Tahun 9.999 Dunia hancur akibat peperangan yang di sebabkan oleh manusia, dengan berbagai alat tempur canggih, seperti Robot dan sebagainya.
Di dunia yang sudah hancur tersebut terdapat penyintas yang masih bertahan hidup di dunia yang baru.
Arian Smeltz Pria berumur 22 tahun, salah satu penyintas yang bertahan hidup di Dunia baru, dia menemukan sosok Robot saat sedang melakukan penjelajahan demi menemukan tanah yang subur.
Robot tersebut merupakan sebuah Sistem yang akan membantu Arian membuat kehidupan barunya di dunia yang sudah rata dengan tanah tersebut.
Arian membangun sebuah peradaban baru, hingga lama kelamaan tanah yang tadinya di huni oleh dia dan keluarganya saja, mulai di datangi penyintas lainnya.
Sosok dua Wanita cantik kakak beradik yang pandai bela diri dan menggunakan senjata tertarik kepada Arian.
Mereka pun membangun keluarga bersamaan dengan membangun sebuah peradaban baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Arian baru terbangun ketika matahari sudah menjulang tinggi di langit. Itu juga karena ia merasa gerah di dalam kamar, mengingat atap rumah mereka juga terbuat dari besi yang di pipihkan.
"Astaga, panas sekali hari ini," ucap Arian sambil beranjak duduk.
Arian bergegas keluar dari kamar, tampak kedua Istrinya yang sedang mengobrol di ruang tamu.
"Sayang, kamu sudah bangun?" tanya Maura sambil mendekat.
Pria itu mengangguk lirih. "Panas sekali di dalam, sudah siang kenapa kalian tidak bangunkan aku?" tanyanya lembut.
"Kamu kelihatan capek, jadi kami membiarkan kamu istirahat. Mandi dulu sana, nanti kita makan bersama," ucap Nera lembut.
Arian dengan patuh langsung ke kamar mandi, pria itu membersihkan dirinya. Baru setelah itu kembali ke kamar untuk berganti pakaian, kemudian makan bersama dengan kedua Istrinya.
"Kalian tumben tidak membantu Ibu?" tanya Arian kepada kedua Istrinya.
Maura menghela napas. "Ibu melarang kami bekerja, katanya kami di suruh fokus bercocok tanam saja denganmu, biar cepet dapat cucu," goda Maura genit.
Uhuk... Uhuk....
Arian tersedak daging besar yang seketika ia telan bulat-bulat akibat mendengar perkataan Maura. Nera memelototi adiknya sambil menepuk-nepuk punggung Suaminya itu.
"Minum dulu sayang," tawar Nera menyerahkan segelas air kepada Arian.
Pria itu langsung menenggak satu gelas Aira hingga langsung tandas, baru setelah itu menghela napas lega.
Arian menatap Maura, Istrinya yang satunya itu menjulurkan lidah manja, sambil mengedipkan matanya berkali-kali.
Pria itu menghela napas. "Kamu ini selalu saja kalau bicara seenaknya saja," tegur Arian lembut.
"Hihihi... habis kalau tidak di suruh seperti itu, mau apa lagi, kita tidak memiliki kerjaan lain," ucapnya sambil terkikik geli.
"Jangan dengerin dia sayang, memang kadang otaknya sedikit konslet," celetuk Nera.
"Ih Kakak...." Maura merajuk manja.
"Sudah, sudah, kenapa kalian tidak membuat pakaian saja, banyak kulit monster yang sudah kering, bukan?" tegur Arian kepada dua Istrinya itu.
Kedua wanita menganggukan kepalanya setuju, menurutnya itu ide bagus juga. Sekalian buat pekerjaan para wanita di sana juga. Namun, sedetik kemudian mereka baru teringat kalau benang untuk menjahit pakaian itu belum ada di pemukiman Smeltz.
"Benang jahitnya, apa ada di sini?" tanya Nera langsung, karena ia sudah sering membuat pakaian untuk keluarganya jadi ia tahu apa yang di perlukan.
Arian tersenyum. "Minta sama Ibu, kalau tidak salah Ibu menemukan banyak benang jahit dulu, pakaianku saja semuanya yang buat Ibu."
"Jadi Ibu pandai menjahit juga?" tanya Nera bersemangat.
Arian mengangguk. "Pergilah tanyakan padanya."
Nera mengangguk wanita itu mengecup pipi Arian kemudian meninggalkannya dengan semangat, tentu saja pria itu bingung, karena Nera tampak begitu senang. Berbeda dengan Maura yang masih duduk di hadapannya.
Arian mengernyitkan dahi. "Kenapa kamu masih di sini?" tanyanya bingung.
"Hehehe... aku tidak bisa menjahit, kalau Kakak ahlinya," jawabnya pongah.
Arian menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum, ia kembali melanjutkan makannya, baru setelah selesai mereka berdua keluar dari rumah.
Pemandangan yang di inginkan Arian akhirnya perlahan tercipta. Saat keluar dari ramah terdengar suara ramai orang-orang yang sedang bekerja, membuat Arian merasa sangat senang.
"Beginilah seharusnya kehidupan, kita bisa saling membantu satu sama lain," ucap Arian lirih.
Arian berjalan menghampiri orang yang sedang saling bahu membahu membuat pagar pelindung yang semakin di perkuat dengan bantuan X-Ray, Alpa dan para robot milik keluarga Belt.
Maura mengikuti suaminya itu sambil merangkul lengannya, semua orang yang melihat Arian menyapanya, mereka semua tampak bersemangat sekali hari itu.
Arian menghampiri para pria yang sedang bekerja, tampak mereka tidak pantang kepanasan. Padahal cuaca hari itu sangat terik sekali.
"Tuan Arian!" sapa Bren, menghampiri pemimpin Pemukiman Smeltz tersebut.
"Ada apa Bren?" tanya Arian ramah.
"Begini Tuan, kami sebenarnya menyimpan biji-bijian, tapi karena anda tahu sendiri kita tidak memiliki air yang cukup untuk menanamnya jadi kami menyimpannya selama ini, jika bo...."
"Tentu saja boleh! Kita akan langsung buat lahan untuk menanamnya!" jawab Arian bersemangat, karena ia juga berharap bisa melihat ladang hijau seperti cerita Ibunya.
Bren juga tentu sangat senang, karena Arian ternyata memberikan Ijin untuk menanam biji-bijian tersebut, dengan begitu mereka tentu akan memiliki sumber makanan lain selain daging Monster.
Arian memanggil X-Ray, ia langsung menyuruh X-Ray untuk membuat mata air kusus untuk membuat sebuah ladang.
Robot itu langsung mengerti, ia mencari sumber mata air yang tidak terlalu dalam, karena ia pikir mata air untuk menyirami tanaman tidak perlu terlalu bersih, berbeda dengan mata air untuk konsumsi tuannya.
X-Ray langsung membuat mata air tersebut yang kebetulan ia dapatnya di samping kelompok Sreud berada, sehingga ladang yang akan mereka buat juga akan berada di sana.
klo awal2 cerita jgan mnculin heroine dlu klo bsa fokus ke inti cerita dlu nnti pertengahan bru mnculin heroin
awal2 muncul gni ujung2nya beban nnti.
saran aja broo