kisah seorang gadis yang mengalami penghianatan suami dan saudaranya hingga harus kehilangan nyawa , tapi sebelum tiada dia memohon untuk dapat mengubah takdirnya jika di beri kesempatan. dewa begitu kasihan padanya hingga permohonannya menjadi kenyataan dan dia terlahir kembali untuk membalas dendam atas setiap perlakuan orang yang telah jahat padanya !!
akan kah dia dapat membalas dendam? bagaimana kah kisahnya, jangan lupa mampir baca 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah_army7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
extra story
yerin berfikir dia akana bisa reinkarnasi tapi sistem malah mengalami masalah sehingga dia harus memasuki tubuh seorang gadis yang merupakan pemuda pelajar di tahun 80 an, era dimana makanan adalah benda berharga dan semuanya masih sangat tradisonal
yerin yang baru saja bangun dari demam sedikit linglung tapi dengan bantuan sistem dia dapat segera menerima keadaan dan sebagai kompensasi sistem memberikan dia supermarket yang isi sudah sangat lengkap
" yerin kau akhirnya bangun " seseorang berbicara sambil masuk, tapi anehnya orang itu justru mendekati lemari dan membuka lemari seakan itu adalah lemarinya
" apa yang kau lakukan " nada yerin penuh dengan ketidak sabaran, dari ingatan pemilik tubuh ini orang didepannya adalah su mioxe seorang gadis yang datang ke desa bersamaan denganya. su mioxe selalu mengatakan banyak hal yang membuat yerin terlalu percaya dan membiarkan gadis itu mengunakan semua barangnya tapi malah jebakan yang dia Terima sebagai balasan dari semua itu
yerin bukan orang yang hemat bahan bakar atau pun kesemek yang lembut
" yerin kenapa? aku hanya mengambil kue kering " ujarnya seakan itu adalah hal biasa
" kau mengambil barang orang lain bahkan tanpa berbicara dulu taukah kau itu namanya mencuri "
su mioxe terkejut dengan kata-kata yerin sedikit kesal tapi mencoba menahan diri " yerin kita adalah sahabat "
" cih aku tidak sanggup membeli sahabat seperti mu "
" yerin kau ... "
su mioxe yang ditatap seperti itu merasa malu segera keluar tanpa melihat kebelakang dan tak lama seseorang gadis masuk dengan wajah tidak senang
" yerin kenapa kau begitu kejam pada su mioxe, dia sangat mengkhawatirkan mu "
yerin hanya menatap membuat wanita itu semakin kesal
" yerin kau benar-benar wanita yang tidak tau malu "
yerin berbicara dengan santai " aku atau kau yang tidak tau malu, membela wanita yang tiba-tiba saja masuk ke kamar ku dan mengambil barang tanpa meminta izin terlebih dahulu "
" yerin kalian adalah sahabat, apakah karena kue itu kau perlu marah "
" kalau begitu kau bisa memberikan dia makanan yang kau Terima dari brigadir padanya dan makanan kering yang kau beli untuknya . tapi aku tidak sanggup memberi makan leluhur "
wajah wanita itu segera berubah warna tidak tau mau berbicara apa lagi dan yerin tentu saja tau bahwa di era ini siapa juga yang mau memberi makan gratis
yerin hanya mendegus bangkit mengunci lemari dan kembali berbaring karena kondisi badannya yang belum stabil
di biarkan seperti itu membuat gadis yang masuk membela su mioxe segera keluar tanpa berbicara apapaun
sedangkan di luar su mioxe yang di tenangkan oleh para wanita pelajar yang lain juga mendengar apa yang di katakan oleh yerin, dia tidak menyangka bahwa yerin akan mengatakan semuanya tanpa melihat wajahnya
dia memerah malu apalagi melihat beberapa wanita yang mencoba menenangkannya tidak lagi menghiburnya justru sedikit menjauhinya, dia merasa tidak senang dan semakin membenci yerin karena membuat dia kehilangan wajah
.
.
.
esok harinya yerin bangun dengan tubuh yang jauh lebih fit dari sebelumnya dan dia segera membersihkan diri
dia cukup terkejut melihat kamar mandi era ini apalagi tida ada sabun dan pasta gigi bahkan handuk wajah menjadi satu dengan handuk badan
Aahhh tidak
yerin segera mengeluarkan semua peralatan mandi dan dia cukup terkejut melihat bahwa kemasan setiap barang yang dia bawa keluar dari supermarket akan menjadi kemasan zaman sekarang yang lebih aman baginya
segera dia membersihkan diri kemudian dia pergi ke supermarket menyantap makanan hangat disana sebelum pergi menghadap kapten brigadir
" kamerad yerin apakah kau sudah sembuh? "
" bibi akuu sudah sembuh, aku tidak mau karena diri ku menunda pekerjaan yang lain "
" sangat bagus memiliki pikir seperti itu " ujar kapten puas dengan pemikiran yerin