NovelToon NovelToon
AKU BENCI PERNIKAHAN KU

AKU BENCI PERNIKAHAN KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Perjodohan
Popularitas:301.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Icha Nurlaela sari

Menceritakan seorang gadis anak yatim piatu , tinggal bersama paman dan bibinya , ibu dan ayahku meninggal di saat usia ku masih 8thn,
Sonya di jodohkan dengan fasya pamungkas anaknya pak bagaskara , oleh pamannya untuk membayarkan utang² mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Nurlaela sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Pagi hari di kota Paris Matahari sudah bersinar sangat terang hingga Sinar matahari itu masuk ke sebuah kamar, menyinari tubuh wanita yang sedang terbaring di atas kasur yang sangat empuk, Wanita itu lalu menggeliatkan tubuhnya yang merasa masih sakit di sekitar punggungnya, Walaupun masih merasakan sakit ia tetep bangun dan segera masuk ke kamar mandi.

Selesai mandi sonya keluar dari kamarnya hendak pergi ingin sarapan pagi, tapi dari tadi mengapa ia tidak melihat sosok nenek lampir kemana dia pergi ~batin sonya.

Sonya terus berjalan tidak memperdulikan orang lain yang melihatnya entah itu suka atau tidak suka kepada sonya, dan dari tadi ia juga tidak melihat sosok fasya saat melintasi kamar fasya pun tadi sangat sepi sekali mungkin ia sedang pergi bersama Bianca -batin sonya, sambil menghela nafasnya .

Sesampainya di restoran yang berada di rooftop hotel,sonya langsung mengambil posisi duduknya dan langsung memesan makanan untuk sarapan pagi. Mata sonya terus saja mencari sosok Fasya dan Bianca tapi tidak menemukan nya.

"Hai, Bolehkah aku duduk bersamamu" ucap seorang pria yang berada dekat dengan sonya .

"E-ehh kak Gavin,ayo kak silahkan duduk" sonya sambil tersenyum.

"Kamu sendirian saja?" tanya Gavin sambil membalas senyum sonya.

"Hmm,ia kak aku sendirian" Ucap Sonya dengan memasang muka yang sedih.

"Bukankah kamu sudah menikah? Lalu kemana suamimu? Kenapa dia tidak menemani mu sarapan? "

"Eemmm aku juga tidak tau kak sejak tadi aku tidak melihatnya"

Mata Gavin tak sengaja tertuju pada bibir sonya Yang terdapat luka disana. Dengan cepat Gavin memegang dagu sonya dan melihat ada bekas luka di sudut bibirnya. Karena Sonya tidak ingin Gavin melihatnya,langsung saja ia memalingkan wajahnya.

"Ada apa dengan mu? Mengapa ada luka di sini?"

"E-em-mmm" Belum sempat Sonya menjawab pertanyaan Gavin,Pelayan Restoran datang menghampiri nya sambil membawakan makanan yang sudah di pesan tadi. Sonya menghela nafas lega karena pelayanan ini datang jadi dia tidak perlu menjawab pertanyaan Gavin.

"Ayo kak di makan"

Sonya membuka mulutnya berbicara untuk menghilangkan rasa sunyi karena dari tadi ia tidak berbicara apapun lagi Dengan Gavin .

"Ehh ia" Gavin kaget karena ia dari tadi sedang menatap Sonya Dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

Selesai sarapan Gavin langsung pergi meninggalkan sonya tapi sebelum pergi Gavin sempat berkata "Kamu tunggu di sini"

Dengan wajah yang kebingungan Sonya masih duduk di tempat itu dan menunggu Gavin kembali. Tidak beberapa lama Gavin Sudah kembali sambil membawa kotak P3K.

"Kenapa kakak membawa kotak P3K kesini memang nya siapa yang terluka?" tanya sonya dengan raut bingung yang tercetak di wajahnya.

"Kamu"

Gavin membuka kotak P3K tersebut lalu mengambil kapas dan di tuangkannya obat merah itu diatas kapas. Dengan perlahan Gavin memegang dagu Sonya dan menempel kan kapas itu di sudut bibir sonya yang terluka.

