NovelToon NovelToon
Anakku Hanya Milikku

Anakku Hanya Milikku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Janda / Hamil di luar nikah / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:808.6k
Nilai: 5
Nama Author: Redwhite

Di tinggal sang suami dan di usir oleh mertua sungguh malang nasib Salimah.

Dengan tega sang mertua mengusirnya dan sang putra karena merasa Salimah adalah penyebab kecelakan putranya.

Di tengah keterpurukannya, dia juga harus kehilangan anak dalam kandungan.

Triya dan suaminya, Jendral yang dia kira tulus membantu nyatanya juga ingin memanfaatkan dirinya agar mau mengandung anak mereka.

Bagaimana nasib Salimah ketika di minta menjadi rahim pengganti sahabatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redwhite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Jendral benar-benar di buat malu dengan sikap sang istri. Dia seperti tak mengenali sifat istrinya yang berubah sedrastis ini.

Memang makanan di sana terbilang cukup mahal bagi mereka. Namun tak mungkin dirinya tak mampu membayar.

"Kamu pesan aja Bun, jangan ngeributin siapa yang bayar!" sergah Jendral.

"Harus di pastiin dong Yah, bunda kan enggak mau kita buang-buang uang. Inget loh keperluan kita banyak," jawab Triya.

"Bukankah aku udah bilang pesan aja, jangan khawatir, aku yang bayar!" sela Alawiyah yang merasa jengah.

"Baiklah," jawab Triya sambil menunjuk beberapa makanan yang benar-benar paling mahal di sana.

Selain penasaran dengan rasa makanan yang menurutnya mahal, dia juga ingin memberi pelajaran pada Alawiyah yang di rasanya sangat sombong.

"Bun apa-apaan sih, banyak banget itu, kalau enggak abis juga mubazir jadinya," tolak Jendral.

Dia lalu memesankan satu porsi steik dan minuman untuk istrinya. Sedangkan dia menyamakan minumannya saja dengan sang istri.

"Apaan sih Yah, lagian aku juga pengen tau rasanya. Pasti abis, orang aku bawaannya laper mulu," balas Triya jengkel.

Jendral tak menggubris ucapan istrinya. Dia segera menutup buku menu dan menyudahi pesanan.

Triya masih saja menggerutu karena sang suami menyia-nyiakan kesempatan makan enak secara gratis.

Alawiyah dan Salimah hanya menatap keduanya. Salimah bahkan tak percaya dengan sikap tak tahu malu Triya yang tak pernah dia tahu.

"Sekarang kita mulai pembahasannya aja! Kami enggak punya banyak waktu juga," sergah Alawiyah yang membuka pembicaraan.

"Apa enggak makan dulu? Kamu tau wanita hamil itu gampang emosi kalau lapar," elak Triya.

"Lanjutkan aja Al," jawab Jendral.

Dia tahu kalau dua orang di depannya ingin segera membicarakan masalah mereka. Dia juga tak ingin berlarut-larut. Biarlah Triya menikmati makanannya, sedangkan dia akan mendengarkan permintaan mereka.

"Tunggu Sal. Mas Jendral juga akan menceraikan kamu. Berhubung kalian tidak terikat pernikahan secara negara, jadi kamu enggak bisa menuntut nafkah untuk anakmu itu ya," ucap Triya buru-buru.

"Kalau pun kamu mau menggugurkannya itu lebih baik. Mungkin kami mau membiayainya untuk terakhir kali—"

"Cukup!" sela Jendral menghentikan ucapan Triya.

"Kamu bentak aku mas?" jawab Triya dengan mata berkaca-kaca. Dia tak menyangka sang suami akan meninggikan suaranya di depan orang lain.

Triya merasa harga dirinya di injak-injak oleh sang suami, terlebih di hadapan dua orang yang ingin dia singkirkan.

"Kamu jangan bicara keterlaluan seperti itu Bun! Kamu ingin membunuh anakku?" balas Jendral kesal.

"Aku enggak mau anakku berbagi dengan anak lain Yah," lirihnya.

"Lalu apa dulu kamu enggak memikirkan hal itu? Gimana kalau setelah Salimah melahirkan lalu kamu hamil? Apa kamu juga akan menyingkirkan anak itu? Picik sekali pikiranmu," sela Alawiyah.

Salimah hanya menunduk merutuki kebodohannya. Dia yang gelap mata karena ingin mencari keberadaan suaminya tak pernah memikirkan keputusannya sampai jauh ke depan.

Benar kata Alawiyah, bagaimana nasib anaknya kalau kelak Triya mengandung. Dia tak bisa membayangkan kalau anaknya mungkin akan di buang atau di kembalikan padanya kelak.

Kini dia sudah yakin dengan keputusannya, kalau dia akan terus memperjuangkan anaknya, meski tak di akui oleh ayahnya sendiri.

Jendral menunduk, dia tahu apa yang di katakan Alawiyah adalah benar. Bagaimana nasib anaknya kalau kelak Triya bisa hamil, dia tak bisa membayangkan anak yang dulu di harapkan akan di sisihkan bahkan di buang oleh istrinya.

Mungkin lebih baik anaknya berada dalam pengasuhan ibu kandungnya, pikir Jendral mantap.

"Kalau anak itu terlebih dulu ada ya pasti aku sudah menyayanginya. Kalau pun nantinya aku hamil tetap enggak akan aku bedakan mereka. Cuma kan keadaannya berbeda, anak kita seumuran jelas aku lebih memilih anak kami sendiri."

"Misal pun kamu enggak mau menggugurkan kandungan kamu ya itu keputusanmu, tapi yang jelas kami enggak mau terlibat sama anak itu di kemudian hari," ucapnya tanpa perasaan.

