Zian Arsya, seorang laki-laki mandiri dan sukses di usia 29 tahun, telah menjadi tulang punggung keluarga setelah di percaya ayah dan ibunya untuk mengelola usaha Hotel dan Restoran. Namun, di balik kesuksesannya, Zian menyembunyikan masa lalu pahit yang membuatnya menjadi pendiam dan jarang bicara. Dia pernah dikhianati kekasihnya semasa kuliah, yang memilih laki-laki lain, membuatnya kehilangan kepercayaan pada cinta.
Suatu hari, Zian dijodohkan dengan Raya, seorang gadis cantik, ramah, dan pintar yang sangat perhatian. Zian setuju dengan perjodohan itu, tapi dia tidak berani mengungkapkan masa lalunya kepada Raya dan keluarganya. Dia takut kehilangan kesempatan untuk memiliki keluarga dan cinta yang sebenarnya.
Namun, kehadiran Raya membuat Zian perlahan-lahan membuka diri dan menghadapi masa lalunya. Apakah Zian akan mampu mengungkapkan kebenaran kepada Raya dan keluarganya? Atau akankah rahasia itu menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
membayangkannya
Mobil melaju stabil di tengah arus sore yang padat. Lampu-lampu jalan mulai menyala satu per satu, memantul di kaca jendela seperti titik-titik cahaya yang berkejaran.
Raya duduk dengan tangan terlipat di pangkuan. Pikirannya masih tertinggal di hotel di tatapan singkat Zian, di firasat aneh yang belum juga pergi.
Derry melirik sekilas dari balik kemudi.
Hening.
Terlalu hening.
“Raya,” katanya santai, memecah suasana.
“Iya, Mas?” jawab Raya, menoleh.
Derry menyeringai kecil. “Aku boleh nanya satu hal nggak?”
Raya mengangguk. “Boleh.”
“Kamu sadar nggak,” Derry menahan tawa, “kalau hari ini kamu resmi jadi orang paling sering disebut di lantai atas?”
Raya mengernyit bingung. “Maksudnya?”
“Bos aku,” lanjut Derry ringan, “yang terkenal dingin, hemat kata, dan alergi urusan pribadi… hari ini nanya soal satu trainee lebih banyak dari laporan keuangan.”
Raya tersentak kecil. “Mas Derry…”
Pipinya menghangat.
“Tenang,” Derry cepat-cepat menambahkan. “Aku nggak bilang apa-apa ke siapa pun. Ini cuma observasi ilmiah.”
“Ilmiah dari mana?” Raya tertawa kecil, gugup.
“Dari asisten pribadi yang sudah kerja bertahun-tahun,” sahut Derry mantap. “Aku tahu persis ekspresi ‘bos lagi jatuh cinta tapi menyangkal’.”
Raya menunduk, jari-jarinya saling meremas. “Aku cuma trainee, Mas. Dan… soal perjodohan itu juga belum tentu.”
“Oh,” Derry melirik lagi, kali ini dengan senyum penuh arti. “Kata ‘belum tentu’ itu manis, ya.”
Raya menghela napas. “Mas Derry jangan menggoda terus, dong.”
“Bukan menggoda,” bantah Derry santai. “Mengonfirmasi masa depan.”
Raya menoleh cepat. “Mas!”
Derry tertawa pelan. “Oke, oke. Aku berhenti.”
Beberapa detik berlalu sebelum ia melanjutkan dengan nada lebih lembut.
“Tapi serius, Raya. Apa pun yang nanti terjadi… kamu bikin Bos berubah. Dan itu bukan hal kecil.”
Raya terdiam.
“Aku lihat cara dia jaga jarak,” lanjut Derry. “Itu caranya melindungi. Agak rusak, tapi tulus.”
Raya menatap keluar jendela. Lampu kota memantul di matanya.
“Aku takut salah langkah,” katanya lirih. “Takut kalau semua ini cuma beban.”
Derry menggeleng. “Kalau beban, dia nggak akan minta aku nganter kamu. Dia bakal pura-pura nggak peduli.”
Mobil berhenti di depan gedung apartemen Raya.
Derry mematikan mesin, lalu menoleh. “Turunlah dengan kepala tegak, calon...”
“Mas Derry,” potong Raya cepat, wajahnya memerah.
Derry tertawa lepas. “Oke, oke. Trainee istimewa.”
