NovelToon NovelToon
Cinta Sesuai Dosis?

Cinta Sesuai Dosis?

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:358.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lin_iin

Katanya dokter jodohnya dokter juga. Biar dosisnya sesuai. Itu lah yang sering kali orang-orang bicarakan. Tapi tidak bagi Ayana, menurutnya justru sebaliknya. Ayana ingin jodoh yang bukan seprofesi dengannya. Lantas bagaimana kalau keluarganya justru menginginkan Ayana berjodoh dengan dokter juga? Apakah perempuan itu akan menurut atau justru sebaliknya?

Nantikan kisah Ayana dokter cantik, namun, sedikit ceroboh dalam menemukan belahan jiwanya. Hanya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lin_iin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekesalan Malvin

"Gue perhatiin akhir-akhir ini mood lo bagus banget, lagi bahagia lo? Lancar sama yang 'itu'?

Ayana spontan menghentikan gerakan tangannya yang hendak menyuap kuah sop buntut, kala mendengar pertanyaan Malvin. Saat ini keduanya sedang berada di sebuah Cafe milik mantan dokter spesialis patologi klinik, yang dulu praktek di Rumah Sakit yang sama dengan mereka. Lokasinya berada tepat di hadapan rumah sakit, isinya kebanyakan paramedis maupun staff rumah sakit. Meski demikian banyak juga pengunjung lain yang meluangkan waktu hanya demi makan di Cafe itu. Selain karena makanannya enak, suasana Cafe ini cukup instagramable, sehingga cukup menarik minat kaula muda yang gemar berburu tempat aesthetic nan unik. Cafe itu buka belum lama tapi tempatnya nyaris tidak pernah sepi, kecuali saat Cafe itu tutup tentu saja sepi.

"Perasaan semingguan ini kita jarang ketemu deh, tahu dari mana lo kalau gue bahagia?" tanya Ayana heran.

Perempuan itu kembali menyuap dan menikmati makanannya.

"Sosmed lo."

"Oh." Ayana mengangguk paham sambil ber'oh'ria.

"Oh?" beo Malvin tidak terima.

Bukan jawaban yang seperti itu yang ia inginkan. Ia sudah cukup sensi dengan fakta kalau gadis itu dijodohkan. Bukan, bukan karena ia cemburu. Hanya saja karena Ayana dijodohkan, kedua orangtuanya makin getol ingin menjodohkan dirinya dengan perempuan pilihan mereka. Dan itu membuatnya bertambah kesal.

"Ya emang lo mau gue jawab apaan sih, Vin?"

"Serius yang bikin mood lo bagus temennya Bang Tama itu, ya? Tetangga baru lo yang katanya udah spesialis itu?" tanya Malvin kepo.

"Bukan." Ayana menggeleng cepat lalu kembali menyuap nasi.

Malvin mendadak seperti orang bingung. Loh, kalau bukan pria itu terus siapa? Memang ada pria lain yang dekat dengan gadis itu? Kalau ada, siapa? Kok ia bisa sampai tidak tahu?

""Terus kalau bukan tetangga baru lo itu, siapa dong yang udah bikin lo macem anak SMP yang lagi kasmaran gini?"

Ekspresi Ayana mendadak berubah malu-malu. Malvin yang melihatnya langsung mendadak ngeri. Dalam hati batinnya bertanya, kesambet setan apaan ini temen gue?

"Ada lah, pokoknya, nanti kapan-kapan gue kenalin."

"Lo ada gebetan lain? Dan orang itu bukan yang dijodohin ke lo?"

Ayana mengangguk untuk mengiyakan pertanyaan awal Malvin. "Lagian gue itu diikenalin. Gue mah nggak dijodohin, kayak lo," koreksinya kemudian, "sorry, kita beda cerita, bro."

Malvin mendengus. "Ya apapun itu gue nggak peduli. Intinya hampir sama kan?"

"Ya, beda lah, Vin." Ayana menggeleng tidak setuju dengan pendapat pria itu.

"Bodo amat lah, Na, jawab aja pertanyaan gue tadi!" seru Malvin mulai tersulut emosi. Kesabaran pria itu sedang lemah-lemahnya, dan ia tidak ingin semakin tersulut emosinya karena takut ngamuk.

Ayana sedikit bingung. "Yang mana?" tanyanya kemudian.

Malvin berdecak kesal sambil menatap Ayana galak. "Ribut, yuk!"

Kesabaran Malvin sepertinya sudah kian menipis.

Ayana langsung terbahak. "Apaan sih, Vin? Sensi banget deh lo?" ledeknya kemudian.

"Ya, gimana gue nggak sensi. Nyokap gue udah maksa gue buat nemuin cewek itu dan gue kehabisan akal buat nolaknya. Harapan gue saat ini ya lo, kalau hubungan lo sama cowok yang dikenalin Bang Tama nggak berjalan lancar, gue jadi punya alesan," ungkap Malvin menerangkan.

"Sebenernya kalau dibilang nggak lancar, enggak juga sih, Vin. Biasa aja gitu, cuma emang akhir-akhir dianya super sibuk gitu jadi jarang ketemu sama gue. Adiknya mau nikah soalnya, dan kebetulan gue lagi agak kecantol sama cowok lain, jadi ya... gitu lah. Apakah jawaban gue ini cukup membantu?"

Malvin mengangguk cepat lalu berdiri sambil mengulurkan tangannya. "Thanks, gue mau nelfon nyokap gue dulu. Makanan gue jangan lo makan, abis ini gue balik."

