NovelToon NovelToon
MISTLETOE

MISTLETOE

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:199.5k
Nilai: 5
Nama Author: Xiie Lu

"Aku lihat kamu mirip seseorang."

"Mirip siapa?"

"Mirip menantu idaman Papaku."

---

Diego dan Alita, mereka terlihat seperti remaja biasa. Ke sekolah dan belajar seperti siswa pada umumnya.

Perfect partner yang usil dan jahil, tidak sesederhana yang terlihat. Layaknya tumbuhan hijau pemangsa, keduanya menunggu dan memangsa, dan akan menyerang balik jika ada yang mengganggu.

Siang dan malam adalah waktu yang berbeda, begitu pula dengan identitas Mistletoe, Shaun dan Lele.

Status : Tamat.

Lagu rekomendasi :

Johnny Orldano - What if - ft Mackenzie Ziegler

Johnny Orlando - Everybody Wants You

Johnny Orlando - Last Summer

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xiie Lu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Shaun & Lele 20

Happy reading!

.

***

"Jangan terlalu percaya diri, aku rindu kamu sedikit kok, sedikit berlebihan."

Bibir yang awalnya melengkung ke bawah berubah mencebik, kesal juga senang, Alita-nya menjadi gadis yang ber-otak gila lagi.

Diego menahan tawa juga kesalnya. Gadis blonde itu sedari tadi menempel dan tidak menjauh darinya. Bahkan ke kamar Diego yang sangat jarang dimasuki, Alita menerobos masuk.

"Hei tunggu, jangan tidur dulu!"

Alita menarik selimut yang hampir menutupi seluruh tubuh Diego, menyentakkan kain tebal itu dan dia duduk di kursi, menyilangkan kaki.

"Menyebalkan," sungut Diego.

"Ck, bocah. Kalau kamu menolakku, untuk apa hatiku diciptakan?"

Diego mendengus, membalikkan tubuhnya dan menatap Alita, bibirnya mengejek gadis yang sangat berharap digombal balik olehnya.

"Kamu mau tahu?" Diego menyeringai tipis ketika kepala itu gampang sekali turun, mengangguk antusias.

"Hati kamu itu diciptakan untuk detoksifikasi darah, membuang billirubin, menyimpan glikogen dan lain-lain," jelasnya tepat seperti pelajaran Biologi yang beberapa tahun yang lalu dipelajarinya.

Alita mendesah pasrah, apa yang diharapkannya dari pemuda tampan yang acak-acakan di kamar. Dikiranya Diego akan berbicara manis, nyatanya harapan itu tidak dikabulkan. Tuhan seolah mempermainkan hatinya, Alita meringis.

"Tapi hati aku diciptakan untuk mencintai kamu sebanyak tangen 90º. Tahu berapa banyaknya?" Diego tahu, berbicara tentang pelajaran yang sangat sulit dikuasai gadis itu, Alita pasti akan memberenggut.

"Tidak tahu, aku buta Matematika," aku Alita. Dia mengerucut, penasaran dengan jawabannya dan ikut membungkukkan badan ke arah ranjang, membuat Diego sedikit memundurkan kepala dari sana. "Berapa?"

"Kamu punya ponsel 'kan? Cari saja di internet." Diego menarik selimut yang teronggok di lantai saat Alita mulai sibuk dengan ponsel, menutup seluruh mata yang selalu nakal untuk melihat apa yang tidak pantas dilihatnya.

"Apa sih? Maksudnya apa?"

Hati yang tadi sempat berbunga-bunga mendengar hati Diego mencintainya tiba-tiba saja dongkol membaca beberapa deretan angka yang menyulitkan otak.

"Bodoh," gumam Diego dari balik selimut.

Alita mencebik, apa maksud jawaban aneh seperti itu. "Tanda yang bikin meradang," gumamnya.

Diego tertawa tanpa berniat membuka bungkusan selimut itu, dan itu makin menyebalkan bagi Alita. Gadis itu menarik lagi selimut Diego dan menunjukkan layar benda pipih di tangannya, tidak paham berapa banyak besar sudut tangen 90º. "Apa artinya?" tanyanya dengan dahi mengerut.

