Kisah dua orang Indigo
Lachlan Lexington de Luca memiliki kekuatan di luar Nurul para sepupunya ... L biasa dipanggil, memiliki sixth sense yang bisa berkomunikasi dengan hantu. Kali ini liburan L ke Jakarta menjadi berbeda karena dia harus membantu empat hantu gentayangan untuk bisa ke alam baka... Dengan syarat harus berbuat baik baru bisa dipertimbangkan masuk surga atau neraka. Di perjalanan membantu, L bertemu dengan seorang gadis yang takut hantu tapi punya kemampuan yg sama dengan L.
Nareswari adalah seorang gadis berprofesi sebagai konsultan gizi di rumah sakit tapi dia juga punya kemampuan bisa melihat hantu. Nareswari super takut dengan mereka sampai dirinya bertemu dengan Lachlan yang memiliki kemapuan sama. Keduanya membantu empat hantu yang rusuh minta kembali ke habitatnya... Eh alamnya. Bagaimana ceritanya? Menyambut Halloween... FYI ini horor unfaedah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yōkai
Ruang Pertemuan LP Cipinang Jakarta
"Serius. Masih nggak mau ngaku ..." geram Nonik Belanda itu sambil hendak menghampiri Dennis.
"Nonik..." desis Lachlan. "Sabar dulu..."
"Tapi aku yang tidak sabar ..." Nonik Belanda itu menatap Lachlan yang memberikan tatapan melarang. Hantu gadis cilik itu pun akhirnya menurut Lachlan dan kembali ke samping pria Italia Amerika itu.
Nareswari memandang wajah Lachlan yang tampak serius dengan ucapannya dan memiliki aura leader membuat hantu pun segan dengan pria bermata biru itu.
Ya ampun L. Kamu juga menyeramkan kalau sudah keluar judesnya.
***
"Ayo mengaku saja Dennis ! Tidak ada yang bisa kamu elak dari semua ini !" ucap Kosasih tidak sabar.
Dennis masih bungkam. Bayangan dirinya akan bebas tahun depan, tampaknya akan semakin menjauh karena para polisi di hadapannya tahu dimana dia menyimpan Aundria. Bagaimana mereka tahu? Apakah mereka pergi ke dukun atau ...
Suara ponsel Iptu Dean Thomas berbunyi membuat semuanya terdiam. Pria itu lalu menerima panggilannya. "Halo? ... Ditemukan? Masih sebagian besar utuh ? Bisa dicari DNA nya? ... " Wajah Iptu Dean Thomas menyeringai penuh kemenangan. "Bagus. Bawa ke Cipto Mangunkusumo. Aku akan segera kesana. Thanks."
Kosasih dan Gofar menatap ke arah Dennis yang sudah memucat.
"Masih tidak mau mengaku ayah? Meskipun jasadku sudah ditemukan... Berarti ayah sukanya diganggu aku ya...." bisik Aundria di sisi telinga Dennis. Wajah pria itu semakin memucat dan Aiptu Rayyan bersama dengan pengacara Dennis sudah takut jika Dennis mengalami serangan jantung.
"Mengakui kesalahanmu adalah jalan yang terbaik ayah ..."
Dennis tampak bingung dengan wajah memucat seperti mayat. "Aku ... Aku ... "
"Kamu kenapa Dennis?" tanya Iptu Dean Thomas.
"Jika ayah tidak mengaku, maka semua hantu di Cipinang ini akan mendapatkan obyek penderita hingga membuat ayah tidak bisa tidur..."
Dennis memejamkan matanya. Ditakuti hantu Aundria saja aku sudah takut, masih ketambahan hantu-hantu Cipinang yang aku tidak tahu seperti apa... Selama ini Dennis tidak pernah melihat hal-hal semacam itu jadi dia tenang-tenang saja... Tapi hari ini...
"Baiklah ! Aku akan mengaku !" bentak Dennis Bomen. "Aku yang membunuh Aundria, aku juga yang melecehkan Aundria ! Puas kamu Aundria ? PUAS!"
Keempat anggota kepolisian ( yang dua sudah pensiun ) tampak bingung melihat Dennis seperti tidak fokus seolah mencari sesuatu.
"Ada apa ini pak Kosasih?" bisik Iptu Dean Thomas.
"Entah. Diweruhi yak e ( dilihatin mungkin )" jawab Kosasih cuek.
"Jadi benar ya pak Dennis. Anda yang memperk*sa dan membunuh nona Aundria 30 tahun yang lalu?" Aiptu Rayyan berusaha memperjelas lagi pernyataan Dennis Bomen yang sudah direkam lewat alat perekam dan CCTV ruangan itu.
"Iya ! Aku yang melakukannya ! Puas kalian polisi-polisi reseh !" Mata Dennis tampak mendelik sedikit memerah tanda dia emosi.
"Akhirnya setelah 30 tahun, kamu melakukan hal yang benar. Dik Dean, setelah ini, aku serahkan padamu dan pastikan dia akan berada di balik jeruji besi seumur hidupnya." Kosasih dan Gofar pun berdiri yang kemudian dibantu Lachlan dan Nareswari. "Semoga kamu sempat melakukan taubat di sisa hidup kamu..." ucap Kosasih ke Dennis yang masih tampak emosi.
"Eyang mau keluar?" tanya Nareswari sambil menggenggam tangan Kosasih.
