Diandra Zivana Athalla seorang gadis yatim piatu yang mencari nafkah dengan berjualan di taman kota setiap malamnya.
Diandra memiliki seorang sahabat yang bernama Galen Baim Pratama Syahputra. Galen sering menemani Diandra berjualan.
Suatu malam, Galen ada acara sehingga tidak bisa menemani Diandra. Gadis itu pulang dengan sepedanya.
Di tengah perjalanan seorang pria menghentikan sepedanya. Diandra diberi obat bius hingga pingsan. Setelah itu Diandra diperkosa. Trauma karena perkosaan membuat Diandra menjadi bisu.
Merasa bersalah dan juga kasihan dengan nasib Diandra, Galen menikahi Diandra.
Saat ijab kabul berlangsung, Diandra mengetahui jika pria yang memperkosanya itu adalah kakak kandung Galen yang bernama Adyatma Mahavir Alister Bagaskara.
Bagaimana kisah selanjutnya? Siapkan tisu sebelum melanjutkan membaca novel ini.
follow ig mama : reni_nofita79
Untuk mengenal dan mengetahui novel mama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua Puluh Satu. CTK.
Diandra terharu dan tidak tahu harus berkata apa atas sambutan kedua orang tua Galen. Ternyata dari anaknya mulai dewasa, mama dan papa-nya Galen telah sepakat tidak akan mencampuri urusan percintaan anak-anaknya
Diandra hanya diam mendengar kedua orang tua Galen dan suaminya itu mengobrol serta becanda. Sesekali Diandra hanya memberikan senyuman.
"Kenapa diam aja, Diandra? Kamu merasa kurang nyaman?" tanya Papa.
"Diandra, kami ingin kamu dan Galen mengadakan pesta. Mama nggak mau nanti ada fitnah. Apa lagi Galen ini seorang pemimpin perusahaan. Apa kata karyawannya nanti jika tiba-tiba dia membawa kamu dalam keadaan hamil?" kata Mama.
"Aku terserah Papa dan Mama aja. Aku ini hidup hanya sebatang kara. Tidak ada tempat untuk berbagi."
"Semua biaya kami yang tanggung. Ini sebagai hadiah perkawinan dari mama dan papa," ucap Mama
"Terima kasih banyak, Ma, Pa. Aku nggak tau harus berkata apa. Papa dan Mama mau menerima aku aja sudah lebih dari cukup. Aku nggak butuh perayaan atau pesta."
"Pesta pernikahan yang rencananya akan diadakan dua minggu mendatang itu sekalian sebagai perayaan pernikahan kami yang ketiga puluh. Kamu setuju'kan Galen?" tanya mama.
"Aku sama dengan Diandra, Ma. Semua terserah Mama dan Papa saja. Mau pesta atau tidak, bagiku nggak masalah."
"Bagaimana, Pa? Apa ada saran lain?"
"Papa setuju dengan ide Mama. Kita adakan pesta pernikahan Galen sekaligus perayaan ulang tahun pernikahan kami yang ke tiga puluh tahun."
"Aku dan Diandra ngikut aja. Bukan begitu, Sayang?" tanya Galen. Diandra kaget mendengar Galen memanggil dengan kata sayang.
Mama dan Papa Galen tersenyum melihat mereka berdua. Orang tua Galen memberikan kebebasan untuk anaknya memilih pasangan karena tidak ingin anak-anak mereka mengalami nasib yang sama.
Saat mereka akan menikah, kedua orang tua Mama menentang hubungan itu. Mama dan Papa memutuskan menikah tanpa restu.
Awal pernikahan, hidup mereka sangat memprihatinkan. Karena kerja keras Papa, akhirnya ekonomi mulai terangkat.
Saat mereka berempat sedang asyik bercerita terdengar suara orang menyapa, serempak semua memandangi asal suara.
Diandra yang melihat Adit, mengepalkan tangannya melawan ketakutan dan trauma.
"Selamat siang semuanya." ucap Adit. Diandra makin kuat mengepalkan tangannya. Tampak keringat dingin membasahi wajahnya. Galen yang melihat itu menjadi cemas.
"Dian, kamu kenapa? Wajahmu pucat," ujar Galen.
"Aku nggak apa. Perutku sedikit sakit aja."
