NovelToon NovelToon
MY BABY

MY BABY

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:252k
Nilai: 5
Nama Author: karmela

Kisah tentang bagaimana Lia dan Ali membesarkan si kembar. Juga Lia yang harus menghadapi masalah dari Franda yang mulai berulah.




"Kak ali mau apa? mau kita pisah? ya udah. Lia juga gak butuh cowok kayak kak ali, gak bisa milih antara istri sama anaknya? lebih milih wanita lain?" Lia kesal.




"Apaan sih Lia, siapa yang mau minta pisah. Aku bukannya ngebelain Franda."



"Terus apa, Franda itu jahat kak, dia pura-pura, mau celakain Si kembar dan mau misahin kita."


"buat apa Lia, dia itu gak tau apa-apa."



"Buat dapetin kakak. Dia pernah cinta kan sama kakak." kata Lia.



Ali terdiam. Franda didepan Ali sangat polos, tapi dibelakang Ali ingin melakukan apapun untuk memisahkan Lia dan Ali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

"Pa, lio juga mau cari cewek ahh. Ya masak lio yang disini yang gak punya pasangan sendiri. Ngenestnya hidup lio."

 

 

Lio yang baru turun langsung mengadu pada papanya. Semua yang disana malah mentertawakan lio. Ale, Ara dan Lia. Nathan hanya menatapa mereka, baru kali ini dia makan dengan suasana sangat santai, semua terlihat bahagia, tidak seperti di hotel oma. Oma suka senyum dan tertawa, tapi rasanya disini jauh lebih menyenangkan.

 

 

"sialan, diketawain semuanya." Kesal lio mengambil duduk disamping mamanya. Lia disamping papanya tepat, lalu nathan.

 

 

"Cari aja, gak apa-apa. Nanti kenalin sama mama sama papa. Lio emangnya suka cewek yang kayak gimana?" tanya ara mengambilkan makanan untuk lio.

 

 

"Yang cantik, seksi, bahenol katanya ma." Jawab lia mewakili lio.

 

 

"Ohh. udah ketemu?" tanya ara balik.

 

 

"Udah ma, lia tau siapa?" Jawab lia lagi ingat satu orang.

 

 

"Siapa li? ada temen lo yang gitu?" tanya lio ke lia sangat penasaran.

 

 

"Yang pembantu depan rumah, mbak Ningning itu kan cantik, seksi bahenol." kata lia mengingatkan lio, padahal itu tuh membantunya nathan, depan rumah.

 

 

"Ihh.. lo gak takut lia, kan mbak ningning pembantu depan rumah, lah yang tinggal depan rumah samping lo tuhh. Ati-ati deh li, siapin ati lo."

 

 

Iya. Lia baru engeh. Lia langsung melirik nathan, nathan aja bisa begituan, gitu aja sama lia, apalagi sama mbak ningning, serumah berdua doang. Mereka juga gak sengaja dapet info dan curiga kalau nathan didepan rumah itu dari mbak ningning, yang emang udah suka ngobrol sama ara, atau sering nyapa balik Lio. Jadi tau, kemungkinan nathan, dan ternyata memang nathan.

 

 

Lia menatap nathan kesal, tanpa alasan. Bukan, kenapa harus cari pembantu yang masih muda, cantik, bahenol, mungkin usianya sama dengan nathan. Lia kesal dan langsung pergi dari ruang makan.

 

 

"Lia gak nafsu makan. Lia mau tidur aja." Kata lia langsung pergi, siang bolong mau tidur.

 

 

"Yo, kok bawa-bawa gue sih. Kan jadi ngambek anaknya." Nathan akhirnya buka suara. Kalau sama lio sih, nathan udah akrab.

 

 

"Ya sorry kak. Gak sengaja." Lio garuk-garuk kepala karena bingung. Adeknya cemburu banget apa dia cuma ngomong gitu, ngambekan banget. Terlalu lebay aktingnya.

 

 

"Susulin lia, ali. Bawain makan siangnya sekalian ya. Kasihan kalau gak makan nanti." Kata ara menengahi mereka.

