Apa jadinya jika yang berada di sisimu ternyata bukan suamimu tetapi wajah mereka sangat mirip bagai pinang dibelah dua tidak ada bedanya?
Yasmin (27 tahun) yang tengah berbadan dua sungguh bahagia dan kembali ceria saat suaminya, Aldavi Wiyono (30 tahun), kembali pulang setelah mendadak hilang tanpa kabar selama dua pekan lamanya. Akan tetapi bagaimana kelanjutan pernikahan Yasmin dan juga nasib buah hatinya ketika dia mengetahui fakta mencengangkan bahwa suami yang berada di sisinya ternyata bukan suaminya namun kembaran suaminya yang bernama Aldava.
Apa yang terjadi dengan suaminya hingga kembarannya menggantikan posisinya?
Simak kisah mereka yang penuh liku dan tabir💋
Karya ini telah menandatangi kontrak eksklusif dengan NovelToon dan hanya boleh dipublikasikan di platform ini. Segala bentuk pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 - Video Call
"Astaga aku lupa buat kabari si Yasmin. Moga ibu hamil satu ini gak nangis bin mewek," cicit Aldava seraya terkekeh
Akhirnya segera ia langsung menghubungi Yasmin via video call sebab tak mau membuat masalah baru atau makin runyam nanti jika ibu hamil tiba-tiba merajuk. Tentu saja sebelumnya Yasmin sudah menyimpan nomor Aldava dan nomor ponsel lama milik Aldavi sudah dihapus.
Sejak Aldava datang ke rumah Yasmin, ia sudah menyuruh Yasmin menghapus nomor lamanya sebab Aldava beralasan ponselnya dijambret orang saat pergi menemani Pak Mandor Agus ke luar kota beberapa waktu lalu. Yasmin yang selalu percaya dengan suaminya pun mengiyakan titah sang suami tanpa membantah atau banyak bertanya.
Hanya saja ia cukup heran ponsel suaminya yang sekarang cukup bagus untuk ukuran seorang buruh kasar. Aldava beralasan bahwa karena tender yang ia lakukan bersama Pak Mandor Agus goal maka dari kantor pusat perkebunan karet memberi bonus ponsel baru terlebih bosnya tahu bahwa dirinya terkena musibah kecopetan itu.
Tut...tut...tut...
"Halo Aa Davi. Yasmin rindu huhu," teriak Yasmin di seberang sana hingga memekikkan telinga Aldava.
"Iya Bunda sayang. Aa juga rindu sama kamu dan utun juga. Apa kabar si utun? Dia enggak bikin Bundanya repot atau mabok darat kan?" tanya Aldava dengan sumringah karena suara Yasmin membuatnya selalu berbunga-bunga walaupun fisik dan pikirannya tengah lelah.
"Utun sehat-sehat Ayah. Tapi_" ucapan Yasmin terpotong.
"Tapi kenapa sayangku? Apa di sana ada sesuatu yang terjadi saat aku tak ada di sampingmu, hem?" tanya Aldava cemas sampai ia memotong perkataan Yasmin karena tak sabar dan didera rasa khawatir berlebih untuk permata hatinya yang baru hinggap di relung sanubarinya.
Yasmin yang mendengar perkataan suaminya yang begitu mencemaskan dirinya serta utun dan perhatian yang begitu besar dari suaminya, sungguh ia dibuat terharu dan makin cinta dengan sang suami.
"Bukan itu Aa. Tapi Bunda utun mabok rindu," bisik Yasmin pelan sebab ada Mbok Lastri tengah memijat kakinya yang sedikit bengkak sebab pulang pergi mengajar ia berjalan kaki sebab Aldava melarang dirinya naik motor khawatir terjadi sesuatu di jalan dan juga kondisi motor butut Aldavi lama tak masuk bengkel untuk di cek kondisinya.
Aldava tak mau mengambil banyak resiko sehingga ia menyuruh Yasmin berjalan kaki terkadang Aldava memberi ongkos tetangganya untuk menjemput Yasmin. Namun karena beberapa hari ini tetangganya itu sakit jadi tak bisa menjemput Yasmin di sekolah.
Yasmin juga wanita yang tangguh dan pekerja keras sehingga ia sudah terbiasa jalan kaki ke desa-desa. Namun sejak ditinggal suaminya ke luar kota rasanya makin menyesakkan sebab rindu di hatinya makin menggunung. Ingin disalurkan dan diluapkan namun saat ini suaminya tak ada di sampingnya.
"Mabok rindu? Ehm, mabok rindu sama siapa Neng?" tanya Aldava sengaja menggoda Yasmin sebab kini ia melihat wajah Yasmin memerah.
"Neng Yasmin, pijat kakinya Mbok sudahi dulu nanti kalau kurang bisa dilanjut lagi pijatnya. Mbok lupa mau bikin nasi buat makan malam takut kesorean keburu utun lapar nanti kasihan atuh. Mbok permisi dulu," ucap Mbok Lastri dengan sopan lalu pergi meninggalkan Yasmin yang tengah video call dengan Aldava.
"Nuhun Mbok," ucap Yasmin yang masih rebahan di atas kasur miliknya dan Mbok Lastri hanya menganggukkan kepalanya lalu ke luar kamar sebelumnya pintu kamar Yasmin telah ditutup rapat oleh si Mbok.
Tentu saja sebagai pelayan setia keluarga Mahesa yang telah lama bersama Aldava dan keluarga Mahesa, ia sangat tahu attitude dalam bekerja. Terlebih ia sangat paham mood ibu hamil pasti ingin selalu berada di dekapan suaminya.
Terlebih saat berjauhan kota seperti ini dan keduanya sedang melakukan video call maka Mbok Lastri langsung meminta ijin pamit guna memberikan waktu privat leluasa majikannya bercengkerama melepas rindu.
"Lho kok diam Yas? Kamu marah sama Aa?" tanya Aldava yang giliran merajuk sebab Yasmin kini hening dan diam.
Sebenarnya Yasmin diam karena ingin melihat situasi sekitar sana apa sudah aman atau belum. Entah aman dari apa, othor tidak tahu. Yang pasti pembaca pasti lebih paham.
"Yasmin rindu elus dan pengen lihat si antena Aa sekarang," bisik Yasmin merengek.
Deg...
🍁🍁🍁