jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.
akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?
bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Candu
Taehyung menatap penuh puja gadis yang kini terlelap dalam dekapannya, tubuh polos keduanya bersentuhan di balik selimut tebal yang menutupi.
Taehyung menyingkirkan anak rambut yang menutupi kening mulus jungkook kemudian mencium sayang kening yang penuh keringat karena pergulatan panas mereka sebelumnya.
Aroma manis alami bercampur dengan wangi strawberry dari sisa sabun menguar dr tubuh mungil jungkook yanh membuat candu kim taehyung, dengan sekali gerakan dirinya semakin memeluk erat tubuh mungil jungkook tak menyisakan jarak sedikitpun untuk jauh darinya.
Sedangkan si manis yang kelelahan karena melayani nafsu sang kekasih hanya bergumam lirih lalu setelahnya menyamankan posisi dengan menempelkan wajahnya ke dada bidang polos taehyung sekaligus menghirup aroma maskulin yang membuat jungkook semakin terlarut dalam tidurnya.
“Ternyata aku mencintaimu sedalam ini, bahkan dengan irene pun aku tidak mencintainya sebesar aku mencintaimu", gumam taehyung sambil mengelus pelan pipi gembil jungkook.
“Bahkan saat kamu tidak mengangkat panggilanku sebentar saja aku merasa gila, bagaimana jika suatu saat kamu pergi dari pandanganku? Mungkin duniaku akan terhenti saat itu juga", lirih taehyung sambil mengecup sayang kening jungkook.
Setelahnya dirinya ikut terlelap bersama jungkook dalam dekapannya menikmati aroma manis dari tubuh si manis yang entah sejak kapan menjadi candu untuknya.
Jungkook perlahan mengerjap dan mencoba memfokuskan diri dengan sekitarnya, hingga dia merasa ada benda berat yang menindihnya dan tentu saja dia tahu taehyunglah pelakunya.
Jungkook mengangkat tangan mungilnya dan mengelus rahang tegas itu lembut.
“Taehyung", panggil jungkook lirih.
Bukannya bangun taehyung justru semakin mengetatkan pelukannya di pinggang ramping jungkook dan menduselkan wajahnya diceruk leher sang kekasih serta membuat sesuatu dibawah sana bergesekan tanpa sengaja yang membuat tubuh jungkook tiba-tiba meremang seketika karena hembusan nafas di ceruk lehernya.
"Taehyung”, panggil jungkook sekali lagi dan kali ini berhasil. Mata hazel itu terbuka dan menatap langsung ke onyx sang kekasih.
"Ada apa sayang”, tanya taehyung lembut sambil mengusap punggung polos jungkook.
"Haus”, kata jungkook singkat dan dengan gerakan refleks taehyung mendudukkan badannya dan mengambil gelas berisi air putih yang beraa di nakas di sebelahnya berbaring.
Jungkook berusaha bangun dengan menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Tidak perlu ditutupi sayang, aku bahkan sudah sangat hapal bentuk tubuhmu”, kata taehyung frontal yang mendapatkan delikan tajam dari si manis.
"Bukan masalah itu, tapi kookie takut diterkam lagi, sungguh badan kookie rasanya remuk”, kata jungkook.
Mendengar hal itu taehyung hanya tersenyum dan tidak membantah sama sekali karena memang itu suatu kebenaran yang tidak terbantahkan.
Selesai meletakkan gelas jungkook di nakas taehyung langsung menarik jungkook kedalam pelukannya dan menghirup aroma manis itu dalam-dalam.
“Kamu tahu sayang, kamu itu sudah menjadi canduku entah sejak kapan tapi itulah kenyataannya", kata taehyung sambil memeluk erat jungkook.
Jungkook yang berada dalam dekapan taehyung hanya diam mendengarkan kekasihnya berbicara mengungkapkan isi hatinya.
"Apapun yang ada di dalam diri kamu itu candu untukku bahkan tubuh ini”, taehyung menjeda perkataannya dan mengelus punggung putih itu pelan seringan bulu lalu memberikan gigitan kecil bahu jungkook yang membuat si empu melenguh.
“Mmmmhhhh taehyuungghhh" desah jungkook tiba-tiba.
“Tubuh ini membuatku menginginkan lebih dan lebih seperti saat ini", kata taehyung dengan suara bariton yang sudah sarat akan nafsu.
Sedangkan jungkook lagi-lagi hanya bisa pasrah dibawah kungkungan sang kekasih yang mulai memberikan sentuhan dan rangsangan yang membuat otaknya tidak bisa berpikir jernih.
Dan lagi di kamar itu menjadi saksi dua anak manusia yang saling menyalurkan cinta lewat sentuhan antara keduanya.
Setelah beberapa saat terlihat nafas jungkook yang terengah dan taehyung yang memeluk erat kekasihnya.
"Taehyung aku lapar”, kata jungkook lirih dalam dekapan taehyung sambil mendengarkan debaran jantung yang berdebar kencang dari dada bidangnya.
Taehyung melirik sekilas jam di dinding dan menunjukkan pukul 11 malam, taehyung ingat jika kekasihnya itu belum makan malam.
