NovelToon NovelToon
AMERICAN CROWS

AMERICAN CROWS

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Bad Boy
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kazeo24

Cikampek adalah kota yang selama berabad-abad hidup dalam keterasingan dan dikenal sebagai wilayah yang sangat berbahaya. Banyak para petarung kuat berambisi menaklukkannya, tetapi hanya sedikit yang berani menginjakkan kaki di sana karena adanya perjanjian lama dengan berbagai pihak. Dahulu, satu-satunya cara membebaskan dan menguasai Cikampek adalah menaklukkan seluruh petarung terkuat hingga mencapai puncak dan memperoleh gelar Kaisar, sebuah gelar warisan sejak era awal yang pertama kali dikenal di Jakarta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazeo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 THE BROKEN BOND

​Angin malam di kawasan Cijalu berhembus sangat dingin, membawa aroma debu jalanan dan oli bekas dari bengkel-bengkel tua di sepanjang perbatasan. Bangunan-bangunan kosong di area ini berdiri tegak bagaikan raksasa membisu, menyaksikan kedatangan tiga sosok yang melangkah menembus kegelapan: Ryuka, Zela, dan Elisa.

​Di tengah pelataran bekas pabrik yang terbengkalai, puluhan anggota Cijalu Bersatu telah berkumpul di bawah pendar lampu sorot gantung yang remang-remang. Dan di barisan paling depan, berdiri lima mantan pimpinan tertinggi Cijalu bersama Gilang, yang menyunggingkan senyuman dingin ke arah kedatangan mereka.

​"Wah, wah... lihat siapa yang datang," cibir Gilang dengan suara penuh nada ejekan. "Lu bener-bener datang buat menyerahkan nyawa lu, Ryuka? Dan lu... Elisa. Lu masih belum kapok juga?"

​Elisa yang sejak awal menahan amarah mendidih tidak membalas satu kata pun. Matanya merah menyala, meremas jemarinya hingga berbunyi benturan sendi yang keras. Urat-urat di lehernya menonjol akibat tensi emosi yang memuncak!

​SRET!

​Tanpa aba-aba, tanpa menunggu strategi, Elisa melesat maju bagaikan peluru yang meledak dari selongsongnya! Cewek itu menerjang barisan depan anak-anak Cijalu sendirian!

​"WOY ELISA TUNGGU DULU!!" teriak Ryuka panik sambil merentangkan tangannya buat menahan.

​Ryuka menoleh cepat ke arah Zela dengan raut wajah melas. "Apa gua bilang, Zel! Elisa gak bakal dengerin kita!"

​BAM! DUAAGH!!

​Sebelum Zela sempat membalas ucapan Ryuka, pukulan mentah Elisa melayang presisi menghantam rahang salah satu berandalan Cijalu hingga tubuh orang itu terlempar tiga meter dan menabrak tumpukan drum besi hingga ringsek! Elisa memutar badannya dan melayangkan high kick keras yang langsung memecahkan tulang hidung anggota Cijalu lainnya! Pembantaian yang dilakukan Elisa berlangsung sangat brutal dan tanpa belas kasihan!

​Ryuka dan Zela seketika membeku di tempat. Mulut mereka berdua menganga lebar, bola mata mereka hampir melompat keluar menyaksikan kekuatan murni dari cewek yang tadi pagi terlihat lemas itu.

​"G-Gila... pukulan dan tendangannya kuat banget, anjir..." gumam Ryuka menelan ludah dengan wajah ngeri.

​Zela yang biasanya tenang dan dingin kini mengusap dahi tipisnya yang bercucuran keringat dingin. "Gua gak nyangka cewek kalau lagi emosi beneran bisa berubah jadi monster..."

​Secara kompak dengan tingkah kocak refleks, Ryuka dan Zela merapat berdempetan, mengangkat tangan mereka setengah dada seraya menatap punggung Elisa yang sedang mengamuk.

​"Elisa... gua janji gak bakal bikin lu marah lagi..." bisik Ryuka ketakutan.

​Zela mengangguk pelan seraya bergumam dalam hati: Elisa... maafin gua yang udah sempat ngeremehin lu tadi... Gua gak bakal nyari masalah sama lu...

​Aksi destruktif Elisa seketika memecah konsentrasi kubu Cijalu! Lima mantan pimpinan Cijalu yang kaget langsung melangkah maju untuk memotong gerakan mereka.

​"Jangan biarkan cewek itu bertindak seenaknya!" seru Edu Agustian memberi perintah.

