Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jiwa Naga Petir Kuno
Rooooar!!!
Raungan naga yang begitu besar disertai petir mengguncang seluruh kawasan hutan. Langit bergetar, tanah hancur, hewan-hewan yang berada di dalam hutan melarikan diri seolah sedang terjadi kiamat.
Awan hitam berputar semakin liar di atas reruntuhan Menara Petir.
Di atas menara, seekor naga raksasa yang seluruh tubuhnya tersusun dari petir melayang di udara. Tubuhnya panjang ratusan meter, sisik-sisik petir bergerak seperti aliran cahaya listrik. Matanya bersinar terang dengan tekanan yang menakutkan.
Para pembunuh berjubah hitam yang sebelumnya mendekati area reruntuhan menara langsung mundur ketakutan. Bahkan ada beberapa di antara mereka yang terlambat langsung tersambar petir hingga menjadi abu.
Melihat begitu ganasnya petir yang keluar dari tubuh naga itu, wajah para pembunuh pucat pasi.
"Monster apa itu…?"
Seseorang dari mereka bertanya ketakutan.
Zhang Tian menatap ke arah naga yang begitu besar juga bertanya, “Senior, itu naga seperti apa? Bagaimana bisa sekuat itu?”
Roh Kaisar Naga Petir berkata serius. "Itu sisa jiwa naga petir kuno. Meski hanya sisa jiwa, kekuatannya masih jauh di atas kultivator yang ada disini saat ini. Bahkan gadis yang menolongmu pun tidak akan bisa menahan satu serangan dari naga itu."
Mendengar hal ini, jantung Zhang Tian berdegup keras. Entah kenapa, meskipun dia tahu dia tidak akan bisa menahan jikaa naga itu menyerangnya, dia merasa akan baik-baik saja.
Selain itu tubuh petirnya terasa beresonansi dengan naga tersebut.
Zhang Tian coba melangkah maju lebih dekat untuk membuktikan pikirannya. Dan benar saja, semakin dia mendekat, Petir di sekitar tubuhnya bergerak semakin aktif.
Melihat Zhang Tian baik-baik saja meskipun sudah berdiri begitu dekat dengan menara, para pembunuh tidak mundur lagi. Mereka berjalan di belakang Zhang Tian. Di mata mereka keserakahan mengalahkan rasa takut mereka, mereka berharap bisa merebut mutiara naga.
"Kalau kita bisa mendapatkan inti petir itu, kekuatan kita akan meningkat besar!" Seorang pembunuh berkata dengan mata cerah.
“Benar, belum lagi ternyata mutiara itu menghasilkan jiwa naga.” Mata pembunuh lain tampak menyipit.
Woshh!
Lima pria berjubah hitam langsung menyerang naga petir di langit, pedang mereka dipenuhi energi hitam pekat. Tubuh mereka dilapisi zirah hitam pekat, jelas ini adalah senjata pertahanan milik mereka.
Namun naga petir hanya membuka mulutnya. Petir ungu meledak keluar.
Boom!
Lima serangan dari pembunuh langsung hancur berkeping-keping. Kedua pria yang masih selamat terpental puluhan meter, sementara tiga lainnya menjadi gumpalan darah. Darah menyembur dari mulut mereka berdua. Salah satu bahkan kehilangan lengan kirinya.
Namun beruntung dia tidak mati.
Gadis bertopeng perak menyipitkan mata. "Ini tampaknya sangat buruk…" matanya melihat Zhang Tian dengan serius.
“Senior, jika aku menyerap jiwa naga petir apakah akan berbahaya untuk tubuhku? Apakah aku akan mati?” Zhang Tian bertanya sambil terus berjalan selangkah demi selangkah ke arah menara.
Roh Kaisar Naga Petir tertawa kecil. "Haha nak, kamu terlalu khawatir. Meskipun dia terlihat kuat, namun Jiwa naga itu tidak stabil karena sudah tidur terlalu lama. Tubuhmu juga memiliki kecocokan seratus persen dengan energi naga itu, jadi seharusnya kamu bisa aman."
“Lalu bagaimana cara menyerap jiwa naga petir ini?” Zhang Tian bertanya. Wajahnya tampak begitu bersemangat.