"Ingin makan sesuatu hmm?” Tanya taehyung lembut sedangkan yang ditanya hanya mengangguk lemah karena kantuk dan letih yang melingkupi tubuhnya saat ini.
“Tapi kookie ngantuk taehyung", kata jungkook lirih.
“Makan dulu baru tidur ya", kata taehyung lembut.
Setelahnya taehyung memunguti pakaiannya dan memakainya kembali lalu berjalan ke arah walk in closet dan mengambilkan baju ganti jungkook dan memakaikannya dengan telaten ke tubuh kekasihnya.
Taehyung keluar kamar dengan jungkook di gendongannya yang masih setia memejamkan matanya, suasana sudah sepi karena semua orang sudah tertidur.
Dengan perlahan taehyung meletakkan jungkook di sofa panjang membaringkannya disitu dan mencium kening itu sekilas lalu menuju pantry untuk membuatkan sesuatu untuk kesayangannya sebagai bentuk permintaan maaf.
Setelah beberapa saat sepiring besar nasi goreng kimchi dan sepiring daging panggang sudah siap di meja makan.
"Sayang bangun, kamu harus makan*, kata taehyung lembut sambil mengelus pelan pipi putih itu.
“Eeuughhh", lenguh jungkook pelan lalu perlahan membuka netranya dan pemandangan yang dia lihat adalah taehyung yang tersenyum tampan di depannya.
“Aku ngantuk tapi aku lapar taehyung", kata jungkook lirih sambil berusaha bangun dan duduk.
“Makan dulu setelah itu tidur lagi ya", kata taehyung lembut dan jungkook pun mengangguk.
Malam itu hal sederhana yang membuat dada jungkook menghangat di mana dirinya bisa makan sepiring berdua dengan seseorang yang dulu adalah sahabat kecilnya kini sudah berganti status menjadi kekasih menuju ke status suami
"Aku masih merasa ini semua mimpi”, kata jungkook sambil menatap taehyung.
"Kalau menurutmu ini mimpi maka aku akan menjadikannya kenyataan”, kata taehyung sambil menggenggam tangan jungkook.
“Kamu tahu taehyung aku dulu hampir menyerah dengan perasaanku padamu, dulu aku berpikir cukup dengan menjadi sahabatmu sudah membuatku bahagia tapi mendengar kamu menjalin hubungan dengan irene membuat duniaku seketika runtuh", kata jungkook lirih lalu menghela nafasnya pelan.
“Tapi melihat kamu yang sangat bahagia ketika menceritakan tentang irene dan betapa semangatnya kamu mencarikan kado untuknya aku tidak bisa berbuat apapun bahkan untuk berkata jika aku sangat mencintaimu itu sangat sulit keluar dari bibirku. Lagi-lagi aku hanya bisa diam dan ikut tersenyum saat kamu tersenyum karena irene", jelas jungkook.
“Apakah karena ingin menghindariku kamu mendaftarkan kuliah di belanda?" Tanya taehyung intens.
Jungkook mengangguk pelan lalu menatap mata hazel itu.
"Daripada dibilang menghindar mungkin lebih tepat berusaha mengubur rasaku padamu”, jelas jungkook.
"Mulai sekarang kamu tidak boleh kemanapun, tidak boleh lepas dari pandanganku mengerti”, kata taehyung tegas.
"Aku sudah mengisi formulir pendaftaran untuk kuliah di belanda taehyung”, kata jungkook.
"Tidak, kamu tidak boleh kemanapun mulai sekarang. Mengertilah jungkook aku sudah tidak bisa jauh darimu, aku bisa gila jika kamu jauh dariku”, ucap taehyung memelas.
"Aku hanya kuliah taehyung setelah lulus aku akan kembali lagi”, kata jungkook pelan.
Taehyung meletakkan sendok yang dipegang jungkook dan menggendong jungkook ala bridal dan membawanya naik menuju kamar jungkook.
"Sekali tidak tetap tidak sayang, batalkan saja dan jika kamu tetap nekat ingin pergi kuliah ke belanda maka aku akan membuatmu mengandung anakku secepatnya”, kata taehyung frontal dan mendapatkan cubitan di lengan taehyung.
"Tidak mau taehyung, aku masih ingin kuliah tunda dulu punya anaknya”, bujuk jungkook.
"Tidak bisa sayang lebih cepat lebih baik, mama kim sudah tidak sabar ingin menggendong cucu”, kata taehyung dengan senyuman misteriusnya.
Sebuah alarm segera berbunyi di kepala jungkook.
"Sudah taehyung aku lelah”, rengek jungkook dalam gendongan kekasihnya.
Taehyung hanya tersenyum dan memasuki kamar lalu merebahkan tubuh mungil itu diatas tempat tidur serta ikut merebahkan diri di samping jungkook dan menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.
"Tidurlah sayang besok kita harus sekolah”, kata taehyung lembut.
"Selamat tidur taehyung”, kata jungkook lirih dalam pelukan taehyung.
"Selamat tidur juga sayang”, balas taehyung lalu keduanya terlelap dengan saling berpelukan hangat.