NovelToon NovelToon
Jodoh Untuk Syakayla

Jodoh Untuk Syakayla

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Beda Usia / Romansa / Persahabatan / Tamat
Popularitas:63.8k
Nilai: 5
Nama Author: AwanMendung26

Syakayla Abidah Umar, gadis berusia 19 tahun itu merupakan putri bungsu dari pasangan Abi Umar dan Umi Nafiza. Pada usia yang masih terbilang muda, Kayla harus merasakan pahitnya sebuah penghianatan yang dilakukan oleh kekasihnya. Kayla bahkan rela berbohong pada seluruh keluarga demi menutupi hubungannya bersama sang kekasih. Karena sejak kecil Kayla hidup di keluarga yang sangat menekankan ilmu agama dan secara tegas melarangnya untuk berpacaran.

Belum selesai dengan masa patah hatinya akibat perbuatan sang kekasih, nyatanya Abi Kayla secara diam-diam menjodohkan gadis itu dengan anak sahabatnya. Dia adalah Muhammad Fatih Akbar yang merupakan pengusaha muda yang sukses membangun sebuah restoran dengan hasil jerih payahnya sendiri. Mereka berdua dijodohkan dengan umur yang terpaut 5 tahun. Hal tersebut tentu saja membuat Kayla menolak.

Bagaimana kelanjutan kisah Kayla?

Yuk, langsung baca!


Silahkan berkunjung di IG author: awanmendung_26

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AwanMendung26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasar Malam

..."Jika bahagia itu hanya tentang harta dan tahta. Lantas mengapa hati lebih merasa bahagia jika bersama dengan orang yang kita cintai?"...

...-AwanMendung26-...

Mohon dukungannya untuk karya ini, ya, teman-teman. Jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote, like, hadiah dan komentar kalian. 🌻

.

.

HAPPY READING....

Malam harinya Kayla mondar mandir di dalam kamar seorang diri. Gadis itu ingin sekali mengajak Fatih makan malam di luar bersama. Tapi, Kayla bingung bagaimana cara mengajak Fatih.

Suara pintu dan ucapan salam dari Fatih terdengar oleh Kayla yang berada di dalam kamar. Gadis berhijab itu kemudian melangkah keluar untuk segera menyapa Fatih. Suaminya itu baru saja dari masjid untuk melaksanakan salat Isya berjamaah disana.

"Kak Fatih." Panggil Kayla dengan suara sedikit pelan. Saking bingungnya untuk memulai pembicaraan, Kayla sampai meremas ujung baju tidurnya sendiri.

"Iya, kenapa?" Tanya Fatih saat melihat istrinya itu diam. Sepertinya Kayla ingin mengatakan sesuatu, terlihat dari gelagat perempuan itu yang bingung sendiri.

"Kamu mau ngomong sesuatu?" Tebak Fatih kembali yang membuat Kayla langsung menatap kearahnya.

"Kak, sebenarnya malam ini aku nggak masak karena rencananya aku mau ajak kak Fatih untuk makan di luar. Kak Fatih mau nggak?" Meski sedikit gugup akhirnya Kayla memberanikan diri untuk berbicara. Lagipula Kayla heran dengan dirinya sendiri. Sejak kapan mengajak orang untuk makan di luar sampai segugup ini? Kayla mendesah berat sambil merutuki dirinya sendiri yang terlihat sangat konyol.

Fatih yang mendengar ajakan dari Kayla sontak terdiam. Ini pertama kalinya Kayla mengajak Fatih untuk makan diluar bersama setelah hampir 2 bulan mereka menikah.

"Boleh, kebetulan saya juga pengen makan diluar." Jawab Fatih kemudian. Laki-laki itu sangat senang dengan ajakan Kayla, itu artinya perlahan Kayla merasa nyaman dengan keberadaan Fatih disisinya hingga perempuan itu tak lagi canggung untuk mengajak Fatih keluar bersama untuk makan malam.

"Kamu mau kita makan di restoran atau di cafe?" Lanjut Fatih bertanya.

