama dia? Harusnya aku senang karena dia menangis? Tapi kenapa hatiku malah sakit mendapati dia seperti ini? Kenapa aku seperti ingin terus melindunginya, batin Zeon.

Ahirnya tidak ada yang saling bicara, Zeon tetap membiarkan Zelea menangis di pelukannya, sampai wanita itu lega dan setelah lebih baik, baru Zeon mengajak Zelea pulang.

Waktu sudah malam, Zeon pikir ayahnya sudah pulang dan sudah menunggu kedatangannya.

*

*

*

Zeon mengantar Zelea sampai masuk ke dalam kamar hotel wanita itu. Namun saat sudah berdiri di dalam sana. Zeon kembali teringat bahwa Zelea sudah merebut ayahnya sudah berani menikah dengan ayahnya, mengambil posisi ibunya.

Teringat hal itu, Zeon kembali terpantik api amarah, tangannya mengepal kuat, Zeon menghela nafas panjang untuk menguasai diri menhan amarah.

Zeon menoleh ke arah Zelea yang masih setia berdiri di sebelahnya. "Istirahat lah! Tidak usah takut sekarang sudah aman."

Ahirnya kalimat kasar terucap dari bibir Zeon, bukan kata lembut lagi, setiap kali melihat Zelea dadanya sesak, karena Zelea sudah menggoda ayahnya. Cintanya pada sang ibu membuat Zeon tidak rela bila ayahnya menikah lagi meski ibunya sudah meninggal.

Zelea mengangkat wajahnya menatap Zeon. "Terimakasih."

Zeon tidak menjawab ucapan terimakasih Zelea, dan detik itu juga Zeon melenggang pergi dari sana.

Zelea masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan wajah dan setelah itu tanpa mengganti pakaian lebih dulu, langsung menuju ke atas ranjang, untuk istirahat malam.

Di kamar sebelah, Zeon baru saja selesai habis mandi, pria itu lagi mau memakai kemeja tidur.

Saat asyik mau memakai baju, terdengar suara pintu terbuka, saat menoleh ternyata Radit baru pulang.

"Zeon, kamu belum tidur?" sapa Radit seraya berjalan menuju meja, melepas jam tangan dan meletakkannya di sana.

"Ini lagi mau tidur, Dad," jawab Zeon. Sekarang sudah memakai baju. Menjemur handuk, kemudian berjalan menuju ranjang.

"Seharian ini kalian jalan-jalan kemana?" tanya Radit, ia begitu penasaran setelah tahu Zeon baru mandi, jelas itu habis dari luar.

Zeon menghela nafas berat. "Banyak tempat, Dad. Aku sampai lelah mengikuti istri muda Daddy."

Radit hanya tertawa kecil mendengar keluh kesah Zeon.

Zeon tidak menceritakan kejadian tadi saat Zelea didekati pria jahat, Zeon milih langsung berbaring supaya ayahnya tidak melontarkan pertanyaan-pertanyaan lagi.

Radit segera membersihkan diri, dan setelah mandi juga berpakaian, langsung menyusul Zeon ke atas ranjang.

*

*

*

Di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di negara D. Radit pagi ini mengajak Zelea juga Zeon ketempat tersebut untuk berbelanja lebih dulu sebelum pulang ke Nagara T.

Setelah memasuki pusat perbelanjaan tersebut, Zelea yang paling terlihat antusias. Wanita itu paling semangat apa lagi saat ini diajak untuk belanja hal yang paling ia sukai.

Berbeda dengan Zeon, pria itu terlihat paling malas berjalan mengekor di belakang ayahnya.

Tidak ada minat sama sekali untuk belanja, dengan langkah berat Zeon tetap mengikuti.

Saat ini mereka sudah memasuki toko pakaian, banyaknya pakaian bagus di sana membuat Zelea ingin rasanya memborong semua itu.

"Mas, ini bagus banget, apa aku boleh mengambilnya?" Zelea menunjukkan baju ke Radit seraya meletakkan di depan dadanya.

"Ambillah jika kamu suka," ucapnya dengan tersenyum.

Zelea mulai mengambil pakaian yang wanita itu suka. Radit menoleh ke arah Zeon, terlihat sekali putranya itu enggan di tempat seperti ini.

"Zeon, kamu tidak mau ambil pakaian?"

Zeon mengalihkan pandangannya dari ponsel ke ayahnya. "Daddy pilihkan saja." Menjawab acuh dan kembali lihat ponsel.

