NovelToon NovelToon
Married By Challenge

Married By Challenge

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Nikahkontrak / Perjodohan / Cintamanis / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Warning!!!
21+
(DALAM TAHAP REVISI)

Sarah Fergueson, gadis berusia 16 tahun itu tak terkejut melihat tamu di rumah nya, Devano Lake, seorang pria berusia 25 tahun, sahabat sekaligus rekan kerja kakak nya itu memang sering bertamu kesana, namun apa jadi nya jika kedatangan Devano kali ini malah akan merubah hidup Sarah.

"Aku dan Sarah telah lama menjalin kasih, kami bahkan sudah bercinta, aku ingin menikahi nya sebelum dia hamil dan akan mempemalukan kalian"

Sarah hanya membuka mulut nya lebar dengan mata yg melotot sempurna, ibunya terkena serangan jantung, ayahnya begitu shock dan kakak nya sangat marah.

"Itu tidak mungkin" seru sang Kakak sembari bersiap memukul Devano, namun Devano segera menunjukan chat antara dirinya dan Sarah yg memang sangat romantis selama tiga bulan terakhir.

Devano melirik Sarah yg masih terkejut sambil ia berseringai bak iblis dan menatap Sarah penuh kemenangan. Sementara Sarah hanya bisa menyesali tindakan bodoh nya yg mengikuti tantangan sahabat nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 20

Sarah menggeliat malas ketika ia merasakan pergerakan di sisi ranjang nya, mata hari yg menyelinap di sela sela horden yg terbuka pun mengganggu tidur nya. Dan saat membuka mata, pria yg berstatus suaminya itu menyambut Sarah dengan senyuman hangat sambil memegang nampan yg berisi roti dan susu.

"Ayo bangun dan sarapan" ucap Devano lembut seolah bukan Devano. Sarah memutar ingatannya pada kejadian semalam, dan ia merutuki dirinya sendiri karena malah menangis di pelukan Devano bahkan sampai tertidur.

"Sarah..."

"Aku engga lapar, aku mau mandi dan langsung ke sekolah" jawab Sarah cuek, ia langsung turun dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi.

Devano membiarkan nya, namun ia menunggu Sarah di sana.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Sarah keluar dan ia tampak lebih segar walaupun matanya masih bengkak.

"Sarapan dulu, nanti kamu sakit" tegas Devano namun Sarah mengabaikan nya, ia mulai menyiapkan diri untuk pergi ke sekolah. Namun tiba tiba Devano malah mengangkat tubuh nya membuat Sarah terpekik, Devano membawa Sarah kembali ke ranjang "Aku bilang sarapan dulu" tegas nya sekali lagi sambil menatap tajam pada Sarah. Karena tak ingin berdebat, Sarah pun meminum susu nya, kemudian ia menikmati roti isi daging itu dengan lahap. Sarah sebenarnya memang merasa lapar karena kemarin tak makan seharian, namun nafsu makan Sarah hilang karena ia terus kefikiran keluarga nya.

"Kenapa?" tanya Devano karena tiba tiba Sarah meletakkan kembali roti nya ke piring dan ia kembali sedih.

"Aku harus cari Mama Papa kemana?" tanya Sarah dan ia sudah akan menangis lagi namun ia menahan nya.

"Mereka akan baik baik saja, sebaiknya kamu fokus pada sekolah mu" ucap Devano.

"Tapi aku terus kefikiran sama mereka,dan aku engga bisa fokus belajar" rengek Sarah seperti anak kecil yg mengadu "Kamu mau engga bantuin aku cari mereka?" tanya Sarah kemudian menatap Devono penuh harap.

"Iya, dengan syarat kamu harus habiskan roti dan susu ini" ujar Devano. Sarah pun mengangguk dan menghabiskan sarapannya. Sementara Devano terus mengawasi nya dan itu membuat Sarah merasa aneh dengan perubahan sikap Devano yg tiba tiba menjadi sangat lembut itu. Tapi kemudian Sarah berfikir mungkin Devano merasa kasihan pada nya atas apa yg menimpa keluarga nya.

Padahal Devano tak demikian, ia justru berharap keluarga Sarah benar benar tak menghubungi Sarah lagi dan meninggalkan Sarah.

"Karena mulai sekarang kamu milik ku, Sarah. Bukan milik keluarga mu lagi"

Setelah sarapan Sarah sudah bersiap pergi ke sekolah nya, ujian nya pun sudah akan segera selesai, dan setelah ujian nanti Sarah akan mencari tahu kemana keluarga nya dan apa yg sebenarnya terjadi.

"Aku yg akan mengantar Sarah" ucap Devano pada Aldo yg sedang menunggu Sarah di depan.

