NovelToon NovelToon
Broken Vow

Broken Vow

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Patahhati / Tamat
Popularitas:46.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irish_kookie

Trisha Vioreen seorang wanita yang ekspresif, multi talenta, dan cantik yang membuat pria jatuh hati kepadanya.
Miles Omkara, seorang pria kaya, tampan, seksi, yang kemudian berhasil memenangkan hati Trisha. Mereka akhirnya menjalin hubungan selama bertahun-tahun, sampai pada suatu hari Miles harus menikah karena dijodohkan.
Sampai suatu hari Trisha bertemu dengan Miles dan mereka melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Miles berjanji akan kembali kepada Trisha walaupun sudah menikah, dengan satu syarat, Trisha harus menikah dengan pria lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rock a Bye Baby

Suara ambulance memecah kepadatan jalan tol hari itu. Bunyi sirene yang kencang, membelah barisan kendaraan menjadi dua bagian.

Cella yang dalam kondisi setengah sadar, masih merintih-rintih kesakitan. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya, bahwa ia akan menghadapi cobaan ini seorang diri, tanpa suami atau seorang teman. Airmatanya mengalir di kedua pipinya. Selang infusan sudah terpasang di tangannya, dengan harapan cairan yang masuk dapat menggantikan cairan yang keluar.

Sesampainya di rumah sakit, Cella langsung masuk ruang operasi, beberapa petugas administrasi berusaha menghubungi orang yang berada di daftar panggil terakhir.

*Rrriiinnggg...

Rrriiinnggg*...

"Ya, Cell, sorry tadi aku sedang berbicara dengan Trisha mengenai kejadian tadi. Ada apa?" tanya suara di sebrang.

"Selamat siang pak Mahardika, kami dari rumah sakit. Nyonya Cella mengalami pendarahan dan saat ini sedang berada di rumah sakit kami. Apa bapak keluarga dari Nyonya Cella?" tanya petugas administrasi tersebut.

"Apa? Gimana mbak maksudnya?!" tanya Gege, masih belum bisa paham kondisi Cella saat ini.

"Nyonya Cella mengalami pendarahan, dan saat ini sedang berada di rumah sakit kami." jelas si petugas administrasi itu lagi.

"Rumah sakit mana? Bisa kirimkan saya alamat lokasinya yah." jawab Gege.

Gege bergegas menghubungi Miles, namun ponselnya tidak aktif.

Gege menarik tangan Trisha untuk ikut dengannya ke rumah sakit. Trisha melihat Gege yang sedang terburu-buru mengikutinya dari belakang, karena Gege belum pernah terlihat sepanik itu, bahkan ketika Trisha memberitahunya tentang hubungan spesialnya dengan Miles.

"Ada apa, Ge?" tanya Trisha di mobil.

"Cella mengalami pendarahan, apa kamu bisa menghubungi suaminya?" Gege balik bertanya.

"Cella? Pendarahan? Aku hanya menjambak rambutnya, dan tidak menyentuh perutnya sama sekali." ucap Trisha. Sedikit rasa bersalah menjalar ke hatinya, dan dia menghubungi Miles.

"Hai, Honey...kenapa?" tanya Miles di sebrang. Trisha melirik ke arah Gege. Tapi Gege fokus menyetir mobilnya.

"Miles, Cella mengalami pendarahan dan sekarang aku bersama Gege sedang menyusulnya ke rumah sakit." jawa Trisha.

"Entahlah. Tapi kalau kamu kesana, aku akan kesana. See you there." sahut Miles santai.

Sesampainya di rumah sakit, Gege dan Trisha menuju ke ruangan operasi, tempat Cella di tindak. Gege meminta Trisha untuk menunggunya di depan ruangan operasi, sedangkan Gege akan menunggu Miles di depan meja administrasi.

