NovelToon NovelToon
Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami
Popularitas:20.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Velicia, seorang wanita yang sedang hamil delapan bulan, dipermalukan dan disiksa oleh suaminya sendiri. Michael adalah Bos Mafia yang lebih mempercayai wanita lain bernama Sania, dibanding istrinya sendiri.

Dituduh tanpa bukti dan dipaksa berlutut di depan wanita yang membencinya, Velicia akhirnya menyadari bahwa cinta yang ia perjuangkan selama dua tahun hanyalah ilusi.

Namun Michael tidak tahu satu hal, Velicia bukan wanita biasa. Di balik diam dan lukanya, ia menyimpan identitas tersembunyi sebagai bagian dari dunia mafia yang jauh lebih gelap dari keluarga Kensington.

Saat Michael akhirnya menyesal, akankah Velicia memaafkannya dan kembali padanya? Atau memilih pria lain yang datang di waktu yang tepat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 23.

Ruang bawah tanah itu begitu sunyi. Dinding beton tanpa jendela dipenuhi layar monitor yang menampilkan berbagai titik lokasi dari beberapa negara. Tidak ada lambang organisasi terpampang di mana pun. Di dunia bawah, mereka yang benar-benar kuat tidak pernah membutuhkan simbol untuk menunjukkan kekuasaan.

Joseph Bonanno berdiri tegak di depan sebuah meja panjang.

Di hadapannya, Sania duduk tanpa menunjukkan rasa takut, meski ia sadar dirinya sedang berada di sarang orang-orang yang bahkan tidak pernah berani disentuh keluarga Kensington.

Beberapa pria bersenjata berdiri mengelilingi ruangan, tatapan mereka dingin. Tidak ada satu pun yang memandang Sania sebagai tamu. Bagi mereka, wanita itu hanyalah seseorang yang sedang diuji.

"Kau wanita yang ambisius." Joseph menyilangkan kedua tangannya, dia menatap Sania dengan pandangan tajam.

"Kau pandai memanfaatkan orang." Balas Sania.

"Dan kau rela melakukan apa pun demi mendapatkan apa yang kau inginkan."

"Itu pujian?" Tatapan Sania tidak berubah sedikit pun.

"Itu penilaian." Joseph berjalan perlahan mengitari meja.

"Lalu bagaimana denganmu? Apa organisasi kalian tidak sama? Kau pun rela melakukan apapun demi mendapatkan apa yang kalian inginkan." Sania tersenyum mencemooh.

Joseph tertawa kecil. "Benar. Hanya saja bedanya, kami jauh lebih jujur daripada dirimu."

Sania menggertakkan giginya.

"Buka." Joseph meletakkan sebuah map di atas meja.

Sania membukanya.

Di dalam terdapat puluhan foto, foto Michael. Foto Velicia dan seluruh anggota Romanov. Bahkan, foto Vincenzo. Tatapan Sania berhenti cukup lama pada foto bayi itu, Joseph memperhatikan perubahan kecil di wajah wanita tersebut.

"Kau membencinya?"

Sania menutup map itu. "Aku membenci ibunya."

"Itu lebih masuk akal." Joseph mengangguk pelan, ia menatap Sania dengan serius. "Kalau kami memberimu kesempatan membalas dendam, apa yang akan kau lakukan?"

"Aku akan menghancurkan mereka satu per satu." Sania tidak membutuhkan waktu lama untuk menjawab.

"Bukan membunuh?"

"Tidak."

Joseph mengangkat alisnya. "Kenapa?"

"Karena kematian terlalu mudah." Senyum Sania perlahan muncul. "Aku ingin mereka kehilangan semua yang mereka cintai. Aku ingin Michael menyesal telah mengusirku. Dan aku ingin, Velicia melihat keluarganya hancur di depan matanya. Itulah... balas dendamku.“

Joseph tersenyum puas, Sania benar-benar dipenuhi kebencian. Namun justru kebencian itulah yang paling mudah dimanfaatkan.

"Tuan..." Seorang pria mendekat sambil membisikkan sesuatu ke telinga Joseph.

Joseph mengangguk pelan, Ia kembali menatap Sania. "Kalau begitu, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu."

