NovelToon NovelToon
Ibu Sambung Pilihanku

Ibu Sambung Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Zur Rani

Andika seorang bayi berumur satu bulan yang ditinggal oleh ibunya untuk selama-lamanya. Besar bersama ayahnya yang benama Adam membuatnya berubah menjadi nakal dan banyak tingkah.

Banyak wanita yang dijodohkan dengan ayahnya berakhir gagal karena ulahnya. Akankah Andika berhasil menemukan ibu sambung yang sesuai dengan pilihannya?

Simak kisah mereka di karya kedua aku ini!!!
sebelumnya, mampir juga dikarya pertamaku

ABANG TENTARA, TEMBAK AKU!!!

Happy Reading...😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zur Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bapak Singa Vs Ibu Macan...

Yuni terus tersenyum sepanjang makan malam, Dika juga terlihat sangat bahagia. Berbeda dengan Rara, dia merasa sedikit kecewa dengan dirinya sendiri. Selama dia sekolah, tidak pernah sekalipun mendapatkan nilai bagus atau sesuatu yang membuat mamanya bangga. Sebagai seorang anak, Rara merasa kecewa. Dika yang hanya anak orang lain tapi bisa membuat mamanya bangga.

Adam yang dari tadi hanya diam, dapat menangkap aura kesedihan dan kekecewaan yang Rara rasakan, Adam merasa dilema dengan keadaan seperti ini.

Setelah makan malam, Yuni duduk bersantai dengan Bi Inah dan juga Dika. Sementara Rara lebih memilih memberi makan ikan di kolam belakang rumah. "Maaf ya, karena anak Om sudah membuat suasana gak nyaman pada kamu." Ucap Adam yang ikut duduk dipinggir kolam.

Rara tidak menjawab ucapan Adam, pikiran dan hatinya seakan tidak sejalan. "Setiap anak punya bakat masing-masing, tidak perlu harus selalu juara kelas untuk membuat orang tua bangga, cukup jadi anak baik saja, sambil terus belajar untuk meningkatkan kemampuan diri. Tunjukkan bakatmu, kelak Mamamu juga akan bangga karena mempunyai putri cantik seperti kamu. Jangan lama-lama diluar, angin malam tidak baik untuk kesehatan, Om masuk dulu ya!"

"Makasih Om." Ucap Rara yang hanya dibalas senyum oleh Adam.

Rara memang bukan anak yang suka bertingkah melankolis. Sifatnya terlalu datar untuk meluapkan apa yang ada dihatinya. Selama ini, Yuni cukup paham akan itu, bahkan untuk dipeluk oleh ibunya saja dia merasa enggan. Tapi karena Yuni memiliki sifat yang sangat bertolak belakang dengan putrinya, akhirnya Rara hanya bisa menerima perlakuan manis ibunya yang bikin Rara geleng-geleng kepala.

Berbeda dengan papanya, Dimas jarang berlebih-lebihan dalam menunjukkan perasaannya. Dia akan memeluknya disaat-saat tertentu, pulang dan pergi sekolah misalnya. Sedangkan mamanya hampir tiap saat menjadikannya guling yang bebas dipeluk cium.

Hari berganti minggu sudah 4 bulan Yuni dan Rara tinggal di rumah Adam. Hari ini adalah hari yang spesial untuk Dika karena hari ini acara perpisahan akan diselenggarakan. Dika yang sudah berangkat dari pagi tampak antusias, apalagi yang membuatnya lebih bersemangat karena hari ini pengumuman siswa terbaik angkatannya.

Dari kemaren dia selalu mengingatkan ayahnya serta Yuni dan juga Rara untuk hadir, Bi inah juga tidak boleh absen. Baju seragam yang sudah seminggu lalu dipersiapkan. Bi Inah yang tadinya menolak untuk ikut harus pada akhirnya harus ikut karena Dika terus memaksa.

"Gimana udah siap?" Tanya Adam yang baru keluar dari kamarnya dengan balutan jas yang sangat pas dibadanya. Yuni sedikit tertegun dengan penampilan Adam kali ini, hari ini Adam benar-benar terlihat sangat tampan menurut jiwa Yuni sebagai seorang perempuan.

"Ehemm." Seketika Yuni tersadar. "Kenapa? Baru sadar kalo aku tampan?" Goda Adam pada Yuni yang dibalas dengan cibiran.

Saat Yuni bangun dari duduknya, giliran Adam yang terkesima dengan penampilan Yuni dengan balutan gaun indah selutut yang terkesan jauh dari penampilan ibu-ibu pada umumnya.

Yuni tau pasti gaun formal yang dia pilihkan ini akan terkesan dia seperti seorang wanita dewasa yang belum bersuami. Melihat dari postur badanya yang masih seperti gadis-gadis remaja, sangat susah membedakan jika dia sebenarnya sudah menikah.

Yuni sangat menjaga bentuk badannya, tuntutan kerja saat menjadi manger hotel yang harus berpenampilan menarik menjadikannya terbiasa dan nyaman dengan bentuk badannya saat ini.

Ketampanan Adam serta badan yang gagah dibalik jasnya sangat cocok disandingkan dengan Yuni yang terlihat seperti gadis. Bi Inah dan Rara saling menatap dengan tatapan yang sulit diartikan melihat tingkah kedua orang tua yang sudah tidak muda lagi tapi masih terlihat muda.

Adam tampak melirik beberapa kali ke arah Yuni yang duduk disampingnya. Sementara Rara dan Bi Inah duduk di kursi belakang.

