NovelToon NovelToon
Sudah Cukup Main Mainnya

Sudah Cukup Main Mainnya

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: 𝑪𝒂𝒔𝒕𝒂𝒓𝒊𝒄𝒂𝑪𝒆𝒔𝒍𝒊𝒆𝒂𝑪

Setelah suaminya lebih memilih wanita lain dibandingkan dirinya, ia memutuskan untuk bercerai.
Di lain sisi, kakak dari suaminya yang sudah menyukainya sejak lama menikahinya tak lama setelah mereka bercerai. Hubungannya dengan sang mantan suami kini adalah kakak dan adik ipar.
Di situlah mulai timbul rasa kekecewaan yang tinggi dari sang mantan suami terhadapnya.


Penasaran dengan alurnya? Yuk klik episode 1 dan lanjut kalo ketagihan bacanya~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝑪𝒂𝒔𝒕𝒂𝒓𝒊𝒄𝒂𝑪𝒆𝒔𝒍𝒊𝒆𝒂𝑪, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 [Persiapan]

Suasana hening menyelimuti ruang keluarga yang hanya terdapat sang ayah seorang. Tak berselang lama, sosok Nata muncul dengan penampilan yang mampu membuat Tn. Lyn terpana melihatnya.

"Putriku, kau sangat cantik," puji sang ayah sembari mempersilahkan Nata untuk duduk bersebelahan dengannya.

"Terima kasih ayah. Ayah terlalu memujiku," timpal Nata dengan senyuman lebar yang mengembang di wajahnya.

Terlihat seorang pelayan yang berjalan ke arahnya. Nampaknya, ia membawa dua gelas minuman yang kemudian di suguhkan pada Nata serta Tn. Lyn.

"Apa yang ingin Ayah bicarakan mengenai pernikahanku dengan Harwell?" tanya Nata dengan wajah serius.

Sang Ayah lantas meneguk segelas minuman yang di hidangkan khusus untuknya.

"Jadi begini, keluarga Gard mengabariku semalam. Mereka bilang bahwa pernikahan kalian akan diadakan lusa," papar sang Ayah yang sempat membuat Nata terkejut begitu mendengarnya.

"A-- apa mereka bercanda?"

"Tidak, ini serius. Ayah juga tidak tau apa alasannya, maka dari itu Ayah memintamu untuk memutuskannya sendiri."

"I-- itu, nanti akan ku pertimbangkan lagi. Ayah tidak perlu khawatir."

"Baiklah, kau bicarakan hal ini baik-baik pada Harwell jika kau tidak setuju. Kabari Ayah jika kau sudah memutuskannya. Sekarang Ayah harus pergi ke perusahaan," ucap sang Ayah menutup pembicaraan di antara keduanya.

*****

Terik matahari bersinar terang menyinari sekeliling Kota. Nampaknya, cuaca siang ini yang terasa begitu panas membuat orang-orang yang tengah bekerja menjadi kelelahan.

Terdengar suara ponsel berdering dengan nyaring. Nampaknya, suara itu berasal dari saku jas Nata.

Ia yang sedang melangsungkan rapatnya di perusahaan lantas meminta ijin untuk mengangkat telepon.

Dilihatnya nama Hansen yang tertera di layar ponselnya. Tanpa berpikir panjang, wanita itu langsung mematikan ponselnya agar tidak mengganggu.

"Aku kira orang penting. Ternyata Hansen yang menelepon ku," pikirnya dalam hati, seraya kembali menaruh ponselnya pada saku jas.

Ia kemudian kembali ke ruangan rapatnya yang sempat tertunda.

Setelah cukup lama berada di ruang rapat, kurang lebih dua jam. Akhirnya rapat berakhir dengan hasil memuaskan.

Nata mengemasi beberapa dokumen perusahaan ke dalam stop map. Dan terlihat seorang pekerja magang nampak berjalan menghampirinya.

"Nn. Natalia, maaf mengganggu waktu anda," ucapnya seraya menundukkan kepala.

"Ada apa?"

"Diluar ada pria yang menunggu Anda. Dia bilang dia adalah klien Nn. Natalia ... " katanya memberitahukan.

"𝘗𝘳𝘪𝘢? 𝘒𝘭𝘪𝘦𝘯? 𝘚𝘦𝘫𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢𝘪 𝘬𝘭𝘪𝘦𝘯 𝘱𝘳𝘪𝘢. 𝘚𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳-𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘭𝘪𝘦𝘯 𝘬𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢," gumam Nata sembari keluar dari ruangannya.

Ia lantas menemui seorang pria yang mengaku sebagai kliennya. Dari kejauhan, samar-samar terlihat Hansen yang tengah duduk di sebuah kursi panjang.