"Kamu masuk kelas unggulan dengan nilai Matematika berapa? Masa besar sudut istimewa Trigonometri saja kamu tidak tahu?" Diego mencibir, tidak membiarkan Alita paham berapa banyak besarnya itu.

Alita mengerucut, berpikir kenapa juga dia bisa masuk ke kelas yang isinya siswa-siswi dengan otak penuh, bukan setengah seperti miliknya. "Kamu juga seperti itu, kamu dapat nilai nol tapi bisa masuk ke kelas yang sama denganku. Apa itu artinya kamu memanipulasi nilai rapor kamu dari Italia?"

"Eh?" Diego mengerjap, seketika dia lupa isi otaknya yang memang tidak bisa dipahami Alita. "Mungkin seperti itu, aku juga kaget ternyata masuk ke kelas seperti itu. Kakek pasti melakukan sesuatu pada raporku."

Berusaha memutus pandangan dengan Alita, pemuda itu kembali menarik selimut tapi langsung ditepis Alita. "Jangan bohong. Lalu dari mana kamu tahu besar sudut tangen 90º? Apa kamu juga menjiplak seseorang?"

Diego tertawa lalu menoyor kepala gadis yang tampak mengerut kebingungan. "Aku mendapatkannya dari internet," sangkalnya.

"Benaran?" tanya Alita memastikan.

"0,00000% bohong."

***

Otak yang sangat sulit diajak diskusi tentang soal Matematika itu terus membuat wajah cantik milik gadis blonde kusut. Kerutan di kening mengalihkan fokus, dan dia mendapatkan ketukan di kening oleh tangan penuh dosa pemuda tampan.

"Jangan melamun terus. Atau kamu mau belajar Kimia?"

Alita segera menggeleng, tidak ingin menambah beban pada otaknya yang hanya separuh. Belajar sangat tidak disukainya, tapi pemilik manik cokelat di depan sana sedang mencoret tembok dan menuliskan formula senyawa kimia. Entah apa artinya, Alita tidak paham.

Alita mendekat, menepuk pundak pemuda yang tampak serius. "Apa lagi artinya ini?" tanya Alita kebingungan.

"Kamu tidak akan paham. Perhatikan saja," sahut Diego tanpa menoleh. Tangannya terus saja bergerak lincah, mencoret tembok dengan bibir yang terus bergerak, menambah kerutan di kening Alita. "Aku mulai curiga kalau dia bukan manusia biasa," gumam Alita.

"Aku manusia bukan alien, tampan dan penuh kharisma, pintar dan bertanggung jawab," tutur Diego lagi tanpa menoleh. Formula yang ditulisnya berakhir, dan mengambil beberapa benda yang disimpan di dalam tas.

Alita mengangguk, tidak meragukan lagi perkiraannya tentang otak Diego setelah melihat betapa rumitnya formula kima yang ditulis pemuda itu di tembok. "Sepertinya kamu memang pintar," ujarnya.

Diego terkekeh, sambil mencampurkan beberapa serbuk dan benda yang diperlukan, dia menatap Alita. "Aku mempelajarinya dari pengalaman, bukan otak yang pintar. Kakek selalu menulis seperti ini ditembok sebelum meledakkan rumah orang kalau tidak punya granat."

Bibirnya tersenyum tipis melihat kepala Alita manggut-manggut dengan bibir yang manyun. "Aku pikir perkiraanku akan benar, tapi nyatanya aku harus berjuang keras," tukas Alita.

"Berjuang untuk apa?"

"Mendapatkanmu, agar kamu peka dan tidak diam saja saat tahu aku sedang bersama pria lain."

Pemuda itu menjauh dari tempatnya berdiri setelah memasang benda yang dia campurkan, menarik Alita agar menjauh lagi dari sana. Memeluk gadis itu dalam rangkulannya yang lebar dan membisikkan sesuatu yang makin mendebarkan jantung Alita.

"Kamu tidak perlu memacari pria lain untuk membuatku cemburu. Kamu juga tidak perlu berjuang demi mendapatkanku, cintai saja aku sebagaimana kamu melakukannya, biar aku yang berjuang untuk mendapatkan restu dari Uncle Silver, karena hatiku selalu untukmu."

Dada yang bergemuruh itu membuat kaki Alita lemas, perkataan Diego memberantakkan aliran darah di jantungnya. Dan dia yakin, pipinya sekarang yang sudah memerah akan dilihat Diego jika saja suasana di tempat itu tidak gelap.

