Sebuah kenyataan hidup yang sangat pilu dan menyakitkan membuat sebagian orang mengalami kejadian trauma yang sulit dilupakan. Namun, tidak semua orang merasa bahagia menikmati hidupnya yang penuh luka yang membekas di hati mereka.
Kebahagiaan yang diimpikan telah sirna oleh kenyataan pahit yang mereka alami. Disini, akan dibahas dalam sebuah novel LUKAS yang akan menguras emosi dan air mata.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Jangan lewatkan update terbaru dari perjalanan kehidupan yang penuh pilu ini!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Kejutan
Dimas sampai di rumah dengan membawa banyak oleh-oleh untuk keluarganya. Tetapi, hatinya hanya untuk Aqila seorang.
"Assalamualaikum," Dimas mengucap salam saat masuk ke dalam setelah taksi yang ditumpanginya pergi.
"Waalaikumsalam, Pak Dimas. Loh? Kenapa tidak memberitahu kalau Bapak pulang sekarang?" kata salah satu pembantu yang bekerja dirumah Dimas.
"Ya, Bi. Sengaja ingin memberi kejutan pada orang rumah," jawab Dimas ramah sambil tersenyum.
Bi Mira pun segera membantu mengambil barang-barang yang dibawa oleh majikannya itu ke kamar milik Tuannya.
Selesai meletakkan barang-barang. Bi Mira keluar kamar. Namun, sebelum itu, Dimas meminta Bi Mira untuk membuatkan wedang jahe untuk melepas rasa lelah setelah bekerja keras di luar kota.
Dimas segera mandi air hangat sambil membawa handuk yang baru di keluarkannya dari koper. Hanya lima belas menit Dimas mandi, sebab dirinya tidak sabar ingin bertemu dengan Aqila gadis yang telah membuatnya gila beberapa hari ini.
"Aqila. Aku merindukanmu."
Melihat jam di dinding masih menunjukkan pukul sepuluh pagi. Dimas memutuskan untuk istirahat sejenak sebelum orang rumah pada pulang. Dimas yakin, Davina pasti sibuk berkencan dengan Bayu adiknya. Dirinya sudah tidak peduli lagi dengan istrinya itu. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menceraikannya dan menikah dengan Aqila kelak kalau sudah lulus sekolah.
Membayangkan hal itu, Dimas merasa bahagia saat tiba waktunya nanti. Tak lama, Bi Mira pun mengetuk pintu lalu membuka dengan membawa satu gelas besar berisi air jahe hangat di nakas.
"Terimakasih, Bi."
"Sama-sama, Tuan Dimas. Saya permisi dulu," pamit Bi Mira menunduk lalu berjalan keluar kamar.
Dimas meminum sedikit air jahe hangat itu dan kemudian memejamkan matanya untuk istirahat sebentar.
*
Beberapa jam kemudian, Clarissa, Azka dan Aqila pulang sekolah walau Clarissa lebih memilih bermain bersama temannya di mall untuk menghilangkan rasa jenuhnya. Namun, berbeda dengan Aqila dan Azka yang langsung pulang kerumah karena banyak pekerjaan menanti.
Azka sekarang berangkat dan pulang pun membonceng Aqila dengan motor yang telah diberikan ayahnya bulan kemarin daripada harus naik angkot terus.
"Alhamdulillah sampai rumah juga Aqila," ucap Azka yang meletakkan motornya di belakang dekat gudang taman.
"Iya, Mas. Kenapa gak dari dulu ya, kita naik motor begini?" kata Aqila tersenyum.
"Yang penting kita bersyukur sudah diberikan ayah motor sekarang karena memang rejekinya baru ada ya bulan kemarin, Aqila." kata Azka mengusap pucuk kepala adik tercintanya.
"Iya, Mas, iya."
Masuk rumah, keduanya tak lupa menyambut tangan kedua orang tua yang telah melahirkan mereka dengan hangat.
"Assalamualaikum, Pak, Buk," ucap salam keduanya bersamaan.
"Waalaikumsalam," jawab sebagian orang yang ada di dapur yang kebetulan sangat rame.
"Pak, ini ada apa? Kok tumben dapur rame?" tanya Aqila bingung.
"Oh, ini. Tuan Dimas tadi pagi pulang, Nak. Jadi, kami semua memasak banyak kali ini. Ya sudah, setelah ini ganti baju dan bantu kami memasak untuk makan malam ya?" pinta ibunya yang sibuk memotong sayuran.
"Baik, Bu."
Aqila terkejut akan kepulangan Tuan Dimas. Tapi, hatinya tak bisa berbohong. Bahwa sebenarnya dirinya pun merindukan sosok lelaki itu.
Dirinya menghampiri kamar kakaknya, sekalian memintanya untuk membantu orang tuanya memasak di dapur atau hal lainnya. Dan Azka pun mengangguk setuju.
Siang itu, suasana dapur kembali ramai setelah dua hari ditinggal pergi pemilik rumah tersebut keluar kota. Jadi, mereka jarang masak dan hanya memasak ala kadarnya untuk para pembantu yang lain.
lanjutin aja laaah 😎🤫🥺
heeeemmm mau alasan apalagi neeeh
yaakiiiiin neeeh 🫣🫣🏃🏃
ntar temen arisannya mengira jika Bayu lah suami Davina donk 👉👈
padahal sepasang kekasih itu akan seneng banget jika kekasihnya selalu berada di sampingnya
lha klo kamunya wafat, lalu yang menjaga Aqila siapa donk ???
eeeeiiiiitttssss tapi kamu kan masih terikat dengan pernikahan ya, lalu jaga Aqila gak bisa maksimal deeeh
kamu doa aja supaya Aqila selalu dalam lindungan Allah
aamiin ya rabbal alamiin
ternyata kena prank ama Kak Dina deeeeh
huuuuuuffttttt syukurlah jika itu semua hanya mimpi belaka
semula dirinya yang ingin membunuh Dimas eeeh ini malah dia sendiri yang wafat 👉👈
ada apa ini sebenarnya???
kenapa ada adegan tusuk menusuk seeeh....
Idul Adha kan masih lama tuuuh 🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃🏃
dan Aqila yang sedang dalam posisi membawa pisau 😱😱😱😱
karena percuma aja, ikutan ajang kumpul-kumpul eeeh gak membawa pada kebaikan
kapan ya, Dimas akan mergoki Davina ama Bayu