NovelToon NovelToon
Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Kau Renggut Mahkotaku, Ku Curi Hatimu.

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Hamil di luar nikah / Obsesi / Tamat
Popularitas:341.9k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Kehormatannya di renggut paksa oleh lelaki itu. Fathan yang berada di bawah pengaruh obat perangsang yang diberikan oleh teman - temannya akhirnya memperkosa Mitha. Akibat perbuatan tersebut, Mitha akhirnya hamil.

Baik Fathan maupun Mitha tidak saling kenal dan saling cinta. Namun, demi nama baik keluarga mereka, akhirnya mereka berdua memilih menikah dengan perjanjian bahwa mereka akan bercerai setelah anak yang dikandung Mitha lahir.

Apa yang akan terjadi setelah keduanya menjalani pernikahan kontrak itu. Akankah cinta hadir di antara keduanya. Terlebih setelah kedatangan Arumi, kekasih masa lalu Fathan yang ingin kembali bersama laki-laki itu. Sementara Mitha pun memiliki kekasih yang bernama Edo, yang selalu mencintai gadis itu dan mengatakan bersedia untuk menerima Mitha kembali setelah bercerai dari Fathan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21 Insiden....

" Lepaskan...! " Mitha memberontak cekalan tangan Fatan yang sejak tadi terus menyeret dan memaksanya memasuki mobil. Fatan seolah tak menggubris dan terus melajukan mobilnya menuju rumah.

Kini mereka sudah berada di rumah Fatan. Fatan yang sangat marah, terus saja menyeret lengan Mitha hingga ke dalam kamar mereka.

Wajah beringas Fatan sebenarnya menciutkan hati Mitha, namun cewek itu tak ingin terlihat lemah. Pantang bagi Mitha untuk menangis dan memperlihatkan kelemahannya kepada Fatan. Sehingga dia terus saja berontak dan memasang sikap marah kepada Fatan.

" Lepaskan, Fatan. Kamu jahat. Aku benci padamu..!! sembur Mitha penuh emosi. " dengan sekuat tenaga dia menarik tangannya hingga terlepas dari cengkraman Fatan.

KELUAR....! KELUAR KAMU FATAN...! amuk Mitha emosi sambil mendorong tubuh Fatan. Namun Fatan seolah bergeming menanggapi amukan Mitha. Malahan kini dia melempar senyum mengejek ke arah Mitha.

" Mengapa aku harus keluar. Ini kan kamar aku...? " ejeknya.

Mendengar ucapan Fatan, emosi Mitha semakin membuncah.

"Baik, kalau begitu aku yang keluar...!"

Melihat gelagat Mitha yang ingin melangkah keluar meninggalkan kamar mereka, Fatan langsung menarik tangan Mitha agar cewek itu tak bisa kabur.

Mendapati perlakuan Fatan, Mitha menjadi sangat marah. Dia mendorong dan memukuli dada Fatan dengan emosi dan juga sambil menangis. Hatinya sangat marah dan juga kesal. Ingin sekali rasanya Mitha mencakar - cakar wajah dingin dan kaku Fatan hingga rusak saking marahnya.

" Mulai hari ini aku tak mengizinkan kamu untuk meninggalkan ruangan ini apalagi untuk pergi kuliah......!!!"bentak Fatan sambil menghempas tangan Mitha kasar.

Bukan itu saja, bahkan kini dia menghempaskan tubuh Mitha di kasur dengan kasar dan kemudian mengunci pintu kamar mereka agar Mitha tak bisa keluar lagi. Kunci kamar itu dengan segera masuk ke saku celananya.

Cowok itu sungguh-sungguh tak bisa lagi menahan emosinya, terlebih saat Edo mengatakan ingin menikahi Mitha seusai mereka bercerai. Hatinya terbakar. Dia sungguh merasa kesal dan juga.... cemburu.

Cuih......Fatan tertawa sinis. Dalam hati dia merasa kasihan terhadap Edo. Cowok itu tak mengenal siapa Fatan dengan baik. Sesuatu yang sudah berada di dalam genggamannya, tak akan pernah dia lepaskan sampai kapanpun.

" TIDAK BISA. AKU TIDAK TERIMA...! bentak Mitha. " Kau Pembohong licik, Fatan. Aku benci Kamu. Aku minta, ceraikan Aku sekarang juga..!!" Mitha bangkit dan kemudian memaki Fatan dengan gusar.

