Menceritakan tentang ibu rumah tangga yang dihina dan di rendahkan oleh suami dan keluarga karena miskin dan tidak memiliki pekerjaan kantoran seperti rekan keluarga lainnya.
Namanya Keumala, usianya 27 tahun, yang menikah muda di usia 24 tahun lulusan D3 di sebuah kampus swasta ternama di kota A. Semenjak menikah keumala memutuskan untuk tidak bekerja karena ia ingin menjadi ibu rumah tangga, Seperti maunya suaminya Yahya. Suaminya yang dulu sangat buncit pada Keumala berubah tiba-tiba menjadi cuek dan kasar semenjak di angkat menjadi Manajer perusahaan tempat Yahya kerja, di tambah lagi mertuanya yang tidak menyukai Keumala dari pertama mereka menikah. Karena Keumala buka anak dari orang kaya dan bukan pulak seorang PNS.
-🌺 Bisakah Keumala mempertahankan rumah tangganya yang telah dibinanya 12 tahun...
- 🌺 Ataukah suaminya akan berubah dan hidup bahagia…
Ikuti kelanjutan ceritanya.
Hai Kak.. ini novel pertama Aku, semoga kalian suka.
Selamat Membaca 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neunek Ulka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
Dree Dree
Kini benda pipih itu bunyi lagi Suamiku langsung menolak panggilan tersebut.
"Kenapa tidak di Angkat telepon, Ayah, mungkin pening." Seruku dengan melihat ke arah ponsel.
"Telepon tidak penting kok."
Kenapa gak angkat, apakah itu telepon dari teman wanita pemilik lipstik. Oh pasti ada udang balik bakwan. batinku bersuara.
"Kok Tau tidak penting?, Ayah kan belum Angkat. Angkat saja, Ayah! " Pinta ku pada suamiku Yahya
"Orang kantor, Maa. Lagi malas Ayah membicarakan kerjaan saat ini." Ucap Yahya.
"Angkat saja, Ayah! Kalo tidak biar mama saja Yang terima telponnya." Ungkap ku.
Aku yakin ini buka orang kantor, karena Aku tau gimana sifat suamiku, Ia tidak akan mengabaikan kalo itu emang teman kantor tau masalah kerjaan.
"Baik lah." Yahya mengambil ponselnya dan hendak banggung
"Mau Kemana?"
"Mau terima Panggilan."
"Disini saja, Ayah." sambil menarik lengan suamiku Yahya agar Ia duduk lagi di sofa.
syukur Anakku di kamar lagi buat PR, Jadi Aku lebih leluasa ngobrol, semoga saja mereka tidak dengar.
Karena emosi aku lupa akan anak-anak ku, lebih baik kami bicara dikamar, takutnya anak-anak pada tau nanti.
"Ayah Ayo kita ke kamar." Aku ajak suamiku kemar sambil ku bangkit dari tempat duduk.
*Dikamar*
Kini Aku duduk di sudut rajang sedangkan suamiku duduk di kursi menghadap aku.
Sekarang ponselnya tidak bersuara lagi namun getaran saja sepertinya Pesan masuk.
"Mama mohon katakan sejujur-jujurnya, jangan ada kebohongan." Ungkap ku
"Sudahlah, Maa. Mari kita lupakan saja yang pasti Ayah sekarang ada di sini di rumah, Maa." Ucap Yahya sambil tersenyum.
Wau kata-kata suamiku sungguh keterlaluan banget. Masak sih aku lupakan, ini belum kelar...
" Parah kamu, Yah... " Ku tatap lelaki berstatus suamiku.
"Aduh, Kenapa sich.. Udahlah jangan kamu perpanjang kan lagi." Ucapnya cuek.
Oh tidak, aku tidak bisa begini terus, sepertinya Ia sengaja atau apalah aku tidak mengerti..
Ya.. Allah gimana ini.. suamiku oh suamiku..
Ya... Allah Salah kah kalo aku mundur saja, bagaimana caranya ya Allah, apa lebih baik aku pergi saja dari kehidupannya.