​Namun sebelum lima pimpinan itu sempat mendekati Elisa, Ryuka dan Zela sudah melompat menutupi jalan mereka, membagi arena pertarungan secara presisi!

​"Musuh kalian ada di sini, Bajingan!" teriak Ryuka.

​Pertarungan sengit antar-pilar pun meletus seketika di pelataran pabrik tua!

​Di sisi kiri, Ryuka harus melayani gempuran taktis dari dua pimpinan mantan penguasa Cijalu Atas BASTARD: Edu Agustian dan Galang Adnansyah!

​Edu bergerak dengan serangan-serangan jarak pendek yang cepat dan diperhitungkan, sementara Galang menerjang agresif mengayunkan tinju-tinju mentah dari samping. Ryuka memiringkan badannya menangkis pukulan Edu, lalu menahan tebasan tangan Galang dengan siku kanannya!

​PAK! BAM!

​"Kombinasi kalian rapuh banget dibanding anak-anak Bayoer!" ejek Ryuka seraya melepaskan double straight yang menghantam dada Edu dan rahang Galang secara bersamaan hingga keduanya terhuyung mundur!

​Sementara itu di sisi kanan, Zela berhadapan dengan dua pimpinan mantan penguasa Cijalu Bawah LAPENDOS: Bastian Nugraha dan Azka Alif!

​Bastian mencoba mengunci Zela dengan tebasan kaki bawah, namun Zela melompat melingkar di udara dengan keanggunan luar biasa. Begitu mendarat, Zela menyiku pelipis Azka Alif hingga pandangan mata Azka berkunang-kunang! Zela bergerak begitu efisien, memanfaatkan momentum serangan musuh untuk menghempaskan Bastian dan Azka ke ubin lantai secara bergantian!

​Di arena tengah, Elisa berhadapan langsung dengan pimpinan kelima Cijalu Bawah: Ahmad Zaelani! Zaelani adalah mantan orang terkuat di LAPENDOS Cijalu Bawah sebelum aliansi Cijalu Bersatu terbentuk.

​"Lu pikir lu bisa lewat dari gua, Cewek?!" raung Zaelani mengayunkan pukulan kerasnya.

​"Gua gak punya waktu buat melayani sampah kayak lu!!" jerit Elisa histeris!

​Elisa menundukkan badannya merayap di bawah tebasan Zaelani, lalu melepaskan pukulan uppercut maut tepat di ulu hati Zaelani!

​DUAAAGH!!

​"Khhaakk!!" Zaelani memuntahkan darah, matanya memutih, dan tubuh raksasanya ambruk tersungkur pingsan seketika! Mantan orang terkuat Lapendos itu ditumbangkan Elisa hanya dalam beberapa detik!

​Melihat seluruh pimpinan Cijalu terdesak dan tumbang satu per satu, Gilang menggeram murka. Dia melangkah maju menembus kepulan debu, membelah arena dan langsung berdiri di hadapan Ryuka.

​"Ryuka... Ini saatnya gua menyelesaikan dendam gua sama lu!" raung Gilang.

​BAM!!

​Gilang melayangkan pukulan kejutan yang sangat keras dan tidak terprediksi! Pukulan mentah Gilang menghantam telak pipi kanan Ryuka hingga Ryuka terpental keras dan tersungkur di tanah!

​"Ryuka!" teriak Elisa cemas.

​Ryuka terbatuk darah, memegangi rahangnya yang terasa bergeser. Namun, sebelum Ryuka sempat berdiri penuh...

​DUAGH!!

​Gilang melompat dan melayangkan tendangan lutut (knee strike) tepat ke dada Ryuka! Ryuka kembali terhempas untuk kedua kalinya, terkapar lemas di ubin beton berdebu.

​"Haha! Lu lihat kan, Ryuka?!" gelak tawa Gilang membahana dipenuhi kebencian. "Lu yang sekarang cuma sosok lemah yang gak berguna! Mana monster yang dulu yang bisa bikin gua hampir mati dan abang gua yang sampe mati itu?!"

​Ryuka memejamkan matanya rapat-rapat, merasakan sakit luar biasa di seluruh badannya. Namun, bayangan senyuman Elisa, dukungan Zela, serta rasa penasaran akan masa lalunya memacu jantungnya berdetak lebih kencang!

​SRET... TAP.

​Secara perlahan, Ryuka menancapkan kedua tangannya ke tanah. Meski ditumbangkan dua kali berturut-turut, Ryuka bangkit kembali! Dia berdiri tegap meski tubuhnya bergetar dan darah menetes dari bibirnya.

