NovelToon NovelToon
Istri Bisu Sang Duke

Istri Bisu Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / Pengantin Pengganti
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: farchahcha

“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Setelah urusannya bersama Harry selesai. Cassian langsung mencari keberadaan istrinya. Mereka harus kembali ke Clyvedon sekarang juga karena hal mendesak yang membuat Cassian harus kembali pulang.

Pelayan mengatakan istrinya sedang di ruang tengah.

Karena itulah sang duke menyusuri lorong kediaman Ravenhearst. Sesaat langkahnya berhenti di depan ruangan yang pintunya tertutup.

Kepalanya menoleh singkat ke pintu dengan ukiran perak di permukaannya. Bibirnya menekan lebih erat, seolah ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa berpaling dari sana.

Tapi, ingatan akan wajah Elowen berseliweran di benaknya.

Cassian menggeleng sambil menghembuskan napas. “Apa sebenarnya yang aku lakukan? Kenapa harus berhenti di sini? Dia tidak ada di sini Cassian!” ujarnya dalam hati mengingatkan diri sendiri.

Ruangan itu pastinya tidak berpenghuni karena Cassian tahu persis kemana pemilik kamar terluas kedua di rumah ini. Seseorang yang sempat menjadi istimewa. Mungkinkah dia tetap menjadi istimewa?

Cassian kembali mengayunkan kakinya menuju ruang tengah.

“Aku harus menemui Elowen secepat mungkin.”

Namun, pemandangan cukup janggal saat Cassian melewati pintu ruang tengah kediaman Ravenhearst. Dia melihat istrinya sedang bersama Lucien.

Kening Cassian berkerut dalam, penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan?

Tentu saja dengan cara interaksi keduanya yang terlihat cukup intens. Elowen tidak pernah menatap orang lain seperti itu. Seolah dia terkejut telah menemukan sesuatu.

Cassian tidak bisa melihat Lucien karena dia membelakanginya.

Samar-samar Cassian mendengar suara Lucien yang memanggil Elowen dengan sebutan Elly.

“Elly?” wajah Cassian mengerut.

Sontak Lucien dan Elowen berbalik melihat ke arahnya. Ekspresi terkejut mereka seolah ada sesuatu yang penting dimana tidak ada keterlibatan Cassian sama sekali.

“Duke Cassian,” Lucien tersenyum canggung. “Urusan anda sudah selesai?” lanjutnya sambil menegakkan posisi.

Cassian melangkah sedikit lebih dekat. “Aku mendengarmu memanggil istriku ‘Elly’. Apa maksudnya?” balasnya tanpa menjawab pertanyaan Marquess Lucien.

Rasa penasaran Cassian mungkin menjadi lebih besar daripada harus menceritakan tentang urusannya yang belum selesai.

Lucien menekan bibir bawahnya. “Tidak ada maksud apa-apa, aku sedang membicarakan The House of Elly,” jawabnya sambil melirik ke arah Elowen.

Cassian mengerutkan wajahnya. “Buku dongeng anak-anak?” sahutnya.

“Ya.”

Elowen menggetarkan matanya, pupilnya melebar mendengar judul buku itu. Jadi benar tebakannya… Lucien adalah anak laki-laki itu.

Hatinya campur aduk mengetahui fakta bahwa dia bisa kembali bertemu dengan orang yang telah lama menghilang dari hidupnya. Elowen ingin berterima kasih, namun dia sadar sesuatu. Saat ini, Elowen bukan gadis kecil seperti dulu.

Dia bisu.

Kenyataan itu seperti menampar Elowen.

Tidak mungkin dia bilang kalau dialah gadis kecil bernama Elly. Lagipula untuk apa? Sekarang dia sudah menikah dengan Cassian, Duke of Clyvedon.

Elowen menghembuskan napasnya pelan. Lalu berjalan mendekat ke arah Cassian melewati Lucien.

Wanita itu berdiri di depan Cassian, menulis sesuatu di catatannya.

“Apa kamu langsung kemari setelah bertemu Harry?” tulis Elowen untuk Cassian.

