Viana Cloria Arsen, seorang pengusaha di bidang kecantikan dan fashion, karena kesibukan nya, Dia tidak tertarik untuk menikah sampai orangtuanya menikahkan nya dengan seorang pemuda yang masih ABG.
Rama Prayetno
Seorang ABG yang dewasa, cerdas, dan baik
Dia memutuskan menerima pernikahan nya dengan Viana yang dia ketahui sebagai wanita keras kelapa Serta arogan.
Bisakah Rama mencintai Viana, menerima keburukan Viana, dan mengubah sifat egois dan keras kepala nya?
Seperti apa Pernikahan mereka, mampukah mereka menyatukan perbedaan usia yang terpaut jauh serta karakter yang berbanding terbalik!
Ayo kita ikuti perjalanan cinta mereka!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhia azaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MALAM PERTAMA
Diparkiran villa Viana dan Rama sudah ada di mobil menunggu teman-temannya yang lain. hari ini mereka akan kembali ke kota, dan memulai aktivitas seperti biasa nya.
" Ivan, ayo cepat.. Rama dan kak Vi sudah menunggu di mobil." teriak Reva.
" berisik sekali kamu Reva, Romi dan Satya lebih lambat dari aku" jawab Ivan kesal.
" kalian lambat kalah sama perempuan, jangan-jangan kalian ngondek lagi.." ucap Reva pergi.
" aiiss. . sialan mulutnya" balas Ivan.
Satya dan Romi pun dengan cepat melangkah ke mobil.. mereka memandang kesal ke arah Rama. karena mengubah jadwal pulang, seharusnya pulang pagi, mereka sudah siap-siap.. anak-anak yang lain juga sudah pulang.. tapi Rama belum bangun menunggu mereka sampai siang..
Karena kelamaan menunggu jadi nya mereka jalan-jalan dan pulangnya tertidur, tapi tiba-tiba Rama sudah di mobil siap pulang.
" Lo apaan si Ram, ngubah jadwal pulang, tiba-tiba langsung mutusin pulang kalau tau kita gak bakal tidur" ucap Romi ketus.
" siapa juga yang menyuruh kalian buru-buru, santai saja.. " balas Rama santai.
" reeeevvvaa..." teriak 3 pria di belakang..
" ya mana aku tau, melihat Rama dan kak Vi masuk mobil, aku pikir langsung pulang" ucap Reva.
" lagian ngapain kalian di mobil bukan nya pulang sore" tanya Satya.
" mending kalian lihat jam, ini jam berapa?" ucap Viana.
" 16.15" ucap Romi sambil nyengir.
" ada yang ketinggalan tidak, kita pulang sekarang.. nanti kita beristirahat waktu Magrib" jelas Rama.
Mereka mengingat-ingat jika ada sesuatu yang terlupakan, dan akhirnya semua menggeleng, Rama langsung menghidupkan mobilnya dan melaju pergi meninggalkan villa.
Di mobil nampak hening..
" kak Vi, tumben diem" tanya Septi.
" Rama juga, wajahnya seperti sedang bahagia" ucap Reva.
Rama langsung tersenyum, menoleh arah Viana, dan bertemu dengan mata Vi, Rama teringat kejadian semalam.
....
BEBERAPA BELAS JAM SEBELUM PULANG....
Sesuatu terjadi di kamar...
" aku sudah tidak virgin Rama" ucap Vi.
" maaf Rama, kamu bisa berhenti sekarang, dan pantas mendapatkan wanita lebih baik" ucap Vi menunduk.
Rama masih berada di atas tubuh Vi dan mengangkat wajah Vi melihat kearahnya, mendekatkan wajah mereka sampai hidung mancung Rama menyentuh hidung Vi.
" aku tidak ingin tau masalalu mu Vi, karena saat aku menerima pernikahan kita, aku siap untuk semuanya baik dan buruknya, aku sudah ikhlas. " ucap Rama mengecup kening Viana.
" maafkan aku" ucap Vi.
" boleh aku melanjutkan nya " bisik Rama di telinga Vi, membuat tubuh Vi bergidik...
" emhhh" Vi langsung menutup matanya, jantung nya berdegup kencang..
Vi merasakan semua sentuhan Rama, Rama menciumi leher Vi,tangan Vi meremas sprei kasur dengan kuat.. tangan Rama meremas kedua dada Vi, setelah tangan lanjut mulutnya, Vi membuka matanya dan memeluk kepala Rama yang ada di dadanya..
" Rama... aku sudah kepanasan.." ucap Vi pelan.
Rama mengangkat wajahnya menciumi bibir Vi, mereka saling membalas, tangan Rama sudah meraba ke bawah, Vi coba menahan tapi gagal.
" aku mulai ya Vi," ucap Rama di depan wajah Vi yang mempertemukan mata mereka.
Rama mulai bergerak masuk ke dalam, Vi menggakat wajahnya mendongak ke atas, dan pinggulnya terangkat, Vi merasakan sakit sekali di bagian bawah sampai meneteskan air mata.