"Aduh, anak ini gak sabar banget." Gerutu Yuni yang terus diteror oleh Dika lewat kiriman chatnya.

"Bilang sama dia kita gak jadi datang ada kerjaan mendadak." Adam berniat menjahili anaknya.

"Jangan, cukup di cuekin aja dia, gatal gak tuh kepalanya karena nunggu balasan chat aku." Yuni tertawa kecil membayangkan wajah Dika dicuekin.

Mobil memasuki area parkir yang sudah disiapkan, mereka jalan beriringan menuju gedung tempat perhelatan acara berlangsung.

"Selamat pagi, Bapak Ibu, boleh saya lihat undanganya?" Ucap seorang pegawa di pintu masuk gedung.

Yuni menyerahkan undangannya, kemudian Adam mengisi daftar tamu, setelah itu seorang petugas datang mengarahkan mereka ke tempat yang sudah disiapkan. Hanya Adam dan Yuni yang mendapat tempat di deretan wali murid, sedangkan Bi Inah dan Rara mengisi bangku tamu yang sudah disiapkan.

Penampilan keduanya saat memasuki ruang acara tidak luput dari pantauan wali murid serta para guru yang sudah hadir. Bagaimana tidak, penampilan keduanya sangat serasi hanya satu yang kurang, mereka tidak bergandengan ataupun saling menggenggam tangan masing-masing.

"Apa cuma aku yang merasa kalo mereka memperhatikan kita?" Bisik Yuni sambil terus menatap ke depan mengikuti langkah Adam di sampingnya.

"Kenyataannya hari ini, kita berdua seperti pasangan serasi, bahkan kita tidak tampak seperti orang tua dari salah satu murid disini.

"Silahkan duduk Bapak dan Ibu, saya tinggal dulu."

"Terima kasih!" Ucap Adam sebelum pegawai itu pergi.

Tampak Dika melambaikan tangan kearah mereka dengan senyum terus mengembang dibibirnya.

"Wah, Pak Adam sama istri barunya sangat serasi ya, bikin iri kita yang lihatnya." Bisik seorang ibu pada teman disampingnya.

"Buk Dewi bilang, istri Pak Adam itu sering olahraga biar Pak Adam betah di rumah."

"Kita juga harus gitu kali ya? Biar suami kita betah di rumah, mmm...saya gemas lihat mereka."

"Sama Jeng, rasanya mereka seperti pengantin baru ya?"

Dan bisik-bisik itupun bergulir dengan indahnya, tidak hanya dari kalangan wali murid tetapi para guru-guru yang sudah mengenal Adam juga tidak kalah bergosip ria dengan objek yang fenomenal hari ini.

Para teman-teman Dika juga tidak menyerbu Dika dengan rentetan pertanyaan yang membuat Dika kualahan untuk menjawab.

"Elo sengaja ya mau pamerin nyokap loe sama kita?" Tanya Seorang teman Dika.

"Mak loe cantik, kayak model ya? Ketemu dimana Dik?"

"Kalo Mak gua secantik itu, betah gua lama-lama di rumah."

"Pantes loe Dik gak pernah gabung sama kita, ternyataaaaa."

"Apa??? Kalian ribut banget, lihat tuh mata buk Risma lagi plototin kita!" Ucap Dika yang akhirnya mengakhiri pertanyaan yang tidak berfaedah.

Sementara dibangku wali murid, sepasang suami istri yang sedang bersandiwara juga ikut berbincang hal-hal yang tidak kalah absurd. "Tersenyumlah yang manis saat aku lagi berbisik ini." Adam mendekatkan wajahnya ke arah Yuni, hal tersebut sontak membuat para penghuni ruangan tersebut menjadi ketar ketir dengan tontonan mesra di depan mereka.

***

Maaf ya readers tercinta, baru up lagi karena kemaren lagi beresin covernya, sama yang judul JODOH SERUMAH.

Happy Reading jangan lupa...

Like...

Komen...

Vote...

1
mama Queen
baru kali ini aku melihat dua wanita tangguh,hebatx mrk ibu dan anak
Diana Budhiarti
kasian Rara thorrr,ya dampak perceraian membawa pengaruh ke anak
sherly
sejauh ini aku merasa Rara bukan anak SD tp seperti kakak dr Dika...
sherly
suka juga kamu Yun tapi sok jaim ..
sherly
semangat mas adam
sherly
lucu banget sih ibu macan nih ngk mau nikah tapi hidup serumah bagaimana ceritanya Bu... keluarga tu ya nikah sama bapaknya Trus anaknya jd anakmu...
sherly
hahahahha judulnya sama2 lupaaa
sherly
ciee tiba tiba cinta datang ke padaku.. jd pengen nyanyi..
sherly
lucunya kalo ada diposisi mereka... teman untuk jd cinta TDK sesulit musuh jd cinta..
Nurul Nuraeni
cerita nya bagus
Azhar Kamil
keren👍
Azhar Kamil
keren👍
Putri Dian
good
nafel
👏👏
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
mampir
Yeyen Suharti Suharti
Kecewa
Enung Samsiah
waduh ngaku calon intel biar aman, malah tambah runyeeemmm
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Mampir ahh aku suka klo kisahnya ada bocil, suka lucu klo bicara 😅
Cintah517
Halo kak
salam kenal dari pengisi suara novel ini 😊😊
Zur Rani (IG : @zuranirain): salam kenal juga kak
total 1 replies
Fitri Merry Lesar
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!