Perjodohan antara CEO kaya dan tampan dengan wanita bertubuh tambun. Semua itu adalah keinginan dari kakek kedua pasangan tersebut sewaktu mereka masih sama-sama muda.
Karya ini hanyalah fiksi semata. Jadi jika terdapat hal yang tidak sesuai dengan kenyataan atau dengan keinginan para readers. Mohon dimaafkan. Karena semua cerita ini hanyalah khayalan author semata.
Terima kasih, terus dukung author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 21
Setelah Shaka pulang. Suasana di ruang tamu masih begitu dingin. Alfarezi hanya diam dengan wajah yang ditekuk. Mungkin masih marah karena istrinya dekat dengan lelaki lain, bahkan itu musuhnya sendiri.
"Kek, Kimora mau minta izin, tinggal diasrama kampus, boleh?" tiba-tiba Kimora ingin tinggal di asrama kampus. Alfarezi pun membulatkan matanya.
"Asrama kampus?" Deddy kaget dengan permintaan Kimora. Lalu menyadari jika mungkin Alfarezi telah melakukan kesalahan yang membuat Kimora tidak mau lagi tinggal dirumah ini. Juga, Deddy menyadari dari tadi Kimora selalu mengacuhkan Alfarezi.
"Apa yang telah Alfa lakukan, yang membuat kamu tidak ingin tinggal disini lagi?" tanya Deddy.
"Kakek yang mewakili dia untuk minta maaf.." imbuh Deddy.
"Enggak...enggak kok kek, jangan gini tolong!" pinta Kimora merasa tidak enak hati kepada kakek mertuanya.
"Kek, seandainya Kimora sama kak Alfa cerai, gimana?" ucapan Kimora ini kembali membuat Alfarezi dan kakeknya terkejut.
"Jujur, Kimora nggak mau dipoligami, Kimora nggak bisa berbagi lelaki yang sama dengan wanita lain." imbuh Kimora.
Deddy menjadi tahu alasan Kimora ingin bercerai dengan Alfarezi. Bahkan tidak mau lagi tinggal di rumah itu. Deddy kembali merasa bersalah atas apa yang telah Alfarezi lakukan. Deddy tahu, Alfarezi sangat menghargai hubungan yang sah. Tapi kenapa dia tidak menyerah untuk berpoligami.
Sementara untuk Alfarezi. Entah kenapa hatinya merasa tidak rela mendengar Kimora ingin menceraikannya. Ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dalam hatinya.
"Kakek tidak bermaksud membuat kamu menderita nak, dengan menikahkan kamu dan Alfa." ucap Deddy sedih.
"Kakek minta maaf, karena telah membuat kamu terluka dengan keputusan kakek dan kakek kamu. Tapi, kakek minta maaf, tidak bisa menuruti apa keinginan kamu." tutur Deddy sembari menundukan kepalanya.
"Kek, nanti biar aku yang ngomong sama kakek aku, kalau aku sama kak Alfa tidak bisa lagi bersama."
"Cukup!!! Jangan pernah punya pikiran untuk bercerai dengan aku!" Alfarezi sudah tidak bisa mengendalikan amarahnya. Tak tahu kenapa, dia tidak rela jika harus bercerai dengan Kimora.
"Tolong jangan egois!" ucap Kimora dingin, tapi terdengar jelas jika dia sedang marah.
"Jadi setelah kamu punya Shaka, kamu mau ceraiin aku? Mau ninggalin aku? Jangan mimpi! Aku nggak akan biarin kamu bersama Shaka!" jawab Alfarezi juga sama, menahan amarah.
Tidak tahu apa yang membuat Alfarezi tidak mau melepaskan Kimora. Apa mungkin karena dia merasa tidak mau kalah lagi dari Shaka seperti dulu. Jadi apa yang sudah menjadi miliknya tidak mungkin dia lepaskan. Dengan begitu dia bisa merasa telah menang.
"Apa yang terjadi sama kita, tidak ada hubungannya dengan kak Shaka."
"Mesra banget nyebut nama Shaka." Alfarezi menyindir.