“Jika kamu menyerapnya tubuhmu akan meledak karena tidak bisa menanggung energinya.” Roh Kaisar naga petir menjawab singkat.
“Lalu bagaimana agar aku bisa menyerapnya?” Tanya Zhang Tian lagi.
“Cara yang paling benar yaitu taklukan dia, lalu dia akan membiarkan kamu menyerap energinya perlahan-lahan. Dengan begitu tubuhmu akan beradaptasi dan tidak akan meledak.”
Rooooar!!!
Naga petir mengamuk. Petir terus menghancurkan area sekitar, pohon-pohon hangus menjadi abu.
Para pembunuh menyerang bersamaan, namun naga terlalu kuat. Ekor petir raksasanya menyapu area, dua pria terpental dengan tulang patah. Salah satu bahkan langsung berubah menjadi genangan daging.
Ketakutan mulai menguasai para pembunuh yang tersisa.
Sementara itu, tubuh Zhang Tian terus beresonansi dengan energi naga petir. Semakin lama, semakin berjalan mendekat, dia merasa semakin kuat. Bahkan inti spiritual di dalam tubuhnya mulai bergetar sendiri.
"Sekarang maju tepat satu meter di depannya," Roh Kaisar Naga Petir dengan cepat memperingatkan Zhang Tian.
Tanpa ragu, Zhang Tian ‘’Gunakan teknik Kaisar Naga Petir.’
Dia dengan cepat melupakan keadaan sekitar lalu larut dalam adegan di depannya.
Petir mulai mengelilingi tubuhnya. Dia menjalankan Seni Pemurnian Tubuh Naga Petir sepenuhnya—energi petir di sekitar langsung tertarik ke arahnya.
Mata gadis bertopeng sedikit membesar. Jumlah energi yang berkumpul terlalu besar.
Naga petir di langit perlahan menoleh ke arah Zhang Tian. Raungannya kali ini lebih pelan, namun tekanannya justru semakin besar.
"Bocah itu mencoba mengambil inti petir! Bunuh dia sekarang!"
Tiga pria berjubah hitam menyerang. Gadis bertopeng langsung menghadang satu. Clang!
"Aku tidak akan membiarkan kalian lewat."
Dua lainnya tetap menerobos. Namun tepat sebelum mereka mencapai Zhang Tian.
Crack!!! Boom!!!
Petir besar turun dari langit, menghantam keduanya hingga terpental sambil muntah darah.
Petir tadi… melindungi Zhang Tian.
"Hahaha! Jiwa naga itu mulai mengakuimu!"
Di dalam kesadaran Zhang Tian, dunia berubah. Dia tiba-tiba berdiri di ruang kosong penuh petir ungu tanpa akhir. Dan di depannya, naga petir raksasa perlahan muncul, matanya menatap lurus ke arahnya.
Tekanan kuno langsung menghantam jiwanya. Namun Zhang Tian tetap berdiri tegak.
Naga itu membuka mulut. Suaranya menggema seperti guntur.
"Manusia… Apakah kau ingin kekuatanku?"
Petir di seluruh ruang langsung mengamuk. Tekanan meningkat berkali-kali lipat. Namun Zhang Tian menggertakkan gigi dan bertahan.
Naga itu tertawa. Raungan tawanya mengguncang seluruh ruang.
"Menarik… sudah lama aku tidak melihat manusia dengan keberanian seperti ini."
"Tapi… jika kau ingin mewarisi kekuatanku… bertahanlah."
Boom!!!
Seluruh petir menghantam tubuh Zhang Tian sekaligus. Rasa sakit luar biasa menyebar ke seluruh tubuh dan jiwanya. Tulangnya terasa remuk. Meridiannya seperti terbakar. Namun
Zhang Tian tetap menggertakkan gigi.
Kalau gagal sekarang dia akan mati.
Di dunia nyata, tubuh Zhang Tian melayang perlahan di udara. Petir terus menyambar dirinya. Para pembunuh memandang dengan wajah pucat—karena aura yang keluar dari tubuh bocah itu kini perlahan berubah menjadi seperti naga kuno di langit.
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?