#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. pergi ke kota bersama.
"Iya, aku paham." Ucapnya sambil tersenyum, lalu ia juga makan, saat mereka makan Wei Jingguo kembali ia tercengang melihat pemandangan adik-adiknya makan dengan lahap.
"Jingguo gege, ayo makan bersama masakannya Lan-jie enak sekali.." ucap Wei Jingjing ia yang pertama kali melihat wei jingguo.
Wei jingguo juga ikut bergabung tetapi tidak ada makanan untuknya, song xinglan tahu tidak ada bagian untuknya, ia sengaja tidak mengambilkan bagian untuk wei jingguo.
Lalu song xinglan berbicara padanya dengan nada datar...
"Masih ada sisa makanannya di dapur ambil saja sendiri." Ucap song xinglan santai, lalu menambah makanan tiga wei bersaudara,
membuat Wei Jingguo iri saat bersama adiknya song xinglan bersikap lembut tapi saat berbicara dengannya ia ketus.
Wei jingguo tidak mengungkit itu ia berdiri langsung kedapur mengambil sisa makanannya, walaupun sisa tetapi cukup untuk ia makan, song xinglan tahu bawa dia lelaki besar makannya pasti lebih banyak dari pada ketiga wei bersaudara, jadi menyisakan makan lumayan banyak untuknya.
Wei jingguo mengangkat sudut bibirnya keatas tanpa ia sadari ia tersenyum, lalu ia mengambil makanan itu, ia makan dengan lahap ia makan di dapur tidak ikut bersama yang lainnya, takut menggangu ke harmonisan adik-adiknya bersama song xinglan.
Tidak terasa ia menghabiskan semua makan di tersisa membuat perutnya benar-benar kenyang, baru kali ia mencicipi masakan seenak ini.
"Masakannya sangat enak, pantas saja jingjing menyukainya, sehingga melupakanku yang saudara kandungnya." Gumam wei jingguo ia mengintip, melihat song xinglan yang tersenyum bersama tiga adiknya.
"Cantik!" Ucapnya tanpa sadar baru kali ia memperhatikan wanita, saat song xinglan melihat kearahnya ia mengalihkan pandangannya, pura-pura tidak terjadi apa-apa.
Song xinglan yang ingin berbicara dengan Wei Jingguo, ia merasakan ada seseorang yang memperhatikannya lalu ia melihat kearah sana, benar saja ia melihat wei jingguo disana.
Song xinglan menghampirinya, "ngapain kamu disini apa kamu tidak makan" Ucap song xinglan untuk memulai pembicaraan.
"Aku sudah makan!." Ucapnya singkat tidak tahu harus mengakatan apa lagi.
"Cepat sekali! Oh ya aku ingin mengatakan sesuatu padamu... ..." ucapnya terhenti karena katanya tersangkut di tenggorokannya.
"Aku ini lelaki kasar biasa makan cepat! Nona song apa yang ingin kamu katakan? Jika butuh bantuanku katakan saja, karena kamu sudah membantu adikku, aku ingin membalasnya untuk ucapan terimakasih.!" Ucap Wei Jingguo lagi.
"Bisa juga kamu mengucapkan terimakasih! Aku pikir kamu tidak tahu kata itu!." Ucap Song Xinglan santai,
"Baiklah karena kamu ingin balas budi, aku tidak sungkan lagi, aku memang ingin minta bantuanmu... ... " ucapnya dengan pelan sambil menunduk ia benar malu minta bantuan wei jingguo, tapi hanya wei jingguo yang dia kenal di zaman ini selain keluarganya.
Wei Jingguo hanya tersenyum sedikit " baiklah, apa yang ingin aku bantu?." Ucapnya santai, lalu ia teringat sesuatu...
"Maaf aku salah paham padamu saat kita pertama kali bertemu, sehingga menyakitimu." Ucapnya lagi sambil melihat song Xinglan, ia tidak mau kesalahpahaman ini terus berlanjut.
Song Xinglan hanya cemberut " ternyata kamu juga bisa mengucapkan kata maaf!, baiklah akan aku pikirkan apakah memaafmu atau tidak!." Ucap sambil melihat kearah lain.
