update tiap hari;)
Risa adalah dokter bedah saraf yang sangat bagus dirumah sakit yang bernama Telaksi ,
walaupun Risa dokter baru dirumah sakit itu tapi dia sudah dianggap tangan kanan dari rumah sakit itu karena keahliannya membedah pasien dirumah sakit'itu semakin membuat rumah sakit itu maju.
suatu hari, dimana anak direktur rumah sakit itu datang setelah lama bekerja di rumah sakit John hospital di Amerika, dia bernama adit, setelah 2 tahun adit pergi dari rumah sakit Telaksi. Adit kembali bekerja di rumah sakit ayahnya. karna permintaan ayahnya.
adit sangat terkenal akan akan keahlian juga di bidang bedah saraf.
mau tau kelanjutannya,? yuk baca novel nya
jangan lupa untuk kasih , vote, like'serta komentar, karna ini karya pertama aku.
mohon dukungan nya.
jangan lupa follow ig author.
@yuvita_n
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuvita Natalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Dirumah sakit Telaksi, dokter Risa dan dokter Adit terlihat duduk berdua di kursi ruangan kerja dokter Adit.
"Bagaimana, keadaan kamu menangani pasien saat aku pergi kemarin."? tanya dokter Adit kepada dokter Risa yang duduk disampingnya.
"Alhamdulillah, setiap operasi yang aku lakukan saat kamu pergi. semua nya tetap lancar kok." ucap dokter Risa sambil menatap dokter Adit yang duduk disamping nya di.
"Hmm... bagus deh kalo gitu. aku selalu percaya sama kamu." ucap dokter Adit sambil mengelus tangan nya dirambut dokter Risa.
Dokter Risa pun hanya tersenyum merasakan tangan dokter Adit yang mengelus rambut nya dengan lembut .
***
Sementara itu, di ruang kerjanya dokter repan terlihat memainkan handphone nya. sambil membalas pesan WhatsApp yang masuk dari Mona yang mengira bahwa dokter repan adalah dokter Adit yang dia temui sewaktu di pesawat
"Kamu sibuk enggak dok"? chat WhatsApp dari Mona masuk ke handphone dokter repan, dengan segera dokter repan membalas pesan WhatsApp dari Mona yang dia kira dia adalah Mona temannya sewaktu SMA dulu.
"enggak" jawab chat WhatsApp dokter repan kepada Mona dengan singkat. Mona pun langsung membaca pesan WhatsApp dari dokter repan,lalu membalas Nya.
"hmm.. kita ketemuan yuk..! di restoran nanti aku kirim alamat nya." ajak Mona kepada dokter repan.
Dokter repan pun membaca pesan WhatsApp dari Mona. dan membalas nya.
"baiklah segera kirimkan alamat nya. aku berangkat." ucap dokter repan. karena dirinya juga penasaran dengan Mona.
"siapp." jawab Mona. dengan segera mona mengirim alamat restoran itu kepada dokter repan. setelah itu Mona ber-make up secantik mungkin dengan memasang baju seksi nya, karena dia mengira bahwa nomor yang selama ini dia chat adalah nomor dokter Adit.
Setelah selesai, Mona masuk ke dalam mobilnya dan segera melanjukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai ke restoran yang ingin dia tuju.
Hingga beberapa jam kemudian sampai lah mobil Mona di sebuah restoran mewah Mona, pun segera masuk ke dalam restoran itu dan duduk dikursi restoran itu sambil menunggu kedatangan dokter repan yang dia kira itu adalah dokter Adit.
Hingga beberapa menit kemudian datang lah dokter repan ke dalam restoran itu. dokter repan berjalan masuk ke dalam restoran itu dengan wajah penasaran nya sambil menatap satu persatu orang yang berada di meja makan nya .
"dimana sih Mona itu? aku bingung karena banyak banget cewek disini, mana aku juga bingung apa benar dia Mona teman semasa SMA kudulu"? batin dokter repan sambil.
tringg !!!
Suara handphone dokter repan berbunyi menandakan telpon masuk. dokter repan yang sedang berdiri sedari tadi di dalam restoran itupun segera mengakat telpon dari Mona.
"Hallo ? apa kamu sudah sampai direstoran nya."? tanya Mona di telpon.
"iya sudah, ini aku sudah di dalam. aku sedang mencari kamu tapi gak ketemu dari tadi." ucap dokter repan di telponnya.
"ini aku di meja nomor 14. aku pakai baju warna hitam." ucap Mona di telponnya.
Dokter repan pun menoleh ke belakangnya dan terlihat lah meja makan nomor 14 dan seorang cewek yang duduk sendiri memakai baju dres berwarna hitam dan perhiasan lainnya di tubuhnya sehingga membuat nya seksi dan cantik.
Dokter repan pun berjalan menghampiri Nya. dengan wajah bingung nya dokter repan menatap Mona, begitu juga dengan Mona yang terlihat bingung menatap seorang cowok yang datang ke meja nya, padahal dirinya sedari tadi hanya menunggu kedatangan dokter Adit.
"Apa anda Mona."? tanya dokter repan kepada Mona yang sedang duduk di kursi meja makan nomor 14.
"iya, anda siapa." tanya Mona dengan wajah bingungnya menatap wajah dokter repan.
"Harusnya saya yang bertanya Anda ini siapa? dan dari mana bisa dapat nomor WhatsApp saya."? tanya dokter repan dengan wajah geram nya menatap Mona.