Seketika keduanya membeku,jantung keduanya berdetak dua kali lebih cepat saat tak sengaja dua pasang bola mata itu saling menatap.

Tiba-tiba sebuah tinju melesat cepat dan memukul muka Gavin tepat di tulang pipi pemuda itu,hingga Gavin tersungkur ke bawah.

Bugh!

Sonya membulatkan kedua bola matanya saat melihat fasya yang entah datang darimana langsung meninju wajah Gavin,membuat mereka menjadi pusat perhatian karena telah membuat keributan.

Sonya pun langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Gavin yang tengah kesakitan.

"Ya ampun wajah kamu jadi lebam gini" Ucap Sonya sambil mengusap lembut pipi Gavin dimana tempat luka itu berada. Sonya yang geram pun perlahan mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arah fasya.

"Fasya!" geram sonya.

"Apa²an ini mengapa kamu datang² langsung memukul Gavin?" tanya sonya dengan nada yang sedikit ditinggikan.

Fasya menatap sonya dengan wajah yang memerah karena amarah. Tanpa menghiraukan pertanyaan sonya,dia langsung saja menarik tangan sonya dengan kasar dan segera membawanya keluar dari restoran ini. Tidak memperdulikan orang² yang menatapnya.

Di bawanya sonya ke kamar yang di tempatinya dengan paksa,sesekali sonya merintih karena tangan yang di pegang oleh Fasya sungguh kuat hingga ia merasakan sakit. Sonya yang terus saja memberontak tidak di hiraukan oleh fasya.

Di bantingnya tubuh sonya ke kasur yang empuk,lalu ia berbalik kearah pintu dan menguncinya.

Fasya menghampiri sonya dengan muka yang sudah memerah karena amarah dan juga tatapannya yang tajam menusuk.

Sonya yang merasakan takut pun memundurkan badannya dengan pikiran yang terus² bertanya tanya. Aku melakukan kesalahan apa? Mengapa dia memukul Gavin? Apa salah Gavin padanya? Pertanyaan² itu terus bermunculan di otaknya membuatnya sedikit pusing karena terus memikirkannya. Tiba-tiba Sonya merasakan sesak di dadanya seperti ada yang menindih tubuhnya.

"A-akhh lepaskan aku" ucap Sonya sambil mendorong tubuh kekar yang menindih nya .

Perlahan tubuh itu bangkit dari tubuhnya sonya dengan mata yang terus menatap mata Sonya dengan tatapan marah.

"SIAPA LAKI-LAKI ITU!!!?"

"I-itu Tem-an ku" ucap sonya terbata sambil bangkit dari berbaringnya dan duduk di tepi ranjang dengan menundukkan kepalanya.

"Ck,teman kau bilang!? Apakah pantas teman memegang dagu mu sedangkan kau ini istri ku!?"

Apa istri? Dia mengakui aku istrinya? Aku tidak salah dengar kan? Ada apa dengan dia? Apa dia terbentur sesuatu? ~batinnya bertanya-tanya.

"Se-sebenarnya ada apa denganmu?" terlihat jelas raut kebingungan itu tercetak di wajah sonya. Bagaimana sonya tidak bingung? Sebelumnya fasya tidak pernah menganggap bahwa sonya adalah istrinya. Namun sekarang? Fasya mengakui sonya sebagai istrinya bahkan ia marah² hanya karena gavin yang memegang dagunya.

"Sonya Lovina!! Jangan pernah kau mengalihkan pembicaraan!" Fasya menggertakkan giginya kesal. Ia juga tidak tau ada apa sebenarnya dengan dirinya,namun hatinya merasa panas saat melihat ada lelaki yang menyentuh istrinya. Tunggu! Istri!? Hmm😏.

"Arghhh! Sudahlah! Intinya aku tidak mau melihatmu dekat² dengan lelaki lain! Ingatlah status mu sonya! Kau sudah mempunyai suami,jangan jadi perempuan murahan!" bentaknya lalu berlalu keluar kamar dengan tangan yang masih terkepal kuat,sepertinya ia masih marah.

Sonya melihat kepergian fasya dengan tatapan bingung,lalu saat teringat sesuatu ia berteriak kesal.