"Iya!" seru Ayana ngegas.

Malvin kembali duduk di hadapan Ayana begitu selesai menelfon. Ekspresinya tidak secerah saat pria itu meninggalkan meja tadi. Hal ini membuat Ayana dapat menebak kalau apa yang diharapkan pria itu tidak sesuai rencana.

"Kenapa? Masih nggak berhasil?"

Malvin menggeleng dengan wajah ditekuknya. "Anjir, bener lah, sebenernya mau mereka itu apa sih? Seneng banget ngeliat anaknya menderita," gerutunya kemudian.

Nafsu makannya entah sudah menguap kemana. Kini ia sudah tidak berselera. Inginnya cuma marah-marah dan mengamuk guna melampiaskan kekesalannya.

"Ya, enggak gitu lah, Vin."

"Ya itu menurut lo," sahut Malvin tidak setuju, "orangtua lo sama orangtua gue itu beda. Orangtua gue nggak pengen anaknya bahagia. Pokoknya mereka seneng banget bikin anaknya menderita."

Ayana menghela napas. "Ya, itu, juga menurut lo. Semua orangtua pasti sayang sama anak-anaknya, mereka mau yang terbaik buat mereka. Apa yang menurut kita nggak baik, belum tentu nggak baik juga buat mereka, Vin. Meski mereka nggak selamanya bener tapi ada kalanya beliau ada benernya juga kok."

Malvin tidak membalas. Pria itu hanya merespon dengan wajah cemberutnya.

"Udah lah, nggak usah bad mood gitu. Lagian nih, ya, Vin, kalau semisal lo nggak mau dikenalin atau dijodoh-jodohin begini sama nyokap bokap lo, makanya kenalin cewek lo ke mereka. Gue jamin abis itu lo nggak bakal dijodoh-jodohin lagi. Percaya sama gue!"

"Ya udah, ayo, ntar malem gue kenalin ke mereka. Mau jam berapa? Dijemput nggak ntar?"

Ayana mendengus sambil melempar tisu bekasnya ke arah Malvin. Bukannya marah pria itu malah terbahak.

"Ya abis saran lo nggak masuk akal banget."

"Nggak masuk akal gimana?" protes Ayana tidak terima, "padahal itu saran paling masuk akal, aman, dan sangat solutif sekali," sambungnya kemudian.

"Solutif apaan? Selotip? Yang buat ngelakban itu?" Malvin mendengus dengan wajah muramnya, "udah tahu temen lo ini nggak punya cewek buat dikenalin ke nyokap-bokap masih aja lo saranin gituan?"

"Nyari makanya!"

"Ngaca woy!"

"Dih, apaan kan gue ada gebetan baru."

"Emang dasar playgirl lo."

"Enak aja," sahut Ayana tidak terima.

"Ya iya lah, udah tahu lagi deket sama cowok, eh, masih nyari mangsa lain. Itu apa namanya kalau bukan playgirl? Gatel?"

"Mulut lo!"

Malvin kembali terbahak. Hanya saja kali ini pria itu sambil mengangkat jarinya membentuk huruf V sebagai permintaan maaf.

"Rese lo!"

"Jangankan gue, semesta aja suka rese, njir."

"Bodo amat."

"Ayo, Na, temenin gue ketemu nyokap-bokap gue."

"Ogah! Gue males kalau seandainya ntar disuruh nikah sama lo."

"Ya, daripada tetangga lo itu."

Ayana langsung mencibir. "Lo kalau mau bandingin sama orang, kata gue liat orangnya dulu biar lo-nya nggak malu sendiri. Karena lo sama Mas Saga itu nggak sebanding. Nggak selevel. Masih kalah jauh lo!"

"Sialan," umpat Malvin menahan kesal.

1
Lia Kiftia Usman
malvin....ok banget...langka sahabat seperti malvin
Lia Kiftia Usman
mau gigit ayana ... rasanya😁
Lia Kiftia Usman
🤦‍♀️ mindset nya di rubah ayanaaa.... dahulukan lihat silaturahimnya..positif thinking ayanaaa....😊🤭
Lia Kiftia Usman
ayana...ayana... curhatnya ke suami .. bang tama kan bilang kalau pernikahan itu ngobrol..😊
walau malvin besti.
Quinn Cahyatishine
Luar biasa
Nur Ida Sannu
Biasa
Nur Ida Sannu
Kecewa
Naila hana
Ceritanya bagus, karakter tokohnya hidup juga, mungkin dg cover yg lebih menarik bisa lebih menarik minat para pembaca.. tetap semangat berkarya Kak, ditunggu karya selanjutnya..
Naila hana
kehangatan rumah yg selalu dirindukan Malfin
Naila hana
lanjutt..
Naila hana
dunia begitu sempit ya.. 😅
Naila hana
panjang umur nih ayana.. baru juga diomongin. 😁😁
Naila hana
cie robot bernyawa mulai tersenyum😄😄
Naila hana
poor Ayana..
Atik Kiswati
akhirnya happy ending juga....
mksh buat ceritanya thor.....
Baiq Marista
Luar biasa
Satria Rumii
/Drool/
Vie ardila
Luar biasa
T.N
setuju meski ada yg bantu tetep harus bisa dikerjakan sendiri
chika anaya
agak nggak nyangka sama endingnya, tapi adil buat semuanya sih...
terimakasih, selalu bikin cerita yg bagus, enak dibaca.
selalu semangat ya thor...
chika anaya: ok ok cuss marathon 😅😅
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!