[Dimana mesranya? Nih orang bener-bener buat gila]
"Terserah, aku capek mau istirahat.." Kimora tidak mau lahi melanjutkan debatnya dengan Alfarezi. Masalah perceraian bisa dia bahas lagi besok dengan kakek mertuanya.
Kimora bangkit dari tempat duduknya. "Aku istirahat dulu kek!" pamitnya kepada Deddy. Setelah itu, dia berjalan menaiki tangga menuju kamar Alfarezi. Kamar yang selama ini dia pakai sebagai istri pemilik kamar itu.
Alfarezi hendak menyusul Kimora. Tapi langkahnya ditahan oleh kakeknya yang memintanya untuk kembali duduk. Alfarezi pun seketika langsung duduk kembali.
Tahu jika akan dimarahi. Alfarezi menunjukan wajah yang memelas di depan kakeknya. Yang pastinya dia tidak mau berdebat dengan kakeknya karena masalah yang sama.
"Tinggalin Ines!!" ucap Deddy.
"Kalau kamu masih kekeh nggak mau, terpaksa kakek akan penuhi keinginan Kimora untuk menceraikan kamu. Dia anak baik, tidak seharusnya dia tersakiti seperti sekarang." ucap Deddy lemah.
Alfarezi menatap kakeknya yang terlihat sangat sedih. Baru kali ini, dia melihat kakeknya seperti ini. Dan itu karena Kimora.
[Mungkin kakek benar-benar sangat menyayangi Kimora]
"Kakek mau ke kamar." ucap Deddy masih dengan sangat sedih. Berjalan ke kamar pun dengan langkah yang berat.
*Di kamar*
Suara gemercik air terdengar dari dalam kamar mandi. Gambaran siluet orang yang sedang mandi, terlihat dari luar. Alfarezi membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci. Dia bersandar di kusen pintu dengan melipat kedua tangannya di dad.
Jantung berdesir ketika melihat Kimora tidak memakai busana. Air menyembur dari shower, mengalir membasahi tubuhnya. Perasaan aneh itu kembali muncul dalam hati Alfarezi.
Saat itu Kimora tidak menyadari, ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Meskipun tudak memiliki lekuk tubuh yang indah. Tapi kulitnya yang mulus, mampu membuat Alfarezi menjadi bergairah.
Tanpa pikir panjang. Alfarezi membuka pakaiannya dan mendekati Kimora. Seketika, kagetlah Kimora karena Alafrezi sudah berada di belakangnya. Mencium tengkuknya dengan lembut.
"Ngapain kamu kesini?" Kimora mendorong Alfarezi dengan menggoyangkan tubuhnya. Tapi kekuatan Alfarezi jauh lebih kuat dibanding dirinya.
Alfarezi mendorong Kimora ke tembok. Dan menciumi tengkuk serta telinga Kimora. Air yang mengalir menjadi saksi bisu betapa kedua anak manusia itu dilanda hasrat yang menggebu.
Setengah jam kemudian, keduanya keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk masing-masing. Kimora masih terlihat sangat kesal karena Alfarezi telah memaksanya dan juga akibat dari perdebatan sebelumnya.
Alfarezi mengambil handuk kecil dan membantu Kimora mengeringkan rambutnya. Sementara Kimora tidak berniat menolaknya.
"Kenapa kamu mau cerai dari aku?" tanya Alfarezi dengan mengelap rambut basah Kimora.
"Pikirkan itu! Kamu tahu dengan jelas alasannya." jawab Kimora masih dengan sewot.
"Setelah kita cerai, apa kamu mau sama Shaka?" tanya Alfarezi lagi sambil memainkan rambut panjang Kimora.
"Belum kepikiran, tapi kak Shaka memang baik, gmselain ganteng dia juga sangat menghargai orang lain, dia tidak pernah melihat orang dari penampilan." Kimora terus nyerocos menceritakan tentang Shaka. Tanpa peduli seseorang di sampingnya sudah memasang wajah yang mengerikan.
Alfarezi lalu mendorong Kimora, dan menind*h tubuhnya. "Di depan suami kamu, kamu berani menceritakan lelaki lain?" tanpa peringatan Alfarezi mencium bibir Kimora.