"Boleh nggak kak kalau kita makannya di pinggir jalan aja?" Pinta Kayla ragu-ragu.

"Boleh." Jawab Fatih cepat tanpa melayangkan protes pada perempuan di depannya.

Fatih dan Kayla kemudian bersiap-siap untuk berangkat. Keduanya menggunakan mobil sambil mencari penjual keliling yang biasanya menggunakan grobak untuk berdagang di pinggir jalan.

"Kamu maunya makan apa?" Tanya Fatih menoleh sekilas kearah Kayla lalu kembali fokus untuk menyetir.

"Aku lagi pengen nasi goreng kak."

"Oke, dikabulkan." Jawab Fatih diakhiri kekehan kecil yang membuat Kayla tertegun menyaksikan pemandangan indah itu. Ini kali pertamanya Kayla melihat Fatih tertawa. Ternyata di lihat dari samping pun, tidak akan mengurangi kadar ketampanan laki-laki yang ada disamping Kayla itu.

Fatih lalu menepikan mobilnya saat melihat gerobak nasi goreng disana. Bahkan di tempat itu juga ada dua remaja perempuan yang sedang menikmati nasi goreng di pinggir jalan. Suasana sekitar juga cukup ramai dengan lampu-lampu yang menghias sepanjang jalan dan membuat keadaan sekitar menjadi terang.

"Kita makan disana aja, ya." Tunjuk Fatih pada gerobak nasi goreng yang ada dipinggir jalan tersebut.

Keduanya lalu turun dan segera menghampiri gerobak tersebut. Kayla menatap gerobak nasi goreng itu dengan mata berbinar. Senang sekali rasanya jika keinginan kecil seperti ini mampu di wujudkan oleh Fatih.

"Kamu duduk duluan, ya, biar saya pesan dulu."

"Iya, kak." Kayla yang melihat dua bangku kosong kemudian memilih mendudukkan dirinya disalah satu kursi tersebut. Sedangkan Fatih terlihat mengobrol dengan bapak-bapak penjual nasi goreng tersebut. Setelahnya, Fatih menghampiri Kayla yang duduk sambil menatap sekelilingnya.

"Itu suaminya, ya, kak?" Pertanyaan tersebut berasal dari salah satu remaja yang duduk disamping Kayla.

"Iya." Jawab Kayla sambil tersenyum.

"Wah kakaknya cocok banget tahu. Suaminya ganteng terus kakaknya juga cantik. Kalau kata kami sih kakak berdua ini couple goals. Iya, kan Re?" Tanya gadis remaja itu pada temannya yang duduk disampingnya.

"Iya, kak. Apa yang di bilang sama Caca tadi bener. Aisss jadi pengen cepat-cepat punya pasangan halal." Ucapan gadis tersebut membuat Kayla dan Fatih menggelengkan kepalanya pelan seraya tersenyum penuh arti.

"Kamu nih, Re. Maafin teman aku, ya, kak. Dia emang suka gitu. Lihat orang menikah muda pasti bawaannya pengen cepat nikah juga. Padahal ijazah SMA aja belum ada. Pikirannya udah kemana-mana." Keluh gadis bernama Caca itu.

Kayla tampak tidak berkomentar dengan gurauan anak remaja itu. Kayla hanya bisa tersenyum menanggapinya. Tidak lama setelah itu pesanan Fatih dan Kayla sudah jadi. Kayla yang memang sejak tadi menunggu akhirnya melahap nasi goreng tersebut dengan semangat.

"Kalau gitu kita berdua duluan, ya, kak." Ucap Caca kemudian berniat untuk membayar nasi goreng yang sudah di pesannya tadi.

"Kalian tidak perlu bayar, biar kakak aja nanti yang bayar." Ucap Fatih dengan cepat pada kedua gadis remaja itu.

"Beneran kak?" Tanya Caca dan Rere berbarengan.

"Iya." Jawab Fatih sambil tersenyum.