Maafkan Aku tak berbakti pada suami. Namun Aku tidak sanggup kalo begini terus, Aku merasa suamiku mempermainkan Aku. Jeritku dalam hati.
Dreett..... dreett....
Ponsel suamiku Yahya berbunyi lagi.
"Angkat ponselnya, Ayah!" Pintaku
"sudahlah tidak usah biarkan saja." Balas Yahya.
"Ok. Aku Akan melupakannya." Ucapku akhirnya. Aku bangkit dan menunjuk kamar mandi.
**Berapa menit kemudian**
Tidak lama kemudian keluar dan mengambil tas, Ku masukan baju ku beberapa buah yang aku butuhkan.
"Mama... Kenapa baju kamu masukkan dalam tas." Ucap suamiku yahya dengan melihat Aku.
Suamiku baru masuk ke kamar. Ia sepertinya tadi habis dari dapur, entah apa yang baru saja Ia lakukan di sana setelah aku ke kamar mandi tadi. tau Ia menelpon atau kah menerima telpon tanpa aku tau.. Eemm entah lah.. Aku sudah mengambil keputusan untuk hengkang dulu dari rumah ini. akan lebih baik aku pergi agar iya sadar tau lebih menghargai Aku. Itulah saat ini yang ada di pikiran aku.
"Maaa, Mama," Teriak Suamiku Yahya sambil menarik tas yang Aku kemas.
"Lepaskan, Akan ku biarkan kamu Yah, melakukan sesuka hati kamu Aku tidak akan. menganggu kamu, tak akan ku tanya lagi. Kelar semua urusan kamu dan aku." Ucapku pada suami ku tanpa memangil Ayah atau mama lagi tapi aku kamu sekarang.
Ku ambil paksa tas Aku yang telah berpindah tangga sekarang dari Yahya suamiku. yahya melepaskan tas, Ia membiarkan aku ambil tas dan keluar dari kamarku.
Aku keluar kamar ku aku langsung menunju kamar anak-anak untuk membereskan baju anak-anak. Aku masukan dalam tas aku bawa tadi baju sekolah dan buku dan keperluan anak-anak, karena tidak muat jadi aku memasukkan ke tas lain lagi punya anak-anak.
"Ayo sayang ganti baju!" Perintahku pada anak-anak ku.
"Mau kemana kita, Mama." Tanya si kecil Al pada ku dengan gaya bicaranya masih belum pasif, namun masih dapat di pahami.
"Kita ada pergi nginap di suatu tempat." Balasku tanpa melihat ke arah anakku.
"Baik, Maa..." Jawab kedua buah hatiku. Anak ku seakan tau isi hati Aku, Mereka tidak banyak bertanya dan langsung mengiyakan dan mengambil keperluan mereka.
Siap kami beres-beres aku dan anak-anak keluar dari kamar. Suamiku duduk di sofa melihat kami yang hendak keluar dari rumah.
Kulihat suamiku mendekatiku.
"Maa.. Ada apa sich dengan kamu.." Ucap Yahya
"Coba kamu pikirkan, kenapa aku bisa begini, Aku dan anak-anak akan pergi menjauh darimu agar kamu bisa melakukan sesuka hati kamu."
Ku tatap wajah yang masih bergelar suamiku,
Lelaki ini susah sekali mengatakan dan mengakui serta maunya Ia. bebas melakukan sesuka hatinya.
Aku langsung melangkah kaki ku keluar bersama. kedua anak-anakku. Ku buka pintu depan dan kami keluar dengan menyeret ke dua tas koper kami.
Tiba- tiba Yahya menarik tangan Ke dua anak ku..
\*\*\*\*\*\*"
Bersambung.....
Terim kasih kalian sudah mau mampir di tulisan recehan Aku. Tolong jangan lupa terus beri semangat Author dengan meninggalkan Like, Vote dan komentar.
💖💖💖 kalian banyak banyak tanpa terkecuali
mampir juga di karya ku 🤭