Budayakan membaca❤️
'Gue akan pergi jika lo nyuruh gue pergi' _Alden Gavin
Raymond
'Sejauh apapun lo pergi,selama apapun lo hilang gue akan tetap menunggu' _Adelia Safarana
#
'Lo gak pernah sadar segila apa gue ngelihat lo sakit' _Devan Septian
'Gue tau perasaan lo itu nyata' _Giana Zafra
'Gue gak ngizinin lo pergi lagi' _Giofandi Zafrano
'Cinta tau kemana dia harus pulang'. _Sisilia Zeha
Penasaran ceritanya kan?? ikutin yokk:)
Novel baru aku:) mohon dukungannya^*^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayunda Tri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HSLS 22
" Setelah apa yang gw liat baru lo ngomong gini? maaf Rel gw kecewa " ucap Dea sambil masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan sekolah , sementara Farel menatap nanar kepergian Dea . Setelah itu Farel juga meminta izin untuk pulang menenangkan pikirannya yang sedang kacau .
Sesampainya di rumah,Dea langsung bersih-bersih dan istirahat .
Di rumah Farel ....
Farel gelagapan,karena Dea yang sama sekali tidak menjawab panggilan atau pesan darinya.Farel berniat ingin pergi ke rumah Dea dan harus dapat maaf dari Dea apapun itu caranya .
Sudah cukup sayang. Batin Farel,setelah itu Farel bersiap pergi ke rumah Dea menggunakan motornya meskipun hari ini cuaca terlihat mendung .
Di rumah Dea ....
Dena dan Sasya sudah pulang sekolah,mereka berdua langsung bersih-bersih dan istirhat . Setelah itu mereka menuju kamar Dea .
Krekkkk ...
"Hey kak,masih marah?" tanya Dena yang melihat kakaknya sedang membaca buku .
"Cuma kecewa" ucap Dea singkat .
"Lagian Kak Farel terlalu respon Zanna sih,kan jadinya gini" ucap Sasya.
"Emang hama banget tuh orang."sambung Dena.
"Kenapa jadi kalian yang kesel?"tanya Dea.
"Habisnya aku gak terima kalo kak Dea di sakitin."ucap Sasya
"Iya kak Dea teralalu sayang untuk disakitin." sambung Dena.
"Lebay ih." ucap Dea dengan sifat asli yang ada pada dirinya saat bersama keluarga.Itulah yang Dena dan Sasya mau. Tak lama kemudian,ada suara motor di depan rumah Dea,Dea hanya mengintipnya di dekat jendela.Dea terkejut atas kehadiran Farel.
Padahal di luar gerimis,bandel emang. Batin Dea.Memang saat ini cuaca di luar sedang gerimis,meskipun Dea kecewa tapi Dea masih punya rasa kasihan kepada Farel.
Lama menatap,Dea tersadar kalau Farel hanya berdiri di depan pagar rumahnya dengan keadaan yang basah kuyup,karena sekarang bukan hanya gerimis lagi,melainkan hujan yang sangat deras.Setelah itu Dea melihat Farel masuk ke dalam rumahnya tepatnya Farel ada di depan pintu utama rumah Dea.
"Kakak keluar sebentar."pamit Dea.
"Mau kemana kak?di luar lagi hujan deras banget."ucap Dena,tapi Dea tidak mendengar ucapan Dena,Dea terus saja menuju ruang tamu . Setelah sampai di ruang tamu,Dea segera membuka pintu,tapi tiba-tiba....
**Brukkk
Greppp**
Farel pingsan tepat saat Dea membuka pintu,Dea segera menangkup tubuh Farel yang sangat dingin itu.
Denaaaaa
Sasyaaaa
Bibiiii
Teriak Dea cemas .Sementara di kamar Dea,Dena dan Sasya kaget mendengar teriakan Dea,mereka berdua langsung lari menuju ruang tamu.
"Kak Farelllll."teriak mereka bersamaan.
"Cepet bantu kakak bawa Farel ke kamar tamu."perintah Dea,mereka bertiga akhirnya memapah Farel ke kamar tamu.
"Bi tolong bawain air hangat sama bubur ya,sepertinya Farel demam."perintah Dea,Bi Siti mengangguk kemudian pergi ke dapur.