Mengandalkan tangannya yang juga balas memeluk pemuda itu, Alita mengeratkan tarikan di baju Diego agar dia tidak segera jatuh dan tersungkur, lemas akibat kalimat mendebarkan pemilik manik cokelat.

Alita menempelkan kepalanya di dada Diego, mendengarkan suara dentuman jantung yang membuatnya nyaman.

Entah kenapa, dia merasa cemas. Kalimat Diego seolah sudah tahu tentang hubungannya dengan Summer. "Kamu tahu?" Alita mendongak, berusaha mengamati wajah pemuda yang memeluknya makin erat.

"Pacarmu banyak---"

Boooomm!!!

Suara ledakan panjang mengejutkan sekaligus mengesalkan. Alita tidak mendengarkan lanjutan dari kalimat Diego, pemuda itu segera berlari ke arah ledakan.

Alita mengikuti, dan dia terbelalak. Ujung pipa yang dibilang Diego tempat menyimpan uang di bawah tanah sudah meledak.

"Apa kita akan kaya?" tanyanya takjub, menutup mulut yang sempat menganga lebar. "Shaun, hati-hati," ujarnya melihat pemuda itu memasukkan tangan ke dalam pipa besar.

Bersamaan dengan itu, lembaran-lembaran kertas yang banyak datang berhamburan dan keduanya sibuk menampung benda tipis itu.

"Wow, ini menguntungkan," gumam Alita tanpa henti.

"Jangan berisik," larang Diego.

Sesaat keduanya terdiam, sibuk dengan kantongan besar yang akan dimasukkan ke dalam mobil angkutan.

Tak lama, suara sirene mobil polisi mengejutkan keduanya. Mata berbeda warna itu saling pandang. Berbagai rencana sudah dipersiapkan sebelumnya, dengan sekali anggukan tangan mereka bergerak makin cepat dan berlari dari sana.

Memasukkan kantongan besar berisi lembaran dolar ke dalam mobil, kepala yang ditutupi topeng dan topi ninja itu kembali mengangguk dan menginjak pedal gas.

"Hahaha, kita akan kaya, Shaun!!!!"

.

---

***

1
Ahmad Dinis
a@ btw tadi malam tidur
Ahmad Dinis
yang penting bisa bahagia
Ahmad Dinis: event
lombok sbr sm sy
total 1 replies
Jelita S
bagus banget,,
Triani
lega....,, akhirnya metong tuh aki2...!!!
Veny Tria Kusumanita
kak...novel will n lea kok.g dilanjutin?
def.: Lanjut say, cuma lg hiatus aja sorry🙏
total 1 replies
{♠️𐔣α𝒇 ιᷜͷͥαᷟༀ♠️}🐍
selalu sukses dengan hasil karyanya ya thor
{♠️𐔣α𝒇 ιᷜͷͥαᷟༀ♠️}🐍
semangat
Sisca Wilujeng
mks kak karyanya... ttp semangat & sukses selalu...👍👍😊😊
Sisca Wilujeng
mampir kak...
fe La'grimas
maaf summer (musim panas 🤭🤣) kamu memang tampan tapi diego lebih menarik (lebih segalanya 😍🤣)
Partiah Yake
crazy coupleee
Dewi Djordan
mks
Dewi Djordan
terlalu bodoh lele..masa anak silver mafia bodohnya kebangetan dan tidak punya keahlian apapun..
sizih_hm
Diego nyamar kayanya
Erny Area
😶
Adin
good novel
Noejan
Mampir kakk❤❤
Niena Saleh
aku telat bacanya 🤭 aku pikir lanjutannya di the devil of athlete...aku nungguin ajah dengan pedenyaa....ga taunya pas sadar udah kelar ajah 🤭👻👻👻👻
Niena Saleh
aku ga penasaran...aku lebih suka cerita yg sesuai dengan isu kepala othornya...daripada cerita yg mengikuti pembacanya...akan mudah ditebak dan tidak menyenangkan lagi untuk dibaca....just let the stories flow...🌷🌷
Niena Saleh
ahaaayyyy....madu terus yg diolesin dimulutnya alita 😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!