Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Joko Sakit keras
Semua keperluan Ritual sudah di persiapkan. Joko mulai menutup mata, saat ia membuka mulutnya untuk membaca mantra tiba-tiba ya merasakan sakit yang luar biasa. Bukan keringat dingin lagi yang keluar dari wajahnya tapi kalau ini juga benar-benar tumbang. Tubuhnya benar-benar lemah, ia tak kuat lagi menahan sakit yang luar biasa itu. Ia berusaha memanggil Dewi Poncowati, namun entah kenapa mulutnya seketika terkunci Seperti ada kekuatan gaib yang mengendalikannya.
Joko berusaha memanggilnya menggunakan batinnya, tapi hasilnya sama saja. Ia tak bisa melakukannya. Sepertinya terlalu berat untuk mengucapkan nama itu hingga ia tak mampu melakukannya.
Tubuhnya terkulai lemas di lantai, ia tak bisa bergerak sedikitpun. Hanya air mata yang mengalir membasahi wajahnya.
Tak ada seorangpun yang datang menolongnya.
Hingga pagi menjelang Joko masih terkapar di lantai. Ia berusaha mengatur nafasnya agar tetap terjaga. Ia tidak mau mati sebelum mengetahui siapa yang sudah membuatnya sekarat.
Sementara itu, Niken yang baru saja bangun terkejut saat tak mendapati suaminya di sebelahnya.
"Mas, mas Joko, mas kamu dimana!" serunya dengan nada panik
Ia mencari di setiap sudut rumah namun tak menemukannya. Ia semakin panik dan menghubungi sang ayah, untuk memberitahukan apa yang terjadi.
"Apa hari ini, Joko bekerja??" tanya Herman
"Sepertinya tidak ayah, dia sudah mengambil cuti karena ingin merawat ku. Tapi ... aku tidak tahu kenapa pagi ini mas Joko tiba-tiba menghilang. Aku sudah mencarinya ke setiap ruangan tapi aku tidak menemukannya," jawab Niken
"Kemana dia??"
"Coba kamu hubungi saja ayahnya, mungkin saja dia si sana," jawab Herman
Niken pun menurut. Ia kemudian menghubungi Pranyoto dan menanyakan tentang Joko kepadanya.
"Coba kamu cari di kamar peteng Nduk, mungkin dia sedang melakukan semedi," jawab Pranyoto begitu tenang.
"Tapi pak, selama ini Mas Joko selalu melarang ku masuk ke kamar itu. Aku takut Mas Joko marah , lalu bagaimana aku bisa masuk??"
"Kamu tidak perlu masuk, cukup berdiri saja di depannya, jika kamu mencium aroma dupa itu artinya Joko ada di dalam, tapi jika kamu tidak mengendus aroma dupa berarti Joko tidak ada di dalam," jawab Pranyoto
"Baik Pak," Niken segera bergegas menuju kamar peteng ( Kamar rahasia, yang di jadikan sebagai pertemuan antara Joko dan istri gaibnya)
Ia berdiri tepat di depan pintu. Cuping hidungnya mulai bergerak-gerak mengendus sesuatu dari depan pintu. Aroma dupa dan wangi bunga kantil begitu kuat di sana.
Niken bernafas lega, setidaknya ia tahu jika Joko ada di dalam kamar itu. Namun entah kenapa Ia merasa gelisah. Perasaannya tidak tenang, ia merasa sesuatu yang terjadi pada suaminya.
Nalurinya begitu kuat hingga ia enggan meninggalkan kamar itu, Ia bahkan memberanikan diri masuk untuk melihat apa yang dilakukan suaminya di dalam.
Niken menjerit histeris saat melihat Joko terkapar di lantai berlumuran darah. Darah mengalir dari mulut dan hidungnya.
Niken segera menelpon ayahnya dan memberitahukan kondisi Joko. Tidak lama Herman datang bersama mobil ambulans.
Niken tampak gusar, wanita itu tak dapat menyembunyikan rasa sedihnya saat melihat kondisi suaminya yang sekarat.
Ia terus menangis sepanjang perjalanan. Namun aneh saat di rumah sakit kondisi Joko baik-baik saja. Dokter todak menemukan adanya penyakit kronis dalam tubuhnya.
