NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 20

" sudah kau temukan?"

Dengan tubuh yang masih basah pria tersebut menyerahkan sebuah kotak yang ia ambil sembelum benar-benar jatuh ke tengah danau yang dalam itu.

pria satunya lagi tersenyum dengan senang kala menatap kotak tersebut.

" Mahendra apa yang selama ini kau sembunyikan?"

Ia menatap kotak tersebut sembari tersenyum ia akan terus memata-matai keluarga tersebut untuk menemukan bukti apa saja yang sudah lama di bungkam.

" dunia memang tidak pernah adil bagi mereka yang lemah!"

...----------------...

Tiara menyesap minuman nya disebuah bar yang sering ia datangi untuk bertemu seseorang, dan saat ini orang tersebut berjalan ke arah nya.

" atur sesuai rencana!"

Pria tersebut hanya mengaguk kan kepala nya, matanya yang coklat menatap gadis cantik itu dengan tatapan gairah mendalam.

" kita sudah lama tidak pernah saling melepas rindu!"

Tiara tersenyum ia menarik kerah baju pria tersebut ia membisikkan hal yang membuat pria tersebut tersenyum senang, pria tersebut mengendong tubuh tiara sedangkan Tiara mengalungkan tangannya dengan manja kepada pria tersebut.

Tiara akan mengorbankan apapun untuk mendapatkan kehidupan itu, ia akan menghancurkan semua yang perlu ia hancurkan. Mata nya yang tadi penuh kelembutan dan manja kini berubah dengan penuh kebencian.

Mereka menikmati malam yang penuh dengan gairah melepas segala rindu dan cinta yang sudah lama tak pernah mereka lakukan, hanya karena dendam semua harus ia korbankan waktu dan juga perasaan.

" Nana sudah lama menunggu mu pulang!"

tiara tersenyum ia membayangkan bagaimana gadis kecil itu akan tersenyum bahagia kala ia pulang.

" apa kau tak merindukan nya?"

Tiara memeluk tubuh pria tersebut dengan lembut ia rindu tentu saja rindu namun ia harus menyelesaikan apa yang sudah ia mulai ia tak akan melibatkan orang orang terdekat nya dalam permainan ini.

" sudah lah aku pulang dulu!"

Tiara segera bangkit dari kasur dan mengenangkan kembali pakaiannya, ia tidak ingin terlalu larut hingga menggoyahkan keinginan nya.

Pria tersebut hanya menghembuskan nafas nya saat tiara meningalkan nya sendiri di kamar itu, pandangan matanya yang nanar itu menandakan ia khawatir namun ia tak bisa mencegah karena ia tau betul ambisi wanita itu begitu kuat.

...----------------...

" bagaimana makanan nya?"

Kora tersenyum menatap Nisa yang terlihat menikmati makanan nya, Nisa menatap kora dengan tatapan senang.

" terima kasih, makanan ini kau tak melupakan nya, rasa nya tidak pernah ada yang berubah!"

kora hanya tersenyum menanggapinya ia adalah wanita yang cukup terampil dalam hal memasak, ia tentu tidak akan melupakan apa yang sudah ia pelajari.

" kora!"

Nisa menundukkan kepala nya ia ingin mengucapkan sesuatu namun mulutnya terasa kaku saat akan berbicara, entah lah apa yang membuat nya terasa bungkam untuk sekedar melanjutkan apa yang ingin ia katakan.

Kora menanti kelanjutan dari suara itu namun sekian detik tak ada lagi kata yang terucap, kora merasa Nisa mungkin terlalu sedih hingga tak mampu berkata-kata lagi karena tenaga nya sudah habis untuk menangis.

" tidak apa, lanjutkan saja makan mu!"

Nisa hanya mengangguk patuh ia memilih diam saja toh ia tak sanggup untuk mengucapkan kan nya, jika saja ia bisa ia ingin sekali jujur dan berkata apa adanya namun ia takut takut kora akan membenci nya dan menjauhi nya karena saat ini yang ia punya hanya kora hanya wanita itu yang benar-benar tulus padanya.