Pria itu mengangguk. “Kupikir kita harus pulang sekarang. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Apa kau keberatan menempuh perjalanan pulang dengan kondisimu seperti sekarang?”

Elowen menggeleng.

Ya, dia memang harus pulang.

Sesaat dia melihat ke arah Marquess Lucien, wajah pria itu berubah sendu. Siapa sangka kakak laki-laki baik hati itu adalah seorang yang tumbuh gagah seperti ini.

Cassian menarik lembut tangan Elowen, menempatkannya di sisinya. Mengalihkan pandangannya ke arah Lucien.

“Marquess Lucien,” ujar Cassian.

Lucien mendekat. “Kalian ingin pergi sekarang?” balasnya seolah tahu apa yang akan dikatakan oleh Cassian.

Cassian mengangguk.

“Anda yakin? Duchess masih dalam masa pemulihan. Perjalanan panjang ke Clyvedon pasti sangat melelahkan.”

Sebenarnya Lucien hanya ingin menahan Elowen di kediamannya. Masih banyak hal yang ingin Lucien sampaikan pada gadis itu. Salah satunya mungkin betapa rindunya Lucien bertemu lagi dengan teman kecilnya.

Tapi sepertinya itu mustahil. Karena… Mana mungkin dia bisa mengatakannya pada istri duke.

Tentu dia hanya bisa menyiapkan kereta terbaik untuk duke dan istrinya. Memberikan begitu banyak hadiah untuk mereka.

***

Kereta kuda sudah dipersiapkan untuk kepulangan Elowen ke Clyvedon. Cassian berbicara dengan Harry di halaman utama kastil Ravenhearst.

Entah apa yang mereka bicarakan, karena Elowen sempat berpikir kalau Harry sudah pergi sejak tadi.

Jantung Elowen tiba-tiba berhenti saat menyadari Lucien berjalan ke arahnya.

Tepat setelah Lucien berada di depannya. Elowen menahan napas. Semakin diperhatikan, Lucien memang kakak laki-laki itu, orang yang mengajarinya menulis dan membaca.

“Bisakah kamu tinggal di sini?” ucap Lucien, nadanya seperti memohon.

Elowen langsung membeku, pertanyaan itu sungguh berani. Meskipun dia seorang Marquess, tapi meminta seorang duchess untuk tinggal itu tetap tidak sopan.

Sedangkan, sang duke berada di jarak sepuluh kaki di antara mereka, sedang berbincang serius dengan ajudan pribadinya.

Elowen meraih catatannya dan mulai menulis.

“Maaf tidak mengenalimu sejak awal, Kak.”

Lucien sedikit membungkuk membaca catatan dari Elowen. Hatinya langsung penuh ketika membaca kata per kata yang ditulis wanita itu. Dia mengingatnya, dia mengingatku, batin Lucien.

“Apa yang terjadi? Kenapa kamu tiba-tiba tidak bisa bicara?” tanya Lucien penasaran.

Elowen mengangkat wajahnya, tidak menulis di catatan. Hanya diam.

Apa Elowen perlu menceritakan tentang kejadian itu pada Lucien?

Tentang bagaimana dia bisa kehilangan suaranya.

***

1
Yeni Fitriani
penasaran 80 000 pound itu . maksudnya poundsterling kah...?
klo di rupiah kan setara dgn berapa kah...?

auto lsg tanta mbh gogle
farchahcha: Iya best 80rb pound maksudnya poundsterling ya.
total 2 replies
this that PINK VENOM
.
jaka purnomo agung
Penulisan nya sangat rapi, tanda baca juga pas sehingga saya lebih mudah memahami cerita...
you're amazing writer
farchahcha: Thank you best, I really appreciate it. So, enjoy reading the story 🦋
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjut kak
Emi Sudiarni
benar2 nenek lampir putri lydia
Emi Sudiarni
apa lucien suka elowen
Emi Sudiarni
menarik diawal cerita
farchahcha: Enjoy reading best 🦋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!