NovelToon NovelToon
PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:990
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Di kehidupan pertamanya, Valerie Vespera mati sebagai pecundang. Sebagai putri kandung konglomerat Elrod yang tertukar sejak bayi, dia malah dibuang ke gudang pengap demi menjaga perasaan si anak angkat palsu yang manipulatif. Tiga tahun dia habiskan mengemis kasih sayang, hingga akhirnya mati dikhianati.
Kini, takdir memutar kembali jarum jam. Valerie terbangun di hari penjemputannya di usia 18 tahun. Namun, Valerie yang naif telah mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: KETUKAN JEMARI DI TENGAH HINAAN

Bab 21: Ketukan Jemari di Tengah Hinaan

Musik orkestra memenuhi ballroom Grand Mulia, namun suara yang paling dominan di telinga Valerie Vespera adalah tawa merendahkan yang bersahut-sahutan. Tawa itu datang dari para sosialita yang melintas di dekat sudut gelap tempat Valerie berdiri, orang-orang yang menganggap bahwa nilai seseorang ditentukan oleh merek gaun yang dikenakan atau kilau berlian di leher mereka.

Valerie berdiri di pojok ruangan yang paling redup, jauh dari lampu kristal yang menyilaukan. Ia tidak mengenakan gaun sutra atau perhiasan mahal. Ia hanya memakai sweter rajut biru tua yang sudah sedikit mengembang di bagian lengan—sweter yang ia bawa dari panti asuhan bertahun-tahun lalu. Penampilannya tampak seperti noda tinta di atas kertas putih bersih yang dipaksakan. Ia adalah anomali di tengah kemewahan palsu ini.

"Lihat itu," bisik seorang wanita muda bergaun backless kepada temannya, sambil menunjuk Valerie dengan gelas sampanye. "Apa dia pelayan yang tersesat? Atau mungkin dia datang untuk mengemis sisa makanan? Sangat tidak tahu diri."

Tawa mereka pecah, nyaring dan menyakitkan. Victoria, yang lewat dengan langkah anggun bak ratu, berhenti sejenak. Ia menatap Valerie dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan yang lebih dingin dari bongkahan es.

"Valerie," ucap Victoria dengan nada yang dibuat-buat manis namun penuh racun. "Aku tahu aku bilang kamu boleh datang, tapi aku tidak menyangka kamu akan mempermalukan dirimu—dan keluarga ini—dengan mengenakan kain lap seperti itu. Apakah kamu tidak punya rasa malu sedikit pun? Lihatlah dirimu, kamu tampak seperti pengemis di tengah pesta raja."

Alethea, yang berdiri tak jauh dari sana, tertawa kecil. "Mungkin itu adalah satu-satunya baju yang dia punya, Ma. Jangan salahkan dia, dia kan terbiasa hidup di selokan. Memakainya ke sini mungkin adalah puncak dari kebahagiaan hidupnya yang menyedihkan."

Valerie tidak menjawab. Ia bahkan tidak membalas tatapan mereka. Fokusnya hanya satu: layar ponsel retaknya yang ia genggam erat di balik saku sweternya. Di balik layar itu, aplikasi terminal trading miliknya sudah siap. Ia hanya menunggu satu hal: sambutan pidato Gilbert yang akan membuat semua tamu menaruh ponsel mereka dan fokus ke arah panggung, memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyaksikan keruntuhan itu secara langsung.

"Kalian terlalu berisik," gumam Valerie pelan, hampir tidak terdengar di tengah dentuman musik.

"Apa katamu?!" Alethea melangkah maju, hendak memarahi Valerie, namun tepat saat itu, Gilbert Elrod naik ke atas panggung untuk memulai pidato utamanya.

"Para hadirin yang terhormat," suara Gilbert menggema melalui sistem audio mewah, penuh percaya diri. "Malam ini, izinkan saya berbagi visi masa depan Elrod Corp. Kita tidak hanya bicara soal properti, kita bicara soal dominasi ekonomi masa depan!"

Valerie menarik napas panjang. Ia menatap punggung pria yang telah merenggut segalanya darinya. Jemarinya mulai menari di atas layar ponsel yang retak. Satu ketukan ringan. Dua ketukan pasti. Sebuah perintah enkripsi dijalankan.

Eksekusi.

Di bursa internasional, perintah jual massal senilai triliunan rupiah dilepaskan. Bukan hanya satu, melainkan puluhan order yang membanjiri sistem server Elrod Corp secara bersamaan. Algoritma yang telah dirancang Valerie bersama Julian bekerja seperti pisau bedah—memotong habis fondasi likuiditas mereka dalam hitungan detik.

Di tengah ruangan, ponsel para tamu mulai berbunyi serentak. Notifikasi aplikasi investasi, berita ekonomi, dan peringatan market crash muncul di layar setiap orang yang hadir.

Wajah para tamu yang tadi penuh tawa, kini berubah pucat. Mereka mulai saling berbisik, lalu menatap layar ponsel dengan panik, kemudian menatap panggung tempat Gilbert berdiri. Suasana yang tadinya penuh dengan aroma parfum mahal, tiba-tiba berubah menjadi aroma ketegangan yang mencekam.

Valerie tetap berdiri di pojok. Ia tidak lagi peduli dengan hinaan Victoria yang masih tersangkut di tenggorokan. Ia hanya menatap layar ponselnya, melihat grafik harga saham yang terjun bebas membentuk garis merah tajam, sebuah air terjun finansial yang tak akan bisa dihentikan oleh siapa pun.

"Kalian bilang aku miskin," bisik Valerie pada kesunyian di pojok ruangan. "Tapi malam ini, aku akan memastikan kalian tidak memiliki apa pun untuk dipamerkan lagi. Kalian akan jatuh lebih dalam daripada tempat asalku."

Ketukan jemarinya berhenti. Ia mendongak, menatap ke arah Gilbert yang masih berbicara, tanpa sadar bahwa dunianya baru saja runtuh dalam satu gerakan jari sederhana. Sang arsitek kehancuran telah memulai simfoni kejatuhannya.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Moreno
draf dref draf dref 😑
Moreno
gimana caranya uang tunai tiba2 masuk menjadi saldo digital
masijacoke021205: Sudah diperbaiki ya, Kak! Terima kasih banyak bantuannya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!