NovelToon NovelToon
Candra Kirana

Candra Kirana

Status: tamat
Genre:Spiritual / Cinta Beda Dunia / Roh Supernatural / Mata Batin / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:431.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Al Orchida

Kecewa karena ditinggal pacar membuat Kirana nekat menyembuhkan luka hatinya dengan cara mendaki gunung.

Dalam perjalanannya menuju puncak, Kirana menemukan liontin yang teronggok di bawah bunga edelweis yang sedang dilihat keindahannya. Tak disangka, pemilik liontin itu adalah sosok makhluk gaib, bernama Candra.

Pertemuannya dengan Candra, membawa Kiran terjerumus ke dalam kisah cinta baru. Cinta abadi yang menyeretnya ke dunia lain di luar nalarnya sebagai manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Pandangan Pertama

Hampir satu jam Septi pingsan, dokter memberikan infus dan penanganan. Septi masih lemas, tapi sudah sadar dan normal. Tidak muntah, juga tidak mengeluhkan kepala dan perutnya yang tadi terasa sakit.

"Kamu udah baikan, Sep?" tanya Kiran khawatir.

"Iya udah nggak apa-apa, udah enakan! Sorry bikin kamu panik," jawab Septi. "Udah tinggal aja, udah nggak apa-apa aku, Ran! Ada Surya ini. Kerjain deh tugasmu sana, printer kamu ambil aja di kamar. Paling besok pagi udah boleh pulang."

"Kamu serius?" tanya Kiran curiga. Ekspresi Septi terlihat biasa, tidak seperti orang yang baru saja mengeluhkan sakit kepala hingga mimisan.

"Iyalah, hus … hus sana pulang!" usir Septi cengengesan. Wajahnya sudah tidak menunjukkan rasa sakit atau tersiksa karena efek keracunan kopi.

Surya menimpali sambil tertawa miris, "Buang tuh kopi kadaluarsa kamu, Ran! Hampir mati nih anak orang!"

"Hm, ya deh ntar aku buang. Jadi aku balik kost sendiri nih? Kalian ngusir aku karena mau berduaan lagi?"

Septi terkikik, "Tugasmu nanti nggak selesai kalau kamu di sini."

"Aku pamit kalau gitu." Kiran keluar dari klinik dengan kepala penuh, memikirkan kopi yang baru saja membuat Septi kolaps. Kopi itu seingat Kiran memang bukan yang biasa diminumnya di kost, tapi kopi yang diberikan Candra karena dia meminta.

Sayangnya rasa penasaran Kiran tidak pernah bisa dipendam lebih lama, dia harus segera bertemu Candra untuk menanyakan keanehan yang dialami Septi setelah mengkonsumsi kopi pemberiannya.

Kiran ingat, Candra memang sudah mengatakan kalau tidak sembarang orang bisa minum kopi itu seperti dirinya. Tapi siapa sangka efeknya pada Septi begitu mengerikan?

Alih-alih karena penasaran soal kopi, sebenarnya ada hal lain yang membuat Kiran ingin sekali bertemu Candra. Mimpi manis bersama pemuda itu membuat hatinya gundah dilanda rindu.

Ah, Kiran memang nekat! Bagaimana bisa dia mendadak memutuskan akan mengunjungi Candra sekarang setelah satu minggu melupakannya? Lalu apalagi yang bisa dilakukannya selain mendaki? Candra tidak memiliki ponsel untuk dihubungi.

Dengan langkah ringan, Kiran masuk ke dalam minimarket 24 jam untuk membeli keperluan pendakian. Logistik untuk dua hari disiapkan Kiran walaupun dalam rencana dia hanya akan mendaki satu hari saja. Setelah bertemu Candra dan melepas rindu, dia akan pulang kembali ke kost.

Sampai kost, Kiran mengeluarkan ransel, mengisinya dengan berbagai perlengkapan dan kebutuhannya selama di gunung. Tak lupa, bandana Candra yang sudah dicuci bersih juga dibawa. Begitupun dengan kopi yang akan jadi alasannya untuk bertemu pemuda itu.

Kiran mencari taksi untuk pergi ke pos pendakian. Kiran memang gila karena tidak bisa menunda hingga matahari terbit untuk bertemu Candra. Jalan yang sepi membuat taksi Kiran lebih cepat sampai tujuan. Setelah melapor, Kiran pun berjalan menuju pos satu dengan berdendang riang.

Kabut cukup tebal hingga cahaya senter dari pendaki yang sedang turun tidak terlalu kelihatan. Tapi Kiran tau kalau dia akan berpapasan dengan pendaki lain.

"Kiran?"