"astaga, apa dokter Adit kemarin memberikan nomor WhatsApp temannya ini? aduh ****** aku harus bagaimana. aku jadi malu sama temannya ini." batin Mona.
"Maaf, saya kira itu nomor WhatsApp nya dokter Adit. saya dapat nomor anda dari dokter Adit kemarin. jadi saya ingin minta nomor WhatsApp nya, jadi dia berikan nomor itu, saat kami bertemu di pesawat kemarin. aku kira itu nomor dia yang selama ini membalas WhatsApp aku ternyata bukan. maafkan saya." ucap Mona dengan wajah takut nya menatap dokter repan yang sedang kesal.
"Astaga... kamu ingin minta nomor WhatsApp dokter Adit? jangan harap. dia sudah punya tunangan kali, mana mungkin dia sembarangan memberikan nomor WhatsApp kepada wanita lain." ucap dokter repan sambil tertawa menatap lucu kepada Mona.
"iya, saya baru tahu. maafkan saya kalo begitu." ucap Mona lalu pergi meninggalkan dokter repan sendiri di restoran itu. Mona masuk ke dalam mobilnya dengan segera mona melaju kan mobil nya dengan kecepatan tinggi. di dalam mobilnya Mona sangat terlihat kesal kepada dokter Adit yang membuat nya malu dengan memberikan nomor WhatsApp nya dengan nomor temannya yaitu dokter repan.
"Dia itu memang tega sekali sama aku, sampai dia membuat aku malu hari ini. kenapa dia memberikan nomor WhatsApp temannya itu kan membuat aku malu , aku mengira dia selama ini yang membalas pesan WhatsApp dari aku." ucap Mona bicara sendiri di dalam mobilnya dengan nada kesalnya.
Hingga beberapa jam kemudian sampai lah mobil Mona di rumah nya. Mona pun masuk ke dalam rumah nya dengan wajah sedih bercampur kesal kepada dokter Adit yang mengerjain dirinya dengan memberikan nomor WhatsApp temannya kepada Mona.
***
Sementara itu, diparkiran rumah sakit Telaksi dokter repan keluar dari dalam mobilnya. dokter repan segera berjalan masuk kedalam rumah sakit, sementara tak jauh dari tempat dokter repan berada terlihat lah Dokter Adit dan dokter Risa yang sedang duduk berdua. dokter Adit pun segera menghampiri nya.
"Dokter Adit."? panggil Dokter repan kepada dokter Adit. Dokter Adit pun menoleh ke arah dokter repan yang memanggil nya .
"Ada apa." ? tanya dokter Adit.
Dokter repan pun langsung duduk disamping dokter adit, sambil menepuk pelan-pelan bahu dokter Adit.
"Kamu ini adik macam apa sih, kok tega sekali kamu memberikan nomor WhatsApp aku kepada Mona yang ingin meminta nomor WhatsApp kamu sewaktu di pesawat kemarin." ucap dokter repan dengan nada kesal nya .
Dokter Risa pun hanya diam mendengar pembicaraan dokter repan dan tunangan nya itu yaitu, dokter Adit.
"habisnya sih.. cewek itu baru saja kenal sama aku. lansung saja dia minta nomor WhatsApp aku. kan aku sudah punya tunangan mana mungkin aku memberikan nomor WhatsApp aku kepada cewek kaya begitu. makanya aku berikan nomor WhatsApp kamu waktu itu, kamu kan jomlo." ucap dokter Adit sambil tertawa meledek dokter repan yang duduk disampingnya.
"iya, baiklah kali ini aku maafkan. tapi lain kali jangan nomor WhatsApp aku lagi, itu bisa membuat aku jadi pusing melihat nya, bisa-bisanya pekerjaan aku terganggu." ucap dokter repan sambil menatap tajam ke arah dokter Adit yang duduk disampingnya.
"Hmm.. baik lah maaf." ucap dokter Adit sambil tersenyum menatap dokter repan.
"Hmmm.." kata dokter repan.
"Biar pun kamu memberikan nomor WhatsApp kamu kepada dia, aku juga gak marah kok. kan bisa jadi dia cuman mau berteman sama kamu." ucap dokter Risa kepada dokter Adit yang duduk disampingnya
"enggak by. aku gak mau." ucap dokter Adit sembari tersenyum menatap wajah dokter Risa yang sedang duduk disamping Nya.
"Hmm.." kata dokter Risa.
bersambung....
Dokter repan saat pergi ke restoran.
Mona.
Hallo guys..apa kabar? yang sudah mampir dan baca novel aku ini? semoga kalian sehat terus. maafkan author yah jarang repost karena masih banyak tugas dari sekolah author. karena bulan depan kami ulangan.
tapi tetap di usahakan untuk update terbaru lagi. !! jangan lupa untuk memberikan dukungan nya dengan kasih;
vote
2.bom like.
3.rate bintang 5.
pasti aku feedback yah. terima kasih (+_+)
salam author;@yuvita_n.
Jangan lupa junjungannya...
Next karya😄
Salam dari
Broken Angel'S
jangan lupa mampir
Cinta Rianti 😘
Love me Mr Dante 😘
mampir ya
sedih ya, cerita nya udah end.
lanjut berkarya Thor💪💪💪
dady danzel mendukungmu.
adaiin season 2 nya.
asisten dadakan hadir..😘
mampir yuk
semangat selalu💪