NovelToon NovelToon
Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Duda
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Nadira, gadis miskin dari desa, datang ke kota demi biaya pengobatan ibunya. Hidupnya berubah ketika ia menemukan seorang wanita tewas di pinggir jalan dan tanpa sengaja menjadi tersangka pembunuhan karena DNA-nya ditemukan di tubuh korban.

Korban itu adalah Nayla Adiprana, istri Mahesa Adiprana, pengusaha kaya yang dipenuhi duka dan amarah. Sebagai hukuman, Mahesa memaksa Nadira menikah dengannya dan hidup menderita di rumahnya.

Namun seiring waktu, Mahesa mulai melihat ketulusan Nadira yang merawat putranya dengan penuh kasih. Saat benih cinta tumbuh, kebenaran mengejutkan terungkap.

Akankah Nadira memaafkannya atau justru Nadira akan menjauh darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21

Hari sudah berganti malam, Nadira masih memikirkan tentang sikap Mahesa padanya tadi pagi. Mahesa selalu menunjukkan sikap yang tidak dimengerti oleh Nadira. Kadang pria itu akan marah padanya seolah dia seperti akan membunuh nya, tapi kadang pria itu bersikap baik padanya.

Nadira memandang ke arah Keano yang sedang bermain dengan mainan gantung di atas ayunannya.

Di tengah keheningan, bi Siti datang sambil memeluk Nadira dengan lembut.

Nadira tersenyum ke arah bi Siti, Nadira mencoba menghapus air mata bi Siti dengan jarinya.

" Nadira, maafkan bibi tidak bisa melindungi Nadira. Bibi sangat takut Nadira kenapa napa." ujar Bi Siti dengan suara lirih.

Nadira tersenyum, " bi, tak ada yang akan terjadi. Bibi jangan khawatir, semuanya sudah berlalu. Sekarang Nadira baik baik saja."

" Tapi tuan Mahesa sangat marah Nadira, bibi takut kamu akan berakhir di kolam itu." ujar Bi Siti lagi.

Nadira terdiam sejenak, ia menghela nafas berat. Ia tahu jika kedatangannya ke kediaman ini memang untuk menanggung hukuman yang tidak pernah ia lakukan, bahkan bisa saja tadi malam nyawanya akan berakhir di dalam kolam itu.

" Bi, terimakasih sudah membela Nadira di saat semua orang menuduh Nadira. Hanya bibi yang percaya pada Nadira di rumah ini, rasanya Nadira tidak bisa membalas semua kebaikan bibi. Jika suatu hari Nadira meninggal di rumah ini, Nadira minta tolong pada bibi untuk menemui ibu Nadira di kampung, Nadira akan memberikan alamat rumah Nadira pada bibi. Kejadian semalam membuat Nadira sangat takut bi, Nadira mungkin bebas hari ini dari maut, tapi besok tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada Nadira bi." Nadira menggenggam tangan bi Siti seolah memberikan wasiat pada wanita paruh baya itu untuk menemui ibunya jika ia tiada di tangan Mahesa.

Bi Siti menggeleng cepat " jangan bicara seperti itu, Nadira tidak akan di siksa lagi. Nyonya besar sudah meninggalkan kediaman ini karena perintah tuan Mahesa. Nyonya besar yang sudah menjebak Nadira. Dia sengaja memberikan piyama kesayangan almarhum nyonya Nayla pada Nadira supaya tuan Mahesa marah pada Nadira dan menyingkirkan Nadira. Nyonya besar pantas mendapatkan hukuman seperti itu dari tuan Mahesa." bi Siti menunjukkan ekspresi kesal saat menceritakan apa yang terjadi.

Nadira mematung di tempatnya saat mendengar ucapan bi Siti. Mahesa telah mengeluarkan ibunya sendiri dari rumah ini saat ia tahu jika ibunya yang telah menjebaknya. Nadira tidak percaya ini akan terjadi. Lagi lagi Mahesa membelanya.

" Apa yang bibi katakan benar? Lalu bagaimana dengan ibunya tuan Mahesa. Apa dia marah saat di suruh keluar dari rumah ini?" tanya Nadira penasaran. Ia tahu tidak akan mudah untuk ibunya Mahesa menerima kenyataan ini, Nadira takut ibunya Mahesa akan semakin benci padanya karena sikap putranya itu.

Bi Siti menghela nafas, " Nyonya besar tidak bisa melakukan apa apa jika tuan Mahesa sudah memutuskan keputusannya. Walaupun nyonya besar ibunya tuan Mahesa, tapi nyonya besar tidak bisa memerintah tuan Mahesa. Nyonya besar tak punya pilihan selain menerima kenyataan itu. Lagipula nyonya besar juga jahat jadi tuan Mahesa memberikannya pelajaran."

Nadira tidak habis pikir dengan Mahesa, lagi lagi Mahesa memberikan hukuman pada ibunya sendiri demi dirinya. Kemarin saat ia di siksa di gudang oleh Diana, Mahesa juga menghukum ibunya sendiri. Dan sekarang hal yang sama kembali terjadi bahkan Mahesa meminta ibunya untuk keluar dari rumah ini. Nadira sangat cemas, sesuatu yang lebih mengerikan bisa saja terjadi.

" Bi, aku takut Bu Diana akan semakin membenciku, aku takut bi." Nadira bersandar di bahu bi Siti, ia meluapkan kekhawatiran nya.

