Gara-gara ucapan nenek misterius yang entah darimana asalnya, Raya dan Rafa terpaksa menerima perjodohan oleh kedua orangtua mereka yang bersahabat.
NOVEL INI MASIH BANYAK YANG BELUM DIREVISI, MOHON MAAF BILA MASIH BANYAK KESALAHAN PENULISAN🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 Hari baru kisah Baru
Raya berlari dengan tergesa-gesa, sesekali melihat jam ditangan untuk memastikan bahwa ia tidak terlambat.
"Bang cepetan bang!" Raya Menepuk punggung kang ojek yang sudah menunggunya di depan kosnya.
"Siap neng," jawab kang ojek langganan Raya kekampus.
Dengan gesit kang ojek menyalip kendaraan lain, dan mencari jalan tikus agar si eneng langganannya tak kesiangan ke kampus.
"Makasih ya bang, nanti aku calling kalo dah pulang." Raya turun dari motor kang ojek, melepas helm dan bergegas masuk ke kampus.
"Ati ati neng jangan lari lari..." kang ojek berlalu setelah mengantar Raya.
Dengan nafas ngos-ngosan Raya masuk ke kelas.
"Untung belum telat," batin Raya
"Hei Ray telat mulu perasaan," tanya teman sekelas Raya, Hanum gadis berkacamata, kulit kuning langsat dan rambut lurus sebahu. Teman pertama Raya dikampus.
"Iya Num, untung aja kang ojeknya gesit jadi gak telat banget hehehe."
Tak lama dosen masuk ke kelas dan memulai kelas.
flashback
"Maaf bun, ma, ayah... Raya dan Rafa udah mutusin kalo Raya sama Rafa mau melanjutkan sekolah kami yang tertunda." Ucap Raya pelan pada kedua orang tua dan mertuanya yang memang sudah berkumpul diruang tamu, menunggu keputusan dari anak dan menantunya itu.
"Iya ma pa..Rafa juga sudah setuju dengan Raya, kami akan mulai kuliah, apa kalian tidak keberatan?" lanjut Rafa yang hanya bisa menuruti semua kemauan Raya. Termasuk menyuruhnya untuk kuliah kedokteran diluar negeri. Karena Rafa juga mendapatkan beasiswa di sana.
Aima, Rahma, Bayu, dan Yuda hanya bisa mendukung keinginan anaknya. Karena bagaimanapun memang ini kesepakatan dari awal.
Ghaisan putra semata wayang Raya dan Rafa dirawat oleh Aima dan Rahma.
Setelah keputusan disepakati oleh kedua keluarga, Rafa dan Raya akhirnya melanjutkan kuliah pada jurusan dan kampus impian mereka masing-masing. Rafa yang sebenarnya ingin kuliah di kampus yang sama dengan Raya harus mengurungkan niatnya, karna Raya bersikeras agar Rafa melanjutkan kuliah diluar negeri.
"Kamu itu jenius Rafa, sayang sama otak kamu. Katanya mau jadi pria mandiri? jadi mending kamu disana aja cari ilmu sambil belajar mandiri!! " ucap Raya meyakinkan Rafa.
"Kamu niat banget kayaknya mau jauh dari aku," jawab Rafa sedikit frustasi.
"Aku mau kita melakukan apa yang kita inginkan sebelum pernikahan ini Rafa! jangan bilang kamu lupa?"
"Iya aku akan nurutin apa mau kamu." pasrah.
"Gitu dong."
"Tapi gimana sama hubungan kita Ray?" tanya Rafa.
"Biar takdir yang menentukan Raf. jika kita masih berjodoh semua akan kembali, namun jika tak ada jodoh mungkin kamu bisa cari pendamping lain, yang juga sayang Sama Ghaisan!" jawab Raya yakin.
"Kita berhak memilih, tapi sekali lagi takdir lah yang menentukan. Kita sama-sama berdoa saja untuk kebahagiaan masing-masing. bukan berarti aku minta kamu kasih talak aku ya Raf?"
"Aku bukan pria yang mudah mentalak perempuan Raya."
"Berdoa saja semoga keputusan yang kita ambil ini yang terbaik!"
"Semoga saja." Rafa menguatkan hati agar tidak ada keraguan.
* * *
Tak ada yang tak mungkin, berusaha sedikit mungkin lebih baik, daripada tidak sama sekali. Walaupun hasilnya tak seperti yang kita bayang kan.....
Jangan bosen baca ya sayang kuuh!!!!! tetap dukung Author biar tambah semangat....
Bentar lagi ada yang bikin deg degan lho......
Kau dengar gosip aja udh marah berhari hari, pdahal cuma gosip.
Semantara drimu dgn sadar, dn sukarela berhubngan dgn laki2 lain bahkan smpai jumpa kluarganya disaat berstatus istri org