​"Hah... hah... Lu bilang gua ngebunuh abang lu, kan, Gilang?" ucap Ryuka dengan suara yang berat dan serak. "Gua emang gak ingat masa lalu itu... tapi gua kenal mata lu! Lu yang sekarang ini bukan Gilang teman masa kecil gua yang selalu tersium!"

​"DIAM LU, RYUKA!!" bentak Gilang melayangkan pukulan lurus bertubi-tubi!

​Ryuka tidak lagi menghindar. Ryuka menerima beberapa pukulan itu di bahu dan dadanya, namun kakinya tetap menancap di tanah. Ryuka menahan tubuh Gilang, menatap lurus ke dalam matanya yang dipenuhi amarah.

​"Sadar, Gilang!" bentak Ryuka bergelora di tengah adu jotos yang memanas! "Lu menghancurkan hidup lu sendiri demi uang haram Dewan Intelligent! Apa lu pikir abang lu atau abang gua bangga liat lu jadi monster sialan kayak gini?!"

​"JANGAN BAWA-BAWA ABANG GUA!" jerit Gilang emosional. Pukulannya mulai melambat dan tidak terarah karena emosi yang mengacaukan fokusnya.

​Saat Gilang kehilangan keseimbangan dan fokus pertahanannya terbuka lebar akibat gejolak kenangan masa lalu yang menghantam pikirannya...

​"Ini saatnya lu bangun dari mimpi buruk ini, Gilang!!"

​Ryuka mengumpulkan seluruh sisa tenaganya di paha kanan, memutar tubuhnya 360 derajat, lalu melayangkan pukulan memutar (Spinning Back Fist) yang paling dahsyat!

​DUAAAAAGH!!

​Tinju mentah Ryuka mendarat telak dan sempurna di rahang bawah Gilang! Benturan itu begitu keras hingga gema retakan terasa membelah malam!

​Tubuh Gilang melayang di udara sebelum akhirnya terhempas keras ke tanah. Gilang terlentang menatap langit malam Cijalu yang kelam. Pandangan matanya mulai mengabur, rasionalitasnya perlahan kembali seiring dengan surutnya amarah yang membakar dadanya selama bertahun-tahun.

​Di saat kesadarannya menipis di ambang pingsan, memori masa kecil yang selama ini terkunci rapat di dalam ingatan Gilang mendadak meluncur deras bagaikan rekaman film tua...

​Gilang teringat masa-masa indah ketika dirinya masih berusia 10 sampai 11 tahun. Dulu, Gilang dan Ryuka adalah dua bocah kecil yang selalu tidak terpisahkan. Mereka berdua sangat akrab karena abang mereka masing-masing saling mengenal sangat dekat.

​Setiap sore menjelang malam, Gilang dan Ryuka kecil selalu diajak keliling Kota Cikampek, dibonceng menggunakan motor-motor besar oleh abang mereka. Mereka tertawa lepas menembus angin malam, dikelilingi oleh belasan anggota geng motor yang sama—sebuah geng motor legendaris di masa lalu yang sangat disegani di jalanan kota Jakarta.

​Dan di dalam memori manis masa kecil itu, Gilang mengingat dengan sangat jelas sosok pria gagah berjaket kulit yang memimpin geng motor tersebut di barisan paling depan... Pria hebat yang dipanggil abang oleh Ryuka...

​Nama pimpinan geng motor itu adalah... Arya Wijaya.

1
DANZ XYZ
/NosePick//NosePick//Applaud/
Arashiii22
keren bangat sialan
Dongo Dipelihara
siapa yang di maksd maruyama abang nya zela kah?
Kazeo24: Yap itu abang nya zela
total 1 replies
Dongo Dipelihara
prolog yang keren
Kada Wijaya
DAMN BROO
Ekaa
/Plusone/
damai kami sepanjang hari
THISS IS PEAK BRO!!
AZIKAZUE
GOKSS PARAH SELAMA INI 22 BAB TERNYATA CMN PROLOG🤭
Kazeo24: BENER SEKALII
total 1 replies
AZIKAZUE
terus bekarya bang✌🏻
Kada Wijaya
OH GITU🤭
Kada Wijaya
👍👍👍
Kada Wijaya
lanjutt perang nya
Kada Wijaya
BADASSS🔥🔥🔥
kaka pelenger
GOKILLL
RezaFitra
/Casual//Casual/
Dongo Dipelihara
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!