Seorang ustadz tampan kondang dan terkenal, hatuh cinta dengan salah satu murid kecilnya,
Berawal dari bakat dan kecerdasan yang santi kecilnya miliki membuat dia terpesona padanya
Kemudian sang ustadz ber doa dan istikharoh untuk meminta petujuk pada sang maha pencipta, karena ada keraguan didalam hatinya, dan benar Allah memberi petunjuk JODOH DALAM ISTIKHAROH , untuknya,
Karena umur sang murid yang masih remaja, sang ustadz menunggunya sampai dewasa, dan ditinggal pergi sembari menunggu waktu sang murid dewasa, sang ustdaz pergi ke luar negri untuk melanjutka pekerjaannya
Sesampainya sang ustadz pulang ternyata sang murid sudah pindah dari sekolah dan pesatren, tanpa ada yang tau posisi dan alamat nya sekarang, sehingga membuat sang ustadz berjuang dari awal dan berkorban lebih berat untuk mendapatkan wanita pujaannya
mari simak kelanjutan ceritanya yang nano nano ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-22 Haru
Naxt....
Dinegara sebrang Zain yang baru selesai meting menghidupkan hpnya, yg sedari tadi saat meting sengaja dinon aktifkan...
Dan beberapa notifikasi masuk yang salah satunya dari Bu Emma,
"Tumben Bu Emma kirim foto, foto siapa sih" batin Zain kiriman fotonya masih loding belum jelas gambarnya
Zain terlupa dengan apa yang dia minta beberapa minggu lalu setelah dia mengetahui kabar acara wisuda di sekolah
"Ini siapa sih, ? batinnya lagi
_Zain_
"foto siapa ini buk?"
_BU EMMA_
"Masak gak tau pak?" itu Jihan!
_Zain_
"Aah yang bener aja buk, enggak lah, beda!
_BU EMMA_
"Aduh pak namanya juga habis di make up" panggkling ya?
_Zain_
Oh gtu.. iya Buk maksh ya..
_BU EMMA_
"Okey pak"
Zain tak henti hentinya memandang foto Jihan dengan seksama,
"Subhanalloh ndok, sampe pangkling Aku, dan kamu cantik bangeet " gumam Zain sambil terus memandangi foto Jihan
Zain merasa pagi ini dia dapat semangat baru untuk lanjut bekerja
Ya Foto Jihan tiba tiba menjadi penyemangat kerjanya pagi ini, beberapa bulan sebelumnya Zain sempat putus asa dan pengen segera pulang
Zain sudah patah semangat, karena hari harinya terus dihantui dengan Jihan sang pemilik wajah cantik imut dan ber otak cerdas itu
💦💦💦💦💦💦💦
Disekolah, acara wisuda terus berjalan sampai penyerahan pengharagaan untuk siswi teladan dan berprestasi,
MC membacakan pengumumannya dengan lantang dan menegangkan, semua peserta wisuda dan para tamu undangan dan lainnya ikut tegang menanti pengumuman tersebut
Pasalnya semua juara tidak di sebutkan sama sekali, hanya untuk sang bintang sekolah saja yaitu bisa dikatakan juara umum dengan nilai terbaik antara MTS/MA di akhir tahun ajaran ini,
"Untuk penghargaan siswi yang berprestasi, serta menjadi juara umum di tahun ajaran ini diberikan kepada...." jeda MC tambah menegangkan...
"RIZQIA JIHAN AULIA kelas 9A" seru kedua MC bersamaan dan mendapat tepuk tangan ber gemuruh dari semua orang..
Dan yang dipanggil masih longak longok Karena dari tadi tidak memperhatikan apa yang dikatakan MCnya, sampai sampai di di senggol sama Irma kawan sebelahnya
Ya sedari tadi Jihan memang tidak fokus, karena Jihan mencari keberadaan orang tuanya, yang sedari tadi Jihan tidak melihat keduanya
"Heh Jihan tuh dipanggil ayok maju" senggol Irma mengagetkan Jihan
"Apa aku?" ngapain maju?" kaget Jihan masih kurang faham
" Aduh Jihan kamu mendapat penghargaan sebagai juara umum" jawab Irma karena telminya Jihan kumat
"Untuk Ananda Rizqia Jihan Aulia dimohon untuk menaiki panggung kehornatan" ucap MC lagi
" Tuh dipanggil lagi sana maju, apa gue nih yang makilin" kesal Irma
" Ya ya okey... Aku maju, makasih ya" ucap Jihan dan maju menuju panggung penghormatan
Ulfa yang nama anaknya dipanggil terasa sangat bangga dan bahagia, terharu
Saat ini perasaan keduanya udah campur Adek, dan rasa syukur terus mereka ucapkan tanpa henti
"Pak anak kita Pak ya Alloh" haru Ulfa di area blakang dan ikut berdiri menyaksikan anaknya menerima penghargaan
Hamdan sama sekali tidak menjawab, karena Hamdan sudah tidak bisa berkata kata lagi, hanya rasa syukur yang terus Hamdan ucapkan saat ini sama halnya dengan Ulfa
Setelah Jihan menerima penghargaan, dia pun turun membawa serta penghargaannya
tepuk tangan gemuruh mengiringinya
Ulfa yang bangga akan anaknya langsung menepi dari tempat duduk dan merentangkan tangannya untuk memeluk anak perempuannya itu, yang lama juga tidak berjumpa.
Dari kejauhan Jihan yang melihat kedua orang tuanya langsung menghampiri dan memeluk Ibu Bapaknya yang sudah berada ditengah tengah belahan kursi antara para tamu
Semua hadirin disana terharu pada adegan orang tua dan anak yang mengharukan itu, dan banyak juga yang mengabadikan moment tersebut..
Titikan air mata Ulfa udah tak sanggup untuk dibendung lagi, syukur terus ia panjatkan, dan terus2an mencium kening putrinya sulungnya itu,
Dari kejauhan Dira yang juga menyaksikan momen tersebut iri
"Alah lebay gitu aja mewek mewek, Ibuknya juga itu, nangis aja, kyak gak pernah dapat hadiah aja" cibir Dira, menoleh dengan kawan disebahnya ikut menangis
"Ngapain loo ikut nangis?" tanya Dira pada Novi
"Terharu loo dir" jawab Novi
"Alah lebai juga loo lihat gitu doang nangis cuih" cibir Dira lagi pada Novi
Para siswi siswi memang pada heran, pasalnya Jihan selama pengambilan rapot gak pernah orang tuanya yang hadir, kalau gak Tante atau Omnya juga pengurus pondok,
Mungkin bagi mereka momen yang mengharukan karena lama tidak bertemu antara orang tua dan anak
bersambung....
jangan lupa like coment dan vote ya luuur matursuwun..