"Iya Nyes. Eyang sudah lega berhasil membuat pelakunya mengaku... Hutang eyang ke Aundria sudah lunas ..." senyum Kosasih.
Lachlan melihat Aundria menangis lega sambil memeluk Nonik Belanda yang menepuknya pelan.
Alhamdulillah...Kamu bisa pulang ke alammu dengan tenang...
***
Beberapa Hari Kemudian...
Kosasih mendapatkan kabar jika kasus Aundria disidangkan dan Dennis Bomen disidang untuk kasus pelecehan serta pembunuhan. Hakim memutuskan hukuman seumur hidup untuk Dennis Bomen tanpa ada remisi yang artinya, pria itu tidak ada kesempatan untuk hidup bebas.
Mantan Kapolda Metro Jaya itu tersenyum lega karena sudah menyelesaikan kasus yang membuatnya hampir tidak tenang selama 30 tahun ini sebab dirinya seperti memiliki hutang penjelasan pada ibu Aundria.
Kabar lainnya, istri Dennis Bomen mengajukan cerai yang langsung diputuskan dengan cepat karena kebijakan khusus dari pengadilan agama. Kosasih sedang menyesap teh nya di teras bersama dengan istrinya, Cayla, saat Iptu Dean Thomas datang bersama dengan Aiptu Rayyan.
Setelah berbasa-basi, Iptu Dean Thomas mengundang Kosasih untuk menghadiri pemakaman Aundria yang sudah selesai diautopsi. Tentu saja Kosasih dan istrinya bersedia hadir acara pemakaman yang akan diadakan esok hari Sabtu. Iptu Dean Thomas juga meminta agar Nareswari dan Lachlan ikut serta yang disanggupi oleh Kosasih.
***
Hari Jumat Siang. . .
Seorang pria berdarah Oriental, mendatangi PRC Hospital Jakarta dan mencari Alsaki Baskara namun karena masih pada sholat Jumat, akhirnya pria itu menunggu di taman sembari makan siang.
Setengah jam kemudian, pria itu melihat sosok yang dicarinya dan langsung menghambur memeluknya.
"Dendeeeeenngggg ! Ayo pulang ! Aku tidak sanggup mengawal Alaska !" rengek pria itu tanpa malu.
"Haaaahhh? Badut ? Kok bisa ke Jakarta?" tanya Alsaki bingung melihat pengawal Raiden datang ke rumah sakit.
"Aku kangen Dendeng... Memang ada yang salah?" tanya Shohei Kawaguchi judes.
"Astagaaa... Kamu kangen Dendeng? Kenapa?" gelak Lachlan yang tahu semenjak Hyde dan Kana menikah, Shohei menjadi pengawal Raiden.
"Gara-gara Denden Mushi ini dihukum Park-san senior, aku harus mengawal Alaska di Muenchen dan aku tidak sanggup. Ska galak sekali... Hiks... !" rengek Shohei.
"Seriously ! Sama Ska saja kamu takut ?" Alsaki menatap pria berdarah Hongkong itu tidak percaya.
"Kamu nggak tahu saja kalau Ska marah... " adu Shohei.
"Aku sih mau saja pulang tapi aku masih ada hutang disini. Aku mau membantu arwah pulang ke alamnya sama jadi detektif. Kamu mau nungguin?" Raiden menatap pengawalnya.
"Arwah?" Shohei langsung celingukan. "You're not serious, are you?"
"Way serious... Tuh ada hantu nonik Belanda dengan leher hampir putus ..." jawab Lachlan cuek membuat wajah Shohei memucat.
Gue ketemu ular nggak papa, tapi jangan hantu. "L-san... Janganlah bercanda..." pinta Shohei memelas.
"Bolehkah aku ganggu paman ini, kak L?" goda Nonik Belanda yang mendapatkan pelototan Mbak Kunti dan mas Muka Rata.
"Nonik ... Jangan !" cegah Mbak Kunti namun terlambat. Nonik Belanda itu menampakkan dirinya di depan Shohei yang langsung menjerit kencang.
"AAAAAHHHH ! YOUKAAAAIIII !" teriak Shohei yang kemudian jatuh pingsan.
"Heh? Pingsan?" seru Alsaki yang bersyukur tidak memiliki kelebihan macam Lachlan atau Raiden.
"Ya Allah Nonik !" tegur Lachlan gemas sedangkan Nonik Belanda hanya cekikikan.
Raiden dan Alsaki lalu memanggil petugas kesehatan untuk membawa Shohei yang pingsan guna dirawat.
Lachlan menatap judes ke Nonik Belanda itu.."Kalau Shohei sampai gadha gimana?" tegur pria tampan itu.
"Kan bisa nemenin Nonik..."jawab hantu cilik itu cuek.
"Astaghfirullah..."
Note
Yokai artinya penampakan yang aneh, yokai juga dikenal hantu supernatural Jepang, setan dan roh. Dengan bentuk penampakkan tidak biasa yang tak terhitung jumlahnya, mereka berkisar dari hewan yang tidak berbahaya hingga wanita pengembara film horor, belum lagi sandal kayu, lentera, dan bahkan payung.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Setidaknya baca novelmu lebih menghibur ,meski bacaku ngacak sana sini ,daripada nonton berita cuma bikin pusing