Pintu besi di ujung ruangan perlahan terbuka, langkah kaki berat terdengar mendekat.

Tok.

Tok.

Tok.

Seorang pria bertubuh tinggi memasuki ruangan, usianya sekitar lima puluh tahun. Rambutnya mulai memutih, namun sorot matanya tajam seperti binatang buas. Begitu pria itu masuk, seluruh anak buah langsung menundukkan kepala.

Bahkan Joseph ikut mundur satu langkah.

Sania memperhatikan semuanya, berarti pria yang baru masuk memiliki kedudukan yang jauh lebih tinggi.

Pria itu berhenti tepat di depan Sania.

"Aku mendengar kau ingin menghancurkan Romanov." Nada suaranya tenang, namun penuh tekanan.

"Aku memang menginginkannya."

Pria itu tersenyum dingin. "Kau berani juga."

"Lalu siapa Anda?"

"Kau belum perlu mengetahui namaku? Anggap saja... aku salah satu orang yang memegang keputusan di organisasi ini." Jawab pria itu.

Sania tidak bertanya lagi, ia cukup pintar untuk mengetahui batasnya. Pria itu kemudian berjalan mengelilinginya perlahan.

"Joseph mengatakan kau membenci Michael, dan Velicia."

"Benar." Sania mengangguk.

Pria itu menyipitkan mata tajam. "Lalu Ramon?"

"Apa maksudmu?" Sania sedikit terkejut.

“Kau jawab saja.“ Pria itu penuh aura berbahaya.

Sania mengembuskan napas. "Aku tidak punya alasan membencinya, tapi aku juga tidak mencintainya."

Pria itu memperhatikan wajah Sania beberapa saat, kemudian tersenyum tipis. "Bagus, berarti kau masih bisa digunakan."

Ucapan itu terdengar sangat dingin, namun Sania memilih diam. Karena ia sadar, dirinya sedang membutuhkan organisasi ini.

Pria itu mengangkat sebuah gelas berisi anggur. "Mulai hari ini, kau bekerja untuk kami. Dan... tugas pertamamu sederhana."

Sania menunggu.

"Michael Kensington." Pria itu menatap lurus ke dalam mata Sania. "Buat dia percaya kepadamu lagi."

Sania membeku. "Itu mustahil."

"Tidak ada yang mustahil."

"Dia membenciku."

Pria itu tertawa pelan. "Tidak! Yang dia benci adalah kebohonganmu. Tapi rasa bersalah, selalu membuat manusia melakukan kesalahan berikutnya."

Kalimat itu membuat Sania perlahan mengerti.

"Michael sedang menyesali semuanya." Pria tersebut melanjutkan. "Dia sedang rapuh, dan orang yang rapuh... lebih mudah dimanfaatkan."

Di waktu yang sama.

Romanov Estate.

Velicia sedang memeriksa laporan keuangan beberapa perusahaan keluarga, Antonio masuk tanpa mengetuk.

"Ada kabar."

Velicia mendongak dari laporan yang sedang ia periksa.

Antonio melemparkan sebuah berkas, Velicia membukanya.

"Black Throne mulai merekrut orang-orang baru."

Velicia membaca seluruh laporan itu sampai selesai, tatapannya semakin dingin.

"Lorenzo sudah tahu?"

"Sudah."

"Apa katanya?"

Antonio menyandarkan tubuhnya di kursi. "Dia sedang memburu jalur distribusi senjata mereka."

"Lanjutkan." Velicia mengangguk pelan.

Antonio memperhatikan adiknya. "Kau tidak khawatir?"

"Justru sebaliknya, mereka akhirnya keluar dari persembunyian. Itu artinya, perang sebenarnya akan segera dimulai."

Tatapan Antonio berubah tajam. "Dan kali ini, tidak akan ada lagi ruang untuk belas kasihan."

Satu bulan kemudian...

Ruang sidang khusus dipenuhi keheningan, tidak banyak orang yang diizinkan hadir.

Di luar gedung, puluhan kendaraan pengawal dari keluarga Romanov dan organisasi Kensington berjaga pada jarak tertentu. Ketegangan perang dunia bawah membuat sidang perceraian itu mendapat pengamanan luar biasa.