"Den tolong bawain baju kak Dava kesini ya." pinta Dea.Dena mengangguk dan segera pergi ke kamar Dava.
"Sya tolong hubungi Rendy,suruh dia ke sini jangan lupa ajak Fano,biar mereka bertiga menginap di sini."ucap Dea.
"Oke siap kak." jawab Sasya.
Setelah itu Dea menghubungi orang tua Farel,untuk meminta izin Farel menginap di rumahnya dengan alasan Dea sendirian di rumah.Orang tua Farel dengan senang hati mengizinkan permintaan Dea.
Beberapa saat kemudian Dena dan Sasya kembali ke kamar tamu dengan Fano dan Rendy.
"Fan,Ren, gw minta tolong gantiin baju Farel,kasian dia dari tadi menggigil karena bajunya yang basah."perintah Dea.Fano dan Rendy mengangguk. Setelah itu Dea mengajak Dena dan Sasya keluar dari kamar tamu.
"Bi tolong siapin makan malam ya,karena malam ini teman-teman Dea menginap." ucap Dea
"Baik non."jawab bi Siti lembut.
"Oiya kak,dari tadi hp kak Farel bunyi terus,gak tau siapa yang nelfon"ucap Sasya.
Dea kemudian mengambil hp Farel yang sedikit basah itu,ternyata yang menghubungi Farel dari tadi adalah Zanna,dengan geram Dea mengangkat telfon dari Zanna.
Hallo Rel,kamu dimana? kenapa baru angkat telfon aku. Tanya Zanna.
Berhenti ganggu apa yang udah punya gw atau lo bakalan nyesel seumur hidup lo Zanna Kirania. Ucap Dea dengan nada yang sangat dingin.
Di seberang sana Zanna langsung menutup sambungan telfonnya,Zanna merasa kaget kenapa yang mengangkat telfonnya Dea.
"Apa mereka berdua udah baikan?Awas aja Adelia,gw akan ambil Afa gw kembali." ucap Zanna dengan senyum simriknya .
Back to Dea....
Setelah mengganti pakaian Farel,Fano dan Rendy menghampiri Dea di ruang tamu.Melihat kedatangan mereka berdua,Dea menyuruh mereka semua untuk makan malam.
"Kalian makan dulu Dena,Sasya temenin Fano dan Rendy makan" perintah Dea.
"Tapi kak Dea gak makan." tanya Dena.
"Nanti aja,Kakak mau suapin Farel dulu." jawab Dea sambil melangkah pergi menuju kamar tamu.
"Itu yang aku suka sama kak Dea,meskipun dia sangat kecewa terhadap seseorang tapi dia selalu saja peduli apalagi dengan orang yang berarti di hidupnya." ucap Dena.
"Iya apalagi kak Dea sampai rela minjemin baju kak Dava buat kak Farel,padahal sebelumnya kak Dea selalu melarang siapapun memakai baju kak Dava kecuali sahabat kecilnya." sambung Sasya.
"Asal kalian tau,kak Farel adalah laki-laki pertama yang bisa meluluhkan hati kak Dea." ucap Dena.Mendengar ucapan Dena ,Fano dan Rendy tertegun bagaimana bisa perempuan secantik dan sekaya Dea tidak pernah berpacaran.
"Tapi kalian berdua tenang aja,jangan kalian pikir kita udah punya mantan dimana-mana,kalian berdua adalah yang pertama dan terakhir buat kami." sambung Sasya.
Mendengar itu Fano dan Rendy memeluk kekasihnya masing-masing ,mereka merasa beruntung memiliki kekasih yang sangat pengertian. Setelah itu mereka makan malam diiringi candaan.
Di kamar tamu....
Dea dengan telaten mengompres dahi Farel.Sesaat kemudian Farel sadar dan mengerjapkan matanya.Setelah penglihatannya jelas Farel melihat Dea yang sedang mengganti kain kompresan dahinya.
Jadi ini bukan mimpi?.Batin Farel. Tanpa berkata lagi Farel langsung memeluk Dea meskipun rasa pusing di kepalanya bertambah.
.
.
.
Jangan pernah bosen yah bacanya:(
ap