Bi Siti tersenyum, " Bibi yakin Nadira, suatu hari nanti kamu pasti akan di lindungi oleh tuan Mahesa. Walaupun tuan Mahesa adalah orang yang tegas, tapi dia memiliki hati yang lembut dan baik. Buktinya saja ia menghukum ibunya sendiri karena sudah menjebak mu. Tuan Mahesa itu orang yang adil, jadi kamu jangan terlalu khawatir ya."

" Tapi bi, Nadira hanyalah pembunuh dimatanya, Nadira tidak yakin tuan Mahesa akan melindungi Nadira kedepannya. Apa Nadira kabur saja ya bi, Nadira bukan pembunuh. Jadi kalau Nadira kabur itu bukan kesalahan. Nadira juga sudah memiliki uang untuk kembali ke kampung. Bagaimana menurut bibi?." ucap Nadira dengan mantap. Ia berencana kabur daripada harus mengalami penyiksaan lagi. Nadira tidak mau menanggung hukuman akibat perbuatan orang lain.

" Nadira, bukannya bibi melarangmu, tapi itu akan memancing amarah tuan Mahesa. Nadira tahu sendiri kan tuan Mahesa tidak mungkin membiarkan Nadira pergi. Kalau saran bibi, Nadira sebaiknya di sini saja sampai pembunuh nyonya Nayla yang sebenarnya di temukan. Apalagi Nadira sekarang adalah pengasuh tuan muda, Nadira tidak akan di perlakukan buruk, tapi kalau Nadira kabur maka sebaliknya, Nadira akan mendapatkan hukuman berat dari tuan Mahesa." terlihat bi Siti berbicara dengan nada khawatir saat mendengar rencana Nadira yang ingin kabur.

" Tapi bi ..."

" Percaya pada bibi, semuanya akan baik baik saja." ucap Bi Siti. perlahan ia bangkit karena ada pekerjaan yang harus ia lakukan. Bi Siti meninggalkan Nadira sendirian di dalam kamar itu bersama Keano.

Nadira termenung, ia mulai berpikir tentang ucapan bi Siti, matanya tertuju pada lemari pakaian Keano, di sana ada uang yang ia simpan. Ia berencana kabur dengan mengambil sedikit uang itu yang penting cukup untuk ongkos sampai ke kampung, tapi mendengar ucapan bi Siti yang ada benarnya membuat Nadira akhirnya mengurungkan niatnya.

***

Di mansion lama milik keluarga Adiprana, yang letaknya cukup jauh dari kediaman Adiprana yang baru, terlihat Diana sedang memandang ke luar jendela dari dalam kamarnya. Ia menatap dengan penuh kebencian, putranya sendiri tega mengusirnya dari rumah hanya karena wanita pembunuh.

" Nadira! Wanita pembunuh itu harus mati! Beraninya dia melawanku! Aku adalah ibu Mahesa, tidak sepantasnya aku diperlakukan seperti ini oleh putraku sendiri!." geram Diana sambil melipat tangan di dada.

Tiba tiba saja Arya datang sambil membawa nampan berisi makanan untuk ibunya.

Arya meletakkan nampan itu di atas nakas, sejak tadi pagi ibunya selalu marah marah dan belum makan sama sekali.

" Ma, sebenarnya apa yang sudah terjadi? kenapa semua orang seperti merahasiakan sesuatu dariku?." ujar Arya yang sangat penasaran.

Diana menatap putra keduanya yang baru saja tiba. Diana belum menceritakan semuanya karena Mahesa memintanya untuk merahasiakan tentang pernikahannya dengan Nadira.

" Mama hanya kesal pada pengasuh itu, dia tidak bisa bekerja dengan baik. Mama mau memecatnya tapi kakakmu malah membela nya." jawab Diana berbohong.

Arya duduk di sofa yang ada di kamar ibunya, ia menatap serius ke arah ibunya yang saat ini sedang membelakanginya.

" Aku yakin ada sesuatu yang terjadi, wanita itu bukan hanya pengasuh di mata kak Mahesa, dia lebih dari itu. Aku bisa melihat tatapan berbeda dari kakak Ma." ujar Arya.

Diana memejamkan matanya sambil menahan kekesalan saat mendengar ucapan Arya.

" Mama sudah tidak tahan lagi, mama akan menceritakan semuanya. Wanita yang bernama Nadira itu... Dia yang telah membunuh Nayla. Dan kakakmu malah menikahinya untuk memberikannya hukuman. Tapi kenyataan yang terjadi malah sebaliknya, Mahesa malah membela wanita pembunuh itu daripada ibunya sendiri. Dan yang lebih mengejutkan kakakmu malah membiarkan wanita itu mengasuh Keano. Apa kamu sudah mengerti sekarang?." ujar Diana dengan ekspresi menahan kekesalan yang besar.

Arya bangkit dari duduknya, kebenaran yang ia dengar membuatnya menggeleng tak percaya. " Apa? Jadi wanita itu yang membunuh kak Nayla?..."

1
NN
lanjut
Quin: okeyy best👍😍
total 1 replies
Ma Em
Semoga kebenarannya segera terungkap agar Nadira bisa cepat bebas dari siksaan Mahesa , dan bisa pulang kerumah ibunya .
Quin: terimakasih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!