Sejak kejadian itu Joko menderita batuk berdarah. Namun setiap di periksa dokter selalu mengatakan kondisinya sehat.
Bahkan Joko sudah pergi ke rumah sakit paru-paru terkemuka, hasilnya tetap sama. Bahkan saat Niken membawanya ke luar negeri, dokter di sana pun mengatakan hal serupa.
Merasa ada yang tidak beres dengan dirinya Joko pun pergi mengunjungi sang ayah. Ia berharap ayahnya bisa memberinya petunjuk atau bisa mengobati penyakit aneh anehnya itu.
Namun sayangnya bukannya memberikan solusi atas penyakitnya, Pranyoto justru hanya menyarankan Joko untuk meminta maaf kepada Dewi Poncowati..
"ini hanyalah masalah kecemburuan seorang wanita intinya istri kamu itu tidak suka jika kamu mencintai wanita lain selain dirinya jadi yang perlu kamu lakukan itu cuma satu Minta maaf lah kepadanya," ucap Pranyoto
"Tapi bagaimana caranya,"
"Kau sudah tahu caranya, aku t tidak perlu membimbingmu lagi sekarang keilmuanmu lebih tinggi dariku jadi aku percaya kamu bisa melakukannya,"
"Maaf kali ini Bapak tidak bisa membantumu, karena ini adalah urusan pribadimu dengan istrimu. Lagi pula Bapak juga harus menyelesaikan pernikahan ini karena ini juga menyangkut hidup dan matiku," ucap Pranyoto
Joko terkesiap mendengar jawaban.
"Hidup mati, maksudnya gimana toh pak, coba jelaskan yang benar agar aku bisa tahu kenapa bapak menikah lagi,"
Pria paruh baya itu menarik nafas panjang, lalu menceritakan alasannya menikah lagi. Joko bisa mengerti setelah mendengar penjelasan darinya. Ia bahkan berjanji tidak akan mengganggunya.
"Ya sudah kalau begitu aku pamit pak," ucap Joko
Setibanya di Rumah, Joko merasa bingung. Bagaimana caranya meminta maaf kepada Dewi Poncowati. Bagaimana caranya merayu wanita gaib agar ia tak cemburu lagi pada Niken. Bagaimana caranya membuat ia tak marah lagi.
Pikiran itu kini memenuhi pikirannya hingga membuat ia begitu bingung.
Dalam kebingungan tiba-tiba ia teringat dengan Rizki.
"Andai saja ada Rizki di sini mungkin dia akan mengajariku bagaimana caranya merayu wanita gaib," ucapnya sedih
Joko menyesal kenapa ia tak punya nomor telpon Rizki, setidaknya ia bisa berhubungan dengannya jika ia punya nomornya.
Hingga suatu ketika Ponsel Joko berdering.
"Halo Jok, piye kabare??"
Seketika raut wajah Joko bersinar mendengar suara yang tak asing itu.
"Rizki," ada gurat bahagia yang tersirat di wajahnya. Setidaknya ia memiliki harapan baru. Harapan untuk menyembuhkan sakitnya.
Tabarakallah....
Alhamdulillah....
setelah mengetahui Joko merasa kepanasan maka Maryati reflek membacakan doa sambil mengusap kepala Joko
karena Maryati sering membaca ayat-ayat Al Qur'an seeeh
padahal saat itu, Pranyoto bukan lah berasal dari kaum bangsawan atau pejabat lhooo tapi bisa memperistri Maryati yang berasal dari bangsawan
ada apa gerangan yang terjadi dengan rumah Maryati ??
kenapa mendadak hawa di rumah nya menjadi sejuk meski tak ada AC
pake maen bisik-bisik segala neeeh
kita-kita kan jadi ikutan keeepooo 🏃🏃
lalu kamu mau apalagi lhooo Joko ???
kenapa kamu masih aja belum merasa puas👉👈
jaadiiii.... secara tak langsung Maryati juga ikutan menelan darah itu donk😱😱😱
selama 2 bulan, mata kanan Joko mengeluarkan darah lalu dokter juga udah memvonis jika matanya Joko membusuk😭😭😭
tentu aja hal ini yang membuat Maryati semakin sedih
kenapa mata kanan Joko terus-menerus mengeluarkan darah saat barusan dilahirkan 👉👈