" saakkiitt" ucap Vi yang suaranya menahan tangis terdengar oleh Rama dan langsung menghentikan miliknya. dilihatnya darah..
Rama langsung berhenti, pantas saja dia juga sedikit merasakan sakit.
Rama langsung mendekati wajah Vi dengan posisi masih diatas tubuh Vi.
" kamu bohong Vi," tanya Rama di hadapan Viana.
" milikku sakit sekali, tapi kamu masih bilang aku bohong" balas Vi sambil menangis.
Rama langsung menghapus air mata Viana..
" maaf ya jika aku kasarr, kamu bilang sudah tidak virgin lagi" jelas Rama sedikit menyesal karena membuat Vi menagis.
" mungkin saja tidak" ucap Vi santai.
" Viana, kamu bilang mungkin, astaghfirullah Vi" ucap Rama mengaruk kepala.
" siapa tau waktu kecil ada jatuh dari pohon, mungkin juga waktu main sepeda ada jatuh, sobek kali.. " ucap Vi sembarangan.
Rama tersenyum menciumi seluruh wajah Vi..
" kamu lucu sekali Vi, masa iya jatuh aja bisa pecah." ucap Rama.
" masih sakit gak Vi" tanya Rama..
" tidak hanya perih" Jawab Vi.
" kamu mau lanjut tidak, jika tidak turun dari badan aku" ucap Vi .
" maaf ya Vi, aku ingin egois satu kali ini saja" balas Rama.
" aku tau kamu sakit, tapi aku juga tidak bisa menahan diri, jadi biarkan aku melanjutkan Sampai akhir," jelas Rama yang tidak menunggu jawaban Viana, tapi sudah melumut bibir Vi, mengulangi aktivitas nya tadi memancing nafsu mereka berdua.
Rama menuntut kembali miliknya, masuk lebih dalam walaupun perlahan, Vi yang merasakan sakit Hanya meringis mengigit kecil bibirnya dan meremas bantal dengan kencang, dia merasakan milik Rama yang menyobek makin dalam.
Setelah masuk semua, Raam memeluk tubuh Viana, Vi juga membalas pelukan Rama, lama mereka berpelukan, dan Rama mulai maju mundur pinggulnya, Vi tidak merasakan sakit tadi, tapi entah lah ini rasa apa mulut Vi meracaw tidak jelas dan terkadang menutup mulutnya, Rama menahan kedua tangan Vi,
" mendesah saja Vi , jangan di tahan" ucap Rama yang mempercepat gerakannya.. sampai mereka berdua mencapai kenikmatan bersamaan.
" aku mencintaimu Vi, dan terima kasih" ucap Rama yang jatuh ditubuh Vi.
" Rama berat, ayo bangun keluarin punya kamu dari dalam sana" ucap Vi memukul punggung Rama.
Rama menggakat kepalanya, menetap wajah Vi.
" kamu punya hutang 2 ronde Vi, jadi satu kali lagi ya" ucap Rama tersenyum.
" apa, jadi maksud kamu dua ronde itu, ronde adegan ini" ucap Vi dengan wajah kaget.
" ya, lanjut ya.." ucap Rama.
permainan selesai setelah jam 10 malam..
tubuh Vi sakit semua, Rama bilang 2ronde tapi berkali-kali.. dasar bocah mesum..
" Vi, ayo mandi, kita belum sholat isya" ucap Rama yang bangkit.
" masih ingat juga kamu buat sholat.." ucap Vi.
" ya pasti itu Wajib" balas Rama.
" ya.. tapi sudah sholat biarkan aku tidur ini sakit badan aku sakit semua, jangan minta lagi" ucap Vi tegas.
" iya iya.. tapi gak janji sih" ucap Rama tersenyum.
....
Didalam mobil mereka semua masih aneh dengan sifat Vi dan Rama.. mana Rama dari tadi tersenyum terus, beda dengan Vi seperti sedang menahan sakit.
" kak Vi lagi haid ya" tanya Reva.
" iya seperti sedang menahan sakit" tanya Septi.
Rama langsung menoleh kearah Vi..
" apa masih sakit Vi? tanya Rama membuat semua mata melihat kearah nya termasuk Viana yang langsung memukul pelan Legan Rama
" sudahlah.. sebaiknya kita tidur, anak kecil tidak boleh tau" ucap Ivan yang menarik rambut kedua wanita didepannya.
....
Terimakasih yang sudah baca yaaa..
jangan lupa like coment dan vote ya..
BIAR author tambah semangat up nya... tq
da lama banget 🤭
YG BKIN ANEH JUGA BNYK, YUSUF YG AHLI BELADIRI MSH BSA TRLUKA.. MUSUH2NYA SLLU MNANG SLANGKAH, MSKI BISA DITUMPAS, TPI TRKESAN LAMBAT MMBASMI MUSUH..
TRUS, PRCINTAAN DN ROMANTIS2NYA GK MNGGREGET..