Fatan menyeringai sinis mendengar bentakan dan juga caci maki Mitha. Dia mendekati Mitha dan langsung mencengkram wajah cantik Mitha. Mendekatkan wajahnya ke wajah Mitha.

"Bercerai....?? Apa kamu pikir semudah itu kamu ingin bercerai dariku? Ingat, Mitha..! Kita terikat perjanjian. Dan perjanjian itu berlaku sampai kamu melahirkan. Camkan itu dalam ingatanmu...!!" bisik Fatan di telinga Mitha.

" Cuih....Aku tak mau melanjutkan perjanjian itu. Pernikahan ini ternyata adalah penjara bagi kebebasan aku. Kamu sudah mengingkari perjanjian kita .Bukankah dulu kamu mengatakan jika aku bisa terus kuliah meskipun aku hamil atau menjadi istri kamu..!! Mana bukti ucapanmu..? Lagi pula, apa salahku...? Aku hanya sebatas berbicara dengan sahabatku saja. Kamu sudah sedemikian marahnya...!!" balas Mitha tak kalah sengit. Napasnya sampai tersengal - sengal sangking jengkelnya kepada Fatan.

Bukan tanpa alasan, Mitha terpancing emosi. Semua lantaran perlakuan Fatan yang kasar terhadap. Di samping itu, Mitha merasa bahwa janji - janji yang sudah Fatan berikan, nyatanya kini telah diingkari oleh cowok itu.

Tak ada lagi rasa hormat dan segan Mitha pada Fatan. Juga tak ada lagi panggilan kakak yang kemarin sempat dia sematkan saat menyebutkan nama Fatan. Kini dengan berani dia menyebut Fatan hanya dengan panggilan kamu.

" Itu sebelum kamu Melewati batasanmu, Mitha...! " Fatan mencengkram bahu Mitha dengan kuat. Dia sangat geram karena Mitha bukannya minta maaf dan menyadari kesalahannya, malah melawan dan membangkang perkataannya.

"Kamu tahu..? Seorang istri tidak sepantasnya menceritakan aib dirinya ataupun suaminya atau mungkin juga aib keluarganya kepada orang luar. Dan kamu, dengan mudahnya menceritakan semua aib yang menimpa dirimu dan keluargamu kepada orang lain yang bahkan tak ada sangkut paut hubungan darah denganmu. Apa tujuanmu..? Apakah kamu ingin mencari perhatian dan juga simpatinya? Jawab, Mitha...?"

" Tutup mulutmu, Fatan. Aku tidaklah serendah itu. Edo temanku, sahabatku. Selama ini hanya dia dan Gadis yang peduli dan selalu melindungiku..! Jadi, sudah sewajarnya, aku menceritakan semua kepadanya. Kamu dan semua tuduhanmu itu, semuanya omong kosong dan tak beralasan...? " jawab Mitha semakin emosi.

Sangking emosinya, sampai - sampai kini dia merasakan sakit di sekitar perut dan pinggangnya. Perutnya terasa tegang dan mengeras. Mungkin akibat dari perut Mitha yang kosong atau mungkin juga karena karena efek tegang dan marah. Entahlah... Mitha tak terlalu peduli.

" Sahabat macam apa, yang berniat ingin menikahimu, Mitha..? Aku laki-laki. Aku bisa melihat tatapan mata Edo kepadamu bukan tatapan seorang sahabat. Persahabatan yang Edo tawarkan itu, sebenarnya hanya kedok saja. Seperti juga halnya kamu. Kalian berdua sama saja. Persahabatan kalian jadikan kedok untuk cinta yang terpendam. Ck! ck! ck! ck, menyedihkan sekali..... " ejeknya.

Mitha geram mendengar ejekan Fatan. "Oh, ya. Lebih menyedihkan mana, aku atau kamu. Aku dan Edo, tak malu untuk mengakui jika kami saling mencintai. Tapi kamu...? Cuihhh... kamu bahkan tak mau mengakui bahwa kamu masih mencintai Arumi. Kamu jadikan aku alat pelampiasan balas dendam kamu atas sakit hatimu padanya. Ternyata... kamu lebih menyedihkan daripada kami... " balas Mitha.

Fatan terbungkam oleh perkataan Mitha. Benarkah dia masih mencintai Arumi...? Apakah dia sudah benar-benar bisa melupakan cewek itu..? Tapi memang benar, walaupun di mulut dia mengatakan sangat membenci cewek itu, dia tak pernah bisa benar-benar membenci cewek itu, dia hanya sakit hati saja.

