Clarissa Anggreni, pemimpin mafia kejam yang dijuluki Queen of Damnation, tewas ditembak oleh sahabatnya sendiri, Kalina, dan kekasihnya, Rafael, karena perselingkuhan. Saat ajal menjemput, ia justru terbangun di tubuh Alisha Kirana Maharani – istri cupu korban KDRT dari konglomerat Giovan Salvatore Vizcaya, yang wajahnya persis seperti Rafael. Alisha baru saja jatuh dari lantai atas setelah ditembak orang tak dikenal. Keluarga Vizcaya mengira ia sudah mati. Tapi kini, di balik tubuh lemah Alisha, bersemayam jiwa seorang ratu maut. Di keluarga Vizcaya yang kejam, Alisha direndahkan sebagai pelayan. Giovan berselingkuh di depannya. Tapi Clarissa tidak pernah menjadi korban. Dengan kecerdikan, koneksi bawah tanah, dan haus balas dendam, Alisha (Clarissa) mulai menyusun rencana: ·Membalaskan kematian jasad aslinya kepada Rafael (Giovan) dan Kalina. · Menguasai keluarga Vizcaya dari dalam. · Menemukan siapa penembak yang hampir membunuh Alisha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siap Pake Buang
Giovan langsung bergegas pulang ke rumahnya, ia tak sabar untuk menanyakan hal ini semua kepada Alisha.
"Alisha!"
"Alisha!"
"LIS!!"
Seorang maid tergesa-gesa mendekati Giovan. "Maaf, Tuan. Nona Alisha sedang tidak berada di rumah."
"Apa? Ke mana dia?!!"
"Entah, Tuan. Setelah dia mendorong saya ke kolam renang, tiba-tiba saja dia pergi begitu saja."
"Alisha dorong kamu ke kolam renang?"
"Iya, Tuan. Untung saya tidak mati."
Giovan menggelengkan kepalanya, sambil memijat keningnya sendiri.
"Buatkan saya kopi, saya butuh kopi!"
"Baik, Tuan."
Giovan memilih duduk di sofa sambil mengangkat satu kakinya ke kaki satunya lagi.
"Alisha, lihat saja kau nanti!"
---
Satu jam lebih Giovan menunggu Alisha, namun istrinya itu tak kunjung kembali padahal kopi miliknya sudah habis.
"Ke mana gadis itu?!" kesalnya.
Ting.
Saat Giovan hendak menghubungi Alisha, tiba-tiba saja notifikasi dari ponselnya masuk.
My love
"Gov, datanglah ke apartemenku dan temui aku. Kalau kamu enggak datang maka kamu akan menyesal!"
Sertai foto.
Giovan menatap sebuah foto yang terdapat tali menggantung seperti hendak dipakai untuk melakukan percobaan bunuh diri.
"Astaga, gadis itu!"
Mau tak mau akhirnya Giovan kembali pergi untuk ke apartemen Elena. Walaupun hubungan mereka sudah berakhir tapi, Giovan tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya.
---
Setelah Giovan pergi, tak lama Alisha kembali. Gadis itu kembali dengan membawa puluhan paperbag berisi barang branded.
"Yahuu, Alisha cantik pulang!!" seru Alisha sambil tersenyum lebar.
Ketua pelayan yang Alisha ceburkan tadi, menghampiri Alisha dan berdecak.
"Ciih, ciih, ciih. Enak ya sudah menceburkan aku sekarang kamu shopping?!"
"Ya enak dong! Eh, btw aku pikir kamu dah mati tapi, nyatanya masih hidup ya?"
"Kurang ajar! Aku hampir saja mati karena kamu."
Alisha tampak terkejut. "Ahh, iya kah? Gara-gara aku!"
"Ya iyalah! Kalau kamu enggak nyeburin aku mungkin.."
"Kalau kamu enggak duluan dorong aku! Mungkin aku enggak akan ceburin kamu juga! Tidak ada asap, kecuali ada api!"
Alisha segera meninggalkan ketua pelayan tersebut dan memilih membawa kantong belanjaannya ke kamar.
---
Di sisi lain, Giovan akhirnya sampai juga di apartemen Elena. Tanpa menekan bel dia langsung masuk begitu saja.
"Elena, Elena!"
"Elena, di mana kamu?!"
"Elena!"
Ceklek.
Giovan membuka pintu kamar Elena dan ternyata Elena sedang memakai pakaiannya dan terlihat seperti baru saja mandi.
"Ahh, maafkan aku!"
Brakk.
Ia kembali menutup pintu kamar Elena dan duduk di sofa menunggu mantannya itu selesai berpakaian.
Elena sendiri terlalu kaget saat melihat Giovan tiba-tiba saja membuka pintu kamarnya. Ia segera menyelesaikan pakaiannya dan bergegas keluar dari kamar.
Ceklek.
Giovan menatap Elena yang sudah lengkap dengan pakaiannya.
"El.."
"Duduk dulu, Gov. Kamu mau minum apa?" tanya Elena.
"Aku enggak mau minum apa-apa, El. Aku harus.."
"Sebentar aja, Gov. Ada yang mau aku bicarakan," potong Elena.