Sesegera mungkin, Nata menghampirinya untuk memastikan bahwa orang yang di lihatnya benar Hansen.

"Kenapa kau ada di sini?" tanya Nata dengan raut wajah sinis.

"Na-- Nata!" pria itu lantas menggenggam erat tangan wanita di hadapannya.

"Apa maumu?"

"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu. Tapi, lebih baik kita bicarakan hal ini di kantin perusahaanmu saja," papar Hansen seraya memohon.

Wanita di hadapannya nampak tak peduli dengan apa yang baru saja ia katakan. Tapi ternyata, permohonannya itu sukses membuat Nata menyetujuinya.

"Baiklah, kita bicarakan di kantin perusahaan. Tapi jangan terlalu lama."

"I-- iya ...."

Keduanya lantas pergi menuju kantin perusahaan yang nampak sepi, lantaran bukan waktunya jam istirahat kantor.

Hanya terdapat beberapa orang saja yang sedang menikmati hidangan makanan di sana.

Mendapati anak dari bos perusahaan duduk di kursi, pelayan kantin pun menyuguhkan minuman untuknya.

"Cepat katakan apa tujuanmu menemuiku di sini. Seharusnya kau tau bahwa aku sangat sibuk belakangan ini," ujar Nata yang nampak kesal lantaran Hansen menggangu nya.

"Natalia, apa sejak awal kau sudah tau bahwa sebenarnya Floryn hamil?" tanya Hansen dan berharap bahwa Nata tidak mengetahuinya.

"Benar, memangnya kenapa?"

Pria di hadapannya sontak terdiam membisu. Tubuhnya begetar hebat seakan ada bencana melanda. Begitu juga dengan keringat dingin yang bercucuran membasahi seluruh tubuhnya.

"Jadi ... itu alasanmu memutuskan untuk pergi? Apa kau tidak berpikir sedikitpun bahwa aku sangat-sangat mencintaimu?!!" ungkap nya dengan lantang, membuat beberapa orang yang berada di sana menatapnya dengan heran.

"Apa kau bilang? Mencintaiku? Pria sepertimu bilang bahwa kau mencintaiku? Apa aku tidak salah dengar?" timpal Nata tanpa memperlihatkan ekspresi apapaun.

Mendengar hal itu, tentu membuat Hansen merasa dirinya hancur berkeping-keping. Perlahan cairan bening keluar dari kedua bola matanya.

"Aku tidak bercanda, Natalia. Tolong kembalilah padaku, aku sungguh mencintaimu. Bahkan rasanya aku tidak rela jika kau pergi."

"Terserah mu saja. Sekarang, apapun yang kau katakan ... aku tidak akan menanggapinya dengan serius."

Wanita itu lantas berjalan pergi meninggalkannya. Sesegera mungkin Hansen mengejar Nata yang sempat menghilang dari pandangan matanya.

"Tunggu! Kali ini aku mengatakannya dengan serius. Aku menyesal telah membuat keputusan yang salah ... " cetus Hansen sembari memohon kepadanya.

"Kalau begitu, apa kau rela jika harus menceraikan Floryn?"

"Na-- Natalia, apa yang kau katakan?"

"Sekali lagi aku bertanya padamu, apa kau rela jika harus menceraikannya?"

"Jangan bercanda! Itu mustahil! Kau tau sendiri, kan? Sekarang dia sedang berbadan dua! Jadi ti--."

"Kau tidak rela untuk menceraikannya, dan lebih memilih wanita itu dibandingkan diriku. Itu artinya, kau tidak benar-benar mencintaiku, melainkan lebih mencintai wanita itu," sela Nata.

Tangannya dengan keras menarik pakaian Hansen, hingga keduanya saling bertatapan dengan jarak yang kecil.

"Jangan berharap lagi padaku, ingat itu!"

Lantas Nata kembali melanjutkan jalannya yang sempat terhenti oleh Hansen.

"Benar, sekarang aku tidak lagi berhak untuk mendekati Natalia. Tapi hatiku rasanya masih tidak bisa merelakan sosoknya," batin Hansen.

Di sisi lain, Nata yang sempat meninggalkan Hansen di kantin perusahaan, nampaknya ia sedang mencari udara segar di atap perusahaan.

Di teguknya sekaleng soda yang beberapa waktu lalu diletakkan pada saku jas nya.

"Dia mencintaiku? Itu benar-benar konyol, rasanya aku mengulang kembali kehidupanku di masa lalu."

"Nata, kau sedang apa?" ucap seseorang sambil meletakkan telapak tangannya pada bahu Nata. Wanita itu sontak terkejut dan hampir terjatuh dari atap.

