"Kau yakin dengan misi ini?" tanya Bela pada Anna.
"Kalau aku jawab tidak yakin, apa kau akan menyerahkan misi ini pada orang lain Bela?" Anna bertanya balik pada Bela sambil menyilangkan kaki nya di ujung sofa.
Bela mengerlingkan mata nya, ini bukan pertama kali nya dia mendengar Anna berkata seperti ini. Anna dalam mode ini memang sangat lah menyebalkan, bicara asal, belagu dan sangat suka merendahkan orang lain.
Namun sebagai teman baik Anna sekaligus bos dari bisnis rahasia ini, Bela sama sekali tidak masalah. Anggap lah dia sudah sangat maklum menghadapi setiap karakter yang ada di dalam diri Anna Dartmen.
"Ck.. kau ini sedang mengejek ku?!" Ujar Bela pada Anna.
"Tidak! aku tidak sedang mengejek mu! Aku hanya bertanya saja." Ucapnya yang sambil tiduran di atas sofa di dalam markas mereka.
"Ann, kau memang adalah orang yang paling tepat untuk menjalankan misi ini tapi aku tetap saja merasa was-was! Sebab yang tahu kapan kau akan berubah Bisa saja kau berubah menjadi Annna, B
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#22
BAB 22
“Hahaha, kalian sangat serasi! Sungguh! Nah karena hati ku sangat senang hari ini aku mengundang kalian berdua untuk makan siang dengan ku, kalian tidak akan menolak nya kan?” Justin memandangi Anne dan Steve bergantian.
“Tentu saja tidak. Iya kan sayang?” Steve sengaja meminta penegasan dari Anne bahwa mereka akan menerima undangan makan siang itu.
“Ya! Tentu saja.” Jawab Anne tersenyum tapi dengan penuh keterpaksaan.
“Kau memang sangat ahli memanfaatkan situasi Steve.” Ujar Anne pada Steve saat mereka telah berada di dalam mobil usai makan siang bersama Justin.
“Tapi kau terlihat sangat menikmati nya bibi.” Ucap Steve sambil mengedipkan mata nya.
“Kau!” Anne menunjuk Steve dengan jari nya. Tapi seperti yang bisa diduga, Steve menangkap jari Anne dan menarik tubuh Anne mendekat pada nya.
Steve menggeleng pelan sambik tersenyum, “Jangan pernah mengarahkan jari mu kepada ku sayang. Karena itu aku tidak suka.” Ucap nya sambil mengendus bawah leher Anne.
“Berani nya kau Steve!” Sentak Anne, tapi sayang Steve bukan lah lawan yang seimbang bagi Anne.
“Ssst... Kau masih berhutang sesuatu pada ku Anne. Kau telah mencuri ciuman ku malam itu dan siang ini akan ku ambil kembali apa yang menjadi milik ku.” Steve pun mencium Anne sudah tidak dapat bergerak kemana pun lagi.
Ciuman yang tadi nya diawali dengan sebuah pemberontakan namun perlahan berubah menjadi sebuah ciuman yang saling menginginkan. Ya! Anne membalas ciuman yang Steve darat kan di bibir nya.
“Hmmm.. Kau milik ku.” Ucap Steve begitu melepas ciuman nya. Kemudian Steve mengusap lembut bibir Anne yang memerah karena ulah nya.
“This is our little secret.” Ucap Steve lalu mengedipkan mata nya dan kembali menyetir. Ada pun tempat yang mereka tuju adalah rumah kediaman keluarga Smith.
Anne menghempaskan pintu mobil itu saat keluar dari mobil Steve. “Sial!! Siaaal! Sial!!” maki Anne dalam hati karena tidak dapat meluapkan rasa kesal nya karena telah terjebak dalam permaiana licik nya Steve.
“ANA!! Kau urus sisa nya! Aku ingin masalah ini lekas selesai! Lalu pernikahan ku gagal dan kita semua segera pergi dari tempat ini!” Teriak Anne kepada Ana yang dia ketahui saat ini sedang dalam keadaan sadar di dalam diri nya.
Anne pun masuk ke dalam mansion nya nan megah itu. Semakin jauh Anne masuk semakin Anne merasa ada hal yang aneh. “ mengapa suasana nya sangat sunyi?” pikir Anne dalam.
Anne melemparkan pandangan nya ke setiap sudut ruangan. Tapi tetap saja sama. Tidak terdeteksi adanya tanda- tanda kehidupan di sana. Bahkan para pelayan -pelayan yang jumlah puluhan orang di dalam mansion itu juga tidak kelihatan satu pun batang hidung nya.
“Pada kemana orang-orang?” Pikir Anne lagi.
Anne melihat ke kiri dan ke kanan. Entah mengapa perasaan nya mendadak menjadi was-was.” Sial! Mengapa naluri ku mengatakan ada yang tidak beres di mansion ini.”
Anne pun segera balik arah. Dan saat dia melewati ruang kerja Steve, tiba-tiba sebuah tangan menarik tubuh Anne sambil membekap mulut Anne.
“Hmmm... HMmmm?!!!” Dengan mulut yang masih tertutup oleh tangan orang yang membekap nya dari belakang, Anne mencoba memberontak.
“Anne, diam lah! Ini aku Steve.” Seru Steve berbisik di telinga Anne sambil menarik tubuh Anne ke dalam ruang kerja nya.
“Steve? Bukan nya dia tadi sudah pergi? Mengapa dia bisa berada disini?” Gumam Anne dalam hati.
Begitu mereka sudah sampai di ruang kerja Steve, Anne langsung menginjak kaki Steve.”Kenapa kau membekap mulut ku dan menyeret ku ke dalam ruangan ini.” Anne langsung memberondong Steve dengan berbagai pertanyaan.
“Aku melihat mayat salah seorang pelayan kita di luar saat aku akan keluar dari pagar keluar. Saat itu juga aku yakin telah terjadi di dalam mansion. Maka nya aku buru-buru kembali. Aku khawatir terjadi apa-apa pada mu. Untung nya kau tidak kenapa-napa.” Ucap Steve dengan raut wajah serius.