"Saya bukan suaminya, saya hanya temannya. Bukan saya tidak ingin membantunya, tapi saya mau suaminya lah yang harus bertanggung jawab atas apa yang menimpa Cella. Lakukanlah semua prosedur tindakan yang terbaik, saya yakin, suami Cella menginginkan hal itu juga." ujar Gege.

Tak lama Miles datang, dan Gege menyambutnya.

"Bro, kamu harus mengurus ini dulu. Baru kita akan menunggu disana bersama-sama." ucap Gege.

Miles menandatangani prosedur tindakan medis dengan enggan, "Mahardika....Mahardika, what's wrong with you? Dia bukan istrimu, tapi kamu sepertinya repot sekali. Apa kamu setuju dengan ideku? Bertukar istri? Hahahaha." ucap Miles liar.

Gege menatapnya kesal, "Ini bukan waktunya bercanda, Miles. Dan bukan pada tempatnya juga kita berbicara tentang ini." sahut Gege, "Fokuslah pada istrimu, Miles." sambung Gege lagi.

Bugh!!!

Sebuah tinju melayang di wajah Gege.

"Miles!!" pekik Trisha, berlari dan menghampiri Gege yang tersungkur ke lantai, "Apa yang terjadi?" tanyanya panik. Kemudian Trisha membantu Gege berdiri.

Miles menunjuk Gege dengan jari tangannya, "Dengar, ketika aku sudah berkata sekali, aku tidak akan pernah merubah perkataanku itu. Sama halnya dengan ini, dia (menunjuk ke ruang operasi) bukan urusanku! Aku tidak pernah menganggap dia sebagai apapun. Dia hidup atau mati pun aku tidak peduli!!" tukas Miles.

Gege memegang pipinya yang terkena tinju Miles, "Aku juga tidak peduli apa anggapanmu terhadapnya. Tapi, pakailah rasa kemanusiaanmu, Miles. Cella sedang mengandung seorang bayi yang tidak berdosa. Bayi itu tidak pernah ingin dilahirkan dalam kondisi orang tuanya seperti ini! Bayi itu tidak pernah memintanya!! Tolonglah, Miles. Pakai hatimu, bukan untuk mencintainya, pakailah hanya untuk berbelas kasihan padanya." sahut Gege.

Miles menatap Gege tajam, "Aku tidak peduli!! AKU TIDAK PEDULI!!" teriak Miles. Miles kemudian pergi ke meja administrasi dan membayarkan sejumlah uang kepada rumah sakit. Setelah itu dia pergi, tanpa bertanya bagaimana kondisi Cella ataupun bayinya.

Gege dengan di gandeng oleh Trisha kembali ke depan ruangan operasi, untuk menunggu Cella. Gege menatap Trisha, dan berbicara serius dengannya, "Kamu lihat, Sha, betapa kerasnya hati Miles. Jika suatu saat dia membencimu, kamu akan merasakan apa yang Cella rasakan. Aku tidak mau itu terjadi kepadamu, maka itu kembalilah padaku, Trisha." ucap Gege.

"Miles tidak akan membenciku, dia seperti itu hanya karena menutupi rasa bersalahnya kepada Cella. Aku yakin itu. Dia tidak seburuk dugaanmu, Ge." jawab Trisha.

"Kamu sangat mencintainya yah sampai kamu mengenal dengan baik sifat Miles." sahut Gege lagi.

"Aku mencintainya lebih dari aku mencintai diriku sendiri. Aku tidak tau kapan aku bisa siap melepaskannya, karena Miles juga sama denganku. Cinta kami semakin besar setiap harinya. Aku minta maaf untuk itu." ujar Trisha.

"Aku juga minta maaf padamu, Sha. Aku minta maaf karena aku mencintaimu, dan akan selalu mencintaimu." ucap Gege, "Aku maksa yah? Hehehehe" tanya Gege bercanda.

Trisha tersenyum, "Untuk saat ini, tidak ada salahnya kita menjadi teman dengan status suami istri." usulnya.