"Makasih banyak, ya, kak. Kita berdua do'ain semoga pernikahan kakaknya bahagia dan mendapat keturunan yang soleh, soleha." Sahut Rere tiba-tiba.

Uhuk... Uhuk....

Kayla tersendat makanan saat mendengar ucapan gadis remaja itu. Rasanya tenggorokan Kayla sensitif saat mendengar kata 'keturunan' dari mulut gadis remaja itu.

"Ini minumnya. Pelan-pelan aja, ya." Ucap Fatih sambil menyodorkan secangkir air putih untuk sang istri.

"Makasi, kak." Ucap Kayla lalu segera meneguk air pemberian suaminya itu.

"Kalau gitu kita berdua pamit, ya, kak. Sekali lagi makasi untuk traktirannya." Ucap Caca sopan seraya tersenyum.

"Sama-sama."

Fatih dan Kayla kemudian melanjutkan kegiatan mereka untuk menyantap nasi goreng yang di pesannya. Diam-diam Kayla melirik ke arah Fatih dan ingin melihat reaksi Fatih mengenai ucapan remaja tadi. Tapi, sepertinya Fatih sama sekali tidak terpengaruh, laki-laki itu hanya fokus pada makanan di hadapannya.

Setelah selesai menikmati nasi goreng di pinggir jalan, keduanya lalu masuk ke dalam mobil untuk segera pulang. Namun, sebelum itu Fatih menoleh terlebih dulu kearah Kayla yang tampak diam sejak tadi.

"Tidak jauh dari sini ada pasar malam. Barangkali kamu tertarik untuk kesana?" Tawar Fatih yang membuat perempuan di sampingnya itu dengan cepat menoleh.

"Mau kak. Mau banget malah. Aku udah lama nggak ke pasar malam soalnya." Ucap Kayla dengan begitu semangat.

"Ya, udah kita kesana, ya."

Fatih menjalankan mobilnya menuju kearea pasar malam. Saat sampai disana keadaan sekitar begitu ramai dengan kedatangan para pengunjung dengan usia yang berbeda-beda. Kayla yang berdiri di samping Fatih hanya bisa menatap takjub pemandangan di depannya. Sudah lama sekali rasanya Kayla tidak ke pasar malam. Bahkan terakhir kali Kayla ke pasar malam, itu bersama dengan Zavira. Saking asiknya gadis itu sampai lupa waktu untuk pulang dan berakhir Ali yang harus menjemputnya. Disitulah pertemuan pertama Ali dan Zavira hingga berakhir saling jatuh cinta.

Kayla menatap disekelilingnya, banyak sekali jenis wahana permainan yang ada disana. Diantaranya ada bianglala, kora-kora, komedi putar dan lainnya. Sejujurnya Kayla tidak begitu tertarik dengan wahana permainannya melainkan gadis 19 tahun itu lebih tertarik pada aneka barang serta jajanan yang di jual di pasar malam.

"Kamu mau naik bianglala?" Tanya Fatih yang memecah keheningan. Fatih menatap istrinya yang sedari tadi terus saja memandangi wahana permainan bianglala itu. Fatih pikir mungkin Kayla tertarik untuk mencobanya.

"Ah, nggak kak. Aku fobia ketinggian." Tolak Kayla lembut dan diakhiri senyuman. Sedangkan laki-laki di sampingnya hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.

"Kak, kita kesana, yuk?" Ajak Kayla yang tanpa sadar menarik pergelangan tangan kiri sang suami untuk mengikutinya dari belakang.

Mungkin karena keadaan sekitar yang terlalu ramai dan didominasi oleh anak-anak. Kayla yang tadinya hendak menuju ke arah penjual aksesoris itu tanpa sengaja di tabrak oleh anak-anak yang saling berkejar-kejaran dengan teman-temannya. Gadis berhijab sampai kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh ke tanah. Untung saja Fatih yang berada di belakang perempuan itu dengan sigap menangkap sang istri.

"Kamu nggak apa-apa?" Tanya Fatih sedikit panik. Meski Kayla tidak bisa melihat jelas wajah suaminya karena minim pencahayaan, tapi dari suaranya saja laki-laki itu terdengar begitu khawatir.