"Baik, Tuan" jawab Aldo.

"Aku engga mau" seru Sarah pada Devano "Orang orang di sekolah selalu membicarakan ku, kalau kamu nganterin aku, nanti mereka juga akan membicarakan mu" lanjut nya.

Bukannya menjawab Sarah, Devano malah langsung menggendong tubuh Sarah dan memasukan nya kedalam mobil. Tak peduli Sarah yg terus berontak.

"Memang apa yg mereka bicarakan?" tanya Devano dan ia mulai menjalankan mobil nya.

"Banyak hal, mereka bertanya kenapa aku engga pindah ke sekolah yg lebih murah karena sekarang papa udah engga punya apa apa, dan berbagai hal buruk lain nya" gumam Sarah sambil meneteskan air mata.

"Setelah ujian, aku akan memindahkan mu ke sekolah lain" ucap Devano dengan santai, Sarah tersenyum miring mendengar ucapan Devano itu, berfikir mungkin Devano tak mau keluar uang banyak untuk biaya Sarah "Ke luar negeri, akan ku carikan sekolah terbaik disana" lanjutnya yg membuat Sarah langsung melongo namun kemudian tertawa hambar.

"Engga usah, makasih. Pernikahan kita cuma sekedar tantangan semata, sebenernya kamu juga engga perlu bertindak layaknya suami. Lagi pula bener apa yg selalu dikatakan Karin, sebaiknya aku cari sekolah yg jauh lebih murah. Aku bisa menjual barang barang branded yg Mama belikan, aku juga bisa menjual perhiasan ku, itu pasti cukup. Lagi pula tinggal satu tahun lagi aku sekolah" tutur Sarah panjang lebar sambil menatap keluar jendela.

Devano tak menjawab apapun, ia terus fokus menyetir hingga mereka sampai ke sekolah Sarah. Saat Sarah mau membuka seatbelt nya, Devano mendahului nya, kemudian ia juga mengecup pipi Sarah sekilas membuat Sarah terdiam mematung.

"Jangan dengarkan apapun kata mereka, lagi pula itu bukan salah mu. Fokus saja pada ujian mu" ucap nya seperti seorang yg sedang menasehati Sarah dengan tulus. Sarah hanya mengangkat alis nya, heran. Kemudian ia segera turun tanpa berkata kata lagi.

Devano pun terus memperhatikan Sarah hingga Sarah tak terlihat lagi. Kemudian Devano menghubungi Dominic.

"Ya, Tuan?"

"Ada siswi bernama Karin di sekolah Sarah, seperti nya teman kelas nya, cari tahu siapa dia, dan keluarkan dia dari sekolah sebelum ujian selesai. Biar dia engga bisa di terima di sekolah lain atau harus mengulang kelas dua lagi"

"Baik, Tuan"

.

.

.

Hari Sarah di sekolah seperti biasa, kini ia bukan hanya mendapatkan sindiran, tapi juga di bully secara verbal. Tas yg Sarah pakai memang mahal dan import, bahkan juga sepatu nya, dan mereka mengatakan itu hasil korupsi ayahnya.

Alhasil saat jam istirahat, Sarah melempar tas dan sepatu itu ke selokan membuat mereka semua tercengang. Karena semua tahu, harga tas Sarah senilai bayaran sekolah satu semester.

Karin sang pelopor pun hanya tertawa mengejek.

"Aku punya beberapa tas branded yg udah engga ke pakai dirumah, nanti aku kasih ke kamu ya" ucap Karin yg membuat Sarah semkain emosi.

"Apa jaminan nya papa mu engga koruspi?" tanya Sarah dengan berani, ia benar benar sudah muak dengan tingkah gadis ini "Kalau bukan karena papa, mungkin sekarang kamu dan keluarga mu sudah jadi pengemis di jalanan" ucap nya dengan keras dan itu menarik perhatian teman teman yg lain sementara saat ini mereka sedang ada di kantin.

Naina malah bersorak sambil bertepuk tangan mendengar Sarah yg kini melawan.

"Sarah, apa maksud kata kata mu itu?" tanya Naina yg ingin memancing emosi Karin

"3 atau 4 tahun yg lalu, perusahaan papa dia itu bangkrut karena Tuan Agus Haryawan itu ternyata engga bisa mengelola perusahaan nya, membeli saham saat harga saham mahal, dan menjual nya saat saham murah. Engga punya pertimbangan banget kan? " tutur Sarah panjang lebar sambil ia berjalan mengelelilingi Karin yg hanya terdiam mematung karena memang benar apa yg di katakan Sarah.