Gege menggelengkan kepalanya, "Aku menolaknya. Aku mau kamu jadi istriku kok, malah diajak jadi temen." kata Gege.

"Di bahas lagi deh..." sahut Trisha malas. Gege merangkul Trisha dengan sayang, dan berbisik, "Aku sayang kamu, Sha." bisiknya.

Trisha hanya membalasnya dengan senyuman. Gege berharap Trisha kembali kepadanya, walau Trisha tidak pernah menjadi miliknya, tapi paling tidak Gege pernah merasakan sedikit dicintai oleh Trisha.

Tak lama, dokter keluar dari ruang operasi, dan memberitahukan kondisi Cella dan bayinya. Gege sudah mempunyai firasat tidak enak, saat dokter keluar dengan wajah tertunduk, lemas, dan menggelengkan kepalanya, "Bayinya tidak dapat kami selamatkan, terlalu lemah dan bahkan tidak berkembang dari bulan pertama. Sedangkan keadaan ibunya baik-baik saja, hanya..." dokter ragu-ragu saat ingin meneruskan laporannya.

"Hanya apa dokter?" tanya Gege.

"Bapak ini suaminya?" tanya si dokter.

Gege menggelangkan kepalanya, "Saya sahabatnya dok, dan itu istri saya. Suaminya tidak bisa datang kesini, tapi nanti kami akan sampaikan pesan dokter kepadanya." jawab Gege.

Dokter itu menimbang-nimbang, "Baiklah, kami menemukan benjolan dengan ukuran cukup besar di pintu rahimnya, dan akan berbahaya jika tidak segera diangkat. Namun, yang menjadi masalah adalah benjolan itu menghimpit rahimnya, sehingga kami tidak hanya akan mengangkat benjolan tersebut, tapi kami juga akan mengangkat rahimnya." ucap dokter itu.

Trisha dan Gege terkejut mendengar berita itu. Dan sebenarnya ini bukan kapasitas mereka untuk menerima berita sepenting ini.

Gege berusaha menghubungi Miles kembali, namun tidak ada jawaban. Akhirnya, Trisha berinisiatif mencarinya. Gege sangat berat melepaskan Trisha saat itu, tapi mereka tidak punya pilihan lain, selain membujuk Miles untuk paling tidak menunggui Cella di saat terpuruknya.

...----------------...

Trisha menemukan Miles di sebuah bar. Bar tempat biasa Miles menghabiskan waktunya seorang diri. The NoMad Bar.

"AHOI....TRISHA sayang," teriak Miles kegirangan saat melihat Trisha masuk ke dalam bar itu. Miles menghampirinya dan menciumnya. Trisha membalas ciuman panas dari Miles.

"Apa yang membawamu kesini menyusulku, Trisha sayang?" tanya Miles. Alkohol sudah mengambil alih kesadarannya, omongannya mulai tidak jelas.

"Apa kamu butuh jus tomat lagi?" tanya Trisha, melepaskan pelukannya dari Miles.

Miles menggelang dan menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri, "No, i need you, baby. I always need you." katanya, dan sudah bersiap mencium Trisha lagi.

Trisha menahan ciuman Miles dengan telapak tangannya, "Ayolah, Miles kamu butuh sadar sebentar." sahut Trisha.

Miles menggelang lagi, dan kini memasukan ciumannya ke tengkuk leher Trisha. Trisha membalikan tubuhnya, dan menangkap kedua pipi Miles, "Kita bisa selesaikan itu nanti, Miles. Sekarang aku butuh kamu serius dulu...ayolah, sebentar saja." ucap Trisha.

Miles berusaha keras menegakkan tubuhnya, "Oke, satu ciuman dulu.." pintanya, kemudian Miles kembali mencium bibir Trisha. Trisha membalasnya, dan saat tangan Miles menjelajah ke tubuh Trisha, dengan sigap Trisha menangkapnya, "Ini bisa nanti." jawab Trisha tersenyum.