"Ah, iya, kak aku nggak apa-apa kok. Makasi, ya, kak sudah nolongin aku."

"Lain kali hati-hati, ya. Saya nggak mau kamu sampai kenapa-kenapa." Ucap Fatih dengan nada lembut. Mendengar penuturan suaminya membuat jantung Kayla kembali mendetak dengan cepat.

"Kenapa akhir-akhir ini jantung aku rasanya mau copot, ya, kalau dekat sama kak Fatih." Batin Kayla dengan kepala yang dipenuhi tanda tanya.

"Ya, sudah. Ayok kita lanjut kesana." Kini bukan tangan Kayla yang menarik Fatih. Melainkan suaminya itu yang langsung menautkan tangannya diantara jari jemari mungil Kayla. Gadis berhijab itu gugup bukan main saat tangan kekar itu menggenggamnya dengan begitu erat. Laki-laki itu juga tidak berjalan di depan maupun di belakang Kayla, melainkan berjalan beriringan disisi sang istri.

Keduanya kini telah sampai pada pedagang yang menjual berbagai macam aksesoris, disana ada gelang, cincin, gantungan kunci, kalung dan masih banyak lagi. Mata Kayla sibuk mencari benda apa saja yang paling menarik perhatiannya. Tapi, sepertinya tidak ada satupun benda yang Kayla sukai. Tiba-tiba sebuah gantungan kunci dengan motif bunga mawar berwarna merah muda serta hiasan kristal menggantung di hadapannya. Kayla berbalik dan mendapati Fatih tengah tersenyum kearahnya.

"Saya nggak sengaja ngeliat ini. Mungkin kamu suka?" Tanya Fatih canggung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Kak Fatih dapat ini dari mana, cantik banget." Ucap Kayla lalu mengambil gantungan kunci tersebut.

"Saya tadi lihat disana, tapi itu tinggal satu dan sepertinya yang terakhir." Jawab Fatih sambil menunjuk jejeran berbagai aneka bentuk gantungan kunci disana.

"Makasi, ya, kak aku suka."

"Saya atau gantungan kuncinya?" Tanya Fatih pelan bahkan hanya terdengar seperti gumaman di telinga Kayla.

"Kak Fatih ngomong sesuatu?" Fatih segera menggeleng lalu hanya melempar senyuman.

Karena tidak ingin kehilangan momen kali ini, Kayla kemudian melanjutkan petualangannya mencari aneka jajanan ringan yang ada di pasar malam.

"Kak aku mau beli yang itu!" Pekik Kayla saat melihat penjual telur gulung di kelilingi para pelanggannya.

Setelah membeli telur gulung, gadis berhijab itu kemudian duduk di kursi plastik sambil menikmati jajanan telur gulung tersebut. Fatih hanya tersenyum menatap perempuan di sampingnya. Apa perut Kayla masih sanggup menampung telur gulung itu? Sedangkan mereka baru saja menikmati nasi goreng di pinggir jalan tadi, begitulah pikir Fatih.

"Kak Fatih mau nggak? Ini enak tahu." Ucap Kayla sambil menyodorkan satu tusuk telur gulung di depan Fatih. Laki-laki 24 tahun itu menggeleng kemudian tersenyum.

"Kamu makan aja, saya masih kenyang." Ucap Fatih.

"Ya, udah deh aku habisin aja kalau gitu. Hmm, enak banget tahu, sayang kak Fatih nggak nyobain." Sahut Kayla kembali.

Saat di rasa sudah puas untuk berjalan-jalan, keduanya kemudian pulang ke rumah karena sekarang sudah menunjukkan pukul 21.15 yang artinya malam semakin larut.

"Kak makasi, ya, udah ngajak aku ke pasar malam." Ucap Kayla dengan wajah begitu bahagia malam ini.

"Sama-sama, lain kali kita bisa kesana lagi."

"Beneran kak?" Fatih mengangguk dengan mantap.