"YA! APA KATANYA!? AKU JANGAN DEKAT² DENGAN LELAKI LAIN!? HEY! PAK FASYA YANG TERHORMAT! KAU SAJA PUNYA PACAR,DASAR TIDAK NGACA! AKU MURAHAN!? KAU YANG MURAHAN! SUDAH PUNYA ISTRI TAPI MASIH INGIN BERPACARAN DENGAN WANITA LAIN!! DASAR FASYA PAMUNGKAS EGOIS! GAK TAU DIRI!! Huh~ menyebalkan" teriaknya dengan suara yang memelan di akhir karena terlalu lelah berteriak.

"Akhh! Aku haus" ucapnya lalu segera keluar kamar dan berjalan keluar dari hotel untuk mencari minuman. "Ahh~ sepertinya makan ice cream enak,apalagi cuacanya hari ini cukup terik" monolognya saat tak sengaja matanya melihat kedai ice cream. Lalu ia pun segera melangkahkan kakinya menuju kedai ice cream,sesampainya disana ia langsung memesan ice cream rasa vanilla kesukaannya. Sambil menunggu ice creamnya,sonya melihat-lihat pemandangan sekitar yang cukup ramai dan indah. Sampai tatapan matanya terhenti pada sosok perempuan yang dikenalinya sedang bergandengan mesra dengan sosok pria asing. Sonya mengerenyitkan dahinya bingung 'itu bianca kan? Lalu laki² di sampingnya itu siapa?' ~pikirnya.

Lamunannya buyar saat penjual ice cream itu menyodorkan ice cream vanilla ke hadapannya,sonya pun segera mengambilnya lalu menyodorkan uangnya dan segera berlalu mengikuti kepergian bianca. Setelah sebelumnya ia mengucapkan kata 'terimakasih' kepada si penjual ice cream itu.

Sonya terus mengikuti bianca dengan jarak yang agak jauh supaya tak terlihat oleh bianca. Dilihatnya bianca yang sedang menyebrang jalan menuju ke sebuah taman,tanpa membuang waktu sonya pun berjalan cepat ke arah bianca. Namun sepertinya allah belum berkehendak kepadanya,karena pada saat ia akan menyebrang lampu lalu lintas sudah berganti warna menjadi hijau tandanya semua kendaraan harus berjalan. Sonya berdecak kesal,lalu mengalihkan pandangannya kembali ke arah dimana bianca pergi yang sekarang mulai menjauh dari pandangannya.

'Siapa lelaki yang bersama bianca? Kenapa mesra sekali? Apa itu selingkuhan nya?" ~batinnya.

1
Prahara Sea
nggak seru, Sonya terlalu cepat terlena sementara suaminya sifatnya nggak jelas dan masih ingin juga sama Bianca
Prahara Sea
Semua visualnya buat mata seger
liska aika
bodohh ny sonya ☹☹☹
Neng Faiz
awas klo nanti jd bucin
Salmah S
Lanjut thor
🦢 𝐢𝐜𝐡𝐚❣︎ˢᵉˡˡᵒʷ͢ ㉿ᵇᵍᶠ•ʲʳ
seruu bngett
Ira Ana
sabar ya Sonya moga laki" manikahi akan tulus mencintaimu
Salmah S
nyimak thor
Sulati Cus
enak bgt nyebut2 babe2 pas kau siksa g inget klu yg di siksa yg disebut beb dr td ak g komen tp tgn ku tiba2 pgn nabok
Nay Mas Prabu
lanjut thor di tunggu ya
Thiena Saputri
Bagas cakep item mnis..cm Sonya agak kurang cantik n manis hehe
Yanti Natalia
kok gak di lanjut
Svwalad Amanah
blm up thor lanjuuuut
Lili Lintangraya
lanjut dong
Lili Lintangraya
sadis banget sih fasya,gk like ah aku😡
Egik
kak lanjut jangan lama lama upnya
Mbah Nen
lanjut dong jadi penasaran nih
Sri Wahyuni
pemeran sonya trlalu lemah mau ajj d perlakukhan seperti itu pd fasya
Sri Wahyuni
cantikhan sonya author
Ryegar sormin channel
lanjut dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!