Velicia duduk tenang mengenakan setelan putih sederhana, rambut panjangnya tersanggul rapi. Tidak ada riasan berlebihan, tetapi wibawanya tetap mendominasi ruangan, tatapannya lurus ke depan.

Di seberangnya duduk Michael. Dalam beberapa waktu terakhir, pria itu tampak jauh lebih kurus. Tatapan dinginnya masih sama, namun kini terselip kelelahan yang sulit disembunyikan.

Hakim memeriksa seluruh berkas.

"Apakah kedua belah pihak masih pada keputusan masing-masing?"

"Ya." Velicia menjawab lebih dahulu.

Hakim memandang Michael, pria itu tidak menjawab. Tak lama kemudian, Michael berdiri.

"Yang Mulia... ijinkan aku berbicara dengan istriku.“

"Baiklah, asal tidak mengganggu jalannya persidangan."

Michael menoleh pada Velicia, kali ini tidak ada ego dalam tatapannya. Yang tersisa, hanya penyesalan.

"Veli, aku mohon... beri aku satu kesempatan lagi." Suaranya terdengar berat.

Di bangku pengunjung sidang, tangan Lorenzo mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Tatapannya tidak pernah lepas dari Velicia.

Dulu, ia hanya bisa melihat wanita itu memilih Michael. Dua tahun lalu, ia bahkan tidak memiliki kekuatan untuk menyaingi pria itu. Saat itu organisasinya baru berdiri, pengaruhnya belum cukup besar, dan ia tidak mampu melawan keluarga Romanov. Waktu itu, ia terlambat.

Dan keterlambatan itu membuat Velicia jatuh ke pelukan pria lain. Namun sekarang, semuanya telah berbeda. Lorenzo bukan lagi pria yang hanya bisa memendam perasaannya dalam diam. Ia telah memiliki kekuatan, pengaruh, dan kemampuan untuk melindungi perempuan yang dicintainya.

Ia tidak akan kehilangan Velicia untuk kedua kalinya. Apapun yang terjadi, ia akan merebut wanita itu. Bahkan jika Velicia masih memilih untuk kembali kepada Michael.

1
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ρυтяσ kang'typo✨
Alhamdulillah... Lorenzo sudah sadar , buka hati mu Velicia
ρυтяσ kang'typo✨
semoga Lorenzo bisa selamat
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Lorenzo sudah mulai sadar
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ρυтяσ kang'typo✨
wow keren thor... makin seru aja, semangat terus yaaaaaa
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ρυтяσ kang'typo✨
(perasaan itu masih bisa tumbuh kembali pada orang lain)

apa g nyesek tuh Michael 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rere🌠: Nyesssss 🤣🤣🤣
total 1 replies
ρυтяσ kang'typo✨
Lorenzo... u. harus lebih percaya diri lagi dan jangan pernah menyerah untuk mendapatkan Velicia
ρυтяσ kang'typo✨
ok trimakasih ka....terus semangat yaaaa
Ariany Sudjana
Sania kenapa kamu harus marah sama velicia? velicia itu putri konglomerat, dan kelasnya jauh di atas kamu, yang hanya pelacur murahan 🤣🤣😂😂 dan tempat yang pantas buat kamu ya di tempat sampah 🤣🤣😂😂
Rere🌠: Udah bener di tempat sampah, skrg malah mau gaul sm kubangan darah. ampun dah ah🤣
total 1 replies
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 😅💪
gina altira
Sania ga ada kapoknya
Rere🌠: Mau jadi ratu kyk Velicia, ngimpi kali ah😬😬😬
total 1 replies
gina altira
lanjutt
gina altira
Michael bodoh
gina altira
Michael terlalu percaya diri
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Diana Dwiari
pemain catur yang sangat handal....
ρυтяσ kang'typo✨
Sania mau main" sama Velicia🤣🤣🤣salah pilih lawan oooyyy
ρυтяσ kang'typo✨
hayo loh.... siapa kah yang menyerang di balik kekacauan yang sedang terjadi saat ini🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!