Selama setengah jam, sepasang suami istri itu sudah berkeringat satu sama lain. Tapi masih belum mau melepaskan satu sama lain.
"Kamu istri aku, jangan pernah memikirkan lelaki lain!" bisik Alfarezi yang semakin mempercepat gerakannya.
Kimora tidak menjawab hanya terus mendesah, melawan kekuatan Alfarezi. Sampai akhirnya, Alfarezi mencapai klimaksnya. Dia merasa lemas, dan tetap berbaring diatas Kimora.
Kimora memejamkan matanya. Apa yang telah dia lakukan. Sejam yang lalu dia masih bersikeras ingin menceraikan lelaki itu. Tapi sekarang dia malah masih mau melayani lelaki itu.
Setelah itu mereka kembaki mandi dan melakukan sekali lagi di dalam kamar mandi. Lalu bersiap untuk tidur karena sama-sama lelah.
"Ra!" panggil Alfarezi saat Kimora memunggunginya.
"Hmm." Kimora tidak berbalik, dia sudah sangat ngantuk dan lelah.
"Besok ada pesta dansa yang diadakan salah satu klien aku. Aku nggak bisa ajak kamu kesana, karena aku takut musuh aku akan menargetkan kamu." ucap Alfarezi menjelaskan semuanya.
"Aku tahu, kamu pasti malu ajak kesana, kamu pasti akan ajak Ines kan." ucap Kimora tanpa berbalik.
Alfarezi diam. Apa yang dikatakan Kimora benar. Dia akan pergi bersama Ines besok malam. Bukan apa-apa, tapi karena setiap tahunnya dia juga selalu pergi dengan Ines.
"Bukan malu, tapi aku lakuin semua demi lindungi kamu, kata Boy, jika aku perkenalkan kamu sebagai istri aku, mereka akan menargetkan kamu." Alfarezi menarik bahu Kimora, meminta Kimora supaya berbalik menghadapnya.
"Terus kamu nggak khawatir gitu kalau mereka akan menargetkan Ines?" tanya balik Kimora.
"Boy bilang, mereka hanya menargetkan orang yang direstui oleh kakek. Kamu tahu sendiri, kakek tidak pernah restui hubungan aku sama Ines."
"Terserah kamu.." jawab Kimora sedikit kesal.
"Jangan marah! Untuk sementara waktu, aku tidak bisa publikasikan hubungan kita sebagai suami istri." Alfarezi menarik-narik bahu Kimora. Tapi Kimora tidak mau disentuh Alfarezi.
"Tidak perlu dipublikasi, bentar lagi kita juga akan cerai."
"Kimora Haruka!!" seru Alfarezi dengan kesal.
"Kalau kamu masih nhomong cerai-cerai lagi, aku akan lakuin itu semalaman supaya kamu tidak bisa jalan besok!" ancam Alfarezi.
Kimora pun mulai memejamkan matanya. Dia sama sekali tidak berani membantah perkataan Alfarezi. Dia tahu Alfarezi sangatlah gila dan tidak tahu malu.
Tak lama kemudian suasana di kamar menjadi sunyi. Alfarezi mengelus rambut Kimora dan mencium pipi Kimora. Saat itu Kimora masih memunggunginya.
"Met bobok endutku." ucap Alfarezi setelah mengecup pipi Kimora.
Saat itu sebenarnya Kimora belum tidur. Dia bisa merasakan ciuman yang lembut dari suaminya. Kimora tersenyum bahagia. Terkadang Kimora merasakan jika Alfarezi sepertinya menyayangi dirinya. Sering kali juga merasa jika Alfarezi tidak menganggapnya sama sekali.
Itu yang membuat Kimora menjadi bingung dengan sikap Alfarezi. Tidak mau melepaskan dirinya. Juga tidak mau melepaskan masa lalunya.
Seperti jenis keegoisan seorang pria.
big no
JENGKEL DGN TOKOH SUAMI LO SI ALFA, TPI KDG2 LBH JENGKEL DGN KARAKTER TOKOH LOO..