"Iya, semoga kamu memaafkanku! Nona song katakanlah kamu butuh bantuan apa?." Imbuh wei jingguo lagi,.
"Begini..!" Song Xinglan mendekat sehingga jarak mereka sangat dekat, Wei jingguo aliran darahnya membeku mencium aroma Song Xinglan entah mengapa jantungnya berdebar, ia melangkah mundur kebelakang untuk menenang diri, song xinglan tidak menyadari itu.
"Aku menemukan hewan buas, entah siapa yang membunuhnya, aku ingin menjualnya ke kota, tetapi masalahnya aku sendiri tidak tahu di jual dimana?, lalu aku teringat padamu, yang sering menjual buruanmu." Ucap pelan kepada wei jingguo.
"Apa kamu mau menjualnya sekalian? hari ini kamu pasti ke kotakan bolehkah aku ikut denganmu!, setelah berhasil terjual aku bagi hasilnya." Ucap Song Xinglan lagi, ia mendongak melihat wei jingguo, karena dia lebih tinggi darinya.
Glek! Wei jingguo menelan salivanya melihat bibir merah jambu song xinglan yang merah jambu..
"Nona song, bisa mundur sedikit, tolong jaga jarak!.." ucap Wei Jingguo karena ia tidak bisa lagi mundur di belakang ada dinding.
Song xinglan bingung mengapa Wei Jingguo berbicara seperti itu, lalu ia bertanya...
"Kenapa bukankah ini jarak yang normal." Ucapnya tetapi ia tetap mundur kebelakang, " bagaimana pendapatmu apa kamu setuju membantuku?" Ucapnya lagi.
"Baiklah! Dimana hewan buas yang kamu temukan itu, sekalian aku bawa ke kota bersama hewan buruan lainnya." Ucapnya lagi setuju membantu song xinglan.
"Aku sudah menyembunyikan di tempat sepi, dekat kota daerah nanti aku akan membawamu kesana." Ucapnya santai.
"Kamu sudah membawanya dekat kota, kapan?" Ucapnya lagi juga penasaran karena kemaren ia bertemu song xinglan lalu kapan ia pergi menyembunyikan hewan temuannya.
"Kemarin, apakah kamu berangkat! Ayo...! " ucap Song Xinglan lalu mengajak Wei pergi untuk mengalih pikiran Wei Jingguo.
"Baiklah, tunggu di luar aku mengambil bahan buruanku dulu." Ucap Wei Jingguo setuju untuk berangkat sekarang juga.
Song xinglan menunggu di luar, tetapi sebelum itu ia sudah pamit kepada tiga saudara Wei.
Tidak lama setelah itu Wei Jingguo kembali dengan mendorong gerobak yang berisi tumpukan hewan buruannya, ia melihat song xinglan berdiri disana, dengan penampilan yang berbeda, ia pakai cadar menutupi sebagian wajahnya, tetapi wei jingguo tetap terpaku melihatnya.
Song xinglan memang kembali menutup wajahnya dengan cadar, ia tidak ingin identitasnya diketahui, saat ia berjalan bersama wei jingguo.
"Nona song maaf lama menunggu, ayo berangkat.." ucapnya, lalu ia berhenti lagi dan melihat song xinglan.
"Apa kamu sanggup berjalan ke kota, kalau tidak kamu boleh naik keatas gerobak aku mendorongmu." Ucapnya lagi.
"Tidak usah itu saja pasti sudah berat! Aku sanggup jalan kok, aku bukan wanita lemah yang kamu pikirkan." Balasnya dengan santai juga duduk diatas gerobak Wei Jingguo.
"Baiklah, tapi jika kamu lelah katakan padaku, karena perjalan kekota cukup jauh." Ucap Wei jingguo lagi.
"Iya, terimakasih! Tetapi aku sanggup kok." Ucap song xinglan lagi, wei jingguo hanya mengangguk lalu ia mengajak song xinglan berangkat.
Wei jingguo melewati jalan yang bukan jalan yang tempuh warga desa saat kekota, ia mengambil jalan lain, tujuannya supaya cepat sampai ke kota, tetapi jalan ini banyak jalan mendaki, karena ia lewat dekat pegunungan.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
pasti auto kabur.....😁