...----------------...

lili tertawa bahagia saat bersama kedua orang tuanya jarang sekali mereka bisa berkumpul bersama seperti ini layaknya keluarga normal, ia memperhatikan kedua orang tuanya yang mungkin saat ini kompak hanya untuk menyenangkan dan menghibur nya.

" papa!"

Lili menarik lengan papanya sembari menggoyang-goyangkan nya, tatapan mata nya yang begitu mengemaskan membuat Andre tersenyum gemas.

" ada apa sayang?"

" aku ingin bermain itu?"

Andre melihat kearah yang di tunjuk oleh lili.

" tidak, itu permainan khusus orang dewasa sayang dan kamu belum cukup umur untuk mencoba nya!"

" yah!"

Lili tampak sedih sebenarnya ia tak berminat bermain itu hanya saja ia berpura-pura agar ibu dan ayahnya bisa dekat, ia tau permainan itu khusus untuk orang dewasa hanya saja ia ingin membuat papa dan mama nya lebih dekat lagi.

" sayang, kita main yang lain saja ya!"

Lili menggelengkan kepalanya ia hanya menunjuk permainan itu.

" jika aku tidak bisa, bagaimana kalau mama dan papa yang masuk ke sana!"

Andre dan grace seketika terdiam keduanya tampak kikuk, namun mereka juga tak tega menolak permintaan putri kesayangannya. Mereka setuju saja untuk menyenangkan lili, Andre mengandeng tangan grace untuk membawa wanita itu masuk.

Lili tersenyum senang akhirnya ia berhasil membujuk kedua orang tuanya, lili memilih mencari sesuatu yang dapat menghilangkan dahaga nya. Ia berjalan dengan ceria melewati berbagai permainan.

Hingga suara tangisan anak kecil membuat nya terhenti, disana ia melihat seorang anak lelaki tengah menangis mungkin karena kesasar, lili mendekati nya ia memberikan pereman lolipop yang sejak tadi ia bawa.

Anak lelaki itu berhenti menangis ia menatap ke lili dan lili membalasnya dengan tersenyum, keduanya lalu duduk bersama menikmati makanan mereka bersama.

" Nathan!"

Anak lelaki itu menoleh dan melihat sang ayah yang sedari tadi kewalahan mencari nya,

Nathan tersenyum senang ia berbicara dengan sang ayah dengan bahasa isyarat, hal tersebut membuat lili bingung. Ayah Nathan tersenyum dengan hangat kepada lili.

" hei gadis kecil, terima kasih karena sudah menjaga Nathan ya!"

ayah Nathan mengelus kepala lili hingga membuat gadis kecil itu tersenyum senang.

" dimana orang tua mu?"

" papa dan mama lagi sibuk, jadi aku tunggu di sini saja!"

" ya sudah, om dan Nathan pulang dulu yah."

Nathan melambai kan tenagan nya kepada lili, lili hanya tersenyum sedari tadi ia mengajak anak lelaki itu untuk bicara namun anak lelaki itu hanya diam saja dan ternyata anak lelaki itu tak dapat berbicara, lili menarik nafasnya ia menikmati makanan nya dengan tenang sembari menunggu kedua orang tua nya keluar.

Ia duduk dengan manis di tempat itu agar jika nanti orang tuanya mencari nya ia mudah untuk mendengar atau di temukan oleh orang tuanya, ia mengusap usap perut nya yang kekenyangan kerena makanan yang ia bawa tadi.

Ia menemukan mainan yang tak sengaja di tinggal kan oleh Nathan, lili mengambilnya dan menyimpanya dalam tas, jika nanti mereka bertemu lagi ia akan mengembalikan itu. Jika saja memang di pertemukan lagi.

" nama yang cukup bagus!"

Lili tersenyum saat membaca nama yang terukir disana, ternyata anak lelaki itu bisa menulis dengan indah di sini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!