Sapaan akrab itu terdengar bagai sapuan ombak di pantai. Kiran menatap dengan takjub wajah yang sedang memenuhi pikirannya.

"Candra? Kamu mau kemana?"

Bukankah terlalu kebetulan kalau mereka bertemu di tempat yang sama saat mereka berpisah seminggu yang lalu?

"Mau pulang," jawab Candra. "Kamu mau kemana?"

"Mau ketemu kamu, Septi sakit gara-gara minum kopi yang kamu kasih." Kiran langsung bercerita ringkas mengenai kejadian yang baru saja dialaminya bersama Septi.

Candra berdecak kesal, "Kopi itu nggak bisa diminum sembarang orang, Kiran!"

"Iya aku tau, aku minta maaf. Septi juga nggak sengaja minum itu, dia cuma menghabiskan sisaku di dalam gelas, tapi langsung kolaps!"

Candra tidak bisa melampiaskan marah pada gadis yang memasang wajah bersalah padanya. Hanya beberapa kalimat peringatan yang Candra sampaikan sebagai bentuk ungkapan kekesalan. "Ya sudahlah, semoga tidak ada efek buruk buat temanmu itu!"

"Jadi kamu maafin aku?"

"Hm," jawab Candra enggan.

"Kamu nggak ikhlas, Can! Ya udah deh aku pulang aja kalau gitu, percuma jauh-jauh aku datang kalau kamu nggak welcome sama aku."

"Ya trus aku suruh apa, Kiran? Aku udah nggak masalah sama kopi itu!" kata Candra frustasi.

"Aku kangen sama kamu!" ujar Kiran lirih. "Aku kesini karena itu, kopi cuma alasan lain aja. Tapi kalau kamu nggak kangen …."

Candra langsung menyahut cepat, "Aku juga kangen kamu, Kiran! Aku nunggu kamu di sini setiap hari seperti orang gila."

Kiran menatap Candra dengan ekspresi mabuk, "Kamu nungguin aku?"

"Iya, kamu nggak suka?" tanya Candra sambil merentangkan kedua tangannya. Menawarkan hangatnya cinta pandangan pertama yang sudah melenakan Kiran.

"Aku nggak percaya!" Kiran langsung masuk ke dalam pelukan Candra dengan senyum lebar.

Untuk beberapa saat, waktu seolah berhenti untuk mereka berdua. Saling meluapkan rindu yang sebenarnya tanpa menghitung detik yang berlalu.

"Cinta datang tidak mengenal waktu, Kiran!"

"Hm …." Kiran larut dalam euforia perasaannya, sadar penuh kalau dia begitu tenang dan bahagia dalam dekapan Candra. "Aku merasa jatuh cinta sama kamu dari awal ketemu!"

"Jadi … kamu mau jadi pacarku?"

***

1
Kustri
tukang sate pengen nolong tp kiran sdh g sadar stlh minum & makan yg diberikan candra
Kustri
apa candra arwah pendaki yg meninggal tp tdk ditemukan jasad'a🤔
Kustri
bandana dr kain kafan👻👻👻
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: iya, pasti baunya apek bgt itu, mana seabad gak dicuci 🤣
total 1 replies
Kustri
satu teguk, lgsg pindah alam😄
apa dirasuki candra
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: keluar masuk alam gaib tnp sadar keknya😁
total 1 replies
Diana Dwiari
ini to pemandu sistem paranormal milik Julian el Sandy.....Mbah jambrong
Diana Dwiari
nenek2 yang narik kakimu kiran
Diana Dwiari
eh,maunya tetep disentuh ya ...
Diana Dwiari
makamnya candrakah
Iriin alf
lanjutannya ceritanya anak2 Chandrakirana udah ada blm thor?
Ma Vin: menikah Sama demit lebih enak yaa Ran drpd sama manusia, jdi GX pusing mikirin biaya gas + pls listrik abis barengan, blm lagi galau'nya kalau Kouta abiss, jdi GX bisa baca karya author'nya lagi😅🤣
total 3 replies
Nur Ihwan
udeh bca ini berulang2 tetep aja merinding
Rommy Wasini Khumaidi
good job
Rommy Wasini Khumaidi
Buruk
YuWie
makin takut klo baca malam2
YuWie
Luar biasa
YuWie
agamamu opo tho kir..kok ya gak baca2 doa. atau malah sdh lupa jg krn makan sesajen
YuWie
lihat keranda dibawa di dunia bawah aja agak2 bgmn..ehhh ini diatas gunung dan malam pula..bar lah kau kirana
YuWie
hiiiiiiiii..badan putih muka hitam...
YuWie
merinding kir
YuWie
semakin mistis..ke delmen tho kiran2
YuWie
horor mah klo di pegunungan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!