khumaira gadis sederhana yang harus menerima perjodohan antara dua keluarga, dia harus menikah dengan laki - laki yang sama sekali tidak di kenal nya.
sedangkan dia hanya seorang remaja yang masih mempunyai cita - cita yang sangat tinggi.
akan kah khumaira menerima perjodohan ini...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanifah Anggraeni Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
liburan bersama
tidak terasa liburan sekolah pun akhirnya tiba, khumaira sangat senang karena dia akan pergi kerumah neneknya yang ada di sukabumi.
setiap liburan sekolah khumaira akan pergi kesana dan kali ini dia tidak pergi sendiri ada alfa yang akan menemaninya.
setelah semua siap khumaira dan alfa segera bergegas berangkat, mereka tidak ingin menunda lagi perjalanan panjang mereka.
alfa sengaja memakai supir, karena dia belum hapal jalan menuju sukabumi alfa juga belum terbiasa membawa mobil sejauh itu.
khumaira memilih untuk tidur, dia menjadikan pundak alfa sebagai sandaran kepalanya sedangkan alfa sedang membaca buku yang sempat di bawanya tadi.
empat jam lebih perjalanan yang mereka tempuh, khumaira mulai mangarahkan supir yang membawa mereka ketempat tujuannya.
tidak butuh waktu lama kini mereka sudah ada di depan sebuah rumah sederhana, khumaira mengajak alfa untuk turun.
di depan pintu mereka sudah di sambut oleh seorang wanita paruh baya.
khumaira segera memeluk wanita itu
" asslaamualaikum.. " salam khumaira
" waalaikumsalam.. kamu sudah sampai nak.. gimana perjalanannya.. ? " tanya wanita itu
" biasalah bi kalau kesini pasti macet apa lagi musim liburan seperti ini.. " kata khumaira setelah menyalami bibinya itu
" loh ra kamu sama siapa kesininya.. ? tumben ngajak teman.. " tanya bi maya ketika melihat alfa
" oh ini alfa bi.. " jelas khumaira
alfa pun bersalaman dengan wanita yang di panggil bibi oleh khumaira.
bibi meminta mereka untuk masuk kedalam rumah.
sesampainya mereka di dalam mereka langsung di sambut oleh nenek khumiara, disini hanya neneknya saja yang tahu kalau khumaira sudah menikah.
cuma waktu acara akad sang nenek tidak bisa hadir.
khumiara memeluk tubuh neneknya itu dengan sangat erat, dia sungguh sangat merindukan neneknya ini.
" nini apa kabar.. ? " tanya khumaira pada neneknya
" alhamdulilah baik sayang, apa ini laki - laki itu.. ? " tanya nini sambil menunjuk alfa
" iya ni, kenalin ini alfa " alfa pun mencium tangan nenek khumaira.
nini sangat senang bisa bertemu dengan alfa
" orang tua kamu tidak ikut.. ? " tanya nini
" nggak ni mereka cuma titip salam aja.. " jelas khumaira
mereka pun mulai larut dalam obrolan, mereka terus mengobrol sampai lupa waktu.
" ira sebaiknya kalian istirahat dulu, dari tadi nini ngajak kalian mengobrol terus " kata bibi dari arah dalam
" iya sebaiknya kalian istirahat dulu nanti kita lanjut lagi ngobrolnya.. " tambah nini
" iya ni kalau gitu kami istirahat dulu, "
jawab khumaira
" oh iya ira nak alfa tidur satu kamar sama kamu nggak apa - apakan, soalnya kamar di rumah ini tidak ada lagi yang kosong.
kamu tahu sendiri kan kalau liburan rumah nini ini seperti apa.. ? "
" iya ni nggak apa -apa.. kalau gitu kami ke kamar dulu ya.. "
khumaira pun berdiri dan mengajak alfa untuk ke kamar mereka.
alfa mengikuti khumaira dari arah belakang, sedangkan di ruang tamu bibi dan nini masih saja mengobrol.
" ibu apa ibu nggak salah nyuruh khumaira satu kamar dengan laki - laki.. ? khumaira itu seorang perempuan, apa ibu tidak takut terjadi sesuatu dengan mereka.. ? " tanya bibi
nini tersenyum kearah bibi, mungkin ini saatnya dia mengatakan kepada menantunya itu siapa alfa sebenarnya.
" ibu yakin ko, kalau pun mereka mau berbuat macam - macam ya biarkan saja.. " belum nini menyelesaikan perkataannya bibi sudah memotongnya terlebih dahulu.
" ibu juga akan membiarkan kalau mereka berbuat zinah.. ? "
" loh ko bawa - bawa zinah segala, memangnya siapa yang sudah berbuat hal seperti itu disini.. ? " tanya mang darma suami bi maya
" ini loh pak ibu, masa dia membiarkan khumaira tidur satu kamar dengan seorang laki - laki dan kita belum mengenalnya sama sekali.. " jelas bibi
" apa betul itu bu.. ? " kini giliran mang darma yang bertanya
" hadeh makanya kalau ibu ngomong tu dengerin dulu jangan asal potong saja, dengarkan kata ibu baik - baik ya.. khumaira dan alfa itu tidak akan apa - apa kalau mereka tinggal satu kamar, walaupun mereka mau berbuat macam - macam ya biarkan saja toh mereka sudah halal.. " jelas nini
mang darma dan bi maya saling berpandangan tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
" ibu nggak bercandakan.. ? " tanya mang darma meyakinkan
" apa ibu terlihat sedang bercanda.. ? " tanya balik nini
" tapi bu kapan khumaira menikah kenapa kami tidak di beri tahu tentang kabar ini.. ? " tanya mang darma penasaran
" khumaira menikah ketika kalian sedang berada di bandung, ibu sengaja meminta intan dan faisal untuk tidak memberi tahukan kabar ini kepada kalian karena waktu itu maya sedang di rawat di sana.. " jelas nini
" tapi kenapa khumaira harus menikah muda bu.. dia kan masih sekolah apa tidak akan menggangu nantinya..? " kini giliran bibi yang bertanya
" ini semua karena salah satu wasiat ibunya faisal yang meminta menjodohkan salah satu cucu mereka, karena dari keluarga faisal hanya punya satu anak perempuan ya jadilah khumaira yang harus menikah.. " jelas nini
" tapi ini sepertinya tidak adil untuk khumaira bu, dia masih kecil masih ingin bebas sama seperti anak - anak lain seusianya, apa suaminya bisa bertanggung jawab dengan khumaira nantinya.. ? " kata mang darma
" ibu yakin alfa anak yang baik, bahkan ibu dengar dia juga bekerja di bengkel serta yang paling penting dia anak yang soleh, kamu lihat saja nanti dan nilai sendiri alfa itu seperti apa orangnya.. " jelas nini
mang darma dan bi maya pun akhirnya tidak bisa berkata apa - apa lagi toh mau berdebat pun tidak akan ada ujungnya.
mereka juga sudah menikah, hanya sebuah doa yang bisa mereka berikan untuk khumaira serta alfa.
walau di lubuk hati mang darma masih ada keraguan untuk alfa, dia takut alfa hanya akan mempermainkan hati khumaira.
baginya khumaira sudah dia anggap seperti putrinya sendiri, dia sangat menyayangi khumaira sama seperti dia menyayangu anak - anaknya.
dia juga berharap laki - laki itu bisa bertanggung jawab atas diri khumaira, dia percaya semua ini pasti sudah di pikirkan oleh kedua orang tua khumaira sebelumnya.
sukses sllu