Giovan menghela napasnya dengan kasar. "Ya sudah, apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Giovan.
"Minum dulu ya," seru Elena yang menuangkan wine ke dalam gelas dan memberikannya pada Giovan.
Giovan menerima gelas tersebut dan meneguknya hingga habis tanpa rasa curiga sedikit pun.
"Jadi, apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Giovan.
"Aku.."
"Apa?"
"Aku cinta sama kamu, Gov."
Giovan memutarkan matanya. "Elena, please. Kalau enggak ada hal yang serius, aku mau pergi nih!"
"Ehh, jangan!"
"Makanya katakan dengan benar, apa yang mau kamu bicarakan?!" tanya Giovan yang sudah muak.
"A-aku.."
"Apa, Elena? Aku apa?!!"
"A-aku.."
"Astaga!! Sudahlah aku mau per.. Ahhkk, kepalaku sakit," gumam Giovan yang tiba-tiba saja merasakan sakit di kepalanya.
"Gov, kamu kenapa?" tanya Elena yang pura-pura panik.
"Sshh, kepala aku sakit banget, El," jawab Giovan.
"Sakit kenapa?"
Giovan menatap Elena sebelum akhirnya matanya terpejam dan dia pingsan.
"Gov!!"
Elena tersenyum miring saat melihat targetnya kini pingsan. "Yes, rencanaku berhasil," batinnya.
---
Alisha menunggu kepulangan suaminya, namun sudah hampir larut malam Giovan belum juga pulang.
"Ke mana pria itu?" gumam Alisha.
Alisha mencoba mengacuhkan ketidakpulangan Giovan tapi, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia sangat cemas.
"Hais, apa jangan-jangan pria itu diculik ya. Atau dirampok?"
Dia bangkit dari tempat duduknya dan menatap ke arah jarum jam yang sudah menandakan jam 12.00.
"Hha, aku tunggu saja dia di ruang tamu."
Akhirnya Alisha memilih untuk keluar dari kamarnya dan duduk di ruang tamu sambil menunggu Giovan.
"Alisha," seru Edward.
"Eh, Kakek belum tidur?"
"Belum. Kamu kenapa enggak tidur?"
"Oh ini, aku lagi nungguin Giovan."
Alis Edward mengerut. "Nungguin Giovan?"
"Iya, sudah larut malam tapi dia belum pulang juga!"
"Loh, bukannya Giovan udah pulang dari tadi sore ya?"
"Hha? Enggak tuh, Giovan enggak ada pulang ke rumah."
"Ada, orang dia pamit ke Kakek mau pulang cepat katanya mau ketemu kamu."
"Tapi, Giovan enggak tuh pulang ke rumah apalagi ketemu aku," ujar Alisha.
"Lah, lalu dia ke mana?"
Alisha dan Edward sama-sama berpikir keras. "Apa mungkin ke rumah kekasihnya?" tanya Alisha.
"Hm, kekasihnya siapa?" tanya Edward dengan bingung.
"Umph, itu loh, Kakek. Elena," jawab Alisha.
"Dia memangnya masih berhubungan?"
"Ya masihlah, Kakek. Orang saling suka kok!"
"Astaga!!"
"Tunggu di sini, Alisha. Biar Kakek saja yang mencarinya."
"Ehh, tapi Kakek.."
"Sudah, kamu tunggu sini saja!"
---
Di sisi lain, Giovan baru saja terbangun dari tidurnya yang cukup lama. Ia memijat pelipisnya yang berdenyut.
"Sshh, sakit sekali," gumamnya.
Mata Giovan menatap sekitar yang tak asing baginya, lalu ia mulai menyadari jika ada yang aneh padanya.
Pakaian miliknya tergeletak di lantai bersamaan dengan isi-isinya dan juga..
"Astaga, El! Apa yang sudah kita lakukan?" tanya Giovan dengan panik apalagi dia melihat Elena juga tidak memakai kain penutup apa pun.
"Ugh, kamu udah bangun, Gov?"
"El, jawab aku! Kita abis ngapain?" tanya Giovan lagi.
Pipi Elena merona, gadis itu seperti malu untuk menjawab pertanyaan Giovan.
"Jawab, El!"
"Kita baru saja selesai melakukan malam pertama, Gov. Kamu berhasil mencuri keperawananku," jawab Elena.
Mata Giovan melebar, ia memijat pelipisnya dan berkali-kali memaki dirinya.
"Sial, sial! Bajingan!"
"Gov, kamu kenapa? Kamu enggak usah nyalahin diri kamu sendiri!"
"Aku brengsek, El. Seharusnya kita enggak lakukan ini."
"Kamu menyesal, Gov?"
"Iya! Aku sungguh-sungguh menyesal."
Elena menatap tak percaya pada Giovan. "Tapi, semuanya sudah terjadi!" ucap Elena.
"Seharusnya kamu menghindar, El. Kamu jauhi aku bukan.. Ahh!"
"Giovan, kamu mau ke mana?" tanya Elena yang melihat Giovan hendak pergi.
"Aku harus pulang!" jawab Giovan.
"Setelah selesai pakai aku, kamu mau pergi begitu aja?!!"
---
Bersambung
ini Novel baru aku👈✍️