Makanya dia selalu berusaha untuk membalasnya dengan cara membuat Arumi sakit hati. Entah itu melalui perkataannya yang pedas atau juga perbuatannya yang selalu ingin membuat cewek itu cemburu atau sakit hati.

Jadi, apakah semua itu menandakan bahwa dia masih peduli akan bagaimana reaksi Arumi terhadap semua perlakuannya terhadap cewek itu. Fatan menggelengkan kepalanya. Tidak.... dia tidak mencintai Arumi. Arumi hanya masa lalu.

Akhirnya, walau masih kesal, Fatan memilih membaringkan diri di sofa. Dia sudah malas dan tak bernafsu lagi untuk meneruskan pertengkaran mereka.

Sedangkan Mitha, kemudian memilih duduk di kasur karena merasakan perutnya mendadak keram dan sakit.

Semakin lama perutnya semakin sakit.Hingga akhirnya dia sudah tak tahan lagi.

" Fatan....! Fatan, tolong aku..! " teriak Mitha.

Fatan seketika langsung bangkit. Dilihatnya, Mitha sudah menunduk sambil memegangi perutnya. Wajah istrinya itu sepertinya sedang kesakitan.

" Kenapa dengan perutmu..?" tanya Fatan seraya berjalan menghampiri Mitha.

" Perutku sakitttt....! " rintih Mitha.

Fatan melongo. Dia masih tak percaya dengan perkataan Mitha. Siapa tahu ini semua hanya siasat cewek itu saja untuk bisa kabur darinya.

Namun belum sempat Fatan bertanya lebih lanjut, mendadak Mitha sudah jatuh tak sadarkan diri. Seketika itu juga Fatan langsung dibuat panik.

" Bibi.....! Mang Diman.... ! Tolong...! Bibi...! Mamang....! "

Terdengar teriakan dan juga gedoran darii arah pintu. Sial..... Fatan lupa, jika dia baru saja mengunci pintu kamar mereka. Bergegas Fatan membukakan pintu kamar mereka.

" Ya Allah, Den. Itu non Mitha kenapa sampe begini..? "tanya Bi Surti cemas.

" Mang Diman, cepat siapkan mobil. Aku harus membawa Mitha ke rumah sakit, secepatnya....! " pintar Fatan.

Mang Diman segera melaksanakan perintah Fatan. Tak lama kemudian, mobil sudah siap di depan teras.

Tanpa membuang waktu lagi, segera Fatan membopong dan membawa tubuh mungil Mitha ke dalam mobil Fatan dengan hati - hati. Setelah itu, Fatan lalu melarikan istrinya tersebut ke rumah sakit terdekat.

1
Wirda Wati
mengerikan punya teman seperti itu😭🤣💪
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: halo kak baca juga d novel ku 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙂𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya😌
total 1 replies
Hariyati Hariyati
Luar biasa
Wiji Lestari
maaf, versi author sj, jd g bolak balik cerita nya. 1 topik 3 versi,"Mitha pov", "Fatan pov", Author pov. ✌✌✌✌
Syamsul Imanudin
ceritanya bagus cuman unsur bahasanya buat pribadi kurang klop tapi keseluruhan ceritanya menarik tapi kalau menurut saya hanya sampai fatan & mitha memutuskan untuk melanjutkan pernikahan mereka
Nita
Bagus
Nuroden Lina
mitha jgn sebut aku muluk sih..jelek banget
Nuroden Lina
please mitha ngak usah pake aku terus..ngak seru dong
Nuroden Lina
mitha gelar dirinya aku..ngak suka pake aku..gelar mitha aja sih
Nuroden Lina
jangan gelar aku..aku..bosan bacanya
Ida Harry
ditunggu lanjutannya thor
Sri Wulan Hazariah
suka sama jalan cerita nya
SariRani
Mantaaap
Syufnira Wati
nggak dilanujutkan thor
Minaaida: tamat, dek
total 1 replies
Hera sasuwe
bagus ceritanya
Rini Haryati
lanjut thor
semangat
Heri Wibowo
Kok belum dilanjut ya Thor
Azliya
kebanyakan pov, sekalian aja pake pop mie
Rini Haryati
lanjut thor
semangat
keren
Heri Wibowo
Ayo Gadis selamatkan Mita
Heri Wibowo
Wah siap-siap Belah Duren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!