NovelToon NovelToon
Mantan Terindah

Mantan Terindah

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cintamanis / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: rini sya

Demi menikahi cinta lamanya, Zein menceraikan istri sahnya.

Mungkinkah Zein akan menyesali keputusannya itu?

Sekuel dari Penjara Cinta Untuk Stella.

Semoga suka😍😍 Stay Tune😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Pelangi di Antara Mendung

"Tapi Zi nggak mau sama mas lagi, Pa. Tolong jangan paksa Zi!" pinta Zi sungguh-sungguh. Zi terlanjur patah hati. Zi terlanjur kecewa. Zein menyepelekan cintanya. Bagaimana mungkin dia bisa menerima kembali pria seperti itu.

Laila dan Laskar saling menatap. Sebenernya ia menyayangkan keputusan itu. Tapi mau bagaimana lagi, bukankah ini adalah hak Zi untuk menolak.

"Mama sama papa nggak akan memaksamu kalo kamu nggak ingin, Sayang. Tapi Mama mohon, pikirkanlah sekali lagi. Percayalah, pria jika pernah merasa kehilangan, dia pasti akan sangat menderita. Dan pada akhirnya ia akan mencoba menjaga apa yang ia miliki kembali," ucap Laila yakin. Sebab ia mengalaminya sendiri.

"Entahlah, Ma," ucap Zizi. Terdengar sedih. Namun sekali lagi Laila dan Laskar njuga tidak mau memaksa Zizi. Mereka sangat tahu betapa menderitanya Ze, mengetahui bahwa suaminya memiliki hati pada wanita lain. Sungguh, Laila dan Laskar tidak ingin membenani anak mantunya itu. Mereka ksihan.

"Sudah, Ma. Jangan paksa sekarang. Biarkan dia tenang terlebih dahulu. Sembari kita tunggu kabar dari Fira dan Lutfi." Laskar mengelus pundak sang istri, agar Laila tidak terlalu memaksakan pemikirannya.

"Kata Fira gimana, Ma? Apakah Zein tidak mau melepaskan wanita itu?" tanya Laskar pada sang istri ketika mereka sudah keluar dari ruangan Zi dirawat.

"Papa kan tahu, Zein dan iparnya anak itu kan sahabatan. Zein nggak mau ngecewain mereka, Pa," jawab wanita paruh baya ini.

"Oh, jadi dia nggak nyaman sama mereka, terus lebih memilih nyakitin kita, Begitu? Oke... berarti dia siap kehilangan Zi dan anak-anaknya," ancam Laskar, kembali geram.

"Kalo Papa nggak keberatan, ini saran mama dan Fira, gimana kalo kita pertemukan mereka bertiga. Coba kita lihat reaksi Zein. Apakah dia masih kekeh mau menikahi pacarnya itu?" ucap Laila serius.

Laskar menatap sang istri. Diam sejenak. Berusaha memikirkan ide itu.

"Tapi gimana caranya, Ma. Zein baru saja sembuh. Zi juga masih sakit," jawab Laskar ragu.

"Papa nggak perlu khawatir soal itu, asalkan Papa setuju dengan ide kami, semua pasti beres," jawab Laila yakin.

"Boleh, asalkan pertemuan itu tidak menyakiti Zi," jawab Laskar.

"Mungkin menyakiti, Pa, tapi sedikit. Kami, mama dan Fira akan tetap berada di sekitar Zi, agar mantu kita itu tetap kuat menghadapi masalah ini."Laila tersenyum senang. Sebab, roman-romannya, Laskar menyetujui idenya.

" Bolehlah, asalkan kalian janji, jaga mantu papa sekaligus calon bayi-bayi itu. Kalo sampai terjadi apa-apa dengan mereka, maka lebih baik Papa mati saja, Ma," ucap Laakar sungguhan. Sebab sudah cukup baginya kehilangan cucu pertamanya dari Zein. Kali ini, dia tak ingin kehilangan lagi penerus keluarganya.

"Tenang, Pa. Mama dan Fira akan jaga baik-baik keturunan keluarga kita. Oiya, Pa. Ada kabar baik lagi buat, Papa," ucap Laila sembari tersenyum senang.

"Kabar baik, kabar baik apa, Ma?" Laskar menatap tak percaya pada sang istri.

"Selain dari Zein dan Zi, kita juga bakalan dapat anggota baru lagi, dari Fira dan Lutfi," ucap Laila, ikut tersenyum senang.

Namun, tidak dengan Laskar. Ia malah terlihat bingung dengan kabar tersebut.

"Maksud Mama apa?"