Radit menggelengkan kepalanya mendapati respon Zeon, Radit menepuk pundak Zelea. "Pilihkan baju untuk Zeon sekalian," ucapnya lembut.

"Baik Mas," jawab Zelea. Kini ia sudah selesai mengambil pakaian untuknya. Dan berganti memilihkan untuk Zeon.

"Zeon mau pakaian bebas kan Mas?" Zelea menoleh bicara dengan Radit. Pria itu mengangguk tanda benar.

"Aku ambilkan dia dua kemeja dan satu jaket, sepertinya jaket ini bagus untuk dia, akan terlihat keren." Zelea menunjukkan jaket ke Radit.

"Ya, itu bagus untuk dia," jawab Radit seraya mengangguk.

Zeon yang diam-diam memperhatikan Zelea memulihkan pakaian untuk dirinya sedikit terkejut.

Wanita itu, mengapa selera pilihannya sama dengan seleraku, batin Zeon.

Bagian hati kecilnya memuji Zelea karena pilihannya tidak salah dalam memilihkan pakaian untuk Zeon.

Semua pakaian sudah dimasukkan ke troli oleh Zelea. "Ayo Mas kita ke kasir."

Zeon kembali berjalan di belakang mereka menuju kasir.

Masih menunggu, karena di depannya masih ada dua orang yang mengantri.

"Habis ini kita beli sepatu dulu ya buat Zeon, masak iya anak itu kembali ke negara T menggunakan sendal jepit lagi," ucap Radit dan langsung mendapat anggukan kepala Zelea.

Zelea menoleh ke belakang melihat kaki Zeon yang saat ini masih menggunakan sendal jepit. Zelea tersenyum miring.

Setelah belanjaan terbayar, mereka berjalan menuju toko sepatu.

Radit meminta Zeon untuk mengambil salah sepatu yang disukainya. Setelah pilihannya jatuh pada sepatu warna putih. Mereka pergi menuju kasir.

Sebelum pulang mereka mampir dulu ke restoran untuk makan siang.

Kini sudah duduk di restoran yang masih terdapat di dalam pusat perbelanjaan tersebut. Mereka menunggu pesanan tiba.

"Dad, kenapa Kak Nofal tidak Daddy belikan oleh-oleh? Pasti akan senang Kak Nofal apa bila Daddy bawakan oleh-oleh dari negara D."

Mendadak situasi menjadi panas setelah mendengar ucapan Zeon ke ayahnya. Tampak jelas Radit masih marah sama Nofal karena perbuatan putra pertamanya itu.

1
Ristieriswanharti
banyak keterangan
sedikit percakapan
Ristieriswanharti
masih nyimak ceritanya Krn untuk judul belum nyambung sama di bab ini
Rohiyah
ko cuma dipasangkan cicin bilang sudah nikah aneh
Ajenga: nofel ini gak menyebutkan agama kakak cantik, terlalu banyak konflik, dan nofel ini ikut event lomba.
total 1 replies
Miryam Toressy
Zeon, lama2 lo jatu cinta sama Zele🤣🤣🤣
Ajenga: terimakasih, kak. sudah mampir 💖
total 1 replies
my name
eh...tiba tiba tamat
Ajenga: mampir juga kak ke kisah Enzo, ditunggu 💖
total 1 replies
Diana Susanti
loh kok tamat
Ajenga: sudah bahagia semua kak, sudah cukup, kalau dilanjut nanti malah ada konflik lagi 💖💖💖, bantu dukung kisah Enzo ya kak 💖💖
total 1 replies
Diana Susanti
lanjut kak mantab 👍👍👍👍
Diana Susanti
lanjut kak mantab
my name
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kaciaaan
my name
semangat ze semoga persalinannya lancar
my name
ngak cuma bagas yg ngakak, aku juga 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Diana Susanti
hahahaha 😝😝😝😝😝
Diana Susanti
kasian nggak mau nunggu ayahnya yaaa
Diana Susanti
moga lancar kelahiran debaynya yaaa
Diana Susanti
ngidam fal nofal,,, millie nya,,,,, nanti kalau sudah hilang ngidam nya akhirnya bucin banget sama kamu
my name
sabar y naufal karna begitulah bumil 😁
Diana Susanti
hahahaha 😂😂😂😂😂😂 ingat anakku pertama,,, seperti itu ngidamnya,,,kadang sampai muntah muntah melihat wajah SUAMIKU
my name
semoga mereka bahagia
Diana Susanti
yg bagus seperti itu
my name
selamat y noval semoga samawa dan selamat berjuang untuk mendapatkan cinta milli dan keluarganya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!