Raya membuka pintu, lalu berhenti sejenak. “Terima kasih, Mas. Bukan cuma nganter… tapi juga jujur.”
Derry mengangguk. “Sama-sama. Dan satu saran kecil?”
Raya menoleh lagi.
“Kalau punya CEO dingin yang pelan-pelan belajar hangat demi kamu,” ujar Derry sambil tersenyum, “jangan buru-buru kabur.”
Raya tersenyum kecil. Tulus. Hangat.
Ia melangkah masuk ke gedung, tanpa tahu… Di lantai atas hotel, seseorang masih terjaga, memastikan lampu di jendelanya menyala.
Menunggu kabar. Dan Derry tahu, besok pagi, ia akan punya bahan godaan baru lagi saat menjemput Raya, untuk calon istri sang CEO dingin, yang mulai kehilangan jarak dengan hatinya sendiri.
...
Raya melangkah menyusuri lorong apartemen yang mulai sunyi. Lampu-lampu putih di langit-langit menyala redup, memantulkan bayangan langkahnya di lantai keramik. Setiap pintu yang dilewatinya tertutup rapat, seolah dunia lain sedang beristirahat di baliknya.
Ia berhenti di depan unitnya.
Kunci berputar pelan.
Klik.
Raya masuk, menutup pintu perlahan, lalu menyandarkan punggungnya di sana beberapa detik. Hening langsung menyergap hening yang berbeda dari mobil tadi. Lebih jujur. Lebih dekat dengan isi kepalanya sendiri.
Ia melepaskan sepatu, menaruh tas seadanya, lalu melangkah ke dalam kamar.
Begitu tubuhnya merebah di atas kasur, langit-langit putih menjadi satu-satunya yang ia tatap.
Perjodohan.
Kata itu berputar lagi di kepalanya.
Raya menghembuskan napas panjang, lalu tertawa kecil tanpa suara.
“Konyol…” gumamnya.
Bagaimana bisa hidupnya berubah secepat ini? Ia masih ingat jelas malam itu malam ketika ayah dan ibunya memanggilnya pulang dengan nada yang terlalu serius untuk sekadar makan malam keluarga. Wajah-wajah yang tersenyum tapi menyimpan rencana besar. Kalimat yang diucapkan pelan, hati-hati… namun menghantam.
Perjodohan.
Dan yang paling tidak masuk akal… Nama itu.
Zian.
Raya memejamkan mata.
Ia mengira perjodohan itu akan menjadi cerita lama yang jauh nama asing, wajah yang belum tentu pernah ditemui. Bukan seseorang yang setiap hari ia lihat. Bukan atasan. Bukan pria dengan tatapan tenang yang membuatnya gugup tanpa alasan. Dan bukan pria yang … benar-benar datang malam itu.
Raya membuka mata.
Bayangan Zian berdiri di ruang tamu rumahnya muncul jelas. Setelan gelapnya rapi, sikapnya formal terlalu formal untuk seseorang yang katanya hanya ingin memastikan.
Memastikan apa?
Bahwa Raya baik-baik saja.
Bahwa perjodohan itu bukan sekadar keputusan sepihak orang tua.
Bahwa… mereka punya ruang untuk saling mengenal. Pelan. Tanpa paksaan.
Raya menelan ludah.
Ia masih ingat cara Zian menjaga jarak duduk tidak terlalu dekat, bicara seperlunya, tapi matanya… selalu memperhatikannya. Seolah ia takut melangkah terlalu jauh, tapi juga takut jika tidak melangkah sama sekali.
“Kenapa harus kamu…” bisik Raya lirih.
Bukan karena Zian buruk.
Justru karena ia terlalu nyata.
Zian bukan janji kosong. Bukan nama di atas kertas. Ia hadir. Datang sendiri. Mengambil risiko bahkan setelah malam perjodohan itu, setelah situasi yang belum sepenuhnya aman hanya demi satu hal sederhana.
Agar Raya tidak merasa sendirian.
Raya memiringkan tubuhnya, memeluk bantal.
Dadanya terasa hangat dan berat bersamaan.
Ia takut.
Takut berharap. Takut salah menilai. Takut jika semua ini berakhir menyakitkan.
Tapi di sisi lain… Ada bagian kecil dalam dirinya yang jujur. Bagian yang mengakui bahwa kehadiran Zian malam itu nyata, tenang, tidak memaksa telah menggeser sesuatu di hatinya.
Bukan cinta.
Belum.