 

 

"kasian bayinya ya ma?" tanya nathan lagi.

 

 

Ara, alex dan lio sih sebenarnya juga gak enak bohong, jadi kikuk sendiri. Tapi demi kebaikan ali, jadi mereka hanya mengangguk. Nathan langsung membawa makannya dan menyusul lia ke kamarnya.

 

 

"Papa berangkat ya ma. Kabarin kalau ada apa-apa." Alex pamit pada ara.

 

 

Ara mengantar alex sampai keluar, ara cium tangan alex, alex cium kening ara. Lia senang melihatnya, sejak tadi lia berdiri dibalkon kamarnya, melihat keluar, sebenarnya menatap rumah nathan didepannya dan melihat mbak ningning, pembamtu disana yang memang cantik sama bahenol, yang lagi menyirami beres-beres depan rumah sambil jogetan, pakai baju seksi.

 

 

"Kak nathan! nyebelin." lia kesal dan menghentakan kakinya. Tepat Ketika itu nathan muncul membawa makanan.

 

 

"Aku gak suka sama mbak ningning lia. Ngapain aku suka sama mbak ningning, dia itu cuma buat beres-beres rumah dan masakin aku. Udah itu aja." Jawab nathan tiba-tiba muncul dibelakang lia.

 

 

"kakak kok bisa masuk?" tanya lia bingung.

 

 

"gak di kunci. Sengaja ya mau dibujuk." nathan yang gemas mengusap kepala lia. Lia diam, dia kembali melihat kebawah, melihat mama dan papanya.

 

 

"Liat apaan sih?" tanya nathan ikut melihat ke bawah setelah dia tadi menaruh makannya di meja, di dalam kamar lia.

 

 

"Mama sama papa kamu?" tanya nathan.

 

 

"Mama sama papa kak nathan juga." Kata lia. Lia jadi ingat, melihat mamanya dan papanya, lalu nathan disampingnya. Nathan yang ingin memisahkan papa dan mamanya.

 

 

"Jangan pisahin mama sama papa ya kak, lia mohon." Lia menatap nathan dengan mata berkaca-kaca. Membayangankannya saja tak bisa.

 

 

"Mama aku gimana?" Tanya nathan balik. Lia langsung menjauhi nathan.

 

 

"Kakak masih sama. Kakak datang kesini pasti sengaja, mau pisahin mama sama papa, ya?" Lia menatap waspada nathan. Nathan hanya diam.

 

 

"Kenapa kamu gak bilang ke mama sama papa kamu, aku dateng kesini buat pisahin mereka. Biar aku gak diizinin bareng kamu."

 

 

Lia makin tak habis pikir, nathan masih sama. Lia tak percaya dengan apa yang dia dengar.

 

 

"Mama kamu udah pernah bahagia, lia. Mama aku belum, kalau pun semua yang diceritakan mama sama papa kamu benar, aku gak perduli lia, yang jelas aku tau mama aku belum pernah bahagia. Dan kebahagiaan dia cuma sama papa kamu. Tolong minta mama kamu buat lepasin papa kamu lia."

 

 

"Kak nathan jahat. Kak nathan masih gak bisa berubah pikiran. Kak nathan ngapain kesini kalau kak nathan masih mau pisahin mama sama papa. Lia benci-"

 

 

Belum selesai lia bicara, lia kehilangan keseimbangannya, lia limbung. Nathan yang melihatnya langsung sigap dan menghampiri nathan. Lia hanya sedikit lemas, bukan pingsan.

 

 

"Lia,"

 

 

Lia ingin menepis tangan nathan, tak mau dia sentuh, tapi tubuh lia, tenaga lia rasanya benar-benar lemas bedebat dengan nathan, lia membiarkan nathan membopongnya, membawa tubuh mungil lia, yang jauh lebih kecil dari nathan masuk, membaringkan tubuh lia disana. Lia langsung berpaling tak mau menatap nathan.

 

 

'Aku kenapa? gak biasanya gini?' batin lia yang bingung sendiri, sekali emosi rasanya capek banget, langsung lemes, untung ada kak nathan tadi.