"Janji?" Fatih tertawa kecil saat istrinya itu menyodorkan jari kelingking kecilnya untuk membuat janji. Meski begitu Fatih hanya menuruti dan kemudian menautkan jari kelingkingnya bersama jari Kayla.

1
Lilis N Andini
Aku hadir kak😊🙏
Aira Azzahra Humaira
nyesek banget thor endingnya 🥹
farha taqiyya (qiyya)
knp g ada lanjutannya...sayang padahal cerita ya bagus alur ya juga lumayan bagus...tpi knp harus berhenti tngah jalan...kecewaaaaa...g ada lanjutannya...
AwanMendung26: Ceritanya sudah tamat, kak. Silahkan berkunjung ke cerita author yang lain juga. /Rose/
total 1 replies
Aira Azzahra Humaira
buat si Kayla bucin dong thor
Pratomo Adi
critenys bagus tapi kenapa debelum bahagia ada kematian jd sesek dihati bacanya
Pratomo Adi
salam santun kk semua
jauh kan amran ternyata pleboy
Adiba Shakila Atmarini
bacax sdih bngt..ceritax bgus. q suka..d tnggu nvel brikutx.maaf sya jrng komn kerna trllu asik bcax.
AwanMendung26: Terima kasih sudah berkenan membaca karya sederhana dari author kak. Silahkan berkunjung ke profil author untuk membaca novel yang lain. ❤
total 1 replies
Wanti Suswanti
ya ampun thor pas aku baca part ini aku bener2 sedih banget dan aku sampai ngebayangin kalau aku yg si posisi Kayla apa aku akan sanggup..tapi semua kembali pada takdir siap gak siap dan sanggup gak sanggup itulah yg bakal terjadi pada setiap makhluk hidup..sukses selalu buat authornya tetap berkarya...
AwanMendung26: Terima kasih sudah berkenan mampir membaca karya sederhana ini kak. ❤Jangan lupa mampir di karya author yang lain dengan judul kekasih halal untuk Aiyla.

Terima kasih. ❤❤
total 1 replies
Wanti Suswanti
Fatih tegas donk jangan kasih longgar buat perempuan kaya Zahra dan semoga Diandra tau kebusukan tantenya...
Wanti Suswanti
Diandra matanya buta kali...
Wanti Suswanti
heran gak sadar2 Kayla kenapa harus ngerasa bersalah terus sama laki2 lain sedangkan gak pernah ngerasa bersalah sama suaminya atas sikapnya selama ini..
Wanti Suswanti
kasihan Fatih...sabar ya Fatih bakal indah pada waktunya...
Wanti Suswanti
perempuan tampilan Soleha tapi gak punya akhlak baik kasihan umi sama abinya yg mendidik dengan baik tapi anaknya seperti tdk pernah mencontoh cuma kedok di mulut ya menurut kelakuan kaya setan...
Wanti Suswanti
sebel banget sama Kayla pengin jedotin kepalanya ke pintu biar sadar..
Wanti Suswanti
nah kan makanya jangan melanggar larangan orang tua yg memang baik buat kita jadi sakit hati kan..
Sri Wulandari
awalnya gak percaya ku kira hanya prank seperti biasa,, tpi semakin ku baca semakin menyayat hati dan nyata... gak bisa nge bayangin jadi kayla,, karna q juga punya teman yg berada diposisi itu dan q yg hanya sahabat aja ngrasa sakit bgt apalagi yg menjalanin pasti berat
Herry Murniasih
Sedih banget kak, sudah sekian lama mereka mengharapkan kehadiran buah hati tercinta, begitu Kayla hamil malah Fatih pergi untuk slama lamanya, sedih yang mendalam 😭😭😭
Zahbid Inonk
yah ko....😭😭😭 nyesek banget
erni 76
😭😭😭 mengena d Hati ka... sungguh Aq Baru Kali bc novel yg bnr2 mengena d Hati... klu bs Ada bonchapnya ka
Herry Murniasih
semoga Fatih tidak apa2 dan selamat, sabar Kayla
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!