Namun cukup untuk membuatnya tidak menolak.
Cukup untuk membuatnya bertanya-tanya…
bagaimana jika perjodohan konyol itu ternyata kesalahan?
Di luar, malam semakin larut.
Raya memejamkan mata, membiarkan pikirannya pelan-pelan reda.
...
Dan di tempat lain, seorang pria dengan jendela yang masih menyala juga belum tidur memastikan satu hal yang sama.
Bahwa jarak yang ia jaga… tidak akan membuat Raya menjauh.
Zian' ia tersenyum heran namun juga waspada, sebab menerima wanita' ia juga harus siap menjaganya dan benar-benar melupakan masalalunya. Terlebih ia merasa, kini ... musuh itu justru datang kembali , seperti janjinya dulu setelah Zian menghajarnya habis.
duhh Derry jahil mulu suka godain Zian 😄😄
di tunggu updatenya ya Sayyy quuu Author kesayangan🥰🤗 semangat terus Sayyy🤗
duhh Derry godain Raya dan Zian mulu bikin ngakak 😆😆😆
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
jangan² Raya juga jatuh cinta sama Zian 😄😄
bener kata Zian ada seseorang yang harus dia jaga yaitu Raya..
perhatian nya ma Raya,
Zian sepertinya emang jatuh cinta sama Raya 😅😅
duhh Zian minta Derry antar Raya plg gk tuh 😅😅
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu 🥰 semangat terus Sayyy 🤗💪
tapi bnr kok Zian emng sepertinya jatuh cinta sama Raya 😅😅😅
tapi Zian gk mengakuinya 😅😅😅
ledekin terus Zian ya Derry lucu soalnya 😅😅😅
untungnya Zian baik baik Saja...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy makin seru cerita nya🥰🤗
Derry ada² saja blg nnt juga bakal tau
tau apa yaa kira² apakah Zian dan Raya akan menikah? 😄😄
bener banget Raya hrs mengenal Zian lagi...
tinggal di tunggu kapan nikah nya😄😄
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
jgn dong Zian harus menjauh dari Raya 🥲..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
duhh gmn yaa klo Raya dan Zian tau soal perjodohan 😌😌
Ya ampuun Derry usil banget suka jailin Raya sampai malu malu dong 😆😆😆
. penasaran dg lanjutannya, di tunggu kekocakan Derry Sayyy quuu Author kesayangan tetap semangat ya Sayyy 🤗quuu🤗 🥰💪
Zain minta Derry antar Raya plg buat mastiin Raya aman gk tuh 😄😄
ciieee Raya dahh nyaman tuh dg Zain 😄😄
namun gmn dg perasaan Zain? mungkin Zain juga sama😄😄
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy quu🤗🥰💪
siapa tuhhh yg menghubungi Raya?? jgn² masa lalu Zian duhh Raya dalam bahaya dong 😌😌
yg menghubungi Raya cowok yaa, ada hubungan apa Raya dg cowok itu?
l
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu 🤗🥰💪
Duhh Raya merasa ada yg mengikutinya... 😄😄
Derry blg ke Zian lapor polisi dong... 😁😁
Siapa yaa yg mengikuti Raya 🤔🤔
Derry menggaruk kepala gk tuh 😆😆
Derry bingung dong menatap bos nya 😄😄
Zian blg Raya harus mendapatkan pengawasan khusus gk tuh 😆😆
Bener tuh Derry sejak kapan Raya sepenting itu buat bos 😄😄
Duhhh siapa sihh pria bertato leher itu... 😌😌
Waduhh Derry ngomong Bos yang dulu belain cewek waktu itu, berani nyaa Derry 😆😆
Derry di suruh diam gk tuh 😆😆
Derry nanya mulu 😆😆
Penasaran dg lanjut nya.
Di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat Sayyy 🥰🤗💪
Zian pasti nya akan cari tau siapa mereka 🥲🥲
duhhh Zian blg ke Raya klo ada apa-apa ksh tau dong 😄😄
mengapa tuh Raya berdebar debar jgn² Raya bnran suka sama Zain 😄😄
duhh siapa yaa Pria yg mengintai Raya??
penasaran dg lanjut nyaa...
Di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
duhhh Zian tiba ingat masaalu nya 🥲
ada seseorang yg mengancam Zian dongg...
kasihan Zian🥲🥲
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy 🤗🥰💪
duhhh seperti nya Zian bakal suka sama Raya😄😄