"Dasar iblis!" desis Alawiyah geram.

"Sudah Yah sebaiknya kamu talak Salimah sekarang, Alawiyah yang jadi saksinya," jawab Triya tak peduli dengan hinaan Alawiyah.

Jendral menarik napas, ingin sekali dia menarik sang istri pergi dari sana karena ucapan istrinya sangatlah tak masuk akal baginya, tanpa perasaan dia ingin membunuh anaknya yang ada pada Salimah.

Dirinya tak bisa membiarkan hal itu terjadi. Bagaimana pun anak itu adalah darah dagingnya. Tak akan dia biarkan orang lain melukai anaknya, meski anak itu adalah hasil pembuahan.

Alawiyah dan Salimah yang sebetulnya ingin bertanya, tapi tanpa bertanya pun Triya sudah mengungkapkan keinginannya membuat Alawiyah sigap mengambil keputusan.

Dia lantas mengeluarkan secarik kertas di mana ada materai di sana.

"Baca ini baik-baik. Kami tak perlu lagi bertanya karena sepertinya kalian sudah memiliki jawaban sendiri," cibir Alawiyah.

Triya lantas mengambil kertas itu dan membacanya sambil memakan makanannya.

"Maksud kamu apa?!" sentak Triya kesal.

"Kamu doa in anak kami kenapa-kenapa!" sambungnya sengit.

"Bukankah semua bisa terjadi? Seperti saat ini, kamu aja dengan enggak punya hatinya melepaskan tanggung jawab pada Salimah dan anaknya, gimana kalau ada apa-apa di kemudian hari? Kamu mau ambil anak Salimah lagi? Enak aja," jawab Alawiyah.

Triya menggeram kesal. Dia tak masalah kalau pun harus kehilangan anak yang di kandung Salimah.

Namun tulisan di sana yang mengatakan kalau dia dan suaminya tak bisa merebut atau mengambil anak Salimah jika terjadi sesuatu dengan anak mereka membuatnya tak terima.

Bagi Triya mereka seperti menyumpahinya. Dia merasa bukankah apa yang di lakukannya tidak salah? Lalu kenapa mereka seolah kesal dengan keputusannya.

Jendral lantas membaca kata demi kata yang tersusun rapi di sana secara mendetail. Dia menghela napas. Bukan seperti ini keinginannya.

Kalau pun tidak bisa merawat anak itu, dia tetap berharap Salimah tetap mau mengenalkan dirinya sebagai ayah kandung dari anaknya kelak.

Jendral lantas menyela pertikaian Alawiyah dan istrinya yang masih merasa jika mereka menyumpahi anak dalam kandungannya.

"Di mana kami harus tanda tangan?" ujar Jendral.

"Apaan sih Yah! Mereka harus tarik kata-kata mereka dulu yang ngatain anak kita!" tolak Triya.

"Terus kamu maunya gimana?" jawab Jendral jengkel.

"Ya, pokoknya jangan ada kata-kata 'jika di kemudian hari terjadi sesuatu dengan anak kalian' itu loh yang enggak aku suka," keluh Triya.

"Terus apa maumu? Benarkan kita harus jaga-jaga sama orang licik seperti kalian. Memperhitungkan kemungkinan yang akan terjadi," sela Alawiyah.

"Tanda tangani atau tolak silakan kalian pikirkan. Tapi ingat, kalau kalian menolak maka aku akan membawa kasus ini kemeja hijau. Kamu tau kan aku bisa menuntutmu saat ini?"

1
Baby_Miracles
Ibu jendral sabar banget ngadepin besan sama menantunya. Demi anaknya
Wanita Aries
Kok lngsung tamat
Wanita Aries
Gilaaaa tu org tua si triya pengeretan gk mau rugi
Wanita Aries
Wahh trnyata pembantu 🤣🤣🤣 songong kali kau sriii sama halnya dgn fitria yg hny ank supir tp gk tau diri
Wanita Aries
Buang aja istri dan mertua sialan itu
Wanita Aries
Aslii parah si fitria dan si salma ini agak menggemaskan yaaa oon
Wanita Aries
Mantap thor karyamu gk prnh gagal
Wanita Aries
Kasian udh keguguran harus dipaksa cerai
Nur Syamsi
Curiga ibu Sri falangnya
Nur Syamsi
Ini Fitriya kayaknya maw sama kelakuan mama Afnan yg katanya pembantu dinikahi majikan e malah lupa asal
Nur Syamsi
Dasar mertua serakah giliran menantu dpt musibah angkat tangan ....jdi pelajaran Jendral Tdk usah lagi bantu" tu mertuamu dan keluarganya....
Nur Syamsi
Bilang sja Yudis hp Afnan ketinggalan
Nur Syamsi
Ya syukur ketahuan duluan jdi rencana busuknya gagal dan pastinya Afnan Tdk sudah" lagi untuk menolak ...
Nur Syamsi
Jgn percaya Ama tu ulat Afnan, kamu lebih lama tau bgaimna kelakuan Salimah slama bersamamu
Nur Syamsi
Bagus pak Brata....mnang mulut Bu Sri itu hrs disumpal ..
Nur Syamsi
Dasar, anak tak tahu diri
Nur Syamsi
Menantu Tdk tahu diuntung, Tdk peka
Nur Syamsi
Dasar orang tua serakah, maunya sja enak Tdk memikirkan anak yg selama ini membantunya
Nur Syamsi
Adik angkat Tdk tau diri, ditampung malah ngelunjak, dasar wanita Tdk tau jga perasaan
Nur Syamsi
Fitriah" kan Afnan sudah mengatakan.kpda kamu bhw Dian masih mencintai Salimah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!