Miles cemberut, "Why, honey, why?" tanyanya.

Trisha menepuk kursi di sebelahnya, dan meminta Miles untuk duduk disana, "Duduklah disini." katanya.

Miles hanya menatapnya tidak bergerak, dan dengan tidak sabar, Trisha menariknya, "Kita bicara dulu yah." sahut Trisha.

"Dengar, Miles. Cella kehilangan bayinya, artinya dia tidak hamil lagi, dan ada benjolan di rahimnya sehingga dokter dengan sangat terpaksa harus mengangkat benjolan itu yang berimbas dengan diangkatnya rahim Cella juga." sahut Trisha.

Miles menggelengkan kepalanya lagi, "Aku...tidak...peduli! Malah bagus dong, kita bisa menikah jadinya. Lagipula Gege dan Cella sepertinya saling berhubungan." jawab Miles, "Aku hanya peduli denganmu, Trisha. Dia!! Telah menamparmu seperti itu, jadi aku menamparnya juga supaya dia tau, di tampar itu sakit!" kata Miles lagi.

Trisha menghela nafas panjang, "Apa kamu akan begitu juga kepadaku kalau andaikan suatu saat kamu membenciku?" tanya Trisha.

"Kenapa aku harus membencimu, baby? Cintaku kepadamu semakin besar...kamu tau itu, Sha? Bahkan karena terlalu besar, aku sampai takut, apa ini nyata atau tidak, dan setelah aku menyadarkan diriku sendiri, perasaanku padamu sangat nyata." jawab Miles.

"Terimakasih Miles. Dan maukah kamu mengunjungi Cella malam ini" tanya Trisha lagi.

Miles berdiri di depannya, dan menatapnya dalam, kemudian berpikir, "Bermainlah denganku malam ini, setelah itu aku akan mengunjungi Cella bersamamu. Deal with that?" tanya Miles, tatapannya berubah menjadi tatapan menggoda. Tangan Miles meraih Trisha dan mendudukan Trisha di pangkuannya.

Trisha mencium lembut bibir Miles, "Baiklah...aku juga menantikan saat ini." sahut Trisha. Miles membalas ciuman lembut Trisha. Ciuman yang sebentar lagi berubah menjadi ciuman yang menuntut untuk berbuat lebih dari sekedar berciuman.

...----------------...

1
Jade Meamoure
yah mau d bilang apa author punya kuasa hanya kurang puas karena MC wanita parah banget kalo ada d dunia nyata pasti tuh wanita dah d cincang d jadiin bakso 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
kasihan Cella 😫😫😫
Dehan
sudah banyak gift mendarat buat author biar makin up novelnya
Dehan
penjahit cantik mampir thor
Dehan
aku geregetan banget sama kelakuan miles dan trisha ini.. ih sumpah 😏
Dehan
kenapa? hayooo
udah jatuh cinta ya sama gege
Dehan
Heran aku dengan org2 yg suka selingkuh kayak trisha ini.. pdhal udh punya pasangan baik kayak gege
Dehan
karena miles sanggup berbuat sangat gila, tunjukkan ge seberapa kegilaan kamu
Dehan
pinter banget author buat pembaca esmosyi 😂😂
Dehan
kasihan gege di khianati
penjahit cantik mampir
Dehan
aduhhhh hareudang,, hareudangg 😂
Dehan
hadehhh trisha trisha.. segera tentukan pilihan deh jangan bermain dengan 2 hati..
Dehan
wkwkwwk seneng bgt tuh pastinya
Dehan
makin seru
Dani irwandi
mampir juga ya kak klo ada waktu
Dani irwandi
semangat gege
Dani irwandi
semangat terus kak, ini aku gift bunga buat kk
Dani irwandi
aduh, aku masih kecil tapi paham hehe
Dani irwandi
klo ada waktu bisa mampir juga kak
Dani irwandi
mampir nih kak, aku favoritin ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!