"Ah, kau mengagetkan ku saja."

"Sedang apa sendirian di sini?" tanya nya yang tak lain adalah Harwell Gard.

"Hanya mencari udara segar saja. Bagaimana denganmu?"

"Tentu saja aku datang untuk bertemu denganmu, Nata. Dan sepertinya kau sedang tidak ada jadwal."

"Sebenarnya banyak, tapi aku berusaha untuk mencairkan otak di atap perusahaan," lontar Nata berbalik badan ke arah belakang.

Keduanya lantas saling bertatapan.

"Apa keputusanmu?"

"Maksudmu?"

"Mengenai pernikahan kita yang akan diadakan lusa. Sepertinya belum sepenuhnya kau setuju," tebak Harwell.

"Aku setuju, apapun keputusanmu," lanjutnya sembari membelai rambut panjang Nata.

"Tidak masalah jika pernikahan kita diadakan lusa. Tapi, apakah kau sudah menyiapkan persiapan untuk itu semua?"

"Tentu saja, sekarang hanya perlu memilih gaun pernikahan untukmu saja. Bagaimana jika kita pergi ke toko gaun? Di sana kau bisa memilih sesuai seleramu," ajak Harwell yang langsung dibalas anggukan oleh Nata.

Keduanya lantas pergi menuju sebuah toko gaun yang tak jauh dari perusahaan tempat Nata bekerja.

Terlihat banyak sekali gaun dengan desain mewah dan elegan, harganya pun tidak kalah dengan kualitasnya.

𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....

𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀

1
TexasTiger
Thor, i love you!! Aku mau bilang itu karena cerita ini moodbosterku banget!
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wih boleh dong kasih aku hati
total 1 replies
Kitty Bloom Untuk Pemilik Lolz Gods
Aduh aku sampe tahan napas baca beberapa bagian ceritanya. Excited banget
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wih yakin nih kack
total 1 replies
salt sand and smoothies
Ya Tuhan, do'aku cuma satu. Semoga authorku sehat terus biar bisa lanjut update dan jalani kegiatan sehari-harinya *piw piw
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wihh mksh bgt loh do'anya
total 1 replies
Mata Diam
Jangan lupa makan thooooor! Habis itu ketik bab-bab baruuuu
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wih semangat buat aku ya? Daebak!
total 1 replies
HotBabe
Thor, kamu tahu artinya setia kan? Iya, aku dan kamu. Makanya tetap lanjut ya ceritanya:)
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: pasti dong
total 1 replies
SugarplumChum
Makin seru nihh!! Aku pun kepo!!
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wihh makaacihh (๑•ᴗ•๑)♡
total 1 replies
Pai Konyol
Huft kok udah abis aja? Yok di next bab lanjutannya yok..
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: oke siap dong kak
total 1 replies
Cinta Insta
Jadi pengen sungkem ke author! *ampun bang jago! ceritanya keren banget!
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wahh (*ˊᗜˋ*)ᵗᑋᵃᐢᵏ ᵞᵒᵘ loh akakakk
total 1 replies
Prasetya Wibowo
Yang punya daya tarik bukan magnet aja. Tapi karya author juga, lho! Hahaha.. semangat lanjut kak!
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wihh kece g tuh
total 1 replies
Eja Drajat Adriansyah
semangat thor.... bikin pembaca bahagia dpt pahala loh... baper nih
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wihh arigatou kak
total 1 replies
🍷Asisten Cesliea🍷
bagusss thor menantang ceritanya
Jantung Taman
Ceritanya bagus thor! Keep it up, ya!
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: okee (*ˊᗜˋ*)ᵗᑋᵃᐢᵏ ᵞᵒᵘ kak
total 1 replies
CupcakeHugs
Kak authooor, demi ketenangan hatiku, aku mohon up bab selanjutnya uuyy
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: (๑•ᴗ•๑)♡ okee
total 1 replies
Intan Haryanti
seru thor... perjalan akan dimulai....
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: (*ˊᗜˋ*)ᵗᑋᵃᐢᵏ ᵞᵒᵘ kak
total 1 replies
Badai Putih
terus up lgi... baru slesai baca mikir kpn up lagi....ehhh akhir ny up lngsng thor
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wow (*ˊᗜˋ*)ᵗᑋᵃᐢᵏ ᵞᵒᵘ loh
total 1 replies
Wajah Boneka
thor up lgi dan kurangin typo yaaa
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: oke kak, siap. Eh setauku gd yg typo wkwk
total 1 replies
🍷Asisten Cesliea🍷
Kasian banget sih Natalia!! Fix, Hansen emg kek dajjal
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
jangan lupa dukungannya 🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!