"Kenapa Diandra, Galen?" tanya mama.
"Sakit perut karena masih datang bulan, Ma."
"Nanti mama minta bibi buatkan air rebusan jahe. Duduklah!" perintah mama dengan Adit.
Adit duduk di di sofa dekat mama dan papanya. Sesekali dia melirik Diandra. Wanita itu memeluk lengan Galen untuk menguatkan hatinya.
Aku harus kuat. Semua harus aku hadapi. Aku nggak akan membiarkan bang Adit menghancurkan hidupku.
"Kamu lihat Galen, udah menikah. Makanya kamu jangan molor aja. Cari juga calon istri biar mama bisa menimang bayi kalian. Selagi mama masih kuat."
"Aku nggak suka mama bandingkan terus dengan Galen."
"Mama bukan bandingkan. Mama hanya ingin kamu cari wanita buat pendamping hidupmu. Jangan hanya bisanya pulang malam, mabuk, dan tidur hingga pagi."
"Tidak ada wanita yang aku suka."
"Kenapa? Kamu bukan ada kelainan'kan?" tanya Papa.
'Wanita yang aku cinta telah tiada. Aku hanya ingin membalas dendam atas kematiannya."
"Bang Adit bicara apa? Semua yang terjadi di atas dunia ini hanyalah takdir dari Tuhan, kita hanya menjalankan."
Galen tahu, sampai hari ini Adit masih belum bisa menerima kepergian Tasya. Namun, tidak pernah terpikirkan jika abangnya itu akan melakukan hal yang buruk.
"Tidak perlu menanam dendam, cukup tersenyum dan biarkan karma melakukan tugasnya diam-diam. Karena yang melukai akan terluka pada waktunya," kata Diandra.
"Diandra benar Adit, kamu tidak boleh menyimpan dendam. Jika memang orang itu bersalah, dia akan menerima balasannya dari Tuhan. Tidak perlu kamu yang melakukan pembalasan," ucap Mama.
"Orang yang menyakitimu adalah orang yang siap menerima kesakitan yang lebih dari kesakitanmu di suatu hari nanti. Karma pasti membalasnya. Mungkin orang itu bisa bersembunyi dari kesalahannya, tapi tidak dari penyesalannya. Maungkin orang itu bisa bermain dengan dramanya, tapi tidak dengan karmanya.Berhati-hatilah dengan hati yang kamu sakiti. Kamu tidak tahu apa yang ia adukan ke penciptanya," gumam Diandra, namun dapat di dengar semuanya.
Papa, Mama dan Galen memandangi Diandra. Kenapa dia bicara begitu. Ditujukan buat siapa?. Dari tadi Diandra hanya diam. Namun, Adit datang dia sedikit banyak bicara.
Bonus visual.
Galen
Diandra
Adit
...****************...
Bersambung
.
semua saling memaafkan dan tidak menaruh dendam lg..
walopun di cerita ini Adit belum dapat pasangan, setidaknya penyakitnya sudah sembuh dan berubah menjadi lebih baik perilakunya..
semoga Diandra jg bisa sembuh total walopun tanpa harus ke psikolog..
dengan didampingi suami dan anak tercinta serta dukungan seluruh keluarga besar Galen..
baru tau ternyata Adit juga jatuh cinta sama Diandra sayangnya gak terbalaskan..
setelah tau Galen jg jatuh cinta sama Diandra, penyakit hati Adit kambuh dan akhirnya Diandralah yg jadi pelampiasannya..
di sini bisa kita ambil pelajaran, jika ingin menikah harus benar2 siap mental terutama..
karena ini dibutuhkan dalam menghadapi masalah apapun nantinya yg pasti dihadapi dalam dunia pernikahan..
finansial, anak, konflik dg keluarga besar semua pasti pernah mengalaminya..
satu hal yg penting, jangan pernah membanding-bandingkan anak2 kita, karena setiap anak terlahir berbeda sekalipun dari ortu yg sama..
jadi treatment tiap anak pun jg berbeda satu sama lain..
keren banget mam ceritanya..
ini novel terakhir yg kubaca di kategori "cinta yg menyedihkan"..
cuss lanjut novel2 di kategori lainnya..
jangan bosen baca komenku ya mam..
semoga sehat terus..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