 

 

"Lia, makan ya. Lia pasti gak enak badan karena belum makan, ditambah emosi." Nathan mencoba membujuk lia, duduk dihadapan lia, ingin menyuapinya, tapi lia diam dan berbalik lagi.

 

 

"Kak, lio ada janjian sama temen, harusnya sih tadi sekalian berangkat, trus pulang malem, tapi tadi pulang duluan. Lio nitip lia ya, mama juga kayaknya keluar deh ikut papa, mungkin belanja bulanan." kata lio masuk ke kamar lia. Lio melirik lia yang masih ngambek, membelakangi Ali. Lio tersenyum.

 

 

"Kenapa kak?" tanya lio melirik lia.

 

 

"Ngambek, emosi, tadi hampir pingsan." kata nathan yang membuat lio terkejut.

 

 

Canggih adeknya, jago banget aktingnya ternyata. Pinter. Lio malah tersenyum. Dia langsung pamit ke nathan.

 

 

"Lia, makan ya." Nathan masih berusaha membujuk Lia untuk makan.

 

 

"Atau mau kakak panggilin dokter aja, takutnya kamu sama adeknya kenapa-napa?" tanya nathan lagi menyentuh perut rata lia.

 

 

Lia tak bisa menutupi hatinya, yang sangat merasa bersalah. Lia salah bohong, tapi lia juga mau ada keajaiban dan dia benar-benar hamil, tapi untuk sekarang, ini kesempatan lia buat nahan kak nathan. Lia menangis. Awalnya lia mencoba menahan isak tangisnya, tapi tak bisa. Nathan yang mendengarnya langsung membalikan badan lia menatapnya, nathan menaruh makannya.

 

 

"Kenapa? ada yang sakit? kamu gak enak badan?" nathan mencoba mengecek suhu badan lia. "Mau kakak panggilkan dokter untuk menariksa kamu?" kata nathan pada lia.

 

 

Dokter?

 

 

Gak boleh. Kalau sampai diperiksa dan tau semuanya, nathan bisa marah besar, gak tau apa yang akan nathan lakukan padanya.

 

 

Sihh lia, biarin.

Sekalian author tuh juga penasaran, sebenarnya, jadinya kamu hamil apa enggak, ampek emosi mau pingsan. duhhh.. ye kan? penasaran banget author, gak tau juga jalan ceritanya kek gimana? hahahha nulis sendiri, gak tau sendiri, kepo sendiri, hahaha jayus

1
arfan
up
gus priana
lanjut thooor
Ssaeda Aditia
buat ali menyesal seumur hidupnya... kasih tau orn tua lia lio gmna kcewanya mlihat anak kandung sndri dinodai sama anak yg dlu dia syang
Ssaeda Aditia
klo bisa jngn sma ali...cri yg lain aj pengganti ali biarpun nnti punya ank dri ali
Ssaeda Aditia
ali itu siapanya alex.. tdi bilng alex pas melihat 3 orng yg disayang hnya kurng 1 ali alex teringt ali.. apa ali anak alex atw gmna ...
yayas06
thorr, cerita ini kok gak dilanjut lg?
Arwondo Arni
semoga si kembar baik2 saja dan kebusukan Franda kebongkar jgn sampai rmh tangga Lia dan Ali berpisah
Mike
lha sampai sekarang belum ada lanjutannya
Siti Hairiah
lanjut pnsaran dengan s kembar
Yasmin Jamilah
ga ngerti aku alurny
miella
gue yg dengernya aj saqt hati ya...jgn di temuin dlulah sampe anaknya udh besar
Siti Aisyah
masih ada kelanjutan nya kan thor .
Tina Chu
like
My Heart
like
My Heart
like
Mike
lho kok update terbaru lama yach😭😭
Jihan Gur Vinna
lanjut
Merry Mardiana
lanjuttt
hahahaha wow
lanjut thor semoga kembar baik baik saja ya thorr🥰😭
yayas06
next dong thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!