"Saat itulah pertama kali nya aku di ajari saham sama Papa, dia menjadikan Tuan Agus Haryawan sebagai materi pembelajaran ku. Bukan hanya itu, Papa berinvertasi yg engga sedikit di perusahaan nya supaya perusahaan nya bangkit kembali dan papa terus bekerja sama dan membantu dia sampai sekarang perusahaan nya beridiri tegak dan dia sukses" lanjut nya dengan sangat tenang.

"Dimana rasa terima kasih mu dan keluarga mu pada keluarga ku?" tanya Sarah dengan nada mengejak dan pandangan yg sangat merendahkan "Kalau kalian mau bukti dari ucapan ku, Silahkan cari tahu sendiri"

Setelah berbicara panjang lebar, Sarah dan Naina segera pergi dari sana. Apa lagi jam istirahat yg sudah selesai. Dan dengan sangat terpaksa, Sarah harus mengikuti ujian kedua nya ini tanpa sepatu, Sarah hanya berharap guru nya tidak mengetahui ia tidak memakai sepatu dan mengeluarkan dia dari kelas.

Saat bel berbunyi, semua murid masuk ke kelas masing masing. Dan guru di kelas Sarah pun datang, dan saat guru nya memberikan lembar ujian pada murid nya, Sarah pun ke tahuan tidak memakai sepatu.

Namun guru nya itu hanya diam, seolah tak memepedulikannya, dan Sarah bisa bernafas lega.

.

.

.

Devano tertawa sinis saat Dominic memberikan laporan tentang Karin, yg ternyata anak pertama Agus Haryawan.

"Jadi dia anak nya anjing peliharaan ku?"

"Ya, adiknya juga sekolah disana. Dan juga, salah satu guru disana sudah aku bayar untuk menjaga Sarah dan memata matai Karin, katanya Karin dan teman teman nya memang membully Sarah sejak ke bangkrutan Jason" tuturDominic.

"Ckckck, Karin. Kamu dan keluarga mu memang bodoh dan tamak" ucap Devano lagi "Sang ayah rela menjadi anjing peliharaan ku demi sejumlah uang, dan anak nya malah bertingkah pada istri ku. Kesalahan yg sangat besar"

▫️▫️▫️

Tbc...

1
Hidriati Idefasa
Luar biasa
Wildan
Lumayan
Wildan
Biasa
Entin
Luar biasa
Entin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Dengan sacara gak langsung Devano membuka celah orang ke 3 masuk dlm rumah tangganya..
Qaisaa Nazarudin
Ya nyesel kan kamu,, Sementara dulu kan kamu yg maksanya utk tetap bersama Vano,Kamu yg nyanjung2 Vano..
Qaisaa Nazarudin
Mungkin saat ini Jason mengatakan dia gak mau punya cucu dari keturunan Devano kan,Makanya Sarah langsung kabur,nyelamatin anaknya dari Jason dan Will..
Qaisaa Nazarudin
Venita tlah di butakan dgn kebaikan Devano,padahal semua itu kebohongan doang,Gimana ya reaksi Venita saat tau kebenarannya dan siapa yg tlah bikin keluarga dan putranta masuk penjara ya,Apa Venita madih bisa menyanjung Devano,Atau malah jantungan dan langsung mampos..kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Terus Caitlin nya di mana sekarang??🤔🤔
Aprilia Hadiwasana: Di London sm ibu kandung nya, di rawat dsna.. fi bab sblm2 ny sudah djlaskan kok sm othor 😊😊
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Sarah belajar dari kesilapan nya saat kelicikan Vano lakukan membuat mereka langsung bisa menikah..Dan bikin surat hitam putih perjanjian itu,Dasar Bocil,Masih kecil malah sok soan mau bikin tantangan,Otak aja baru se ons..ckck
Qaisaa Nazarudin
Mungkin Sarah itu otaknya di atas rata2 ya..Biasanya umur 16tahun itu baru klas 1 SMA..Ini Sarah udah kelas 2 aja...
Eunike Uline: anak saya 17 tahun semester 1
total 1 replies
deandra syahfitri
Luar biasa
Yuliana Purnomo
hadeeehh iRI dengki dipelihara,,rin Karin
Yuliana Purnomo
uuuh,,,emang ya kalau dari sono nya gak bener,,yacch susah diluruskan,,Karin karin
Yuliana Purnomo
masa iya Bu intan pangling sama anak sendiri
Yuliana Purnomo
kog bisa menjadi Thor,,Bu intan??? gmn cerita nya
Yuliana Purnomo
halaaaah akal akalan Airin aja itu,, waspada lah sarah
Yuliana Purnomo
good job Naina
Yuliana Purnomo
ada ikatan batin antara keduanya,,jadi bisa saling merindukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!