"Kita dapat rezeki lagi, Pa. Fira hamil!" seru Laila, sudah tak mampu lagi menyembunyikan kabar yang ia terima tadi pagi.

"Hah? Mama serius!"

"Iya, Pa. Ni, kalo Papa nggak percaya." Laila mencari foto testpack yang di kirim Safira kepadanya tadi malam.

"Beneran ini, Ma?"

"Ya iyalah, Pa. Mana mungkin Mama boong!" Laila tersenyum senang.

Laskar tersenyum senang. Dari sudut matanya, terlihat butiran bening keluar dari sudut mata pria yang mulai terlihat tua itu.

Namun, butiran bening itu bukanlah wakil kesedihan. Melainkan ungkapan kebahagiaan. Kebahagian yang teramat sangat.

Sungguh, di tengah perjuangannya melindungi dua calon bayi sekaligus wanita yang telah dibuat menderita oleh sang putra, kini Tuhan mengirimkannya kebahagiaan lain. Bukankah ini luar biasa.

"Ya Tuhan, terima kasih. Terima kasih banyak, Tuhan. Ma... Papa senang, Ma. Papa bahagia. Sungguh!" ucap Laskar sembari memeluk erat sang istri.

Laila membalas pelukan itu sambil mengelus punggung sang suami. Menenangkan pria itu.

"Lutfi saja belum di kasih tau, Pa. Mama yang pertama, setelah itu Papa. Fira memang anak Mama," ucap Laila bangga.

"Apa?" kejut Laskar.

"Iya, Pa. Mama nomer satu, pokoknya dia putri Mama. Maaf ya, kali ini Papa harus ngalah. Tidak boleh keras kepala, tidak boleh melawan, tidak boleh ngaku-ngaku. Nanti kalo lahir pun juga harus mama yang pertama kali gendong. Oiya, satu lagi, Fira kasih izin ke Mama buat kasih nama ke babynya. So, anda jangan cemburu. Oke," ucap Laila seraya melangkah meninggalkan sang suami dengan yang sulit untuk diartikan.

Pak Laskar yang arogan itu kalah telak. Ia hanya bisa menatap sang istri dengan tatapan ingin membalas. Namun tidak berani. Peringatan Ibu Laila yang cantik jelita itu, ternyata bisa membuat seorang Laskar nan angkuh kalah seketika.

Pak Laskar diam, namun tersenyum bahagia. Pelangi di antara mendung yang menyelimuti keluarganya ternyata begitu indah. Sangat indah dan Laskar tidak mengingkari itu. Bahkan dia sudah membayangkan. Rumahnya akan ramai dengan kehadiran pelangi-pelangi cilik dalam hidupnya itu.

Bersambung...

Mon maaf ya geng, Emak baru bisa update... Cus kan tiga Bab untuk kalian. Happy Reading🥰🥰🥰😘

1
Les Tari
bagus
Leo girl
cannot brain cerita ini,kecewa tapi bagi restu,sepatutnya beritahu perkara sebenar,terserah mahu terima atau tidak,ingatkan cerita Stella je bodoh,cerita juga,aku unsubscribe,bai
Leo girl
bodoh ya cerita ini,sudah tahu abangnya sama zi(belum tahu cerai)tapi berlagak biasa saja,zein plk menyesal Dan mengakui cinta sama zi tapi biarkn vita sentuh sesuka hati,makanya disini bukan Salah vita kerana tidak tahu apa²
Dini Mulyati
bima sama Nadia aja .
cleo_aay
Aduuuuuhhhh sekarang vita yg pengen di tampoll
cleo_aay
Si zein beneran minta di tampolll
cleo_aay
sini zein sleding dikit palanya,,
Zulfa LInda
Luar biasa
R yuyun Saribanon
ni anak emang idiot
R yuyun Saribanon
laila lu juga pake otak..jangan semua keinginan anaknya di iyahin aja..nanti jadi laki2 egois, tolol dan ga bertanggung jawab
Haerul Anwar
KONY(T)OL GOBLOK
Noorjamilah Sulaiman
biarkn aja C zein tu,jgn biarkn mereka ketemu zi
Asiana Tyas
terlambat....😔😔
Asiana Tyas
Luar biasa
sintesa destania
kayaknya nadia salah satu utusan mertua
Ismalinda
Luar biasa
Nartadi Yana
hore kejutan , bima datang
Nartadi Yana
kapok Lo Mariska hamil ditinggal nggak ada yang tanggung jawab kasihan deh kamu
Nartadi Yana
Oalah begono critane Thor
Nartadi Yana
wah jangan ³ Nadia ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!